The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 137 : Flashback III ( An Alpha )



Keira melesat turun ke sisi jurang kiri dan bersembunyi dengan naik di salah satu pohon Maple tepat sebelum kelima vampire lainnya mengejarnya.


"cepat cari dia! dia pasti disekitar sini!". Pinta salah satu vampire. Segera mereka bepencar di sekitar tempat itu hingga salah satu dari mereka tiba di sebuah pohon tempat Keira sembunyi.


"bau ini!". Segera Keira melompat ke bawah saat vampire itu menyadari keberadaannya dan saat vampire itu melihat ke atas, Keira mengeluarkan kapak yang dia sembunyikan lalu dengan gerakan memutar, Keira langsung mengaynkan kapak itu tepat di bagian leher vampire itu tanpa sempat vampire itu memberitahu kepada keempat teman-teman vampirnya maupun beteriak.


Percikan Darah biru segar muncrat mengenai ujung kapak dan bagian jaket kulit juga separuh wajah Keira saat Keira memenggal kepalanya dan seketika vampire yang terpenggal itu langsung terbakar hingga menjadi seonggok abu bersama dengan Keira yang langsung mendarat di atas dedaunan pohon Maple.


Sambil menyeka wajahnya yang terciprat darah biru musuh dan membelakangi seonggok abu itu, Keira pun melesat memburu mereka satu persatu sehingga bisa diketahui siapa yang diburu, siapa yang memburu.


''kau sudah menemukannya?". Tanya salah satu vampire kepada vampire lainnya.


"ti-".


...JLEEB!!...


"!!!". salah satu dari mereka terkejut saat melihat temannya itu tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena saat ingin bicara, suatu benda tajam yang ternyata adalah kapak melesat dan menembus jantung vampire itu sehingga percikan darah muncrat di wajah temannya itu dan saat vampire itu jatuh dan terbakar hingga menjadi abu, ia telah melihat Keira yang tidak jauh darinya.


"brengsek!". dengan marah, ia mencabut kapak Keira yang telah menancap ditanah lalu menggunakannya untuk menghabisi Keira.


Keira menghindari serangan ayunan kapak itu dengan membengkokkan tubuhnya hingga 45 derajat dan saat menghindari serangan itu, kaki kanan Keira langsung menendang pangkal tangan vampire itu sehingga kapak lepas dari genggamannya.


Lalu, saat kapak itu lepas dari genggaman sang vampire, Keira langsung menangkap kapak itu dengan tangan kanannya dan dengan cepat Keira mengayunkan kapak itu tepat di kaki kiri sang vampire sehingga kakinya terpotong menjadi dua.


Vampire itu langsung jatuh dan menjerit saat Keira memotong kaki kirinya sehingga jeritannya sampai terdengar kedua temannya bahkan sampai ke telinga Emery.


Kedua temannya bahkan Emery langsung melesat menuju ke asal jeritan namun terlambat karena vampire itu telah menjadi abu bahkan sisa-sisa terbakar masih ada.


"bagaimana kerja kalian ini?! masa melawan seorang perempuan Werewolf sendirian tidak bisa? padahal kalian ada lima!". Emery membentak anak buahnya yang tersisa dua akibat ketidakbecusan mereka dalam mencoba menghabisi Keira.


"tapi dia bukan seorang Werewolf biasa tuan muda. dia seorang Alpha dan putri dari-".


"DIAM!. Cepat temukan dan habisi dia sekarang!". Kedua vampire itu langsung pergi mengikuti perintah Emery untuk mencari dan menghabisi Keira.


Sementara itu…


"fyuh, tidak kusangka bahwa kapak pemberian kakak akan berguna bagiku disaat seperti ini". Ucap Keira sambil menyeka bekas cipratan darah Vampir di wajahnya.


Untunglah aku mengambil salah satu senjata ditaskuKarena bagaimanapun, pengawal-pengawal keluarga Dasper bukanlah lawan yang muda. Mereka kuat dan disaat bekas luka ini mulai kambuh telah membuatku menjadi sulit melawan mereka.


Ingat Keira, kau pasti bertanya-tanya mengapa aku memintamu untuk terus membawa alat-alat yang masuk kedalam golongan alat bangunan Karena aku sering melihat berita bahwa selalu saja terjadi perang antar sekolah dan mereka selalu membawa benda-benda seperti linggis dan semacamnya untuk melawan musuh sekolah mereka. Aku rasa mungkin itu termasuk budaya manusia yang sering terjadi disekolah jadi jika terjadi sesuatu seperti itu di SMA Fallen dengan sekolah lain, setidaknya kau sudah siap.Ucap Tania yang terekam dalam memori otak Keira walaupun baik dia maupun Tania sama-sama tidak tahu bahwa perang antar sekolah bukanlah termasuk dalam budaya bangsa manusia karena Madoc tidak Pernah mengatakan hal seperti itu sehingga mereka berdua tidak tahu akan hal itu.


Sekarang ini Aku harus mengumpulkan tenagaku untuk melawan Emery nanti karena kekuatannya setara dengan Silvana bahkan setara dengan Cio.


Andai saja aku tidak berpisah jalan dengan Tania dan Silvana, mungkin aku akan terbantu namun setidaknya Silvana tidak melihat Emery karena bagiku, bukan waktunya untuk memberitahu bahwa Emery telah Kembali.


Andai saja aku tidak marah dengan Alex dan memutuskan untuk jalan sendiri berpisah dengan Tania dan Silvana, mungkin aku tidak akan bertemu dengan mereka. Ucap Keira dalam batinnya dengan penyesalan tersirat di dalamnya.


DEG!.


''ukh!".Keira meringis menahan sakit di bahu kirinya yang sedang berdenyut disaat yang tidak tepat dan terus menahan rasa sakit itu sendiri.


"aku tidak boleh lemah sekarang. Ada tiga vampire yang harus aku habisi sekarang". Ucap Keira kepada dirinya sendiri bahwa ia harus menyampingkan rasa sakit yang dirasakannya saat ini karena melawan musuh lebih penting sekarang daripada rasa sakit di bahu kirinya.


"cih dimana Serigala sialan itu?".


"aku tidak tahu tapi aku yakin bahwa dia tidak jauh dari sini".


"hei, kalian sedang mencariku, vampire rendahan?" panggil Keira dengan senyuman yang mengejek.


"itu dia!". Kedua vampire itu langsung melawan Keira dalam pertarungan dua lawan satu. Mereka berdua mencoba melawannya tapi Keira dengan gesit menghindari serangan mereka dan membalas walaupun ia sempat terkena pukulan di bagian perut.


"Ukh!". Keira merasakan sakit dibagian perut saat salah satu dari vampire itu berhasil meninju di bagian perutnya tapi Keira tetap berdiri melawan mereka seorang diri.


Mereka terus bertarung melawan Keira hingga kemudian Keira menyerang dengan menggunakan lututnya untuk menyerang di bagian dada di salah satu vampire dan langsung meninju rahang di vampire satunya.


Mereka berdua merasakan sakit saat mereka sama-sama terkena serangan Keira.


"matilah Kalian!". Keira langsung mengayunkan kapalnya tepat disalah satu vampire tepat dibagian dada dan mencabut jantung yang tidak berdetak milik vampire itu dan kemudian Keira langsung mematahkan leher vampire satunya lagi dengan cara menginjaknya seperti menginjak telur saat Vampire itu jatuh karena serangan Keira dibagian rahang sehingga ia terpental karenanya. Mereka berdua akhirnya tewas seketika dan Keira terdiam menyaksikan kedua musih bangsanya terbakar menjadi abu.


"lima sudah terbantai sekarang tinggal di-".


"maksudmu aku?".


"!!!".


...JLEEB...