The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 140 : Behind The Attackers of Alpha



" oh yah, kau tidak menceritakan kepadaku tentang apa yang terjadi padamu. Bisakah kau menceritakannya?". Keira yang sedang melahap Burger daging keju yang telah dibelikan Alex di kantin Aurora langsung menghentikan makannya saat Alex mulai mencercanya dengan sebuah pertanyaan.


"ng…itu…💦".


Waduh, apa yang harus aku katakan padanya sekarang. Tidak mungkinkan jika aku harus bilang bahwa aku dikeroyok oleh para vampire. Memangnya dia akan percaya dengan hal itu?.


Jika dia percaya, pastinya akan muncul lagi pertanyaan-pertanyaan yang akan menuju kearah kami sehingga diketahui bahwa vampire dan Werewolf itu benar-benar ada. Pikir Keira.


''jawab Keira".


"ng… aku tidak sengaja menabrak belakang mobil seseorang yang sedang berhenti mendadak dan ternyata orang itu sedang mabuk berat. Mungkin karena udara yang dingin atau sedang ada masalah dalam hidupnya ia minum-minum alkohol sambil berkendara".


"apa?! lalu, apa yang kau lakukan saat itu?". Tanya Alex yang mulai mempercayai cerita bohong yang dikarang oleh Keira.


Maaf karena membohongi dirimu, Alex.


''apa yang kulakukan saat itu, tentu saja minta maaf namun orang itu tidak terima sama sekali. dengan marahnya, ia memaki-maki diriku lalu menusuk bagian bahuku dengan belati dan mendorongku jatuh ke jurang deh😌💦".


"dasar bajingan brengsek. Akan aku balas perbuatan orang itu kepadamu'' Ucap Alex yang sangat marah saat mendengarnya sedangkan Alex sendiri tidak tahu bahwa yang dikatakan oleh Keira hanya karangan semata.


"sudahlah Alex. Percuma saja bagimu untuk mencari orang itu karena aku sudah tidak ingat wajahnya sekarang walaupun yang membuatku sedih adalah orang itu telah menghancurkan sepeda motorku 😢". Ucap Keira memasang wajah sedih dan bepura-pura sedih dihadapan Alex sehingga Alex tidak tega melihat kesedihan diwajah gadis itu lalu membelai kepalanya.


"cup cup. Jangan bersedih, setidaknya kau tidak apa-apa sekarang". Ucap Alex menghibur Keira.


Tidak apa-apa dengkulmu.😒 Aku hampir mati gara-gara belati perak sialan itu, tahu💢. Gerutu Keira dalam pikirannya karena kesal dengan ucapan Alex yang menghiburnya.


"tapi, mengapa saat aku menemukanmu, aku melihat dirimu sangat lemah dan sesak seakan mau mati sedangkan yang ditusuk hanya bagian bahu?". Ucap Alex ketika ia merasa ada yang janggal dalam cerita Keira.


Keira menghela nafasnya lalu menatap Alex dengan tatapan mata yang sayu seakan ia ingin mengungkapkan sesuatu yang tidak diketahui oleh Alex.


mungkin bagian ini sebaiknya aku ceritakan saja yang sesungguhnya agar bisa berguna bagiku untuk dimasa depan.


''aku… memiliki alergi terhadap perak… dan belati itu terbuat dari perak. Jika sesuatu yang terbuat dari bahan perak asli mengenai bagian tubuhku maka hidupku akan terancam". Ucap Keira mengungkapkan kelemahannya sebagai seorang Werewolf walaupun ia mengatakan pada Alex bahwa ia alergi perak, setidaknya perbedaan kedua kata itu memiliki satu kesamaan yaitu jiwa Keira bisa terancam karena perak. Apalagi jika sampai mengenai Jantung, ia bisa tiada saat itu juga.


"perak?". Alex terkejut mendengar pengakuan dari Keira bahwa dia alergi terhadap perak dan sebuah perasaan bersalah melingkupi dirinya sendiri.


apa yang telah aku lakukan?.Aku akan memberikan sebuah hadiah yang akan menyakitinya... Seharusnya aku bertanya dari awal kalau… mungkin saja karena aku tidak terlalu mengenal dirimu lebih jauh Keira….


''Alex, kau sedang memikirkan apa?". Keira bertanya ketika ia melihat raut wajah Alex.


"tidak ada sayang". Jawabnya sambil mendaratkan bibirnya di kening Keira".


"? oh yah. Ngomong-ngomong kau akan memberikan sesuatu untukku sewaktu disekolah. Mana?".


"ng… itu… aku menghilangkannya". Jawab Alex berbohong.


"huh?".


"jangan dipikirkan. Aku akan menggantikan kejutan yang telah aku hilangkan kepadamu lebih baik".


"ng… terserah dirimu saja?".


Sebaiknya aku menghentikan percakapan ini. Aku tidak mau dia bertanya mengapa tidak ada jejak ban mobil ditempat kejadian, ia bisa mengetahui bahwa aku berbohong.Ucap Keira dalam batinnya saat menyadari bahwa dalam ceritanya ia mengatakan mobil sedangkan di jalan saat itu tidak ada sama sekali jejak ban mobil. Untunglah dia sering nonton serial drama criminal dengan Dion sehingga dia tahu tentang bukti-bukti yang dikumpulkan oleh polisi.


Setidaknya aku harus mencegah ia bertanya tentang hal itu sampai aku meminta Aurora menciptakan alibi yang aku buat.pikir Keira.


Sementara Keira sedang memikirkan sebuah alibi palsu, sementara itu di Twinsbells cafe. Terdapat suasana yang berbeda terjadi terhadap Tiga orang itu seperti Dion yang sedang kesal sambil mengelus jidat yang benjol yang disebabkan setelah wanita semangka bergoyang datang dan mengomel kepada Dion dan Silvana yang disebabkan oleh Tania, siapa yang akan menyangka bahwa saat wanita itu berbalik mau keluar, tiba-tiba saja semangka bergoyang itu bergoyang dan langsung memukul Dion tepat diwajah sehingga Dion terpental dan terbentur meja. Siapa yang akan menyangka bahwa kekuatan dua melon beukuran semangka akan membuat Dion terpental? 😂.


Yah, setidaknya wanita itu berbaik hati memberikan tips cara memperbesar dada kepada Tania yang kasihan melihat ukuran gadis itu seperti papan cucian. 😄✌️


Sedangkan Tania dan Silvana?.


Mereka berdua diam namun sorot mata mereka berdua yang berubah menjadi kuning menyala sungguh sangat mencekam sehingga Dion memutuskan untuk tidak mengamuk terlebih dahulu kepada Tania.


Mengapa tidak?.


yup, karena tidak lama setelah wanita itu pergi, James Madoc datang memberitahu kepada mereka berdua bahwa Keira terluka sehingga kedua gadis itu terkejut, marah dan bersalah secara bersamaan.


James Madoc memberitahukan kepada Tania dan Silvana bahwa mereka telah lalai menjaga keamanan Sang Alpha Utara disaat sang Alpha membutuhkan bantuan dari panglima dan Jendral Utara.


(Flashback…)


''jangan bersedih dan menyalakan diri kalian sendiri, karena guru hanya memberitahukan bahwa kalian harus menjaga Keira selalu. Bukan menyalahkan kalian apalagi Keira sangat kuat hingga bisa menghabisi para prajurit itu walaupun yang memimpin telah bertindak curang dalam petarungan.


Lagipula dia sudah ditemukan oleh Alex dan ia telah membawanya ke Aurora. Sebentar lagi ia akan kembali ke rumah".


Ucap Madoc sambil menepuk pundak mereka dan mereka tersenyum tipis karena bahagia bahwa Keira baik-baik saja walaupun terluka namun mereka menyesal tidak berada disisinya saat ia membutuhkan bantuan mereka.


"ngomong-ngomong guru, apakah Keira menceritakan tentang berasal dari mana vampire yang telah menyerangnya?". Tanya Silvana yang menuntut balas kepada musuh mereka.


"yah, kami ingin menuntut balas terhadap mereka yang telah mencelakai Keira". Ucap Tania yang juga ingin membalas mereka.


Madoc terdiam sesaat dan pikirannya berkecamuk tentang apakah ia harus mengatakannya atau tidak kepada Tania dan Silvana terutama Silvana. Ingin ia bertanya terlebih dahulu dengan Keira sebelum mengatakannya namun ia sadar bahwa sebagai panglima dan Jendral Utara, sudah sepantasnya mereka mengetahui siapa musuh mereka. Sehingga…


"aku akan mengatakannya namun aku berharap kepadamu Silvana untuk menguatkan hatimu saat ini juga".


"eh maksudnya?".


"…dalang penyerangan terhadap Keira adalah Vampire dari Keluarga Dasper".


"Dasper Sialan!. Pasti mereka membalas dendam atas kematian Samuel''.Tania memaki karena teringat akan kematian Samuel dimana dialah yang membunuh Samuel. Hm… mungkin?.


Sedangkan Silvana terdiam karena ia merasakan hatinya sangat sakit dan terluka karena teringat akan seseorang yang telah menyakiti hatinya dan orang itu berasal dari keluarga Dasper sehingga tangannya meremas tempat hatinya berdetak.


"diantara anak Kendrick, siapa yang memimpin penyerangan itu?". Tanya Tania karena dia tahu bahwa Dasper selalu menyerang dengan membawa beberapa prajurit Dasper.


"… Emery Dasper".


"Apa!?".


"Emery!!".Silvana beteriak marah saat mengetahui bahwa Emerylah pelakunya. Itu berarti mereka berdua telah mengetahui bahwa Emery telah sadar dari tidurnya yang panjang.


Dengan marah membuat Silvana mulai tidak terkendali. Urat-urat nadinya terlihat lebih jelas, bola matanya berubah menjadi kuning menyala dan memunculkan taringnya.


Tania terkejut saat Silvana mulai Kehilangan kendali dan berniat keluar namun dengan cepat Madoc langsung mencegah Silvana keluar dari cafe dan langsung menyudutkannya langsung ke dinding sehingga dinding disekitar Silvana menjadi retak.


Untunglah tidak ada pengunjung saat Silvana Kehilangan kendali atas gen werewolfnya, jika tidak dan Silvana keluar dari cafe bisa menjadi masalah yang sangat besar.


"Lepaskan aku guru! aku harus pergi membunuh Sibrengsek itu!!". teriak Silvana saat tangan kanan Madoc mencengkram erat leher Silvana dengan kekuatan werewolfnya.


Sambil mencoba melepaskan diri dari cengkraman tangan Madoc, Silvana melotot marah tepat Dimata Madoc yang berubah warna menjadi kuning menyala.


" Tenangkan dirimu atau Aku tidak akan Melepaskanmu!". pinta Madoc mencoba untuk menenangkan Silvana kembali.


"apakah Silvana akan baik-baik saja Tania?". Tanya Dion yang takut akan Silvana yang semarah itu saat mendengar Emery.


"jangan khawatir, guru akan menenangkannya kembali karena dari kecil dirawat oleh guru Madoc maka sudah pasti ia akan mendengarkan guru".Ucap Tania mencoba menenangkan Dion yang merinding ketakutan melihat Silvana.


"dengarkan aku Silvana, kau boleh marah dan menghabisi Dasper namun kau harus ingat bahwa kau berada di sekitar manusia.


Jika aku tidak mencegah dirimu keluar dari sini dan mengamuk maka manusia yang berada di sekitar luar cafe akan tahu siapa kau dan kau tidak akan bisa menghabisi Emery karena kaulah yang akan dihabisin para manusia terlebih dahulu.


Kau ingat dengan istilah tenang sebelum badai bukan?". Ucap Madoc mencoba untuk menenangkan Silvana kembali dan Silvana melotot tajam ke arah Madoc hingga lama kelamaan sorot mata Silvana mulai berubah saat menatap bola mata Madoc.


"…aku Ingat istilah itu… ayah…". Ucap Silvana yang mulai kembali seperti semula sehingga Dion tidak takut lagi dan Madoc melepaskan cengkraman tangannya dileher Silvana.


Silvana terdiam dan tidak memandang siapapun. Madoc tersenyum kecil dan mengusap kepala Silvana dengan lembut layaknya ayah dan anak karena dari kecil Madoclah yang menjaga dan merawat Silvana Hingga Silvana menjadi Silvana yang sekarang disaat ayah kandung Silvana sendiri bertindak kejam kepadanya.


"kau harus mengontrol emosimu Silvana… aku tidak mau sesuatu terjadi kepadamu dan yakinlah bahwa suatu hari nanti, ditanganmu sendirilah yang akan menghabisi Emery Dasper


( Flashback end…)


"kita harus memperkuat pertahanan wilayah Utara Tania".


"kau benar. Kita tidak bisa membiarkan mereka apalagi dengan yang mereka lakukan dengan menyerang Keira. Kita tidak boleh lengah".


"yah. Aku yakin bahwa kita pasti akan menghabisi mereka namun untuk Emery… biar aku saja yang akan menghabisinya". Ucap Silvana dengan dendam terlihat dimatanya.