
"Noah!?".
Silvana Terkejut saat melihat Noah berada di belakangnya tanpa dia sadari. Keira dan Tania telah melihat kedatangan Noah yang belari menuju kearahnya.
Kedua gadis itu memberi kode dengan mata mereka akan kehadiran laki-laki berambut pirang itu namun karena Silvana merasa marah dan kesal saat bercerita telah membuatnya tidak menyadari bahwa kedua gadis itu memberi kode kepadanya.
dan penciumannya? Ia mengindahkannya karena fokus pada kemarahan yang ada dalam dirinya.
"sejak kapan kau ada disini?".
" barusan saja".
"dimana yang lain?".
Tanya Keira. Noah memberi Jawaban ke Keira dengan menunjukkan ketiga Laki-laki itu yang berjalan di belakang Noah. dan Keira menyadari bahwa dia tidak melihat Alex. Hanya Danny, Dion dan Cio.
"dimana Alex ?".
"oh, Alex sedang membooking restoran seafood yang di bilang Cio terkenal enak. Ia meminta kami untuk menjemput kalian. Terutama dirimu, Manis". Kata Noah sembari memberikan sebuah kedipan mata pada Silvana sehingga Silvana tersipu malu juga membuat Tania tidak tahan dengan silaunya cinta mereka.
"tapi aku penasaran dengan yang kudengar tadi, Silvana. Siapa yang ingin kau akhiri?".
"oh itu!. Maksudku begini, aku tadi melihat pasangan suami istri dengan putri mereka yang masih kecil tadi. Aku jadi teringat masa kecilku tanpa sosok ayah yang penyayang. Aku iri pada gadis kecil itu. Ia punya ayah yang baik dan kelihatannya dia setia sama istrinya. Tidak seperti ku... aku punya ayah yang kejam, berkhianat dan tidak punya hati... aku harap para polisi mengakhiri pencarian mereka dengan menemukan mereka hidup atau mati".
Ucap Silvana, memberikan sebuah alasan yang dia yakini Noah akan percaya karena ia menambahkan sedikit bumbu kebenaran dalam ceritanya.
"Jangan khawatir, mereka pasti akan ditemukan dan mendapatkan hukuman yang setimpal atas kejahatan mereka". Noah menghibur gadis itu sembari membelai rambutnya.
Andai saja kau tahu bahwa polisi tidak akan pernah menemukan mereka karena aku telah menyekap dan menyiksa mereka selama bertahun-tahun lamanya dibunker. Aku tahu bahwa kau lebih suka menyelesaikan perkara dengan hukum yang ditegakkan di dunia hukum sehingga aku tidak bisa memberi tahu kenyataan ini.
di sebuah Seafood Resto...
"Keira duduk disini". Kata Alex sembari mendudukkan Keira di salah satu bangku meja bundar besar itu lalu Alex juga duduk di sebelahnya Keira sehingga Keira berada ditengah-tengah. antara Alex dan Dion.
Silvana dan Noah juga duduk saling bersebelahan dengan Cio dan Dion mengapit mereka.
"kata Cio, di sini adalah restoran seafood yang terenak di pantai Lamia ini. Dan karena aku tahu bahwa para gadis suka makan seafood dan kebetulan kita di pantai, jadi aku putuskan kita makan disini". Ucap Alex.
"kau benar, Alex. Apalagi para gadis ini. Mereka sangat suka menghabiskan kerang dalam jumlah banyak. Jika kau mengajak Keira makan, kau harus menyiapkan dompet tebal, Alex".
"Dion".
"aku tahu bahwa dia makan banyak tapi aku tidak khawatir dan selalu siap untuk itu".Kata Alex sembari mengedipkan matanya ke Keira.
"Hei~".
Tidak lama kemudian, seorang pelayan datang menghampiri mereka dan memberikan buku-buku menu ke mereka sambil menawarkan menu Andalan mereka di restoran itu.
"hm~ Esca-".
"jangan coba-coba untuk memesan siput itu, Kakak". Kata Cio sembari memicingkan matanya ke Tania saat gadis yang disebelahnya itu saat akan memesan makanan bernama escargot yang merupakan makanan dari baku daging hewan bekicot dengan bumbu bawang putih, mentega, cuka, pemanis, dan bahan lainnya.
"hei, kenapa kau larang kakakmu makan itu?". Tanya Danny yang duduk di sebelah Tania.
"Karena dia tidak boleh makan itu dan orang tua kami melarangnya untuk memesan siput itu semenjak...".
(Flashback...)
Dulu di sebuah Restoran di Altair.....
"Escargot? kau mau makan itu sebagai makanan pembuka?". Tanya Hara.
"iya papa. Aku suka sekali dengan makanan seafood. Aku ingin coba". Kata Tania dengan senyumannya yang polos itu sehingga memperlihatkan pipinya yang chubby.
Hari itu, Hara dan Antonia mengajak Ketiga buah hati mereka itu makan siang di restoran untuk menghabiskan waktu sebanyak mungkin sebagai keluarga. Tania dan Cio yang masih tiga belas tahun saat itu sangat senang sehingga mereka sangat antusias sekali pergi dan Elias juga kebetulan ada waktu luang sehingga kelima orang itu datang ke restoran dengan gembira.
Apalagi Elias. karena kesibukannya, keluarga Rhyes jarang makan bersama secara lengkap. Paling cuma empat anggota keluarganya yang makan tanpa ada dirinya sehingga ia akan menikmati makan siang diluar hari ini di waktu luangnya bersama ayah ibu dan kedua adiknya yang kembar fraternal.
Tidak lama kemudian, pesanan mereka dihidangkan di atas meja mereka. Mata Tania saat itu tampak berbinar-binar saat pertama kalinya mendengar nama pesanannya itu dari penjelasan Elias karena ia tidak pernah makan itu sebelumnya.
Ia Antusias Hingga antusiasnya menghilang saat makanannya disajikan di hadapannya.
~ini tidak sesuai dengan yang kubayangkan.
Aku kira ini sama dengan Tiram. Aku kira mereka sudah membukanya di dapur!.
Gimana cara makannya!?. aku benar-benar tidak tahu. 😵
"Tania, ada apa? kau tidak makan?". Tanya Elias ketika saat ia akan makan bubur salmon pesanannya, ia melihat Tania hanya memperhatikan makanannya itu.
Apakah dia tahu cara makan keong itu?? apakah aku harus- tidak. Aku tunggu saja ia bertanya padaku Jika ia tidak tahu.
Aku punya dua saudara yang pintar. Aku tidak mau mereka menganggap aku bodoh dan menertawaiku Karena aku memesan ini tapi tidak tahu cara makannya. Akh! apa yang harus aku lakukan!!!?😫
aku terlalu gengsi untuk minta bantuan dari kakak, mama atau papa. Selain itu, Restoran ini pelit banget. Kenapa jumlahnya sedikit banget?. Cuma enam, siapa yang kenyang makan bekicot ini jika cuma segini!. Pikir Tania dengan perasaan gusar dan bingung.
Padahal, ia tidak tahu bahwa yang dipesannya adalah makanan pembuka yang berfungsi untuk merangsang nafsu makan sebelum hidangan utama dinikmati.
dan rata-rata makanan pembuka yang dihidangkan memang disajikan dalam porsi yang terbilang pelit agar sesuai dengan komposisi gizi dan makanan utama bisa muat di lambung dan ia tidak ingat bahwa Hara menyebutkan kata pembuka.
"Ada masalah sayang?". Tanya Antonia yang merasa ada yang aneh dari putrinya.
"ah, tidak ada masalah apapun, kok. Mama💦". Ucap Tania sembari meminum milkshake vanilanya.
Bersikap tenanglah Tania. Jangan sampai mereka melihatmu dalam keadaan bingung atau mereka akan tahu bahwa kau tidak tahu caranya makan ini. Bersikaplah keren, Tania. Kau bisa melihat sekelilingmu untuk melihat adakah yang memesan menu yang sama denganmu. Kau bisa memperhatikan cara makannya.
Tania memantapkan pikirannya sendiri. Kedua bola matanya mulai melirik kesana dan kemari. Ia memperhatikan sisi kiri dan kanan hingga dia..
Aha! dapat!.
Ucap Tania dalam batin saat melihat tidak jauh darinya, ia melihat seorang wanita bergaun anggun dengan dua wanita lain memiliki pesanan yang sama.
oh, pakai capit ini ternyata.
Seperti wanita itu, Tania memegang alat penjepit itu di tangan kiri dan garpu dua ujung dipegang di tangan kanan.
Namun tidak mudah bagi Tania. Ia tidak memastikan cangkangnya sudah pas atau belum di bagian penjepitnya sehingga saat ia mulai mencongkel dengan garpu, tiba-tiba saja bekicot yang berada di penjpitnya langsung lepas dan terbang.
Oh tidak! Escargot ku!!!😭 Tania beteriak dalam pikirannya saat hanya dia yang menyaksikan salah satu bekicotnya terbang dan mendarat tepat di atas kepala laki-laki yang botak licik.
"Ng...pa, ma. aku ke toilet dulu, ya". 😅💦 Kata Tania sembari beranjak dari tempat duduknya dengan beralasan pergi ke toilet setelah ia melihat dimana si bekicot terbang mendarat dimana dan ia tidak mau dirinya dicurigai sebagai tersangka pemilik escargot yang melayang di si pria botak.
Mengenai si pria botak? karena licinnya kepalanya membuatnya cepat menyadari bahwa ada sesuatu di atas kepalanya. Tangannya meraih dan terkejut bahwa yang berada diatas kepalanya ternyata adalah sebuah bekicot yang telah menjadi escargot.
Ia langsung memperhatikan sekitarnya untuk melihat siapa pelakunya namun ia tidak menemukannya karena si pelaku sudah kabur duluan ke toilet sehingga ia melupakan kejadian memalukan yang dialaminya karena secara menakjubkan tidak ada yang melihat bahwa ada sebuah bekicot yang bertengger di atas kepala botak seseorang.
Dan Tania?.
Ia memperhatikan dari balik pintu toilet dan bernafas lega karena manusia itu tidak memperdulikan lagi terhadap apa yang terjadi pada kepalanya.
hihihi. Kurasa aku bisa balik sekarang namun, aku benar-benar kesal di buat makananku itu. pasti ada cara lainnya untuk menikmati makananku yang... Hiks, sedikit itu.
Disaat ia berpikir, ia melihat seseorang sedang makan sesuatu yang tidak dapat dia lihat dengan jelas apa yang dia makan dimejanya namun ia dapat melihat orang itu menggunakan sebuah palu kecil khusus yang seluruhnya terbuat dari kayu tetapi ia dapat memukul sesuatu untuk memakannya.
🔨 palu + itu🐚 \=••••• Aha! 💡 Hehe.
Sebuah ide telah muncul di kepalanya. Ia mempunyai ide lain yang bisa membuatnya dapa makan escargot itu hingga keluarga Rhyes tidak ada yang menyadari bahwa Tanian menghilang dan tidak disangka-sangka ia berada di sebuah toko bangunan yang berada di seberang restoran itu.
"selamat dat-".
"aku mau beli itu satu". Tunjuk Tania tanpa basa-basi ke sebuah bungkusan-bungkusan berisi palu di belakang pemilik tokoh itu.
"harga-". Sekali lagi pemilik toko itu tidak sempat menyelesaikan kalimatnya saat Tania mengeluarkan selembar uang bernilai besar sembari merampas palu yang diambilkan oleh pemilik toko untuknya.
"nona, kembaliannya?".
"Ambil saja!". Kata Tania sembari pergi meninggalkan toko itu dan ia pun akhirnya kembali ke restoran tanpa disadari siapapun bahwa ia pergi.
"nak, kenapa lama sekali? mama hampir saja kesana".
"hehe. panggilan Alam, papa ". Kata Tania.
Hehe. palu yang dipakai orang itu mana mungkin mempan pastinya sama ini. Tapi palu paku ini, hehe. sudah pasti akan berhasil.
Setelah palu itu dikeluarkan dari bungkusan plastiknya, tanpa dilihat Hara, Antonia, Elias dan Cio, Tania langsung memukul salah satu bekicot itu dengan palu paku itu.
**PRAAAANG!!!
PRAAAANG**!!!
"Eh!".😓 Semua orang, baik pengunjung, pelayan, atau siapapun yang berada di dalam restoran itu langsung menatap ke asal suara yang berasal dari meja keluarga Rhyes dan keluarga Rhyes menatap tajam ke Tania yang langsung saja menyembunyikan palu itu di belakang punggungnya.
mereka semua memicingkan mata mereka ke gadis itu atas perbuatannya itu.
Bagaimana tidak? saat ia memukul cangkang bekicot itu, ia tidak ingat bahwa meja bundar itu terbuat dari kaca sehingga entah karena mejanya yang dari kaca atau Tania memukul dengan menggunakan kekuatan werewolf dalam dirinya itu sehingga bukan hanya cangkang itu yang pecah. semuanya baik piring, gelas dan meja langsug jatuh dan pecah karena satu pukulan dari palu itu.
"oops! kayaknya aku memukulnya terlalu keras".😅
"Taniaaaa! apa yang kau lakukan!!!!".💢
(Flashback end...)