
"ibu…".
"hm?".
"apakah ibu tidak bisa menginap saja atau tinggal disini…?".
"…nak... ibu ingin sekali namun, ibu punya pekerjaan. Ibu harus menjaga wilayah Utara dari musuh".
"wilayah Utara?".
"yah nak, itu tempat kita berasal. Ibu tinggal disana, apa kamu tahu pekerjaan ibu?".
"tahu bu. Bibi bilang ibu bekerja sebagai Jenderal wilayah Utara. Ibu melindungi wilayah utara dan juga melindungi Alpha'kan?".
"kamu benar, Silver".
"wah, ibu keren. Ibu orang hebat yang memberantas para musuh. Ketika aku besar nanti, aku mau menjadi seperti ibu".Puji Silver dengan penuh semangat dan mata yang berbinar-binar, Silver ingin mengikuti jejak ibunya. Silvana terkekeh karenanya.
"hmp, ibu. Jangan tertawa". Silver manyun saat Silvana tertawa.
disaat ibu dan anak penuh sukacita, lain cerita dengan Emery. di villa sahabatnya, ia berbaring menatap langit-langit kamar dikamar yang hanya disinari oleh lilin.
dalam pikirannya, ia terus memikirkan Silvana. Ia terus merindukan kenangan mereka bersama baik saat gadis itu tersenyum lembut padanya bahkan saat ia cemburu saat gadis itu membagi senyumannya kepada orang lain tidak peduli sahabat atau saudara sahabat itu.
Emery adalah seorang laki-laki yang memiliki sifat terobsesi pada pasangan atau orang yang dicintai tanpa lelah, dan cemburu walaupun ia tidak menunjukkan rasa cemburu itu pada Silvana dan tujuan ia ikut andil dalam penyerangan di acara pertunangan Keira dan Elias dulu karena ia ingin menyingkirkan semua orang kecuali Silvana dan menginginkan gadis itu untuk dirinya sendiri.
Ia mencintai Silvana namun cintanya menjadi sebuah obsesi. Ia manis saat bersama dengan Silvana namun sifatnya yang baik dan manis menyembunyikan perasaan yang bersifat obsesi.
Silvana…
aku mencintaimu…
aku merindukanmu…
aku menginginkanmu…
Aku melakukannya demi dirimu, Silvana...
Aku benci saat dirimu berbicara dengan orang lain selain aku...
Aku benci saat dirimu saat dirimu memeluk orang lain selain aku...
Aku benci… Benci benci benci benci benci benci!!!!!
aku benci saat dirimu tersenyum kepada orang lain selain aku.
Aku tidak peduli baik itu Teman-temanmu, ataupun saudaramu, aku tidak suka.
Aku suka saat dirimu menyiksa ayah dan keluarganya namun aku benci saat dirimu baik dan aku pada dua saudaramu itu.
Silvana…
aku mencintaimu…
kamu milikku.
Baik tubuhmu, hatimu, jiwamu, semua itu adalah milikku.
Bagaimana bisa kamu tega meninggalkan aku...?.
bukan hanya meninggalkanku, kamu malah menjalin cinta dengan makhluk rendahan itu.
Apa kamu tahu, kenapa aku ikut menyerang setahun yang lalu...?.
itu karena aku ingin menyerang mereka dan membawamu pergi bersamaku dari siapapun. Baik itu keluargaku, bangsaku atau bangsamu, aku ingin membawamu pergi dan menjadikan milikku seutuhnya.
Tapi, gara-gara putri Hara sialan itu...
gadis br€ngsek itu telah membuatku terbenam dalam kegelapan.
Setahun lebih aku tidak melihatmu,
rasanya seperti ratusan tahun.
Saat aku kembali, kamu berubah...
kamu membenciku, kamu merubah tatapan cinta untukku menjadi benci.
apakah mereka para serigala sialan itu menghasut mulai untuk membenciku...?.
"andai saja Silvana mengandung anakku, maka anak itu pasti akan ku manfaatkan agar Silvana kembali dan tidak akan pergi dariku.
dia pasti akan menjadi pengantinku". Emery teringat akan percakapannya dengan Silvana sebelum ia dijatuhkan dari tebing oleh Silvana, Silvana mengaku tidak saat itu.
Atau mungkin dia berbohong...?
Aish, aku harus mencari tahu. Selain itu, setahun lebih sudah cukup baginya untuk marah bukan?.
Sudah cukup. Aku harus mendapatkanmu kembali baik itu sukarela ataupun secara paksa.
Aku akan meninggalkan semuanya selama aku mendapatkannya dan saat aku mendapatkannya, tidak akan ada siapapun yang dapat mengganggu kami dan kami akan hidup bersama untuk selamanya.
Emery tersenyum licik Sebuah tekad mendapatkan Silvana telah menjadi tujuannya sekarang. Ia tidak peduli akan keluarganya, bangsanya ataupun perasaan Silvana sendiri. Ia akan mendapatkan gadis itu kembali tidak peduli jika gadis itu tidak mencintainya lagi karena ia yakin waktu akan membuat gadis itu mencintainya lagi.
Apapun yang akan dilakukannya, cinta Silvana kali ini tidak akan mudah selama Emery masih ada dalam hidupnya.
disaat mantan memiliki tekad untuk mendapatkan Silvana kembali, sang pacar sedang berada di ruangan gym untuk menginterogasi Sahabatnya dan sahabat Silvana.
"Sekarang jelaskan padaku, apa yang telah kalian sembunyikan dariku?".Noah menatap kedua orang itu dengan rasa curiga dan ingin tahu.
"ng, memang apa yang telah kami sembunyikan darimu?".Tanya Danny tidak tahu apa yang dimaksud Noah.
"ng… sebentar lagi kelasku dimulai jadi-".
"jangan kemana-mana!". Tania kaget saat Noah meninggikan suaranya sehingga ia batal pergi. Kesempatan untuk kabur sia-sia.
"hei, sudah kubilang'kan jangan tinggikan suaramu padanya". Danny menunjukkan raut tidak suka saat Noah kembali meninggikan suaranya pada Tania. Noah menghela nafas berat lalu menenangkan pikirannya.
"dengar aku ingin tahu apa yang telah terjadi padaku kemarin?".
"lah, kan sudah di-".
"aku rasa yang diceritakan padaku merupakan sebuah kebohongan. Seperti baju yang kukenakan semalam, bagaimana bisa pakaian yang kukenakan sejak lama masih ada label harga sedangkan aku yakin label harga di pakaianku sudah lama kubuang?.
Selain itu, semalam kau menghubungi toko tempat aku membeli pakaianku. pakaianku hanya ada dua set di toko itu dan mereka memberitahu Ciri-ciri orang yang membeli pakaian yang kukenakan semalam mengarahkan pada kalian, sahabatku dengan gadis berdada rata".
"oi!💢. Mentang-mentang punya pacar montok, enak banget ngejek orang."Kalimat terakhir yang diucapkan Noah membuat Tania kesal. Ingin sekali ia menghajar Laki-laki didepannya itu namun Danny telah menghalanginya dengan memeluk kedua pinggangnya dengan erat.
"Hei Noah, jangan mengejeknya. walaupun dia hilang ingatan, ia masih sensitif lho dengan apa yang telah kau katakan. Minta maaflah padanya".
"eh?. Memangnya aku mengejek dia?".Noah bingung mengingat dia mengatakan yang sebenarnya.
"apa?!!!!💢💢💢". dengan kesalnya, Tania semakin ingin menghajar Noah tapi Danny semakin mempererat pelukannya agar Tania tidak menghajar Noah namun karena kaki Tania yang mengayun-ayun kedepan malah tanpa sengaja salah satunya menendang tepat dibagian selangkanngan Noah. Kedua orang yang ditanya terdiam sedangkan Noah memegang bagian bawahnya dengan kedua tangannya karena sakit, wajah Noah mendadak pucat bahkan ekspresinya... tidak bisa dikatakan. Anak itu benar-benar syok.
...BRUUUK...
"eh? kok dia pingsan???".Tanya Tania sedangkan Danny bisa memahami betapa sakitnya milik Noah yang kena tendang itu.
....•♫•♬•di UKS...•♬•♫•....
"aish, tidak kuduga dia bakalan curiga seperti itu. Kenapa aku tidak memberikan pakaian sialan itu dari awal? jika tahu masih ada label harga... aish, apa yang harus kukatakan pada Silvana sekarang?". Tania menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Gadis itu dalam keadaan gusar dan pusing sekarang, karena sibuk memikirkan bagaimana cara untuk membohongi Noah sekarang. Baik Danny dan Tania sekarang berada di dalam UKS, untungnya diruangan hanya ada dia, Danny dan Noah yang sedang tebaring tidak sadarkan diri jadi Tania dan Danny bisa berbicara sekarang.
"jangan salahkan dirimu sendiri, Tania. Kita bertindak ceroboh saat itu karena Noah harus diganti pakaiannya sekarang saat itu". Danny menepuk pelan punggung gadis itu untuk menghiburnya. Ketika Danny melakukan itu, perasaan Tania menjadi tenang, pipi gadis itu menjadi pink seperti buah persik, namun ia tidak mau menunjukkannya pada Danny karena malu.
"ngomong-ngomong Tania, bolehkah aku mengetahui sesuatu?".
"mengetahui apa?".
"… penyerangan yang terjadi pada Noah. Antara Alex dan Noah, kenapa hanya Noah yang diserang? walaupun saat itu ada dua orang, tetap saja satu vampir bisa melawan dua manusia dengan mudah apalagi waktu Keira dan Silvana tiba sama maka pasti mereka akan menemukan mereka berdua dalam keadaan terkapar".
Danny bertanya, ia sedikit bingung mengapa hanya Noah yang diserang sedangkan Alex tak tersentuh sedikitpun. Bahkan Danny merasa bahwa penyerangan yang terjadi memang khusus Noah yang ditargetkan.
dengan menghela nafas, Tania mulai bercerita karena bagaimanapun Danny berhak tahu apa lagi Danny telah mengetahui sejak lama bahwa vampir dan werewolf benar-benar ada.
"… Noah diserang dan hampir kehilangan Noah karena vampir itu marah karena Noah telah merebut sesuatu darinya tanpa dia sadari".
"huh? apa yang telah direbut Noah?. Perusahaan?".
"bukan... Kau, bayangkan jika kau mencintai seseorang namun kau adalah masa lalunya bagi orang yang kau cintai sedangkan kau masih mencintainya dan tidak mau melepaskannya, apa yang akan kau lakukan jika orang yang kau cintai telah bersama laki-laki lain?".
"Tentu saja aku akan mengha- tung-! tunggu dulu. Noah dihajar habis-habisan karena yang menghajar Noah adalah-". Danny tidak bisa menyelesaikan kalimatnya tapi Tania tahu apa yang dimaksud Danny.
"yah. Mantan Silvana, namanya Emery Dasper. vampir yang berasal dari keluarga vampir kelas atas, yaitu Dasper".
Emery Dasper? Tunggu! Dasper?! bukankah vampir yang telah membuat Tania koma dahulu memiliki nama keluarga Dasper!?. Itu berarti dia termasuk keluarga vampir atas itu!.
darah Danny mendidih, dulu ia tidak sengaja mendengar nama belakang vampir yang menyerang Tania dulu saat ia mengunjungi Tania yang terbaring koma. Ia mengepalkan tangannya saking marahnya dan ingin membalas orang yang telah menyakiti Tania sedangkan Tania merasa heran mengapa Danny memiliki ekspresi marah saat ia menyebut Emery Dasper padanya.