
''Keira, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu secara jujur?''.
Ng, kenapa dia? mengapa rasanya aku melihat ada raut kesedihan di wajahnya, yah?.Pikir Keira saat Alex mengarahkan pandangannya ke padanya.
''kau mau bertanya apa padaku?''.
Semoga saja ia tidak akan mempertanyakan tulang yang ada disebelahku ini.Ucap Keira secara batin sembari melirik sekilas ke tulang yang dia sembunyikan di balik selimutnya.
''menurutmu, jika seandainya aku bertanya kepadamu tentang apa yang tidak kau sukai dariku, apakah kau akan mengatakan yang sebenarnya?''.
Keira menatap Alex dengan perasaan tidak mengerti mengapa Alex bertanya sesuatu seperti itu kepadanya dan reaksi Alex jika Keira mengatakan apa yang tidak kusukai darinya.
''hm… kau mau aku jujur apa yang tidak kusukai darimu?".
"ya".
"jika aku jujur kau tidak akan marah".
"ya".
"yakin?".
" ya ya ya. Cepat jawab!". Alex sudah tidak sabar lagi mendengar Jawaban dari gadis itu.
"hm… hal yang tidak kusukai darimu adalah…".
Pasti yang tidak kau sukai dariku adalah diriku yang hanya bisa melihat dengan satu mata, bukan?. Aku yakin akan hal itu, karena seorang perempuan pasti menginginkan laki-laki yang sempurna dalam fisik. Pikir Alex yang sudah menduga dan siap dengan Kenyataan itu.
''yang tidak aku sukai darimu… adalah sifatmu, Alex". Jawab Keira yang membuat perkiraan Alex meleset sehingga Alex terkejut dengan jawaban Keira.
''sifatku ? apa yang salah dari sifatku??!".
Wah, dia tidak pernah sadar, yah bahwa ia punya sifat yang jelek ?.
"apakah kau menyadari bahwa Selama ini dirimu memiliki sifat dingin, kasar, angkuh, tidak peduli dengan perasaan orang lain dan pemaksa kehendak. tidakkah Kau tahu bahwa sifat-sifat yang ada padamu merupakan sifat manusia yang jelek?. Para perempuan tidak suka pada laki-laki yang sifat jelek seperti dirimu''.
'' tapi aku tidak pernah kasar kepadamu, Keira. Bahkan aku peduli dengan perasaanmu dan tidak memaksakan kehendak padamu.
Angkuh dan dingin pasti ada padaku tapi aku tidak pernah menunjukkannya kepadamu''.
''lebih tepatnya dulu, Alex. Kau ingat pertama kali aku bertemu denganmu?''. Keira kembali mengingat bagaimana hubungannya dengan Alex yang buruk karena sifatnya Alex saat itu dan walaupun sekarang Alex tidak menunjukkan sifatnya itu kepadanya sebagai bentuk Alex yang baru tetapi dengan orang lain?. Ia masih saja menjadi Alex yang lama.
''kau masih mengingatnya?. Kau tidak bisa melupakannya?. Aku menjadi laki-laki baik, manis dan penyayang untukmu dan aku tidak bisa melakukan hal yang sama terhadap orang lain namun percayalah, perasaanku sangat jujur kepadamu''.Ucap Alex bernada kalem dan membelai rambutnya dan saat mendengar suara dan sentuhannya membuat jantung Keira berdetak kencang.
Saat kau melakukan hal seperti ini padaku dan mendengar suaramu, telah membuat jantungku menjadi tidak karuan.
Kau curang bisa dengan gampangnya membuat jantung ini menjadi tidak karuan.
''Kau kenapa?''. Tanya Alex ketika melihat tatapan Mata Keira yang terlihat lain baginya.
''ng, tidak ada apa-apa. Ha~ha''😅
''lalu, apa yang kau sukai dariku?''. Tanya Alex yang berharap setidaknya ada sesuatu dari dirinya yang disukai oleh Keira.
''hm🤔 itulah masalahnya. Aku tidak tahu apa yang aku suka darimu karena aku belumlah terlalu mengenalmu tapi jika kau bersikukuh ingin aku menjawab tentang apa yang aku suka darimu untuk sementara hanyalah dua hal''.
''eh dua hal?''.
'' yup. dua hal''.
Sebenarnya aku benar-benar tidak tahu apa yang aku suka darimu karena selain tidak menyangka bahwa takdir membawaku kepadamu, aku juga tidak mau apa yang aku suka dari dirimu jadi patokan alasan aku suka padamu karena sebuah alasan bisa saja menjadi penyebab hilangnya sebuah hubungan suatu hari nanti. Ucap Keira Secara batin mengingat apa yang diucapkannya lain di mulut, lain dihati.
''yang pertama… nnngg… kau tidak punya bulu deh. Karena aku tidak suka dengan laki-laki yang memiliki bulu".
"Ng, bulu?".😶
Untunglah aku termasuk laki-laki yang memiliki tubuh bebas bulu. Siapa yang akan menyangka bahwa Keira tidak suka dengan bulu sedangkan beberapa perempuan sendiri suka dengan laki-laki yang memiliki bulu.🙄
ah… setiap perempuan seleranya benar-benar lain, yah.😌 Pikir Alex yang setidaknya menyusukuri ada sesuatu dalam dirinya yang disukai oleh Keira.
''Kalau boleh tahu, Mengapa kau tidak suka dengan laki-laki yang memiliki bulu?''. Alex penasaran dengan alasan Keira tidak suka dengan laki-laki yang memiliki bulu.
''ng… itu alasan yang pribadi. Sulit untuk menjelaskannya".😅💦 Jawab Keira menolak menjawab pertanyaan Alex dengan wajah yang berubah menjadi merah seakan ia punya alasan tependam sehingga ia mati-matian tidak bisa mengatakannya kepada Alex.
''huh?''.
''selain itu, misalkan kumis dan jenggot. Bagiku rasanya aneh Ketika… kau tahulah''.😣
''ciuman?''. Tebak Alex dan saat Alex menebak kata ciuman, langsung saja Wajah Keira menjadi merah seperti tomat sehingga ketika wajah Keira menjadi merah membuatnya merasa yakin bahwa tebakannya benar.
'' Wah Keira, kau sering mengatai diriku sebagai laki-laki mesum tapi siapa yang sangka bahwa kau sendiri juga berpikir mesum''. Ucap Alex menggoda Keira sambil menunjukkan senyuman iblisnya itu.
''enak saja. Siap yang kau sebut mesum?. Aku tidak bepikiran mesum tahu''. Ucap Keira menolak tuduhan yang dilontarkan oleh Alex bahwa ia juga memiliki pemikiran yang mesum.
''lah, yang kau baca tadi bukankah majalah itu'kan?''. Alex kembali teringat dengan apa yang dibaca oleh Keira sebelumnya dan sejujurnya, ia tidak suka dipanggil laki-laki mesum sedangkan Keira sendiri membaca majalah itu. Tidakkah Keira termasuk mesum juga?.
''hei, ini itu adalah majalah khusus untuk perempuan. Wajar saja jika ada laki-laki didalamnya lagipula majalah itu punya Tania lho.
Selain itu, aku yakin kau pasti memiliki majalah dewasa disana atau mungkin kau memiliki atau pernah melukis gadis tanpa busana'kan?''.
''tidak pernah''.
''eh? maksudnya?''.
''Aku tidak pernah membaca atau memiliki majalah dewasa. Aku juga tidak pernah memiliki atau menulis gadis tanpa busana sebelumnya.
Sejak kecil aku sudah diperkenalkan pada dunia bisnis. Sungguh tidak mungkin aku akan memiliki atau melakukan sesuatu yang kau katakan padaku''. Ucap Alex menjelaskan betapa murninya dia sebagai laki-laki sehingga ucapannya itu membuat Keira terdiam.
...Haruskah kita mempercayai Ucapannya itu?....
Entah. Aku tidak tahu karena Tania pernah berpesan kepadaku agar jangan terlalu percaya dengan laki-laki karena bantahan laki-laki suka berlawanan dengan bukti yang ada.
''hei, Alex. kau tahu bahwa dulu ada laki-laki yang pernah melihat tubuhku setengah telanjang''.😉
''apa!?. Siapa laki-laki brengsek itu?!. Aku akan membunuhnya''. Pekik Alex berdiri dan emosi mendengar ada seseorang laki-laki yang kurang ajar berani melihat Keira tanpa busana.
''kau''.
''apa?''.
''kaulah laki-laki brengsek itu. Tidakkah Kau ingat saat kita berada di tempat Mambayo?."
Ucap Keira menatap tajam ke arah Alex. Wajah Alex berubah menjadi merah saat mengingat kejadian di tempat Mambayo saat mereka berada di pulau Lamiya.
Sedangkan Keira?
Ho~oh, dia sangat kesal mengingatnya.
'' cup cup cup. Jangan marah yah. Kau tidak manis jika marah''.😅 Ucap Alex langsung duduk di sebelah Keira dan mencoba menenangkan Keira dari amarahnya.
''hmp!". Keira mengacuhkan Alex dengan memalingkan wajahnya dari Alex tapi bukan Alex namanya jika tidak bisa membuat Keira berhenti ngambek padanya.
"Keira, lihat kemari dong". Ucap Alex bepura-pura sedih sambil merangkul pinggang Keira sehingga Keira mengarahkan pandangannya kembali ke pada Alex dengan tatapan mata yang bete.
"aish, senyum dong. Kau sangat manis jika tersenyum".
"ogah".