
.•♫•♬•Keesokan harinya di SMA Fallen...♬•♫•.
"Aaaaaaaleeeeeexxxxxx!!!!! ". Teriak Keira memanggil Alex di tempat hangeout Trinity.
Alex yang saat itu sendirian duduk di sofa sambil membaca buku didatangi Keira dengan ekspresi yang sangat kesal.
"halo sayang". Sapa Alex dengan senyuman saat melihat Keira mendatangi dirinya di pagi hari yang dingin.
"Sayang-sayang! apa yang telah kau perbuat pada kakakku?💢".
"oh! maksudmu, tentang chat yang semalam😁. Aku hanya iseng saja kok. Lagipula dia yang mulai dengan chat atas namamu".
"kau tahu, gara-gara ulahmu kakakku pingsan semalam tahu!".
"benarkah?. Wah, aku tidak tahu😜". Ucap Alex pura-pura kaget padahal ia tertawa dalam hati karena tidak menyangka bahwa Reaksi Leo akan seperti itu.
"kau ini. Saat ia sadar, ia menangis memelukku. Aku yang bingung karena tidak tahu apa yang terjadi bertanya padanya hingga ia mengatakan semuanya".
"yah, aku minta maaf untuk itu. Aku tidak menyangka dia akan bereaksi begitu. Akan tetapi…".
"tetapi apa?". dengan nada jengkel, Keira bertanya sambil berkacak pinggang.
Alex tersenyum nakal lalu mendekatkan wajahnya tepat di wajah Keira.
"tidak semuanya adalah kebohongan bukan?".Kata Alex menghentikan aktivitasnya dan berdiri dari sofanya.
"eh!!".
"ayolah, kita pernah bobok bareng lho".Dengan senyuman, Alex mengingatkan Keira.
"hei, kita bobok bareng itu karena terpaksa tahu apa lagi kita tidak melakukan apa-apa!. Selain itu, kita kan tidak melakukan apa-apa saat kita dibioskop".Ucap Keira menyangkal ucapan Alex dengan pipinya yang merah merona dan mengalihkan pandangannya dari Alex.
Alex tersenyum kekeh mendengarnya apalagi saat melihat pipi Keira yang berubah warna membuatnya imut.
"memang benar tapi…".Alex mendekatkan dirinya pada Keira, lalu memeluk pinggangnya dan berbisik.…
"kau pasti ingat saat kita bobok bareng di kamarmu, lalu di kamar mandi bioskop saat itu, kita pernah ciuman panas, apalagi saat dirumahku, kau pasti ingat ekspresi pelayan rumahku yang melihat kita bobok bareng dengan noda darah banyak di seprai padahal itu karena datang bulanmu, hihi".
!!!!! Ah! sialan!, aku ingin melupakan insiden memalukan itu 😨😰😔 Wajah Keira menjadi merah seperti kepiting rebus saat Alex mengingatkannya akan insiden dulu saat ia tembus di seprai kasur saat menginap dirumah Alex ( Eps 156).
"Sudahlah.Kau menyebalkan".Keira mendorong Alex sehingga Alex terpaksa melepaskan pelukannya, dengan perasaan jengkel ia membalikkan badan dan melangkah pergi keluar namun Alex menghentikannya dengan memeluk pinggangnya dari belakang.
"Kau marah karena ulahku ya?. Apa kau tahu, saat wajahmu memerah kau sangat menggemaskan selain itu, tentang apa yang terjadi dirumah ku saat itu tidak akan ku katakan pada kakakmu kok. dia pasti mati syok jika sampai salah paham". Ucap Alex sambil menggoda Keira.
"Jangan ganggu aku, aku masih mau belajar tahu. Kau menyebalkan".Keira merajuk sehingga Alex pun mencoba untuk membuat Keira tidak merajuk lagi terhadapnya.
"aku akan minta maaf pada kakakmu jadi, maukah kau mempertemukannya dengan kakakmu?".
"kau yakin? dia akan memakanmu hidup-hidup lho".
"aku akan berusaha agar dia memaafkanku apalagi aku tahu jika aku menjalin hubungan dengan adiknya maka aku harus baik terhadap saudaranya'kan?".
"… bagaimana denganku? kau tidak mau minta maaf padaku?".Alex tersenyum lalu membalikan badan Keira agar Keira bisa berhadapan dengannya. Sungguh, saat melihat wajah Alex yang tersenyum membuat jantung Keira berdetak kencang.
"tentu saja aku ingin minta maaf kepadamu dulu. Aku merasa sedih jika kau sampai merajuk kepadaku apalagi sampai kau tidak mau aku ganggu jadi maafkan aku ya.
Aku janji tidak akan mengerjai kakakmu lagi, dan juga… bagaimana jika habis pulang sekolah kita makan di luar?". Bujuk Alex.
"kau tahu, aku ini makannya banyak, kau bisa bangkrut jika mengajakku makan".
Alex tersenyum kekeh mendengar pernyataan Keira lalu menunjukkan black card miliknya di depan Keira.
"Jangan khawatir, kekasihmu ini orang yang paling kaya, memberimu makan banyak tidak akan membuatku bangkrut, hehe". Keira tersenyum memandangi Alex yang tersenyum.
...𝓐𝓵𝓮𝔁…...
aku pikir selama ini dia adalah orang yang tidak memiliki ekspresi selain dingin terhadap orang lain bahkan menyebalkan namun, saat bersama, aku bisa melihat berbagai macam ekspresi di dirinya.
aku kira tidak akan pernah aku lihat pada manusia seperti dirinya.
yah keangkuhan dan menyebalkan nya masih ada rasa gemas, posesif dan jujur membuatku…
ah… aku tidak tahu bagaimana mengatakannya…
...Senang…?...
...suka…?...
...Nyaman…?...
Entalah… namun aku menerima semua itu pada dirinya karena aku menerimanya apa adanya…
dialah yang membuatku kembali merasakan indahnya jatuh cinta pada seseorang disaat kesedihan kehilangan seseorang.
dia bagaikan penyelamat yang menarik diriku yang tenggelam dalam lautan kesedihan…
Selain itu…
mata kirinya yang berwarna biru bagaikan es, itu terasa dingin dan menusuk saat menatap orang lain namun saat ia menatapku, yang kurasakan adalah kesejukan dan ketenangan, bahkan rasa agresif.
Juga memberiku rasa penasaran untuk mata kanannya itu. Jika dulu mata kanannya tidak terluka pasti mata kanannya sama dengan mata kirinya, cantik. dan Alex tidak akan memakan penutup mata itu di mata kanannya.
dengan perasaan rasa penasaran, tangan kiri Keira ingin menjangkau mata kanan Alex namun tangan kanan Alex menangkap tangannya.
"bolehkah aku melihatnya?".Tanya Keira dengan suara rendah yang dibalas Alex dengan geleng kepala.
"…tidak bisa. Aku belum siap untuk menunjukkannya padamu…" Jawab Alex bernada lirih dengan suara berat.
"kalau begitu aku akan menunggu sampai kau siap ya".Ucap Keira tersenyum lalu mengecup penutup mata Kanan Alex.
Alex terkejut dengan tindakan Keira sehingga pipinya jadi merah muda karenanya.
"hihi, aku pergi dulu, sebentar lagi pelajaran di kelasku akan dimulai". dengan berat hati Alex melepaskan pelukannya dari pinggang Keira
dan Keira memberikan sebuah ciuman di pipi Alex sehingga pipinya kembali menjadi merah merona dan Keira tersenyum geli melihat ekspresi Alex yang malu-malu.
"oh dan Alex".
"yah?".
"kalau kupikirkan lagi, sungguh lucu melihat kakakku yang menangis bombay karenamu. Selain itu, mengerjai dia jangan terlalu sering ya nanti dia tidak suka padamu🙂".Setelah mengatakannya, Keira pergi meninggalkan Alex yang masih merah merona di pipinya.
Tidak hanya itu, ia sampai memegang jantungnya yang berdetak kencang karena Keira.
Keira… terkadang kamu nakal... Gumam Alex dalam hati dan sebuah senyuman terukir diwajahnya.
Sementara itu…
Silvana duduk di atas perahu yang menyusuri rawa di sebuah kawasan hutan berkabut dengan seorang pemandu yang mengetahui jalan melewati wilayah berkabut itu.
"Sepertinya yang Anda bawa adalah hadiah".Ucap Pemandu laki-laki itu saat melihat Barang yang dibawa Silvana berupa sebuah kotak besar berbungkus kertas kado biru dengan pita ungu.
"yah… tidak terasa sudah satu tahun enam bulan lebih ternyata…"
"saya yakin dia akan senang melihat anda apalagi ini pertemuan anda dengannya".
"mungkin… tapi aku rasa dia tidak akan tahu siapa aku… karena bagaimanapun aku telah meninggalkannya disana setelah dia lahir, sungguh bertanggungjawab bukan…". Ucap Silvana sedih memikirkannya.
"anda tidak punya pilihan karena jika keluarga itu tahu mereka pasti akan menghabisinya sehingga untuk membuat dia aman anda menyerahkannya untuk dilindungi"
"……apakah dia akan mengerti akan hal itu…?
sungguh ironis aku membenci orang tua yang tidak bertanggung jawab karena telah meninggalkan anaknya sedangkan aku sama saja…".