
"tiga abad yang lalu, pernah ada sepasang suami-istri Lesham bernama Arhen Lesham dan istrinya Nuria. Mereka adalah pasangan yang baik dan orang tua yang baik. Arhen yang masih ingat bagaimana ke lima saudara laki-lakinya ditumbalkan satu persatu oleh kedua orangtuanya dan Nuria yang beruntung merupakan telahir sebagai putri tunggal dengan saudara laki-lakinya tidak membuat mereka tumbuh mengikuti jejak kedua orangtuanya melainkan bersumpah bahwa mereka tidak akan pernah menjadi seperti orang tua mereka dan penduduk lainnya. dan takdir mempertemukan mereka seakan takdir ingin memasangkan kedua insan yang sama-sama menentang tindakan jahat penduduk pulau ini dulu. Mereka jatuh cinta dan menikah".
"wow. Bagaimana dengan kehidupan mereka?".
"Pertama kalinya dalam sejarah pulau Lamiya, ada sepasang suami-istri yang bahagia tanpa memprioritaskan harta. Mereka adalah petani kentang paling giat dibandingkan dengan para petani yang lain, peternak sapi 🐄 yang paling rajin dibandingkan dengan para peternak lainnya dan penambang paling tekun dibandingkan dengan penambang lainnya karena mereka tahu bahwa sebuah kekayaan dihasilkan dengan usaha dan kerja keras. Bukan seperti yang dilakukan oleh penduduk lainnya. Mereka adalah pasangan satu-satunya yang paling baik dan memiliki hati yang paling murni dibandingkan dengan penduduk lainnya.Bahkan mereka adalah pasangan yang pertama kali membuka usaha mereka di dunia luar walaupun secara diam-diam tanpa diketahui oleh penduduk karena mereka tahu bahwa mereka dilarang untuk terhubung ke dunia luar. Mengapa? tentu saja agar dunia luar tidak tahu perbuatan kejam yang dilakukan oleh penduduk dan jika mereka ketahuan oleh penduduk, mereka akan dalam masalah yang besar".
"Jadi, pasangan Lesham melakukannya secara diam-diam selama itu?".
"yah. Mereka melakukannya secara bertahun-tahun hingga hari itu merupakan hari yang tidak akan mereka lupakan".
"apakah ada sebuah kejadian terjadi pada mereka berdua?".
"yah. Sebuah kejadian yang menggembirakan. Nuria sang istri telah hamil. Mereka berdua sangat bahagia namun kebahagiaan mereka tidak bertahan lama saat usia kandungan Nuria telah memasuki tiga bulan".
"apa yang terjadi saat usia kehamilan Nuria memasuki usia kandungan tiga bulan?".tanya Alex sambil menimum minuman yang diberikan oleh Mambayo padanya tanpa dia sadari bahwa minuman yang diberikan kepadanya merupakan minuman Kale. Minuman sehat tetapi tidak enak bagi Alex dan dia tidak menyadari minuman itu karena ia sangat fokus mendengar cerita Mambayo yang panjang lebar.
Hoeeek!! benar saja. Saat meminum minuman daun Kale buatan Mambayo, Alex langsung saja memuntakanya dengan menyemburkan isi minuman itu tepat ke wajah Mambayo tanpa sengaja. Mambayo hanya diam saja saat Alex menyemburkan minuman buatannya tepat diwajahnya namun dari raut wajahnya sudah pasti dia merasa kesal.
"ah! ma-maafkan aku! aku tidak sengaja".
"ahahaha... tidak apa-apa. tapi tidak kusangka anak muda sepertimu tidak mampu meminum minuman sehat ini.hahaha".
Alex diam menatapnya dengan kesal karena dia ditertawakan oleh Mambayo .
huh! tidak semua orang yang menyukai minuman daun Kale ini. Rasanya yang langu, siapa yang suka?.
"hihihi. Aku lanjutkan ceritanya. Kebahagiaan mereka berubah menjadi kesedihan, Mengapa? dikarenakan saat mengecek kandungan ke dokter mereka telah mengetahui bahwa Nuria mengandung anak kembar. Bukan hanya dua janin yang berada di dalam rahim Nuria dan bukan juga Tiga janin melainkan di dalam rahimnya Telah hidup enam janin. Berita Nuria hamil anak kembar enam dengan cepat tersebar dari rumah ke rumah. yang memberitakan, tentu saja orang tua mereka sendiri dan dokter Kandungan yang melapor kepada kepala desa.
seluruh penduduk gembira dan mereka mengadaka pesta yang sangat meriah. Mereka semua senang kecuali Arhen dan Nuria. Mereka berdua sangat sedih karena mereka tahu arti memiliki banyak anak satu gender di satu rumah. Artinya, mereka yang tidak ingin mengikuti jejak Orang tua mereka dan penduduk terpaksa harus memilih salah satu dari ke enam calon anak mereka untuk menjadi tumbal. Melihat keluarga dan masyarakat yang merayakan pesta dengan meriah sama saja mereka menari diatas luka dan kesedihan Arhen dan Nuria".
"aku bisa memahami perasaan mereka. Mereka berdua pasti tidak sanggup untuk mengorbankan salah satu anak mereka'kan?".
"Tepat sekali. Hati mereka yang akan menjadi orang tua tidak sanggup untuk mengorbankan salah satunya di setiap bulan purnama. Nuria juga tidak bisa menggugurkan kandungannya karena hatinya sebagai seorang ibu tujuh bulan lagi tidak tega. Nuria dan Arhen sangat menyayangi bayi-bayi di dalam kandungan Nuria sehingga wanita itu memutuskan untuk tetap dirumah selama tujuh bulan agar ia tidak perlu mendengarkan para wanita-wanita yang sedang hamil yang selalu berbicara tentang menyeleksi yang mana diantara anak-anak mereka yang mereka inginkan dan yang mana mereka korbankan. Mengapa? agar tekad Nuria untuk tidak mengorbankan salah satu anaknya sendiri tidak tergoyahkan sedangkan...".
"kalian sedang membicarakan apa?".
Alex menoleh ke belakang dan dia melihat Keira berdiri di belakangnya dengan piyama putih melekat di tubuhnya dan rambutnya yang masih setengah basah karena gadis itu sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk.Saat Melihat Keira sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk, jantung Alex merasa deg degan karena terpesona dengannya yang terkesan seksi sehingga membuat pipinya menjadi merah merona.
"Keira, bukankah aku akan memanggilmu ketika makan malam sudah siap?kenapa cepat sekali berendamnya?".
"aku Sudah lama berendamnya. Kulihat pembicaraan kalian seru sekali".
"oh, aku sedang bertanya kepada Mambayo tentang Makhluk yang kita lihat di atas sumur dan bagaimana bisa ada makhluk seperti itu di dunia ini sehingga Mambayo menceritakan tentang sejarah pulau ini. Aku baru tahu nama panggilan makhluk yang kita lihat itu disebut dengan kerangka malam atau penunggu bukit hitam. tapi kita sebut saja mereka kerangka malam".
kerangka malam,ya... dulu kakak tidak pernah tahu nama makhluk itu. dan bertahun-tahun aku lupa bertanya kepada mommy dan Daddy karena sibuk dengan tugasku sebagai Alpha.
"wah, aku benar-benar tidak tahu. dan kurasa kak Leo tidak menceritakan sebagian besar tentang bukit ini".
"kalau begitu, bergabunglah bersama kami. Aku sudah sampai bagian tengah cerita. Awalnya tanya saja pada Alex". Ajak Mambayo. Alex berdiri dan menyilahkan Keira duduk sehingga mereka berdua duduk berdampingan.
"aku akan menceritakan awalnya padamu nanti. Mambayo, lanjutkan ceritanya".
"oke. sedangkan Arhen, dia mencari-cari sebuah tempat yang sama sekali tidak diketahui oleh penduduk sehingga dia bisa menyembunyikan anak-anaknya satu per satu. Mengenai penduduk desa? ia tidak khawatir karena penduduk desa tidak terlalu menyukainya dan Nuria karena selain jarang sekali berinteraksi dengan mereka. Mereka tidak menyukai Arhen dan Nuria Yang dinilai Mereka terlalu sok giat bekerja dan sok suci karena mereka adalah satu-satunya pasangan yang tidak menyembah iblis mereka sehingga mereka tidak peduli dengan apa yang dilakukan oleh Arhen Lesham yang dinilai rajin jika dibandingkan dengan mereka yang pemalas dan mendapatkan kekayaan secara instan. Arhen Lesham mencari harus mencari dia menemukan sebuah gua alami yang tertutup dengan semak-semak di bukit ini".
"tunggu dulu! gua yang kau maksud... gua ini?".
"hihihi. tepat sekali, manusia. Arhen memasuki gua itu. cukup besar dan luas dengan walaupun hanya terdapat satu jalan. Ia memutuskan untuk menjadikan gua itu sebagai tempat untuk persembunyian anak-anaknya. sehingga, hari demi hari Arhen membuat tempat itu seperti rumah bagi anak-anaknya dan membuat pintu rahasia yang terkamuflase dinding gua untuk berjaga-jaga. Sementara Nuria. Ia menyembunyikan dirinya sendiri di dalam rumah dan menjaga kandungannya dengan baik. apa yang dilakukan oleh Arhen dalam gua secara diam-diam tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Hari berganti hari, bulan berganti. Nuria melahirkan enam anak perempuan yang cantik dan manis. Mereka bahagia sekaligus sedih secara bersamaan. Untunglah, Mereka memiliki waktu selama enam tahun membesarkan ke enam putri mereka dengan kasih sayang karena beruntung bukan giliran rumah mereka dan kebetulan selama enam tahun, bulan purnama terlihat jarang muncul seakan langit mencoba memberi mereka waktu dengan mencoba menahan selama mungkin bulan purnama muncul".
"mengapa mereka tidak kabur saja dari pulau ini, Mamba? jika mereka kabur, mungkin kesempatan keenam putri mereka hidup lebih besar".Kata Keira karena dia merasa bahwa Arhen dan Nuria lebih memilih untuk menyembunyikan anak-anaknya daripada kabur dari pulau dengan penduduk yang gila mengorbankan anak.
"hihihi. tentu saja Arhen awalnya berpikir begitu namun dia tahu bahwa beberapa penduduk berpatroli menjaga pinggir pantai dan tidak ada sama sekali perahu-perahu di pinggir-pinggir pantai karena mereka masyarakat menghancurkannya. Sehingga dia memilih untuk menyembunyikan anak-anaknya satu-persatu sampai berusia enam belas tahun dengan begitu mereka akan tetap aman dan penduduk tidak bisa menumbalkan mereka lalu...".
TING!
"Ah, kurasa pienya sudah matang". Mambayo kembali bangkit menuju ke oven bakarnya saat mendengar alat penghitung mundurnya sudah berbunyi.
"nah, anak-anak. Pienya sudah matang. waktunya kita makan malam".
"bagaimana dengan cer...".
"nanti saja, manusia. sudah waktunya untuk mengisi perut yang lapar.Bukankah kau begitu lapar?".
"hm... baiklah".
"aku akan membantumu menyiapkannya, Mamba".
"kau yakin?". Tanya Keira yang tak percaya bahwa Alex mau membantu Mambayo menyiapkan makan malam mengingat Alex adalah seseorang laki-laki yang selalu memerintah pelayan untuk memenuhi kebutuhannya.
"Tentu saja. Kau baru saja baikan, biar aku saja".
Alex bangkit dari kursinya lalu mulai membantu Mambayo. Keira Melihat dari jauh saat Alex berjalan bolak-balik menata meja makan dan saat melihat Alex menata meja makan tanpa bantuan siapapun membuat dirinya tersenyum.
Seseorang pernah berkata, jangan menilai buku dari sampulnya. Mungkin aku memang tidak seharusnya menilai Alex dari sisinya sebagai seseorang yang angkuh dan manja, Tapi seseorang yang berani dan baik. Maafkan aku yang tidak melihat dirimu yang sebenarnya...
"Alex, kemarilah". Panggil Keira. Alex yang baru saja meletakkan sebuah mangkuk besar berisi bubur kepiting diatas meja makan menghampirinya.
"ada apa, Keira? kau butuh sesuatu?".
"dimana Mamba?".
"Mamba? maksudnya Mambayo?".
"tentu saja Mambayo. Bukankah kau dengar aku memanggilnya Mamba?".
"oh iya. Aku lupa. Nenek itu sedang selfie disana". Tunjuk Alex dengan bete. Keira dapat melihat Mambayo sedang berfoto selfie dengan Smartphone. Mambayo sedang asyik berfoto dengan bermacam-macam pose. Ada pose malu-malu kucing, ada ekspresi wajahnya yang cemberut Seperti anak-anak yang tidak dibelikan es krim bahkan saat dirinya sedang menjulurkan lidahnya dan bertingkah seperti anak metal. Melihat tingkahnya saja membuat Keira tertawa.
"Aish nenek itu. Bukannya membantu malah dia sedang asyik berfoto selfie". 🤳
"hihihi. Tidak apa-apa Alex. Sekali- kalinya dia bertingkah begitu. Maklum nenek jaman sekarang. Selain itu...".
Kedua tangannya memegang kedua tangan Alex dan Melihat telapak tangannya yang memiliki beberapa goresan.
"Aku belum mengucapkan terima kasih padamu, Alex.. jika kau tidak menolongku, mungkin aku pasti sudah...".
"jangan berkata seperti itu". Alex menutup Mulut Keira sebentar agar dia tidak mendengar lanjutkan dari kata-katanya walaupun dia cukup tahu kelanjutan kata-katanya.
"Aku tidak mau terjadi sesuatu padamu, Keira. Aku rela diriku terluka parah, tulang-tulangku patah bahkan cacat asalkan kau tidak terluka. Bagiku, kau adalah segalanya bagiku...".
Kata-kata itu...
Aku tidak mau terjadi sesuatu padamu, Keira. Aku rela diriku terluka parah, tulang-tulangku patah bahkan cacat asalkan kau tidak terluka. Bagiku, kau adalah segalanya bagiku..
"kalian berdua berbeda tapi tidak kusangka kalian mengucapkan kata-kata yang sama".
"huh?".
kalian sama-sama tidak ingin aku terluka walaupun kalian sendiri yang terluka... Saat melihat Alex, aku seperti melihatmu dalam dirinya. Apakah aku merupakan gadis yang serakah karena menginginkan kalian dihatiku..?
Apakah kau tidak keberatan jika didalam hatiku, kau berbagi tempat dengan Alex, Elias...?
tangan kanan Keira menyentuh pipi kanan Alex. Alex memejamkan matanya merasakan sentuhan lembut tangan gadis itu. getaran yang hangat dan menenangkan. Ia ingin terus merasakan kenyamanan dalam sentuhannya dan tidak ingin membaginya dengan laki-laki manapun karena baginya, Keira adalah miliknya seorang.
Saat Keira berhenti mengelus pipinya, Alex membuka matanya dan seketika Keira mengecup kening Alex untuk pertama kalinya sehingga pipi Alex berubah menjadi merah seperti bokong Kera.
"terima kasih, Alex".Ucap Keira sambil tersenyum tulus kepada Alex. Seketika Jantung Alex berdegup kencang seakan ingin melompat keluar dari tubuhnya. Perasaan Alex sekarang Bagaikan dirinya terbang ke langit bersama dengan kawanan bebek yang bermigrasi. Bagaikan dirinya belari dan terjun dari tebing ke lautan.
"untuk apa?". Tanya Alex bertingkah sok kalem kepada Keira.
"untuk menyelematkan ku".
"hanya itu saja? tidak ada yang lain?".
"huh? apa maksudmu?".
Alex menyunggingkan senyuman yang licik. Seakan dia merencanakan sesuatu yang baru saja dipikirkan olehnya.
"Ucapan terimakasih tidak cukup, Keira. Kau harus melakukan sesuatu untukku sebagai bentuk membalas kebaikanku".
"Apa!?".
Huh! dia ini!💢 aku kira dia menolongku tanpa pamrih, tapi ternyata... Sia-sia saja aku menilainya dari sisi baiknya.💢
"kau ingin aku melakukan apa?" Tanya Keira dengan wajah yang bete sedangkan Alex membalas kebetean Keira dengan senyuman.
Hihihi. Kau benar-benar sangat manis saat kau bete. Baik marah, kesal, malu-malu, bahkan saat tersenyum dan tertawa benar-benar sangat manis.
"kau harus melakukan Lima permintaan untukku? bagaimana?".
"hm, baiklah. Akan aku penuhi permintaanmu, itu". Jawab Keira tanpa berpikir panjang mengenai permintaan Alex.