The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 147 : He Are...



Danny…!! jadi dia…Pikir Tania yang terkejut mengetahui siapa si anak pasutri itu.


Yah… Daniel Nash atau biasa dikenal sebagai Danny adalah putra tunggal dari pasangan suami istri Nash bernama Daslan dan Daisy.


berwajah tampan dengan mata hitam obsidian dan rambut coklat seperti susu coklat sudah pasti berasal dari ayah dan ibunya yang tampan.


keluarga Nash merupakan keluarga kaya dan terkenal pemilik Knox yang setara dengan Fallen Group dan Aurora walaupun dipuncak bisnis mereka nomor dua.


Selain memiliki Knox, keluarga Nash juga memiliki 3 pulau, 5 pesawat jet, 35 klub-klub kelas tinggi dan mereka termasuk keluarga Mafia yang tidak bisa dianggap remeh dan ditakuti oleh musuh musuh mereka.


dan Danny adalah anak mereka satu-satunya yang tersayang karena kasih sayangnya Daslan kepada Daisy memutuskan untuk hanya memiliki satu anak saja karena dia tidak mau Kehilangan istrinya saat ia melihat sendiri istrinya berjuang keras antara hidup dan mati saat melahirkan putra mereka dan jika bukan karena pertolongan dari Hara, mungkin ia akan menjadi duda beranak satu karena Kehilangan istrinya.


Mengenai Danny, sebagai anak satu-satunya, sudah pasti ia dimanjakan segala kemewahan yang diberikan kepadanya tapi walaupun tumbuhdiberikan segalanya kepadanya, ia tidak termasuk dalam kategori beban orang tua, melainkan masuk dalam kategori kelompok kebanggaan orang tua dimana ia menangani bisnis orang tua dengan baik sehingga kualitas sebagai pemimpin telah terbentuk padanya dari muda seperti Alex dan Noah.


aku tidak percaya bahwa dia termasuk sebagai seorang Watcher... Pikir Tania yang sangat tidak menyangka sama sekali mengingat Danny tidak muncul dalam beberapa chapter cerita ini😀.


Sementara Tania, Cio dan Dion terkejut, saat itu Danny menatap ke sekitarnya dan membentuk sebuah senyuman di wajahnya saat melihat Tania yang sudah pasti tidak menyangka bahwa ia sudah lama mengetahui siapa dia bahkan Keira dan Silvana.


"ma. pa. Keluarga Rhyes sudah datang, mari menyambut mereka dahulu". Saran Danny.


"wah, kau benar sekali nak".Ucap Daslan. Mereka bertiga turun ke aula dan disambut oleh beberapa tamu yang mereka undang dan para tamu tidak lupa memperkenalkan Putri yang mereka miliki bagi yang memiliki anak perempuan seusia Danny.


"Ayo sayang, kita hampirin mereka". Ajak Antonia sambil berdiri diikuti oleh Hara.


"kami disini saja ma, pa". Ucap Cio menolak karena merasa risih dengan sesaknya manusia dan parfum-parfum mahal mereka yang menyengat sehingga Indra penciumannya menjadi risih begitu pula dengan Tania dan Dion bukanlah seseorang yang menyukai keramaian. Kecuali saat ia berhadapan dengan hal-hal yang serba Diskon.


"oke". Ucap Antonia yang tidak memaksa mereka untuk ikut Mereka berdua menghampiri keluarga Nash karena mengerti apalagi mereka berdua bukanlah orang tua yang suka memaksa.


"selamat anniversary yang ke delapan belas". Ucap Antonia memberi selamat hangat kepada pasutri manusia itu.


"terima kasih nyonya Rhyes. Terima kasih telah datang ke acara ini". Balas Daisy secara Hangat. kedua istri itu saling cipika cipiki sedangkan kedua suami itu saling berjabat tangan dan para tamu dapat merasakan persahabatan antara dua pebisnis yang saling bekerja sama dalam dunia bisnis tapi tidak ada yang tahu bahwa hubungan antara kedua keluarga itu lebih dari hubungan bisnis semata.


"jujur saja, saat putramu datang ke pulau kami bersama dengan anak-anak, kami terkejut karena baru mengetahuinya saat ia mengatakannya kepada kami" Ucap Hara sambil menepuk pelan pundak Danny.


"yah, kami pun juga terkejut saat mendengar bahwa ia mengganti liburan musim panasnya ke pulau Lamiya, andai saja kami tahu pasti kami akan ikut dengan anak nakal ini".


Ucap Daslan sambil mengacak-acak rambut Danny.


"papa menyebalkan". Gerutu Danny sedangkan Hara hara tersenyum geli saat melihat mereka.


"dimana kedua anakmu paman?". Tanya Danny.


"oh, mereka duduk disana. Biasalah mereka tidak suka dengan keramaian".Jawab Hara sambil menunjuk tempat mereka duduk.


"dasar anak itu".


"biarkan saja Daslan. Maklum anak-anak remaja suka bosan juga jika bersama dengan orang dewasa lebih lama".


sementara mereka berbincang-bincang, Danny berjalan menghampiri meja yang ditempati oleh Tania, Cio dan Dion dan saat Danny berjalan menuju ke meja itu, semua gadis-gadis meliriknya dan mengagumi Sosok Danny yang tampan sedangkan Danny tidak merespon para gadis yang ingin mendapatkan perhatian darinya.


"hai, boleh aku duduk disini?".


"mengapa? tidak bisakah kau duduk ditempat lain?". Ucap Tania dingin karena ia tidak tertarik dengan manusia dihadapannya yang tidak mengatakan dari awal bahwa dia tahu siapa mereka.


"sst Tania, kau tidak boleh begitu. Silahkan duduk Danny". Dion menyilahkan Danny duduk disebelahnya setelah ia memukul tangan Tania yang berlaku tidak sopan terhadap tuan rumah.


Tania memelototi Dion dan ingin mengatakan sesuatu namun Cio mencegahnya karena dia ingin tahu tujuan Danny merahasiakan bahwa ia tahu siapa mereka apalagi jika ia tahu siapa mereka, Bukankah berarti Danny juga tahu siapa Keira yang sebenarnya mengingat sahabatnya menjalin kasih dengan Keira?.


Danny duduk bersama dengan mereka. Suasana canggung terasa diantara mereka. Ingin sekali mengatakan sesuatu namun tidak ada yang tahu siapa yang akan mulai bertanya atau menjawab ditambah lagi dengan banyaknya orang-orang membuat mereka khawatir percakapan mereka akan terdengar para undangan sehingga yang bisa dilakukan sekarang adalah menunggu.


Sementara itu…


''aku tidak percaya bahwa ternyata selama ini kau menipu kami selama ini sebagai murid SMA Fallen dan menjadi ketua dari klub musik.


Pantas saja mengapa Tania mencurigai dirimu, kami kira kau adalah manusia yang baik tapi tidak kusangka bahwa kau adalah Vampire yang telah menyembunyikan aura dan jati dirimu untuk menipu kami.


Bahkan kau telah menipu Keira dari awal dia masuk, kau telah mengkhianati kepercayaannya kepadamu tapi syukurlah hari ini jati dirimu telah terungkap karena kesalanmu sendiri Keitha!". Ucap Silvana meluapkan rasa marahnya sambil menodongkan salah satu pedang sai trisulanya tepat di leher vampire itu yang ternyata adalah Keitha sendiri.


"seharusnya aku tahu bahwa dari awal kau telah memakai wig dan kacamata untuk menipu kami. Tidak kusangka bahwa kau-".


"aku tidak memakai wig, aku bisa merubah warna rambutku sesuka hatiku dan ini adalah warna rambut asliku". Ucap Keitha memotong ucapan Silvana dan seketika rambutnya yang semula coklat berubah menjadi hitam.


"dan aku memakai kacamata untuk menyamar tapi, tidakkah kau pernah terpikir bahwa kau terlalu mudah mengetahui siapa diriku?".


"huh? tunggu dulu, kau sengaja menunjukkan jati dirimu?! kau bodoh, yang kau lakukan ini telah membuatmu menandatangani surat kematianmu sendiri".


"…aku tahu namun aku tahu bahwa kau pasti akan mendengarkan penjelasanku untuk semua pertanyaan yang berada di kepalamu".


"oh yah, mengapa kau berpikir bahwa aku akan mendengarkan dirimu? mengapa kau berpikir bahwa aku bisa percaya dengan kata-katamu? lagipula semua vampire sama saja, licik dan pembohong". Tanya Silvana sambil memicingkan matanya dan semakin mendekatkan ujung pedangnya ke leher Keitha dan Keitha bisa merasakan ujungnya menyentuh lehernya namun Keitha tidak takut dan tetap biasa-biasa saja.


"… jika kau tidak percaya padaku, setidaknya percayalah dengan pangeran kalian".


"apa? pangeran Leo?! apa hubunganmu dengannya?!?…"