
dengan wajahnya yang memerah, Keira langsung mendorong Alex dan belari keluar dari kamar tanpa teringat akan tongkat sikunya dan ia juga lupa berpura-pura pincang sehingga menimbulkan kecurigaan pada Alex.
huh? bukankah kaki Keira sedang terluka? mengapa bisa dia berjalan dengan normal?
Sementara itu...
"Tania, yang kau lihat tadi itu salah paham doangπ«". Ucap Keira terhadap Tania dengan ekspresi wajahnya yang merah bercampur panik.
aish... sebenarnya sih tidak apa-apa mengingat aku tidak punya hubungan apa-apa dengan Alex apalagi Keira adalah Alpha, tapi mengapa tingkah Keira seperti seseorang yang ketangkap basah selingkuh begini? π
Tania meraih tangan Keira dan melesat mengajaknya jauh dari jarak kamarnya agar Alex tidak mendengarkan percakapan antara kedua gadis itu.
Dan dugaan ia memang benar. di balik pintu, Alex sedang menguping.
ada apa ini? kok Tak ada suaranya? apa mereka sudah pergi??
Pikir Alex yang tidak mendengar suara apapun.
Sementara itu di sebuah sudut...
"hahaha. Ayolah, Kei. tidak apa-apa jika kau dan dia melakukannya. Jika kau bertingkah laku seperti ini, Orang akan mengira bahwa kau ini sedang berselingkuh dengan orang lain".π
"hei, aku ini tidak melakukan apa-apa dengannya tahu!".
Tapi... jika tidur bareng tanpa ikatan pernikahan juga tidak apa-apa'kan?. Keira bertanya-tanya dalam pikirannya walaupun sebenarnya ia dan Alex tidak melakukan apa-apa selain hanya bobok bareng.
"iya, iya. Aku percaya kok".
Jika kau percaya, Mengapa wajahmu berkata lain?. Pikir Keira saat melihat wajah Tania seperti orang yang mesum dengan senyum ala iblis terukir di sehingga ia mengingat sebuah pepatah yang mengatakan bahwa jangan percaya dengan ucapan seseorang jika wajahnya berkata lain.
"selain itu... kalian tahu bahwa aku menjalin hubungan dengan Elias... aku takut kalian sebagai Saudaranya akan kecewa dan merasa aku mengkhianati cinta Elias padahal..."
"Puff...! kau ini kenapa berpikir sampai kesana segala?. Kau tahu bahwa Elias tiada dalam keadaan bahagia bisa mencintaimu dan mendapatkan cintamu. Kami sudah lama mengiklaskan dirimu menjalin hubungan dengan orang lain, Keira. Lagi pula, sudah waktunya bagimu untuk membuka sebuah kisah cinta yang baru. Sudah waktunya bagimu untuk memikirkan dirimu sendiri,Keira".
"oh Tania...".
"Lagipula kita pasti akan mengalami Heat juga suatu hari mengingat usia kita sudah... tunggu dulu!, bukankah biasanya bangsa kita mulai mengalami Heat pada saat usia tujuh belas atau diatas tujuh belas!?? bagaimana bisa kau secepat itu mengalami Heat mengingat usia kita masih Enam belas tahun???".
Tanya Tania ketika ia baru menyadari sesuatu. yup, Setidaknya kerajinan Tania selama ini dalam belajar membuahkan hasil saat ia teringat akan sebagian pelajaran tentang Heat dari madoc.
"hei, aku ini belum mengalaminya tahu. Apalagi bakalan terjadi jika aku dengan Mate ku". Ucap Keira sembari berkacak pinggang seakan ia membela dirinya walaupun dia tidak tahu bahwa Alexlah yang merupakan Matenya yang sebenarnya. Bukan Elias.
Jika saja Elias tiada tepat saat Keira berusia tujuh belas tahun dan bertemu Alex dua tahun kemudian, maka pasti Keira akan menyadarinya dan ia dapat merasakan sebuah rangsangan yang bergejolak dalam dirinya saat bersama dengan Alex walaupun diusianya yang sekarang Keira hanya merasa ketertarikan. Bukan Rangsangan.
Mengenai mate, setiap Alpha dapat mencari atau mengetahui tentang siapa mate atau pasangan abadinya saat berusia tepat atau lebih dari tujuh belas tahun dengan ia akan merasa mabuk berat dan candu dengan mencium bau pasangan atau calon pasangannya saja, walau dalam jarak beberapa meter jauhnya.
Keira memang tidak tahu tentang siapa pasangan abadinya karena usianya masih dibawah umur Jika saja tiga tahun yang lalu Mambayo tidak meramalkan masa depan Keira dan Elias waktu itu atas permintaan Lestat karena anggota keluarga kerajaan harus diramalkan terlebih dahulu sebelum usia tujuh belas sang Alpha, mungkin Lestat, Lyora, Hara, Antonia dan Cio tidak akan mengetahui kenyataan yang ditulis oleh takdir dan jika saja Elias tidak tiada setahun yang lalu, mungkin takdir tidak akan pernah mempertemukan Keira dengan Alex si manusia.
"wow, wowowoah. Keira, kau sungguh nakal. belum mengalaminya tetapi malah ingin coba-coba". Ucap Tania sembari menggoda Keira yang masih polos itu.
"siapa yang ingin coba-coba!? sudah kubilang aku tidak melakukan apa-apa, huh!".
dasar Tania tapi... karena dia menyinggung tentang Heat membuatku berpikir. Bukankah itu hanya dilakukan bersama dengan sang Mate ? mengenai mate, guru Madoc bilang jika aku menemukan sang pasangan abadiku, aku akan mencium aroma tubuh seseorang yang sangat lain sehingga aku akan merasakan mabuk berat dan kecanduan?
Alex... ini sungguh aneh, Sejak dia datang ke rumahku beberapa hari yang lalu. saat ia memelukku, aku merasakan aroma tubuh yang menenangkan dan hangat. Seperti Elias tapi aroma ditubuh Alex sungguh kuat sehingga setiap dia memelukku, aku merasakan dan menikmati aroma tubuhnya itu. Mungkinkah ini hanya aroma tubuh yang biasa saja? atau...
ahh.. aku sungguh tidak tahu...
"apa yang sedang kau pikirkan?".
"tidak ada dan aku sudah bilang bahwa aku-".
"ck, kau tidak perlu mengatakannya dua kali lagi pula, kau adalah sang Alpha bagian Utara. karena hidup sang Alpha bisa mendadak singkat, tidak masalah kau untuk melakukan itu hingga mendapatkan keturunan untuk penerusmu sebagai Alpha selanjutnya".
oh Tania... kau adalah sahabat yang baik.
tapi kau sungguh kejam mengatakan bahwa hidupku sebagai Alpha bisa mendadak singkat.π’ Hidupku lama tahu!
"tapi...mengenai melakukan itu hingga menjadi bayi, apakah kau tahu cara melakukanya?".
".....π¦π¦π¦π£ Jujur saja Tania... aku tidak tahu. Hehe".
aish... sebenarnya apa yang dipikirkannya Sekarang? Pikir Keira saat melihat wajah Tania Seperti orang yang habis menonton Blue film rating +20 keatas.
"Ehem!"π’
"Ah! Kenapa kita tidak tanya saja pada Silvana? ia pasti tahu". Usul Tania.
"Kau benar. Kita tanya saja padanya". Keira setuju dengan usulan Tania. Kedua gadis polos itu akan berencana bertanya kepada Silvana sahabat mereka.
Tepat pada saat itu, Alex keluar dari kamar Keira dengan keadaan sudah berpakaian dan Tania Melihat itu.
"hei, Kei. Apakah kalian ini tidur bersama selama tiga hari ini tanpa melakukan apa-apa?". Bisik Tania sembari memperhatikan Alex berjalan menuju ke arah mereka.
"Tentu saja aku tidak melakukan apa-apa tahu. Kau ini minta dihajar, ya?". Bisik Keira yang mulai kesal dengan pernyataan Tania yang selalu berakhir sama.
"hehehehe. Tapi Kau pasti melihat tubuhnya yang polos setiap hari setelah mandi'kan?".
"tentu saja tidak π’. baik aku atau dia berganti pakaian di kamar mandi, Tahu".
"Ehem!". Suara Alex menghentikan percakapan antara kedua gadis itu. Keira berbalik dan melihat Alex berada di belakangnya dengan sebuah tongkat siku milik Keira di tangannya.
Astaga! aku lupa dengan cedera kaki pura-puraku ini dan tongkat menyebalkan itu. Dia pasti curiga.
"bisakah aku berbicara berdua dengannya?".
"Ng... Tentu saja bisa. Aku akan menunggu di bawah, Keira". Ucap Tania dan ia pergi meninggalkan mereka berdua di lantai itu.
"kau ingin berbicara apa denganku?". Tanya Keira dengan nada suara yang terdengar kecil dan ia tidak menatap Balik pemilik mata biru seperti es itu. Ia tahu Alex bukanlah manusia bodoh. Ia pasti akan menyadarinya.
"kenapa kau tidak menggunakan tongkatmu dan malah belari keluar dari kamar Seperti itu? kau tahu kakimu sedang terluka berat sehingga dokter mengatakan bahwa kau harus beristirahat selama tiga Minggu. Kau tahu bahwa yang kau lakukan bisa membuat luka di kaki kananmu itu bisa terbuka jahitannya".
hmp! dia mengomelinku untuk luka yang sudah lama tidak ada dan dirasakan. Setidaknya dia tidak curiga dari ucapannya itu.
"Ng...yah aku ingat kata dokter, bahwa aku harus mencoba untuk menjejakkan kaki kananku supaya peredaran darah mengalir sampai ke kakiku dan tidak terasa kaku. Kau menyuruhku untuk tetap di kamar terus bisa membuat kakiku kaku tahu".π¦
"aku tahu tapi, kau harusnya melakukannya saat ada orang lain disampingmu. Aku tidak mau kau kenapa-napa".Ucap Alex sembari memasang tongkat siku di tangan kirinya Keira.
Alex... kau begitu baik. Rasanya aku merasa sangat bersalah karena telah membohongi dirimu..... aku hanya ingin kau tidak merasa curiga padaku. Melihat dirimu seperti ini membuatku Secara perlahan bahwa aku mulai-.
"Keira, tadi kau dengan temanmu sedang membicarakan apa ?".Tanya Alex sehingga membuyarkan pikiran Keira.
"ohπ¦ Tania mengajakku pergi ke pantai untuk menyusul Silvana dan temanmu Noah yang berada disana".
huh sedang apa Noah dan teman Keira disana berdua? . Pikir Alex
Pip pip pip
"Halo? yah aku akan tur- huh? benarkah? hm, oke".
"telepon dari siapa?". Tanya Alex setelah percakapan Keira dengan orang yang menelpon selesai melakukan percakapan dan Keira meletakkan kembali ponselnya ke sakunya.
"oh, dari Tania. Ia berjumpa dengan Dion, temanmu Danny dan Cio dan mereka juga ikut pergi kepantai jadi Alex, kau mau ikut?".
Saat Keira mengajak dirinya, sungguh Alex sangat senang. Walaupun bukan hanya mereka berdua yang kesana tetapi saat bersama dengan Keira ia merasa dirinya hanya berdua saja sehingga sudah pasti jawabannya...
"aku ikut".Ucap Alex saat ia dan Keira ternyata sudah di dalam lift
"hihi. senangnya. dan Alex...".
"ya?".
"Ng... bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?".
hm, apa yang akan ditanyakannya padaku? mengapa wajahnya terlihat memerah??
"tentu saja kau boleh saja bertanya apa saja padaku maka sudah pasti Aku akan menjawabnya".
"senangnya. Ng... begini, apa kau tahu... bagaimana... cara laki-laki dan perempuan membuat... bayi?".
......π¦π¦π¦π¦π¦π¦πππ oh Keira... dari semua pertanyaan, bagaimana caranya menjawab pertanyaanmu yang tidak kusangka-sangka itu akan kau tanyakan padaku π³