
Jam pelajaran telah berakhir. Waktu telah menunjukkan bahwa sudah saatnya para murid dan guru untuk pulang kerumah masing-masing walaupun ada sebagian diantaranya memilih untuk mampir kesuatu tempat sebelum ke rumah, suatu urusan atau semacamnya.
Mengenai apa yang terjadi pada Britney setelah kejadian itu…?.
Britney telah ia terbaring dirumah dengan sekantong plastik es yang berada di bagian tubuh yang telah ditendang oleh Tania dan orang tuanya tidak mau cari ribut dengan orang tua Tania kali ini karena mereka tahu bahwa putri mereka yang selalu memulai bahkan orang tua Britney meminta agar Britney tidak menggangu Tania lagi demi masa depan si zona nyaman.
Sedangkan Tania?.
Suatu keberuntungan bagi Tania karena Britney tidak mengadu kali ini entah karena kapok atau ia terlalu syok dengan apa yang dilakukan oleh Tania sehingga ia memutuskan untuk tidak menggangu Tania dan kedua temannya.
Tapi lain disekolah lain dirumah…
Walaupun Hara dan Antonia tidak dipanggil kali ini namun Tania harus bersiap-siap untuk mendengarkan omelan perdana Antonia dengan durasi mainnya sama dengan durasi film Naruto dimulai tentang ulahnya disekolah.
Dan respon Tania?.
jelas ia merasa sedih namun bukan karena bakalan diomelin sama Antonia namun sedih karena ia tidak bisa menonton Naruto.
''sudahlah. Jangan bersedih, kau kan bisa melihat Naruto besok".Hibur Silvana sambil menepuk pundak Tania yang sedang cemberut karena sedih tidak bisa nonton film kesukaannya hari ini.
Mungkin, jika saja saat itu ia tidak mengirimkan pesan seperti itu kepada kedua orang tuanya mungkin ia tidak akan bakalan diomelin nanti dirumah utama Rhyes dan filmnya tidak akan terancam.
''tapi, episode hari ini seru karena Sasuke akan melawan Itachi. Aku penasaran siapa yang akan mati?".
"Sasuke? apakah ia karakter yang berperan sebagai teman Naruto?". Tanya Silvana karena menonton film genre cartoon bukanlah hobinya sehingga ia tidak tahu siapa yang dimaksud oleh Tania.
"Sasuke itu teman yang telah menjadi musuh Naruto dan perlu kau tahu bahwa Itachi adalah kakak Sasuke namun Sasuke membencinya dan ingin menghabisinya karena Itachi membunuh orang tua mereka dan juga klannya". Jawab Tania menjelaskan tentang Sasuke dan Itachi.
hm, Kalau tidak salah… Pikir Silvana yang teringat akan sesuatu.
( Flashback…)
Beberapa hari sebelumnya di kediaman Silvana…
"Dalls, kau sedang membaca komik apa?". Tanya Silvana yang penasaran saat Dallas sedang asyik membaca sebuah buku komik di ruang tamu.
"oh ini. Naruto".Jawab Dallas sambil menunjukkan cover komik itu kepada Silvana.
"Naruto? oh iya, Tania suka nonton itu. ngomong-ngomong ini jilid Naruto yang baru ya?".
"yup. disini kali ini Sasuke berhasil menemukan Itachi lalu…". Dallas menceritakan secara rinci tentang chapter terbarunya Naruto dimana ia menceritakan tentang pertarungan antara Sasuke melawan Itachi dan berakhir dengan kematian Itachi. Setidaknya sampai disitu Dallas bercerita.
(Flashback end…)
hm… haruskah aku mengatakan bahwa Itachi yang mati?. Tapi jika aku mengatakannya…
''apa?! kenapa kau mengatakannya?! kau tidak tahu bahwa jika kita tahu jalan cerita selanjutnya seperti di film atau novel bakalan tidak menjadi seru lagi karena telanjur tahu jalan cerita?!. Huh, kau menyebalkan. dasar teman perusak kesenangan orang''. Ucap Tania dalam imajinasinya Silvana yang menduga apa yang akan terjadi jika Silvana mengatakannya.
''Sil, kau sedang memikirkan apa?".😕
''ng, tidak sedang memikirkan apa-apa kok,haha😅💦''.
Kedua gadis itu bersiap-siap untuk pergi namun tidak disangka Alex datang ke parkiran sepeda motor yang luas itu dan menghampiri mereka.
''dimana Keira?". Tanya Alex yang langsung kecewa karena tidak menemukan Keira sama sekali dipakiran.
''dia Sudah duluan pergi karena ada urusan katanya''.
Tapi bohong, hihihi. Kau harus berusaha sendiri untuk menemui dirinya yang sedang marah padamu. Ucap Tania dalam batin yang ternyata yang dikatakannya kepada Alex adalah sebuah kebohongan belaka dikarenakan sebuah alasan yang maksud akal.
Lah, kenapa dia berbohong segala pada Alex padahal ia tahu bahwa Keira akan ke Twinsbells menyusul Dion?. Pikir Silvana.
''tahu kemana dia?". Tanya Alex yang terpaksa bertanya kepada Tania karena dari raut wajah Tania terlihat bahwa Tania sedang menyembunyikan sesuatu.
"hm… bagaimana yah… Keira memintaku untuk tidak mengatakan apa-apa kepadamu karena ia sedang marah padamu dan sebagai salah satu sahabatnya, sudah pasti aku akan menghormati keputusannya.
dan satu lagi, Silvana tidak tahu apa-apa lho". Ucap Tania secara lugas dan berbohong bahwa Silvana tidak tahu apa-apa demi mencegah Alex bertanya kepada Silvana karena Silvana adalah seorang Werewolf yang memiliki sisi ketidaktegaan hati walaupun ia masih menyiksa keluarganya yang kejam.
Hoho, sebagai wakil dari sang Alpha tentu saja ia patuh pada perintah Keira apalagi ia penasaran dengan bagaimana cara Alex untuk membujuk dirinya memberitahu dimana Keira sekarang.
" beritahu aku dimana dia. Aku harus berbicara dengannya".
hmp, cara memohonnya menyebalkan banget. Lebih tepatnya dia ini gengsi banget dilihat untuk memohon.
Tania Menggerutuh dalam dirinya sendiri Saat Alex memintanya untuk memberitahu Keira dimana sekarang tanpa nada memohon di dalam nada bicara Alex.
''hm… gimana ya…?". Tania bepura-pura bingung harus memberi tahu Alex atau tidak padahal ia memiliki sebuah rencana.
"aku akan mengabulkan permintaanmu jika kau memberitahuku dimana Keira".
"benarkah?". Tanya Tania bepura-pura antusias saat mendengar Alex akan memberikan sesuatu untuknya sebagai bentuk penukaran informasi sedangkan Silvana hanya diam menggelengkan kepalanya melihat semua itu.
"ya. Kau setuju".
"hmmmmm… oke. Kau turuti keinginanku baru aku akan memberitahumu, oke?".
hm, pastinya sesuatu yang diinginkan oleh wanita yang sangat mahal. Akan aku turuti.
"oke. Kau mau apa?". Tanya Alex tanpa basa-basi karena berpikir bahwa yang diinginkan oleh Tania merupakan sesuatu yang diinginkan oleh para perempuan seperti tas branded atau perhiasan mahal. Tapi ia lupa bahwa Tania bukanlah gadis yang menyukai sesuatu seperti itu.
''hm… aku ingin…".
"ingin?".
"aku ingin kau memberikanku ari-ari ayam".
...DOENG...
''😓''(ekspresi Silvana)
"huh??😶 Ari-ari apa?".Tanya Alex sekali lagi untuk memastikan bahwa apakah yang didengarnya benar atau tidak.
"ari-ari ayam goreng. Itu lho makanan yang berasal dari organ ayam yang dililitkan ke hati. Aku ingin makan itu dan kau pasti akan membelikannya kan?".😑
huh? memangnya ayam ada ari-ari??. Pikir Alex yang sesungguhnya ia tidak tahu apakah ayam memiliki ari-ari atau tidak karena selama ini ia diajarkan belajar dunia bisnis sejak dini namun tidak ada yang mengajarkan kepadanya bahwa ayam memiliki ari-ari atau tidak.
Seandainya saja ia mengetahui sesuatu yang seperti itu, ia pasti akan menyadari bahwa hewan bertelur tidak memiliki ari-ari.
Tapi ia tidak tahu akan hal itu apalagi ia tidak menyangka bahwa Tania akan meminta dibelikan sebuah makanan yang tidak pernah ia ketahui atau ia lihat dan rasakan.
''aku akan menunggumu di Twinsbells jadi kau harus membelikannya sekarang juga''.😉
Tanpa bertanya dan berpikir lagi, Alex pergi menuju ke mobilnya dan pergi melaju jauh dan setelah Alex tidak terlihat lagi Silvana melotot tajam kepada Tania.
''apa?". Tanya Tania Setelah Silvana memelototi dirinya.
"kenapa kau tidak mengatakan kepadanya saja bahwa Keira menuju ke Twinsbells?. Kasian dia Tania. dia ingin menemui Keira dan aku bisa melihat dimatanya bahwa dia menyesal".
"ck ck ck Sil, aku tahu itu tetapi sekali-kali ia harus berupaya dulu untuk mencari Keira jika perasaanya tulus kepada Alpha kita. Lagipula dia pasti akan ke Twinsbells untuk mengantarkan pesananku''.😎
"mengenai pesananmu, kau sendiri tahu'kan bahwa baik ayam maupun makhluk betelur lainnya tidak memiliki ari-ari, Tania ?.''
''huh? memangnya yang melilit di hati ayam itu bukankah disebut dengan ari-ari?". Ucapan Tania membuat Silvana menepok jidatnya sendiri karena tidak percaya dengan ia dengar.
Hadeh 🤦🏻, dia ini polos atau bodoh sih??.
''dengar Tania, manusia menyebutnya dengan nama jeroan dan yang melilit di hati ayam itu bukanlah ari-ari ayam tapi usus ayam, kau Mengerti?".
"ooooh …😯 Tidak"
Hadeh 🤦🏻 bagaimana caranya untuk menjelaskan hal itu kepada anak ini. Pikir Silvana sambil menepuk jidatnya sendiri lagi setelah penjelasannya sia-sia saja karena Tania masih tidak paham juga. Ck ck ck ck ck ck