The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 196 : Elias Shadow III



"hei, kenapa kau diam?". Tanya Alex menyadari bahwa Elias tidak mengatakan apapun.


Yah, kau memang terpilih untuknya. Tidak sia-sia aku memberikan itu padamu,Alex. Ucap Elias dalam batinnya dan tersenyum sedangkan Alex bingung keheranan melihat ekspresinya.


"…tidak ada apa-apa. Sesungguhnya, aku tidak datang untuk memberi peringatan kepadamu untuk menjauh dari Keira. Aku ingin kau menjaganya dengan baik".Ucap Elias.


"Aku ingin kau membahagiakannya. Kau tahu bahwa aku ingin sekali membahagiakan dia akan tetapi nasibku sudah seperti ini…


aku hanyalah jiwa tanpa tubuh sekarang…


aku tidak bisa lagi membuat dia tersenyum…


aku tidak bisa lagi menggenggam tangannya erat agar ia tidak jauh dariku…


aku tidak bisa lagi memeluk dirinya…


aku tidak bisa lagi memberikan rasa kenyamanan dalam pelukanku…


aku tidak bisa lagi membahagiakannya…


Yah… aku tidak bisa lagi…


tapi…


kau bisa Alex…


kau bisa melakukan apa yang sudah tidak bisa lagi aku lakukan…


Bisakah kau melakukan semua itu, Alex…?".Alex terdiam saat Elias berkata seperti itu kepadanya ditambah lagi dengan sebuah permohonan untuknya.


Jujur, Alex merasa sedih mendengar ucapan Elias barusan dan mengakui bahwa setelah meninggalkan kehidupan, baru menyadari bahwa banyak hal yang ingin dilakukan bersama dengan orang yang dicintai tapi tidak bisa ketika jiwa telah meninggalkan sang tubuh sehingga ia takut jika suatu hari nanti, saat ingin melakukan banyak hal dengan orang yang disayangi sudah terlambat.


Ia meraih bahu Alex dan menatap Elias sedih dan simpati. Ia bisa merasakan bagaimana rasanya berada diposisi Elias Sekarang.


Sedih… bila mengingat tidak bisa melakukan hal-hal yang diinginkan bersama dengan orang-orang yang disayangi dan dicintai.


"Jangan khawatir… aku berjanji padamu aku akan menjaganya dengan baik.


Kau bisa tenang di sana Elias… aku akan membahagiakannya. Tidak akan kubiarkan seorangpun yang menjadi penghalang bagi hubungan kami walaupun penghalang itu adalah ayahku sendiri.


Aku sangat mencintainya walaupun aku tidak tahu apakah dia mencintaiku atau tidak tapi aku yakin bahwa dia pasti akan mencintaiku.


Aku bersumpah dia tidak akan pernah mengalami nasib seperti ibuku. Aku yakin kami akan bahagia bersama".


Ayahmu sebagai penghalang memang benar.


akan tetapi bukan itu yang membuatku tidak bisa tenang memikirkan Keira…


Alex… sesungguhnya ada penghalang besar dalam hubunganmu dengan Keira.


Karena penghalang itulah yang telah membuatku tiada.


sang penghalang itu adalah pembunuku…


untuk sementara dia menghilang tapi dia akan kembali suatu hari nanti dan masuk dalam hubungan kalian.


Akan tetapi…


aku yakin kali ini dia akan kalah darimu dan dia tidak akan pernah lagi berkesempatan untuk memisahkan kalian karena kau yang terpilih untuknya Alex…


Kau adalah mate Keira…


Pasangan hidup sang Alpha…


Tapi aku yakin, suatu hari nanti, semuanya akan terungkap. Batin Elias. Ia tersenyum setelah mendengarkan ucapan Alex.


"kau mau kemana?".Tanya Alex saat melihat Dion berjalan menuju jendela. Elias berhenti dan berbalik memandangi Alex sambil tersenyum.


"Jaga dia baik-baik ya. Aku harap kalian akan bahagia untuk selamanya.


Aku Elias Rhys, Merestui hubungan kalian…".Ucap Elias dan kemudian, sebuah cahaya menyilaukan menyinari dirinya.


"Tungg-!".


...SHIING…...


"…"


Matahari telah terbit di balik awan. Cahaya fajar menyusup dari awan menyinari kehidupan. Memantulkan cahaya kesetiap jendelan bangunan baik rumah ataupun gedung,


dengan cahaya kemilaunya membuat orang-orang yang menjalani hidup menyadari sudah waktunya untuk bangun dan mulai menjalani hari-hari mereka walaupun habis menjalani hari baik atau hari buruk sebelumnya.


Cahaya mentari pagi juga menyinari jendela rumah Keira, menyusup dari gorden jendela yang terbuka. Memberikan kesilaunyya terhadap Keira sehingga Keira pun membuka matanya.


"Elias". Panggil Keira saat ia terbangun namun sosok yang dipanggil sudah tidak ada sama sekali. Keira memandangi segalanya dan menyadari bahwa semalam ia telah tertidur di kamar yang dulunya pernah Elias tempati dulu semasa Elias hidup.


Mimpikah?.


Tapi, semalam aku bisa melihat Elias kembali sebagai Arwah disini.


Sungguh… aku bahagia kau kembali


namun… aku juga sedih saat kau kembali pergi.


Akan tetapi… kau benar Elias…


Sudah waktunya aku untuk melangkah maju.


Pagi ini adalah tanda aku mulai menjalani hari dengan merelakanmu dan menjalani hidupku seperti biasanya.


Selamat datang di hari baru dalam hidupku…. Batin Keira tersenyum memandangi jendela pagi hari dan menikmati sinar matahari pagi lalu ia pun Keluar dari kamar Elias meninggalkan foto milik Elias yang tersenyum untuk keputusannya.


Sementara itu…


"uuuuh… mimpikah?". Tanya Alex sendiri ketika dia terbangun dari tidurnya dan mengingat Elias mendatangi dirinya tadi malam.


Tapi, aku rasa itu bukan mimpi… Pikir Alex ketika ia menyadari bahwa dia tertidur di lantai beralaskan karpet bulu yang mahal.


Alex berdiri dan berjalan menuju balkon kamar.


Ia berdiri dan menatap ke arah sang mentari berada. Ia dapat merasakan angin musim gugur yang berhembus kepadanya dan sinar matahari pagi di wajahnya dan menikmati hembusan angin dan sinar mentari pagi.


Mimpi ataupun bukan…


aku tetap bahagia bisa bertemu denganmu, Elias.


Sungguh, aku bahagia saat kau, orang yang pernah mengisi warna dihatinya telah memberiku izin untuk menggantikan dirimu disampingnya.


Aku janji kepadamu.


Aku akan menjaga dengan baik membahagiakan Keira dengan baik.


disana, kau tidak perlu khawatir lagi, Keira pasti bahagia bersamaku. Pasti. Ucap Alex tersenyum sambil memandangi langit biru itu.


"Ayo Alex, mari menjalani hari-hari ini dengan lebih baik bersama dengan orang yang disayangi. Semangat!".Ucap Alex memberikan semangat kepada dirinya sendiri.