
'' i-ini…!!'' Bola mata Alex langsung membulat saat melihat sebuah sepeda motor yang telah terbakar dan hancur.
Ia langsung keluar dari mobilnya dan terkejut saat mendekati sepeda motor yang telah terbakar itu karena mengenali sepeda motor itu.
Astaga! ini adalah sepeda motor Keira!. Ucap Alex dalam batinnya saat mengenali sepeda motor sport warna biru yang selalu dipakai oleh Keira selama ini dan Alex mengenali sepeda motor yang hancur itu dari merek sampai tanda tertentu.
Jika sepeda motornya sampai hancur dan terbakar seperti ini berarti…!.
''Keira!". Alex beteriak memanggil nama Gadis itu dengan harapan bahwa dia akan baik-baik saja. Perasaan khawatir dan gelisah menyelimuti dirinya saat mencari keberadaan Keira yang tidak dia ketahui ada dimana.
"Keira, kau ada dimana?! jawab aku!".
di sisi lain…
''ng… Alex?".
Keira yang terbaring tidak berdaya di atas tanah yang ditutupi oleh dedaunan-dedaunan Maple yang telah berguguran membuka mata kirinya secara perlahan ketika secara samar-samar mendengar suara Alex.
Alex… mungkin aku salah dengar…
Akh Sial… jika saja bekas luka ini tidak kumat di waktu yang salah, maka aku tidak akan mungkin dikalahkan olehnya dan pasti dia sudah aku habisin dan pastinya tidak mungkin aku akan terbaring di sini dengan menancapnya benda sialan ini akh!. Ucap Keira membalikkan tubuhnya hingga ke posisi terlentang sambil menahan rasa sakit di bahu Kirinya yang kini telah tertancap sebuah belati perak.
tangan kanannya mencoba meraih gagang belati untuk mencabutnya namun karena yang ditancapkan kepadanya berupa belati yang terbuat dari perak, membuat tenaganya menjadi terkuras banyak sehingga tangannya menjadi terlalu lemah untuk mencabutnya.
Tenagaku seperti terkuras banyak bahkan aku tidak bisa menggunakan kemampuan Hexagonku. Tapi aku tidak boleh menyerah, aku harus bisa!.
dengan susah payah ia pun mencoba untuk mencabut belati itu sehingga saat ia mulai menarik belati itu dari bahu kirinya, ia menjerit kesakitan yang luar biasa seperti rasa terbakar namun tidak menghentikannya untuk mencoba mencabut belati itu.
di sisi lain, langkah Alex terhenti saat mendengar jeritan seseorang yang berada di jurang sebelah kirinya.
''Keira!". Merasa yakin suara jeritan itu adalah suara Keira, ia pun segera turun menuruni jurang yang untungnya tidak dalam dan berhati-hati turun mengikuti asal Suara.
Aku mencium aroma keberadaan Alex… mungkinkah dia…
''Keira?".Keira mendengar seseorang memanggil namanya lalu menoleh keasal suara dan Keira sungguh terkejut melihat Alex berada didepannya dan Alex?
Ia sangat terkejut melihat Keira terbaring tak berdaya dengan sebuah belati menancap di bahu kirinya.
''Alex? kau'kah itu?". Tanya Keira yang sungguh tidak percaya bahwa Alex menemukan dirinya ditempat yang jarang dilewati oleh orang-orang namun dihatinya sungguh merasa bahagia bisa ditemukan oleh Alex sehingga air mata mulai mengalir di pipinya tanpa ia sadari.
"Keira!". Alex belari menghampirinya dan langsung berlutut untuk melihat kondisi Keira.
"Keira, apa yang terjadi kepadamu sayang?". Tanya Alex dengan lirih sambil mengangkat tubuh Keira sehingga Keira berada di pangkuannya sekarang. Hati Alex sungguh sesak dan perih karena melihat Keira yang terluka. Ia bisa melihat darah segar di sudut bibir Keira ditambah dengan darah mengalir dari bahu kiri yang telah tertancap sebuah belati.
''Alex… kau menemukanku… bagaimana bisa? ini mimpi?".
Tanya Keira seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat bahwa Alex datang untuknya dan mengira bahwa ia bermimpi.
dengan lembut Alex mengusap air mata Keira dan mengecup dahinya sehingga Keira dapat mengetahui bahwa yang dia lihat dan rasakan benar-benar nyata.
"…sebelum aku menjawab pertanyaanmu… tolong cabutkan belati ini dari bahuku… sakit sekali… aku tidak bisa menahannya lagi". Ucap Keira memohon bantuan kepada Alex.
Alex tidak tahu apa yang terjadi pada Keira namun ia tidak bisa tahan melihat Keira yang kesakitan sehingga ia pun Mencabut belati itu dan melempar belati itu jauh-jauh.
Saat belati itu telah tercabut, Keira merasa lega walaupun hanya sementara karena luka yang dialaminya dulu kembali membuatnya kesakitan saat Alex membalut luka Keira dengan syal kasmir milik Alex.
''aku akan membawamu ke rumah sakit sekarang". Ucap Alex sambil berdiri mengangkat tubuh Keira.
Keira yang berada di dekapan Alex merasa nyaman namun ia teringat akan Ucapan Alex yang akan membawa dirinya kerumah sakit.
Tidak… aku tidak bisa membiarkan Alex membawaku ke rumah sakit. Para dokter manusia disana akan curiga nantinya dengan hasil darahku dan sebagainya.
''Tidak Alex, bawa aku ke Aurora. Dokterku disana dan dialah yang tahu akan keadaanku''.Keira memohon dengan sangat kepada Alex sehingga Alex menjadi sangat bingung dibuatnya.
''tapi…".
"aku mohon Alex. Hanya dokterku di Aurora yang memiliki obat untukku karena penyakitku kambuh lagi Alex… aku mohon".
Sejujurnya Alex tidak mengerti apa yang terjadi dan Mengapa sampai terjadi pada Keira. Ingin sekali Alex bertanya lebih kepadanya namun ia sadar bahwa mengobati Keira merupakan prioritas utamanya sekarang.
Sehingga dalam dekapannya Alex membawa Keira pergi dari jurang itu dan sepanjang ia menuju ke atas entah mengapa tatapannya tertuju pada sesuatu.
itu… abu? ada lima titik abu yang tidak jauh dari aku menemukan Keira. Apakah ada seseorang yang sedang membakar sesuatu?.
apa ada sesuatu yang berkaitan dengan Keira?.
Alex bertanya-tanya dalam pikirannya namun saat mendengar suara rintihan Keira, telah membuyarkan pemikirannya Sehingga ia tidak memikirkan apa-apa lagi.
'' apa kau tahu jalan tercepat menuju kesana?". Tanya Alex setelah mendudukkan Keira di kursi depan mobilnya dan memasangkan safe belt padanya dan Keira setelah ia masuk.
''yah… aku akan memasukkan alamatnya di gps mu". Jawab Keira tersenyum untuk membuat kekhawatiran Alex sedikit berkurang.
Alex tersenyum getir melihat Keira masih tersenyum untuk dirinya supaya dirinya semakin tidak khawatir walaupun dia tahu Keira masih menahan rasa sakit.
''Tidak akan aku biarkan sesuatu hal yang buruk terjadi padamu''. Segera Alex menjalankan mobilnya dan pergi dengan kecepatan tinggi sehingga tidak lama mereka berdua keluar dari jalan sepi itu dan berada di jalan raya yang besar dengan kendaraan yang melintas di sekitar mereka.
Sepanjang perjalanan Alex telah membuat marah banyak pengemudi karena caranya yang menyetir mobil secara cepat dan ugal-ugalan. menyalip sana sini bahkan melintas melewati lampu lalulintas yang berubah menjadi merah.
''Alex, kau terlalu cepat. Kau melewati lampu merah". Keira mencoba mengingatkan Alex karena tidak menyangka bahwa Alex bisa seugal-ugalan Seperti ini saat mengendarai mobil sportnya.
''coba lihat saja apakah kita tidak diikuti oleh polisi". Alex menggubris peringatan Keira karena baginya Keira lebih penting daripada mematuhi peraturan rambu lalu lintas sekarang.
"Al-".
"tenanglah. Semua akan baik-baik saja". Ucap Alex memotong ucapan Keira sambil menoleh sekilas ke arah Keira dan kembali fokus pada jalan raya sekarang ini.