
DUAAK!!
CRACK!
''ARRGH!!'' Vampire itu menjerit kesakitan saat Tania melakukan menyerang bagian lehernya dengan melakukan tendangan memutar kearah belakang dengan memutar dan dan gerakannya kaki seperti pengait sehingga serangan yang Tania lakukan membuat leher Vampire itu patah dan vampire itu jatuh tersungkur ketanah.
Apakah Vampire itu sudah mati? tentu saja belum. Serangan itu cukup kuat tapi belum mampu untuk membuah seorang vampire mati dan Tania tahu itu sehingga Tania menggunakan tombaknya lalu…
JLEEB!
"Enam". Ucap Tania menghitung vampire prajurit keluarga Dasper yang dia bunuh sambil ia memperhatikan vampire yang dia tusuk bagian Jantungnya dengan tombak miliknya itu berubah menjadi abu.
"Cih! mentang-mentang matahari sedang tertutup awan hari ini dan kalian menutupi tubuh kalian dengan jubah dari sinarnya, kalian berpikir bisa mencoba menyerang Wilayah ini?. Tindakan kalian sangat pengecut menyerang dari belakang".
''Apa boleh buat. Dalam strategi, bertindak pengecut bisa sekali-sekali dapat dilakukan''.
Ucap Seorang vampire yang berdiri di belakang Tania. Tania segera berbalik Setelah menyadari kehadiran musuh bangsanya dan ia melihat siapa dia.
"Aku tahu bahwa anak buahmu tidak akan menyerang sendiri. Bukankah begitu, Samuel putra Kendrick''. Ucap Tania menatap Laki-laki itu dengan tatapan benci.
Samuel Dasper…
Anak ketiga dari Kendric Dasper dan Dasper adalah keluarga Vampire terkemuka nomor dua setelah Oerloom dari enam keluarga terkemuka Vampire.
Sebagai urutan kedua sudah pasti mereka tidak suka keluarga Vampire yang berada diatas mereka mengingat mereka memiliki harga diri tinggi.
Tapi tidak pernah disangka mereka membantu penyerangan malam itu yang merenggut nyawa kakakku dan yang lebih buruk…
Salah satu dari mereka telah menipu Silvana yang malang dengan Cinta palsu.
Cintanya dihancurkan dengan pengkhianatan.
''halo… Tania Putri Hara". Sapa Samuel memasang senyum palsunya dan Tania tahu itu kepalsuan itu sehingga dia membalas dengan senyuman yang palsu.
"halo… Samuel putra Kendrick".
"Sudah diduga, serangan setahun yang lalu sehingga membuatmu terluka tidak akan membuatmu tiada". Ucap Samuel yang tidak senang dengan mengetahui kenyataan bahwa Tania masih hidup
"hm, begitulah. Sebagai seorang panglima, sudah tugasku menjadi perisai Alpha kami. Seranganmu tidak akan bisa membunuhku.
Oh iya, Bagaimana kabar Emery?. Apa dia masih hidup? yah, mengingat aku hampir membunuhnya sehingga kau menyerangku demi menyelamatkan Saudara pengkhianat yang lebih memilih bangsanya daripada cintanya itu".Ucap Tania mencoba memanas-manasi Samuel dengan mengingatkan kejadian setahun yang lalu.
"Emery?. dia masih hidup walaupun dia masih terbaring tidak sadarkan diri. Dan tentu saja ia akan memilih Keluarga daripada gadis itu, keluarga adalah segalanya bukan?.
Oh ya, bagaimana dengan gadis itu?". Tanya Samuel yang memasang wajah tidak suka kepada Tania dan Silvana karena ia tahu karena kedua gadis itu yang menyebabkan Saudaranya masih belum sadar dari tidurnya.
"Silvana?. dia baik-baik saja, bahagia malah. Ia menemukan pengganti yang lebih baik untuknya daripada dengan Emery. Ia sudah melupakan saudaramu yang menyedihkan dan tidak loyal itu". Tania masih memanas-manasi Samuel sehingga ia membuat Samuel emosi karena ucapannya.
"JAGA BICARAMU! Putri Rhyes. dan Siapa yang tidak loyal dalam hubungan?!". Pekik Samuel yang tidak terima jika Tania mengejek saudaranya itu apalagi ia tidak menyangka bahwa Silvana tidak mencintai saudaranya lagi mengingat.…
Suatu hari di kediaman Dasper…
Samuel berjalan memasuki kamar Emery. Saat membuka pintu, vampire laki-laki berambut coklat secoklat kayu manis itu menyadari bahwa Saudarinya Jovanka berada di kamar Emery.
"Bagaimana kondisinya sekarang?. Apa ada perkembangan?". Tanya Samuel yang melihat laki-laki berambut warna granola itu masih terbaring di tempat tidur tanpa membuka mata sama sekali.
"Masih sama.… bahkan tidak ada perubahan sama sekali. Bahkan…".
"bahkan apa?".
"hh…. jika saja kita tidak berjanji padanya, mungkin saja sudah lama kita menghabisi ga-".
"Silvana…". Tatapan mata mereka tertuju pada laki-laki yang masih terbaring itu dan mereka hanya bisa diam saat Emery menyebut nama gadis yang termasuk dalam musuh bangsa mereka dalam tidurnya.
''Silvana… Silva…".
dan Sekarang…
"lah. Memang kenyataannya begitu bukan?. Aku bicara secara nyata padamu dan baguslah Silvana melupakan Emery karena dengan begitu, ia tidak perlu ragu-ragu lagi untuk menghabisinya jika mereka bertemu.
Apalagi kau pasti tahu istilah buanglah mantan pada tempatnya. Mantan itu terbagi dua hal yaitu mantan terindah yang selalu disimpan didalam hati dan mantan yang pantas dibuang seperti sampah tanpa diingat lagi.
Kakakku adalah mantan terindah dalam kehidupan Keira karena sepanjang hidupnya, kakkaku menjalani kisah cinta tanpa ada pengkhianatan yang diakhiri dengan maut yang memisahkan sehingga Keira memajangnya dalam hati dan istilah itu tidak cocok untuknya.
Sedangkan adikmu? dia berkhianat terhadap Silvana yang telah memberikan hati untuknya. Gadis malang itu patah hati menyadari kehidupan cinta dengan adikkmu diakhiri dengan pengkhianatan sehingga istilah itu sangat cocok untuknya. Sekali berkhianat, ia akan selalu menjadi sampah yang tidak berarti". Ucap Tania sembari menancapkan ujung tombak ke tanah.
"CUKUP!!".
dengan emosi, Samuel menyerang Tania. Ia melayangkan tendangan dikepala tapi Tania dengan sigapnya menangkis serangan itu.
Kedua makhluk supernatural itu bertarung satu sama lain dari saling menyerang dan saling menangkis terutama Samuel terus menyerang Tania secara emosi tapi dengan tenang Tania selalu menangkis serangan seakan ucapan yang dilontarkan oleh Tania adalah siasat dari Tania sendiri untuk membuat lawan menjadi tidak menahan diri dan yang dilakukan oleh Tania menunggu untuk menyerang disaat yang tepat.
" Seharusnya kalian bangsa Werewolf sadar diri bahwa kalian dulu tidak lebih dari budak hina di mata kami". Ucap Samuel memamerkan matanya yang berwarna merah darah seakan ia mencoba memanas-manasi Tania selagi ia melawannya.
Kau mencoba untuk memanas-manasiku?. hah! jangan harap berhasil padaku, Samuel.
"Yah, beratus-ratus tahun yang lalu memang benar bangsa kami adalah budak bangsa kalian yang menjajah kami tapi, kalian sendiri takut pada kami yang lebih kuat dari kalian bahkan kalian sangat iri pada kami yang bisa berjalan santai dibawah sinar matahari'kan?".
Ucapan Tania berhasil membuat Samuel emosi dan berkat amarah Samuel, Tania…
JLEEB!
''Uhuk!!". Darah biru keluar dari mulut Samuel saat tanpa disadari Samuel, Tania menusukkan sebuah belati yang selalu direndam Tania dengan sari bawang putih dan dijemur di bawah sinar matahari sehingga sebuah asap putih mengepul disekitar luka itu.
"AAAAAAARGH!!!!". Samuel beteriak kesakitan dan jatuh menggeliat di tanah saat jantungnya di tusuk dengan belati yang terdapat dua kelemahan Vampire menjadi satu dalam belati itu sehingga teriakaannya dapat terdengar sampai ke Dallas, prajurit werewolf dan beberapa prajurit Vampire keluarga Dasper yang sedang melawan Dallas dan Werewolf lainnya.
Vampir 1:"itu suara teriakan tuan muda Samuel!".
Vampir 2:" Oh tidak. Tidak mungkin jika-".
"Kalian dengar suara tuan muda kalian bukan?!. Itu berarti Panglima kami telah berhasil menghabisi tuan muda kalian, salah satu anak Kendrick!!.
dan bersama dengannya dan teman-teman kalian yang sebagiannya menjadi abu, kalian akan mati ditangan kami!!". Dallas mengatakannya secara lantang sehingga ucapannya menjadi penyemangat prajurit werewolf lainnya. sebaliknya, Prajurit vampir yang tinggal setengah menjadi panik dan kelimpungan dengan kematian salah satu anak dari keluarga Dasper yang membawa Mereka ke wilayah Keira.
dan demi hidup mereka, setengah prajurit Vampire yang dibawa oleh Samuel akhirnya menyerahkan diri.
Padahal, Samuel hanya sekarat…
Sementara itu, Tania tersenyum saat melihat Samuel sekarat karenanya yang telah membalas dendam kepada orang yang telah membuatnya sekarat setahun lalu.
"Werewolf si-al-lan!. Kau sengaja memancing emosiku da-n me-nyi-apkan be-bel-lati itu!".
Samuel menatap emosi Tania namun sayangnya dia tidak bisa berbuat apa-apa karena ia merasa kekuatan dalam dirinya menghilang seakan belati yang ditancapkan oleh Tania padanya menyerap kemampuannya untuk berbuat lebih.
Tania tersenyum lalu ia duduk di atas tubuh Samuel sehingga Samuel merasakan kesakitan karena pengaruh dari belati itu.
"dulu aku ingat saat aku berada diposisimu setahun yang lalu. Kau pasti ingat dengan pertarungan kita".