
"bwahaha!". Tawa Keira meledak seketika saat Cio menceritakan bagaimana Tiga tahun yang lalu, Tania memesan sesuatu yang tidak dia ketahui dan tahu cara makannya namun gengsi untuk bertanya sehingga ia menggunakan palu namun bukan cangkang yang pecah, tetapi malah makanan dan minuman yang diatas meja itu ikut pecah bersamaan dengan meja yang ikutan pecah dan roboh sehingga Hara harus mengganti rugi dan Tania dihukum dengan tiga bulan uang sakunya dipotong.
"Jangan menertawaiku, dong!". Tania cemberut saat mereka tertawa mendengarnya.
"habis, kami tidak menyangka bahwa baru kali ini ada orang yang makan escargot pakai palu".Kata Silvana sembari menyeka air mata di pelupuk matanya yang keluar karena tertawa. Mereka tertawa dan Keira Melihat tawa di wajah Alex. Saat ia melihat tawanya yang ringan tanpa beban, tanpa disadari gadis itu bahwa sebuah senyuman terukir di wajahnya saat melihat wajah Alex yang sedang tertawa.
"tapi jika kau masih mau makan itu, aku sarankan mendingan yang ini aja". Danny memberikan saran dengan menunjukkan sebuah nama menu makanan pembuka yang kebetulan ada gambarnya dan juga dibuat dari Escargot.
"Mini muffin Escargot? wah, aku mau!". Saat si pelayan datang kembali, mereka berdelapan mulai memesan pesanan yang mereka mau dan setelah pelayan itu pergi, mereka menunggu hingga tidak lama kemudian, minuman mereka masing-masing sudah tiba dan karena makanan mereka pasti lama datang, mereka melakukan sesuatu untuk membantu mereka menunggu Seperti Noah dan Silvana yang sedang kasak-kusuk karena hari pertama mereka jadian.
lalu Cio dan Dion sedang main game di handphone mereka dari Dion yang main game bertema Zombie, sedangkan Cio... tidak ada yang tahu bahwa dia diam-diam sedang bermain game dandan online.
Tania... Jika dia bosan, tentu ketidakwarasnya bakalan kumat. Untunglah ada Danny yang mengajaknya ngobrol walaupun hanya sekedar basa-basi-basu.
Lalu Alex... Ia hanya diam memandangi Keira yang sedang menyeruput smoothies Stroberinya. Keira menyadarinya dan wajahnya menjadi merah dibuatnya.
Hmp....! kenapa sih dia melihatku terus?. Apa ada sesuatu yang aneh diwajahku?. Udah gitu, bosan juga. Mereka sibuk dengan dunia mereka sendiri.
Tatapan mata tertuju kepada pasangan Silvana dan Noah yang saat itu ia melihat Noah membelai lembut rambutnya Silvana dan Silvana tersenyum karena menyukai sentuhan Lembut Noah yang membelai Rambutnya.
Pertama kalinya aku melihat Silvana seperti itu. Luka lama dari keluarganya selama ini telah membuatnya bersikap acuh tak acuh dengan laki-laki... Siapa sangka manusia ini bisa membuat Silvana tersenyum lepas tanpa beban hidup.
Aku bahagia namun aku juga sedih...
Mereka berdua mengingatkanku pada hubunganku dengan Elias...
Aku khawatir...
Bagaimana bila Noah tahu suatu hari bahwa Silvana adalah seorang Werewolf...?
akankah perasaan itu tetap ada...?
Tidak ada yang tahu dengan rahasia Kehidupan ...
Cinta bisa memberikan sebuah alasan seseorang untuk hidup dan bahagia namun...
Cinta juga bisa menghancurkan hidup seseorang...
"Apa yang sedang kau pikirkan, Keira?".
Bisik Alex sehingga Keira menoleh ke Alex yang duduk di sebelahnya sehingga Keira berhenti untuk minum.
"Aku ?. Aku..."
"kau pasti memikirkan sahabatku dengan sahabatmu'kan?".
"Eh? kau tahu dengan hubungan mereka?".
"iya. Noah memberitahukannya kepada kami saat berjalan menuju kemari".
"Bagaimana reaksimu dan kalian saat ia mengatakannya?".
"aku dan Danny terkejut bahwa dia memiliki perasaan padanya tapi kami bahagia dan mengucapkan selamat. Saudaramu terkejut sehingga ia tidak mengatakan apa-apa sedangkan saudaranya sahabatmu...".
"apa? apa dia mengatakan sesuatu?".
"yah. Ia menolak hubungan antara kedua orang ini. Aku tidak mengerti mengapa tapi aku membelah Noah bahwa dia tidak akan main-main dengan sahabatmu".
"... mungkin aku bisa mengerti mengapa Cio menentang hubungan mereka ". Ucap Keira sembari menatap gelas besarnya yang sedang setengah kosong. Ia tahu mengapa Cio menolak hubungan dengan Silvana dan Noah.
aku tahu mengapa Cio tidak menyetujui hubungan ini sebelum tujuh belas tahun...
Hubungan Manusia dan makhluk supernatural seperti werewolf terbilang sulit untuk dijalankan apalagi jika seorang Werewolf yang belum tahu siapa Mate nya menerima cinta seorang manusia yang tidak akan tahu apakah mereka berjodoh... atau tidak.
Sebuah hubungan bukanlah hal yang dapat dipermainkan. Werewolf adalah bangsa yang setia dengan pasangannya sampai mati. Menunggu Mate lah yang menjadi landasan Mereka dapat memulai hubungan bahkan jika takdir memasangkannya dengan manusia.
Akan tetapi...
tidak ada yang tahu dengan hati itu sendiri.
Hati yang memilih, memang benar. Tapi apakah hati selaras dengan Mate ? tidak ada yang tahu..
Sebuah dilema akan muncul.
Jika tidak menerima Pasangan yang ditakdirkan untuk bersama dalam hidupnya, Maka yang menolak akan mati.
Namun, tegakah jika yang dicintai harus dilepas pergi karena takdir yang tidak dapat bersatu...?
Aku Sangat mengkhawatirkan hubungan mereka berdua namun...
Bagaimana dengan hubunganku dengan Alex...?
***Hubungan apa yang kami jalani ini?.
Aku benar-benar tidak tahu.
Perasaannya seperti benih dan benih itu mulai tumbuh di dalam hatiku yang pernah merasakan kehilangan seseorang yang sangat berarti bagiku***.
Tapi aku...
"Keira, kau sedang memikirkan apa?". Tanya Alex.
"aku tidak tahu. Cio menolak hubungan mereka karena ia khawatir dengan Silva. Kami memang tidak tahu apa-apa tentang sahabatmu itu. Bagaimana jika-".
"jika mempermainkannya? Jangan khawatir, aku tahu Noah itu seperti apa. Kami bertiga sudah bersahabat dari kecil sehingga kami tahu satu sama lain tentang diri kami. Mengapa kau tidak bertanya sesuatu kepadanya? setidaknya melegakan hatimu".
Saran Alex sembari minum sodanya.
"Hm, kau benar. Hey Noah".
"Yah?". Noah menjawab panggilan Keira sehingga ia menoleh ke gadis itu.
"bolehkah aku bertanya sesuatu?".
"boleh. Kau mau bertanya apa?".
"kau masih...perjaka?".
BYUR!!
Semua yang berada dimeja itu terkejut mendengar pertanyaan Keira itu sehingga Alex yang yang sedang minum tersembur keluar mengenai wajah Silvana yang duduk di depannya. Begitu juga dengan Dion, ia menjadi korban semburan minuman Milkshake Vanila Tania namun gadis itu melakukannya dengan sengaja.
Sebenarnya, Saat Keira bertanya sebuah pertanyaan yang Crucial itu, Tania tidak minum sama sekali. Namun, karena melihat Alex yang tidak sengaja itu, timbullah niat iseng Tania dengan minum minumannya itu dan langsung menyemburnya ke wajah Dion yang menjadi korban karena Duduk di depannya. Gadis itu hanya ikut-ikutan saja.
"ya!~Tania!". Dion kesal dengan perbuatan gadis itu sedangkan Noah mengelap wajah Silvana dengan sapu tangannya.
"ops, maaf Dion. Aku tidak sengaja".😛
dasar bohong! kau itu sengaja tahu! 💢
Dan pertanyaan Keira...
Sudah pasti mereka terkejut apalagi Noah.
"Keira!"😳 Wajah Silvana langsung memerah dibuatnya.
"Kenapa? bukankah kau ingat akan perkataan guru kita dulu bahwa jika memacari seseorang, harus bertanya tentang itu?". Ucap Keira dengan polosnya.
Oh Keira... dasar guru Madoc sialan! bagaimana bisa dia berkata begitu kepada gadis sepolos Keira ini .💢 Pikir Alex.
"Tentu saja aku masih perjaka". Jawab Noah dengan wajahnya yang juga menjadi merah.
"Keira, seharusnya kau bertanya begituan saat tidak ada siapapun atau Silva yang seharusnya bertanya kepada Noah". Kata Tania.
"Wah, tumben saudaraku ini pintar".
"Kau pikir aku bodoh!?".💢 Tania kesal saat mendengar pujian yang bersifat menghina dari Cio.
Semua tertawa mendengarnya.