The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 89 : A Tania Opinion about... Marriage???!.



"woah, tidak kusangka kau memiliki pemikiran dalam hanya dari melihat serial di televisi."


"hihi. Aku tidak terlalu bodoh amat kali. Hanya saja, Mengapa perempuan dalam bangsa manusia harus bertahan lama dengan laki-laki bangsa manusia yang menyakiti hatinya terutama ketika menjadi sebuah keluarga dengan anak diantara mereka?".


"mungkin karena, setelah memiliki anak cinta pada wanita akan dia berikan kepada anaknya juga sehingga, walaupun hatinya terluka atau cintanya terkhianati, ia harus bertahan demi sang anak walaupun terkadang sangat nihil si laki-laki untuk berubah. Sangat berbeda dengan bangsa kita yang sangat setia dengan pasangannya satu sama lain. Contohnya saja mama dan papa".


Mengenai laki-laki dari pihak manusia, apakah keputusanku Sudah tepat mempercayakan Keira kepada Alex?. Walaupun dia mate Keira, aku tidak tahu apakah dia seperti ayahnya atau tidak?.


Dan Silvana dengan Noah… aku tidak tahu apakah manusia itu serius dengan Silvana atau tidak. Mengingat usia muda dan berasal dari kalangan atas seperti Alex pasti menikmati masa muda dengan bersenang-senang dengan para gadis-gadis disekeliling mereka.


Siapa yang akan tahu…?.


Manusia sulit ditebak…


Sulit dipercaya. Mereka akan menunjukkan sifat palsu mereka yang merupakan sifat yang disukai pasangan mereka, tapi tidak dengan kebenaran mereka yang sesungguhnya. Sehingga yang salah pilih akan menyesal dalam kehidupannya.


Walaupun Tania rada-rada aneh harap Saudariku Tania tidak mendapatkan pasangan manusia.… Gumam Cio secara batin.


Sementara itu lagi…


"HAAAAT~CHUUU!"


Kok rasanya seperti ada yang membicarakanku yah?. Pikir Danny sembari menyeka hidungnya dengan sapu tangan miliknya.


sementara itu lagi…


"apakah kau tahu, sang anak kecil yang tidak tahu apa-apa bahwa hubungan antara kedua orangtuanya telah retak dalam berbagai hal. Contohnya saja, sang pria telah menemukan alasan yang membuatnya tidak mencintai lagi istrinya Seperti wanita lain misalnya.


Tapi sang pria begitu serakah untuk tidak melepaskan istrinya yang lelah dengan hubungan yang tidak sehat. Ia pasti akan menggunakan anaknya sebagai tameng untuk menjerat sang istri karena semua pria tahu bahwa saat seorang wanita menjadi ibu, sang ibu pasti melakukan apapun untuk kebahagiaan sang anak sehingga hatinya terasa lemah saat anaknya tidak ingin kedua orangtuanya berpisah tanpa dia sadari bahwa keharmonisan keluarga yang dimilikinya hanya kebohongan semata".


"Jadi apa yang harus dilakukan oleh sang wanita?".


"hm… mungkin lebih baik saat ingin lepas dari jeratan hubungan yang sudah hancur, ia memprioritaskan dirinya sendiri daripada keinginan anaknya. Mungkin bisa dibilang egois terhadap anak?.


Selain itu, seharusnya sang wanita menceritakan kebenaranannya Kepada anaknya sekecil apapun bahwa ayahnya sungguh bersifat buruk sehingga sang anak akan mengerti dan memahami betapa kecewanya hati sang ibu sehingga ia akan mendukung sisi ibunya yang hatinya telah terluka".


"Seperti Silvana?".


"hampir mirip begitu. Cuma bedanya, saat ayah Silvana berkhianat terhadap ibunya dan menjadi jahat, saat itu Silvana masih berusia dua Minggu dikandungannya sehingga Silvana tidak perlu melihat betapa buruknya ayahnya. Ibunya juga Jujur terhadap Silvana saat ia bertanya tentang ayahnya sehingga ia tidak merindukan sosok ayah yang begitu buruk".


"kau tahu dari Silvana".


"Yup. Aku menyimpulkan apa yang aku katakan padamu karena teringat dengannya. dan kau tahu bahwa beberapa novel bertemakan pernikahan sesungguhnya sungguh menyebalkan".


"menyebalkan bagaimana?". Tanya Cio yang penasaran karena dia teringat bahwa ada lima novel Tania yang ada kisah pernikahan namun Tania hanya membacanya sekali secara sebagian dan setelah itu, ia tidak menyentuh buku-buku itu lagi tanpa menyelesaikan atau penasaran dengan bacaannya sehingga buku-buku itu menjadi berdebu dirak.


"apakah kau tahu bahwa, dari buku novel yang kubaca… si pria sangat jahat terhadap istrinya sendiri hanya karena berbagai alasan seperti ia tidak suka dengan pernikahannya yang hasil dari perjodohan, tidak bisa melupakan cinta pertamanya dan bla…bla…bla.


Hingga saat sang istri memilih berpisah dan menghilang, sang suami baru menyadari bahwa istrinya sungguh berarti dan menyesal karena menyakiti hatinya sehingga ia mencari keberadaan sang istri yang baru ia sadari betapa baik dan ia cintai. Tidak peduli dengan pencariannya memakan hari… bulan… bahkan tahun".


" lalu? apa yang terjadi saat ia bertemu dengan istrinya disuatu hari?".


"yah… sudah pasti ketebak. Ia meminta maaf dan merengek minta sang istri kembali bersamanya dengan terus menemuinya dan melakukan apapun untuk mendapatkannya kembali".


"lah, bagus dong kalau begitu. Setidaknya sang istri akan bahagia pada akhirnya bukan?".


"bagus darimananya?. anggaplah saja contohnya, sang istri menjalani bahtera rumah tangga dengan air mata selama 6 tahun.


yang dia rasakan adalah penderitaan bukan dengan cinta karena suaminya sehingga ia meninggalkan suaminya dan tiga tahun pencarian sang suami yang menyesal bertemu kembali dengan sang istri, ia pun meminta maaf dan memintanya untuk kembali bersamanya dan dalam tiga hari ia menerima kembali suaminya itu".💢


"lalu, mengapa kau merasa kesal?".


"yang membuatku kesal karena laki-laki itu segampang itu mendapatkan maaf dari sang istri padahal selama enam tahun ia selalu membuat air mata istrinya mengalir. Istrinya lagi, masa secepat itu ia kembali pada suaminya itu, ia tidak ingat apa kelakuan suaminya itu?!"


Kalau dipikir-pikir lagi, kok topiknya sekarang kenapa malah kisah pernikahan yang tak bahagia?. Bukankah dari awal topik yang dibahas adalah tentang dadanya?. Kok jadi merembes ke topik begini??.Pikir Cio yang sangat bingung.


"mungkin saja karena sang istri mendengarkan hatinya, ia memaafkan dan itu berarti ia masih memiliki perasaan untuk sang-".


"itulah masalahnya. Sang istri mendengarkan hatinya. Padahal,Seharusnya ia tidak memaafkan perbuatan suaminya itu


"jadi, apa yang harus dilakukan sang istri menurutmu?"


"menurutku, ia tidak usah mendengarkan suara hatinya itu. Ia harus mendengarkan pemikirannya yang menentang hatinya.


saat sang istri yang terluka didatangi oleh sang suami, ia seharusnya mendengar pikirannya yang masih mengingat memori menyakitkan dalam rumah tangganya sehingga ia tidak akan pernah memaafkan kesalahan sang suami itu.


Tidak memaafkannya akan menjadi perisai baginya agar tidak ada kesempatan bagi sang suami untuk mendekat atau kembali padanya.


Jika sang suami memberikan 6 tahun kehidupan rumah tangga dengan membuatnya selalu mengeluarkan air mata, maka ia harus membuat sang suami mengeluarkan air mata untuknya dengan sangat lama. Kalau perlu sepuluh tahun yang dibutuhkan sang suami untuk mengemis maaf dari sang istri.


Masa bodoh dengan apa yang dilakukan oleh sang suami untuk mencoba mendekatinya kembali. Sang istri harus memasang ego tinggi untuk membuat usaha suami sia-sia".


"misalnya?".


"misalnya, jika suami selalu datang ke tempat dia berada seperti tempat kerja atau sebagainya, ia selalu akan berkata: Bisakah kau tidak datang terus kemari?. kau sangat menyedihkan, atau ia berkata : enyalah. Kau sungguh membuatku jijik jika kau terus datang".


"Wah, bukankah itu sangat kasar?".


"biarkan saja. Jika ia memberikan hadiah seperti bunga ia akan berkata: 'hadiahmu tidak sepadan dengan luka dan tangisan yang kau lakukan dulu'. Sambil membuang bunga itu ke tong sampah. Owww, pasti hati sang suami bakalan sakit banget". 😄


"jika ia memberikan coklat?".


"jika coklat, ia akan bilang: 'kau tidak menaruh racun kedalam coklat itu'kan?'. atau 'Maaf, aku tidak suka kau membawakanku makanan manis, tapi aku akan menerima sesuatu yang pahit darimu agar aku bisa terus mengingat betapa pahitnya menjalani kehidupan rumah tangga bersamamu dulu'.


Waaah… siapa yang akan menyangka bahwa kakakku yang punya kebiasaan aneh dan hanya bisa berpikir sejauh ini. Dia seperti Patrick yang di episode Spongebob yang berkata bahwa: tidak ada yang abadi di dunia ini.


"wah wah wah kakak. Sebenarnya dari pendapatmu ini, kau bisa menciptakan sebuah novel pernikahan yang lain dari yang lain".


"hm… kalau itu nanti saja".


"oh yah. Bagaimana bila sang suami Ingin mengakhiri hidupnya di depannya karena apa yang dia lakukan selalu salah Dimata istrinya yang membencinya sekarang?".


"Oh, itu disebut trik akhir. beberapa orang sering melakukan hal itu agar pasangan yang melihatnya menjadi iba dan memaafkannya. Tapi ada cara yang dihindari agar tidak terjebak dalam situasi itu".


"caranya?".


"cukup dengan tatapan dingin dan tidak simpati sambil berkata: lakukanlah. Tapi ingatlah, jika kau melakukannya berarti yang kau lakukan selama ini untuk mendapatkan maaf dariku dan agar aku kembali bersamamu adalah sebuah kebohongan.


Kau ingin menyakitiku dengan kematianmu, baiklah. Lakukan tapi ingatlah, jika kau melakukannya, maka itu berarti kau telah melarikan diri dari dosa-dosamu atas perbuatanmu kepadaku layaknya pengecut yang tidak bertanggung jawab atas kesedihan dan kepedihan yang kau buat dalam hidupku.


Aku ingin kau terus hidup agar kau bisa merasakan betapa terlukanya hatiku ini karenamu. Hatiku mati karena ulah dirimu. Aku ingin kau terus hidup agar Tuhan bisa memberikan hukuman padamu di dunia ini dengan Kehilangan diriku, Kehilangan cinta yang pernah ada untukmu. Inilah hukuman yang pantas kau dapatkan". Ucap Tania yang sedang membayangkan seorang wanita berbicara seperti yang dia katakan kepada seorang laki-laki yang berdiri di pinggir atap gedung yang tinggi.


"setelah ia berkata begitu, apa yang terjadi?".


"ia meninggalkan laki-laki itu sendiri tanpa melihat kebelakang bahwa laki-laki itu mengurungkan niatnya dan menangis dalam kesalahan yang sudah tidak bisa ia perbaikan. Ah… andai saja, ada novel dengan seperti itu… pasti tidak akan ada yang menyangka dengan endingnya, bukan?".


"mengenai ending, apa ending dari pasangan itu?".


"hm… tidak tahu. Aku tidak berpikir kesana. Setidaknya dari cerita itu, para wanita akan menyadari bahwa jangan terlalu cepat untuk memaafkan pria yang telah menorehkan luka dalam kehidupannya. Itu tidak sepadan dengan air mata". Ucap Tania.


_____________________________________________


Nb: hm… Apakah kalian juga setuju dengan pendapat Tania ini??………????!