The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 17 : Scar Of Battle



Di Twinsbell...


"kami mohon jangan marah dion. kami benar-benar tidak sengaja melupakanmu di perpustakaan".


"benar Dion, kami tidak bermaksud melupakanmu".


"maafkan kami ya".


ketiga gadis itu memohon dengan sedikit nada merengek saat Dion masih 100% ngambek kepada mereka yang tidak sengaja melupakannya di perpustakaan dan sepanjang perjalanan dari pulang ke twins Bell, Dion tidak mau berbicara dan merajuk. Untunglah hari ini belum ada pengunjung yang datang untuk makan Jadi mereka menggunakan kesempatan itu untuk meminta maaf kepada dion.


tapi tetep aja dion masih ngambek. untuk pertama kalinya Mereka melihat seorang Dion mengambek.


"ayolah, Dion. jangan ngambek terus". Kata Keira, Dion mengacungkan mereka tetapi saat melirik ke arah mereka, ia tidak tahan terhadap mata mereka yang memelas.dia tidak tega.


"baiklah. Aku maafkan tapi jangan diulangi lagi".


"hoooreeee!!".


ketika Gadis itu memeluknya dengan erat hingga mereka berempat terjatuh lantai,dia memeluk mereka balik. Dion tahu bahwa dia tidak bisa selamanya marah pada mereka.


"karena belum ada pengunjung hari ini Bagaimana kalau aku membuat pie daging untuk kita nikmati?"


Dion bangkit dan dan mengusulkan sesuatu ke trio werewolf itu untuk dimakan.


"aku akan membuat jus lemon untuk kita".


"kalau aku lemon squash saja deh Silvana".


"oke Dion".


saat kedua orang itu sedang sibuk, Keira dan Tania duduk dan membicarakan sesuatu yang penting dan rahasia.


"bagaimana hasilnya,Tania?".


"belum ada Keira. orang suruhanku Masih dalam perjalanan kesana.itu yang kudengar darinya sampai sekarang ini".


"begitu ada kabar, beritahu aku. Aku ingin tahu bagaimana caranya vampire itu mendapatkan Wolf's Bane disana".


"Keira, menurutmu adakah penghianat di bangsa kita?".


"Jujur saja Tania... aku tidak tahu apakah ada atau tidak.semua ini adalah kecurigaanku semata. Aku tidak bisa memberi tahu Aurora atau Mommy dan Daddy karena aku butuh bukti kuat dan aku tidak bisa memberi tahu guru Madoc karena aku merasa guru tidak memberitahukan keseluruhan dari misinya itu".


"jangan khawatir Keira. aku tahu bahwa kau sudah bertindak benar dan aku akan selalu membantumu akan tetapi, Tidakkah Silvana dan Dion juga perlu diberitahu? mereka teman kita".


"Silvana, kau bisa memberitahunya sedangkan Dion sebaiknya tidak perlu tahu.Aku tidak ingin dia dalam bahaya".


"kau benar. sebaiknya Dion Tidak diberitahu demi keselamatannya.ngomong-ngomong Keira, apakah kau merasa sakit?".


"kurasa begitu.rasa sakit luka yang dibuat ayahnya muncul lagi". Ucap Keira mencoba menahan rasa sakit di bahu kirinya.


"obat yang diberikan oleh dr.Jacob Wellson sudah kau minum?".


"jangan khawatir begitu.aku sudah meminumnya tapi kurasa obatnya sudah mulai tidak mempan lagi terhadap rasa sakit ini".


"kalau begitu, aku akan memberitahu dr.Jacob sekarang".


"sebaiknya tidak perlu.kau tahu siklus sakit ini selalu muncul setiap tiga bulan dan selesai seminggu kemudian.ini tidak berguna.kurasa rasa sakit ini akan menyiksaku Sampai Mati Tania".


"jangan berkata begitu. suatu hari Osmond Oerloom pasti akan mati.dan saat itu terjadi,kau tidak akan merasakan rasa sakit lagi dari luka yang dibuatnya".


"Tania... jangan memberikan harapan yang palsu terhadapku.kau tahu seberapa hebatnya kepala keluarga Oerloom itu".


"Jangan putus asa ,Keira.aku yakin dia akan mati suatu Hari Nanti berseta anak-anaknya. aku akan membunuhnya Suatu Hari Nanti. aku telah latihan setiap hari untuk melawannya".


"anak-anaknya... aku percaya.Tania, apakah menurutmu ini lucu?".


"lucu apanya?"


"vampir dan werewolf. persamaan bangsa kita dengan mereka adalah sama-sama Abadi, tidak menyangka bahkan luka akan sembuh sendiri tanpa bekas. tapi,lihatlah aku Tania.... Ayahnya memberiku luka fisik yang sulit sembuh sedangkan putranya memberiku luka di hati tanpa tahu kapan akan sembuh".


Keira tertawa Walaupun hatinya terasa sakit dan perih sedangkan Tania hanya diam tidak tertawa tetapi hatinya begitu sedih dan prihatin akan sahabatnya itu. Andai waktu bisa diputar kembali, dia lebih memilih mengorbankan dirinya demi kebahagiaan orang yang disayanginya. saudara dan sahabatnya.


Keira... andai saja ada seseorang yang dapat membuka hatimu kembali,maka hatimu akan sembuh dari luka yang disebabkan kematian kakakku tersayang.


yang kau lakukan hanyalah membuka hatimu kepada orang yang sangat mencintaimu seperti kakakku mencintai dirimu bahkan cintanya lebih besar dari cinta kakakku.


aku tahu...


disana... kakakku Elias ingin kau bahagia.


Tania begitu sedih melihat sahabatnya ini. disaat memikirkannya, Entah mengapa terbaik 1 orang yang yang mungkin benar-benar cocok dengan Keira dan tulus mencintai Keira.


Alexander Adrian...tunggu dulu, mengapa aku terpikirkan Alex??? mungkinkah...? mereka berdua berbeda tetapi mereka juga memiliki persamaan yang sama salah satunya Adalah Keira. Mereka mencintai gadis yang sama. Mungkin saja Alex ini adalah obat luka bagi hati Keira. walaupun dia tidak sebaik kakak, tapi dari matanya waktu dia memeluk dan menatap Keira,aku bisa melihat tatapan yang sama dengan kakak. tatapan penuh cinta dan kasih sayang kepada Keira.


"apa yang sedang kau pikirkan,Tania?".


"oh? tidak sedang memikirkan apa-apa".


aku berharap aku tidak salah menilai mu,Alex.Aku harap kau benar-benar cinta yang dipilih oleh takdir untuk kebahagiaannya. Jika benar,aku akan mendukung hubungan kalian berdua.


"Tania,aku ada permintaan.maukah kau menerimanya?".


"menerima permintaan apa?".


"jika suatu hari, aku tiada... maukah kau melindungi Wilayah utara dan Dion juga Silvana...?".


"Keira? jangan berkata begitu.jangan...".


"kalian sedang membicarakan apa?".


Tanya Silvana yang datang menghampiri mereka sambil membawa 3 gelas berisi jus lemon dan 1 gelas berisi lemon squash diatas baki dan mendengar mereka membicarakan sesuatu tapi dia tidak tahu apa yang mereka bicarakan.


"kami akan memberitahumu nanti tapi tidak di sini Silvana". Kata Keira yang tidak ingin Dion mendengarnya.


"Ng...baiklah. aku akan membantu Dion dulu,ya".


Silvana berjalan memasuki ruang dapur. di dapur ion sedang menyiapkan bahan-bahan untuk membuat pie daging.


"aku bantu,ya".


"oke".


"kami ikut bantu,ya".


kata Keira yang juga masuk ke dalam dapur diikuti oleh Tania.


"tentu saja.makin banyak makin baik". kata Dion.


di dapur, mereka mulai beraksi. Tania sedang mengupas 500 gram kentang.setelah kentang dikupas dan dicuci bersih, Keira merebus kentang-kentang itu hingga lembek.


sebenarnya, Keira masih merasakan sakit di bahu kirinya namun saat melihat ketiga orang yang berarti baginya bahagia saat memasak bersama, Keira tidak tega.


tahan rasa sakitmu,Keira... jangan kacaukan perasaan bahagia mereka dengan dirimu mengeluh sakit.


setelah kentang diangkat dari panci rebusan, Keira menambahkan margarin, menghancurkannya dengan blender, lalu menambahkan garam dan lada hitam.


sementara Dion?


dia metumis bawang bombay dan bawang putih yang sudah dia cincang lalu memasukkan 350 gram daging sapi yang sudah digiling kemudian memasukkan jamur kancing dan bayam yang sudah dipotong-potong Tania. dia juga menambahkan daun basil dan saus tomat. Dion mengaduknya hingga matang dan meminta 3 gadis mencicipi rasanya.


"bagaimana rasanya?".


ketika Gadis itu tidak menjawab. Mereka memberi tanda penghargaan kepadanya dengan berupa tanda jempol di tangan mereka bahwa rasanya sangat enak.Dion merasa senang lalu dia memasaknya hingga matang. lalu mengangkat dan menyisihkannya.


lalu Silvana?


dia sedang membuat saus keju. ia memanaskan margarin dan menunggu hingga leleh, kemudian tepung dia masukkan dan diaduknya rata dengan api kecil, kemudian setelah margarin dan tepung tercampur, dia mematikan kompornya lalu memasukkan susu cair dan mengaduknya hingga rata lalu memasukkan keju yang sudah Tania parut.


Kemudian Tania menyiapkan loyang dan meletakkan adonan kulit pie yang dibuat Keira lalu memanaskan oven hingga 190derajat celcius. lalu, kentang yang sudah dihancurkan Keira Dion masukkan kedalam loyang yang terdapat kulit pie itu lalu dia masukkan isian yang sudah dia buat tadi secara selang seling lalu Dion masukkan lagi Keju mozzarella yang sudah diparut dan meletakkan kulit pie lain diatasnya.


Kemudian Ketiga gadis itu menunggu di luar dapur dan duduk di bangku bar selama 25 menit hingga pie matang di oven.


hingga 25 menit kemudian, Dion keluar dari dapur sambil membawa pie daging yang sudah matang.


"tadaaaa. pie kentang daging keju sudah matang".


Keempat orang itu makan dengan lahap pie itu dan menikmati minuman segar buatan Silvana.


"apakah kalian tahu bahwa SMA Fallen akan mengadakan wisata tour musim panas di negara Sandie?".


"benarkah? aku baru tahu".Kata Dion.


"berapa biayanya, keira".


"130 juta Gold, Dion".


"apa!? tour liburan sekolah macam Apa itu! Bagaimana bisa wisata sekolah mencapai 130 juta gold? apa semua murid ikut pergi?".


"jika kalian ingin ikut. kalau aku tidak ikut. harga yang tidak wajar dan juga aku ingin tenang dari manusia-manusia menyebalkan itu di sekolah walaupun hanya sebulan. lagipula, siapa yang akan menjaga wilayah Utara jika aku pergi".


"kalau aku juga tidak ikut. tidak menyenangkan dan juga sebagai Jenderal,aku harus mendampingi Alpha kita".


"aku juga tidak ikut.sebagai panglima, aku juga harus mendampingi Alpha kita. bagaimana denganmu,Dion?".


"Tentu saja aku juga tidak ikut.bersama mereka sungguh tidak menyenangkan. Aku lebih suka menghabiskan waktu liburan bersama kalian".


"tapi mengingat musim panas...".


"apa yang kau pikirkan, Tania?". tanya Silvana.


"kita Sudah lama tidak liburan musim panas bersama, Bagaimana kalau kita liburan bersama?". usul Tania.


"bagaimana dengan wilayah Utara?".


Silvana tampak khawatir saat memikirkan wilayah Utara jika mereka pergi.dulu tidak masalah karena tidak punya kewajiban sekarang mereka bertiga memiliki tanggung jawab dan kewajiban terhadap wilayah utara.


"Jangan khawatir.the Aurora akan membantu kita memantau wilayah Utara dan Bastian, Jendral Wilayah Timur akan membantu memantau wilayah Utara. kita sering saling bantu bukan?".


"kau benar. jadi kita akan liburan kemana?".


"kalau begitu,mau belayar bersama?".


"belayar?".


"papa bertanya padaku apakah kita mau liburan musim panas ke pulau Lamia?.ia akan menutupnya bulan ini untuk turis jika kita mau dia berencana akan memakai kapal pesiar untuk kita".


"wah, sudah setahun kita tidak kesana,bagaimana menurutmu Keira?".


Dion bertanya kepada Keira namun tidak ada jawaban sama sekali. yang ada Mereka melihat keira yang terlihat kesakitan.


Uhuk-uhuk! uhuk-uhuk!


"Keira,kau kenapa?".Ketiga orang itu terkejut saat Keira memuntahkan cairan yang keluar dari mulutnya berupa darah.


darah... lagi-lagi... mengapa rasa luka ini


tidak memberikan kematian saja untukku daripada harus menyiksaku seperti ini*...


Keira tidak menjawab.penglihatannya mulai kabur dan gelap.seketika saja, jika Dion tidak menahan tubuhnya yang mulai oleng, sudah pasti Keira akan jatuh kelantai.


"Keira,kau kenapa? Keira!".


Waktu tidak terasa sudah mulai sore. perlahan Keira membuka kedua matanya. saat pertama kali melihat langit-langit dia merasa familiar.


"apakah aku..."


"betul yang mulia putri. anda berada di kamar anda".


Keira melirikkan matanya ke asal suara yang menjawabnya. seseorang pria berkacamata dengan Jas putih.


"dokter Jacob... bukankah Anda sedang di Aurora...?".


"memang benar tapi saya segera kemari saat nona Tania memberitahu saya bahwa anda tidak sadarkan diri dan kesakitan. Saya tahu bahwa setiap tiga bulan selalu muncul hal seperti ini dan saya baru mengetahui bahwa obat yang saya berikan tidak bekerja".


"panglimaku itu... seharusnya dia tidak perlu khawatir hingga memanggil anda".


"jangan berkata seperti itu tuan putri. Jangankan nona Tania atau Nona Silvana, kami juga khawatir terhadap Anda Bahkan tuan Hara,yang mulia raja dan ratu juga pangeran akan khawatir begitu mereka tahu".


"jangan beritahu mereka... aku tidak mau mereka sedih.setiap tiga bulan mereka akan selalu selalu sedih saat melihatku seperti ini...".


"tapi...".


"ini perintah, dokter".


".....baiklah tuan putri".


"terima kasih...".


"bagaimana, dokter?".


Dion bangkit dan menghampirinya diikuti juga dengan Tania dan Silvana.


"tetap sama tuan muda... seperti 3bulan lalu saya sudah mengambil darahnya untuk dites kembali. untuk itu, saya sarankan untuk membiarkan tuan putri untuk istirahat sementara dan saya akan memberikan obat yang baru yang mudah-mudahan akan membantu tuan putri menahan sakitnya".


"terima kasih dokter".


Dion mengantar dokter itu sampai ke pintu luar Tania dan Silvana melesat ke atas memasuki kamar Keira.


Dikamar Keira membuka matanya dan tersenyum kepada dua sahabatnya yang duduk di sampingnya.


"Tania... Silvana... aku ini alpha yang payah..."


"kau tidak payah, Keira.Kau adalah Alpha yang kuat."hibur Tania.


"Tania benar. Kau adalah alpha Utara kami yang hebat dan terbaik.kami akan selalu ada untukmu".


"terima kasih... aku sayang kalian".


"kami juga menyayangimu,Keira. istirahat sementara".


"istirahat,ya... kalau begitu, berita pada ayahmu Tania, kita akan pergi ke pulau lamiya".


"benarkah?".


"yup.sudah setahun kita tidak liburan ke sana.lagipula,jauh dari manusia-manusia menyebalkan selama sebulan sangatlah menyenangkan".


"oke, tetapi kau yakin kita akan berlibur ke pulau lamiya?".


"yah, tania.bagaimanapun tempat itu merupakan tempat yang berarti bagiku Juga baginya".


Keira tersenyum getir saat mengatakannya. memang benar tempat itu sangat berarti baginya. setiap musim panas, dia bersama Dion, Silvana, Leo,orang tuanya Lestat berlibur di pulau itu bersama keluarga Elias dari ayah,ibu dan sikembar beda gender Tania dan Cio yang merupakan pemilik hotel Rhyes di pulau itu.Keira ingat bahwa dia ingin pulau itu menjadi tempat bulan madu mereka saat menikah suatu hari nanti.impian yang tidak bisa terwujud.


"dimana Dion?".


"dia mengantar Dr.Jacob keluar dan sedang memasak bubur sapi untukmu".


Jawab Silvana sambil mengkompres dahi Keira dengan Handuk kecil biru dengan air es.


"Kalau begitu,aku balik dulu,ya.aku harus memastikan penjagaan di sana".


"baiklah , Silvana".


Silvana keluar dari rumah Keira. di tengah hutan, Silvana sibuk mengatur membagi formasi beberapa penjaga disana.


"kalian bisa bubar sekarang".


"maaf Letnan".


"ada apa?".


seorang laki-laki werewolf datang menghampiri Silvana sedangkan tidak jauh dari tempat mereka berada, seseorang dengan jubah hitam memperhatikan mereka. piala vampir yang pertama kali Keira lihat di sekolah dan melumpuhkannya dengan wolf's Bane waktu itu. Melihat kemampuannya yang membuat bangsa werewolf tak mencium keberadaannya, sudah pasti membuat bangsa werewolf tidak menyadari bahwa ada seorang vampir yang memata-matai mereka.


"dimana Alpha kita sekarang? kami tidak melihatnya".


"dia sedang sakit. kalian tahu Kan setiap 3 bulan apa yang dialaminya".


"betapa bajingannya kepala keluarga Oerloom itu.tidak hanya menyelamatkan putranya tapi juga melukai Alpha kita".


"aku tahu.tapi kalian tidak boleh lupa bahwa Alpha kita juga membuat putranya itu terluka parah.pastinya dia mengalami apa yang dirasakan Alpha kita".


Keira... kau sedang sakit... semuanya karena dia...


vampir itu kemudian menghilang dan tidak ada yang mengetahuinya.


"karena itu, sebagaimana Alpha Kita menjaga kita dan wilayah ini walaupun nyawanya rela dia korbankan, sebagai bangsa werewolf wilayah Utara harus menjaga dan melindungi wilayah ini dengan segenap jiwa dan raga kalian Mengerti!".


"mengertiii!!!" Jawab mereka secara serempak.


"hidup putri Keira!!".


"hidup putri Keira! hidup putri Keira!".


Keesokan harinya di SMA Fallen.....


Siang harinya, Alex berjalan menuju ke basecamp Trinity setelah melewati cafetaria yang penuh dengan pemujanya.Dia mencari seseorang yang dia cari tetapi tidak dia temukan.bahkan teman-teman dan saudaranya tidak ada.


biasanya gadis itu disini bersama dengan mereka tapi, dimana mereka?.


Alex ingin bertanya pada Britney yang juga diantara pemujanya namun dia urungkan karena melihat mereka membuat dia merasa malas apalagi dia tahu bahwa ketiga gadis ini tidak suka pada Keira.


di basecamp Trinity,Alex Danny dan Noah sedang duduk di sofa sambil main Smartphone.ia pun duduk di samping mereka.


"sudah sehat?". Danny bertanya tapi Alex tidak menjawab sama sekali. dia terlihat bete hari ini.


"Kudengar Keira tidak masuk hari ini karena sakit".


"apa? Keira sakit?". Alex begitu terkejut saat Noah memberitahukan bahwa Keira sedang sakit.


"kenapa kau begitu terkejut?".


"tidak. aku kami tidak menyangka, gadis seperti dia bisa sakit".


Alex bangkit dan berjalan keluar.


"kau mau kemana?".


"aku mau kerumahnya,noah".


"memangnya kau tahu dimana dia tinggal?".


Langkah Alex terhenti saat Danny bertanya.Jujur saja, Alex tidak tahu.Jangankan tempat Keira tinggal.Mengenai Keira saja dia tidak tahu.Baginya gadis itu penuh dengan misteri.


"aku tidak tahu tapi akan aku cari tahu".


Di ruangan Kepala sekolah...


"selamat siang tuan muda Alex". salam seorang kepala sekolah dengan fisik badan lumayan gemuk dan kepala bulat dengan rambut cepak.


"Aku ingin melihat data Keira Retizen,murid kelas 2 IPA-1".


atas perintahnya, kepala sekolah itu membuka lacinya yang berisi file-file tentang murid-murid yang bersekolah di SMA FALLEN. ia mencari nama Keira di files K hingga ia menemukannya.


"ini dia tuan muda.Keira Rosalie Retizen".


Rosalie?


Alex merebut secarik kertas itu dari kepala sekolah dan membacanya. ia baru mengetahui bahwa Gadis itu memiliki nama tengah yang sama dengan nama pengarang buku yang diberikan oleh guru Madoc.ia pun mulai membacanya yang tertulis:


_____________________________________________


Nama :Keira Rosalie Retizen.


tanggal lahir :13 Desember 1997.


Orang tua: Lestat Retizen dan E-Lyora


Alamat tempat tinggal:Jl. P.Paker No.35 A. ______________________________________________


Segera Alex mengeluarkan smartphone dari saku celananya dan mencari alamat di maps smartphonenya dan hasilnya tidak dia sangka.


Twins Bell? ini bukan alamat dia tinggal. ini alamat cafenya berada.


"aku ingin melihat data Dion Retizen".


Kepala sekolah itu melakukan apa yang diminta Alex dan Alex berharap bahwa data saudara Keira menunjukkan alamat rumah mereka.


"ini dia tuan muda".


Kepala sekolah itu menyerahkan secarik kertas itu kepada Alex.


______________________________________________


Nama : Dionysius Adio Retizen.


Tanggal lahir: 13 November 1997


Orang tua: Lestat Retizen dan E-Lyora


Alamat tempat tinggal:Jl. P.Paker No.35 A. ______________________________________________


ini sama juga tapi tunggu, kenapa bulan beda dengan bulan lahir Keira? bukankah mereka kembar? apakah mungkin mereka kembar beda bulan atau Mereka salah cetak data atau...


lupakan saja.yang aku inginkan hanya mencari alamat rumahnya.


"Aku ingin melihat data Tania dan Silvana kelas 2 IPA-2".


"baiklah tapi untuk apa tuan muda?".


"sudah jangan banyak tanya. lakukan yang kuperintahkan sekarang!".


kepala sekolah itu segera mencari data yang diminta Alex lagi. menjadi pewaris Fallen Group juga pewaris sekolah ini membuat Alex gampang mendapatkan apa yang diinginkan bahkan data-data yang bersifat rahasia ini.


"ini tuan muda".


Alex membaca bagian kertas yang berisi:


______________________________________________


Nama : Tania Anista Rhyes.


Tanggal lahir: 21 Februari 1997


Orang tua: Hara Andra Rhyes dan Elisa White


Alamat tempat tinggal:Jl. P.Paker No.35 A. ______________________________________________


sudah kuduga,dan Rhyes...! bukankah Rhyes adalah nama keluarga pemilik perusahaan Aurora?! Hara... berarti dia putri dari sebuah perusahaan yang dikatakan papa adalah perusahaan saingannya!


apa peduliku, yang aku sukai Keira bukan Tania. dan satu lagi..


______________________________________________


Nama : Silvana Lailailiya Hart


Tanggal lahir: 19 September 1997


Nama Orang tua: ---


Alamat tempat tinggal:Jl. P.Paker No.35 A. ______________________________________________


ini sama juga tetapi,siapa orang tuanya?


"apakah data mereka berempat ini benar? bagaimana bisa mereka memiliki alamat yang sama alamat tertulis ini alamat tempat mereka bekerja bukan alamat rumah".


"maaf tuan muda.Kami tidak tahu".


"bukankah gadis Bernama Keira mendapatkan beasiswa dari sekolah ini? seharusnya ada data dia secara lengkap".


"tidak tuan muda. gadis ini menolak beasiswa dari sekolah ini dan beasiswa yang dia dapatkan berasal dari The Aurora. ketiganya juga sama".


"apa? the Aurora?".


Di sebuah arena tembak...


"bagaimana bisa gadis itu memilih beasiswa dari The Aurora daripada Fallen Group? aku tidak peduli dengan lainnya tapi dia...apakah karena temannya putri dari The Aurora di Altair dia memilih disana?!".


Alex meluapkan kekesalannya dengan menembak ke sasaran tetapi sasarannya meleset karena melampiaskan kekesalannya terlalu banyak.


"mungkin dia tidak ingin terikat dengan Fallen Group.kau Tahu Bagaimana awal mulanya dia berada di SMA Fallen".


"tetap saja ,Noah...".


"tapi, mungkin inilah yang terbaik. kau tahu bagaimana ayahmu itu.jika dia tidak menyetujui hubungan kalian,dia tidak bisa mendepaknya dengan memutus beasiswanya karena bukan dia yang memberi dan The Aurora akan melindunginya".


Mendengar Perkataan Danny membuat Alex berpikir.Mungkin Yang dikatakan oleh Danny ada benarnya juga. Ayahnya hanya menomorsatukan kekayaan dan kekuasaan dari pada cinta dan kasih sayang istri juga Ketiga anaknya. Ia tidak peduli dengan perasaan anak-anaknya bahkan saat ibunya koma,dia tidak peduli dan tidak pernah melihatnya.


"jika katamu alamat keempatnya adalah sebuah cafe, bagaimana kalau kita kesana?".


usul Noah.


"huh?".