The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 94 : I Am Sorry...



"Keira, ayo pulang". Ajak Tania.


"kalian pergi saja dahulu. Aku akan menyusul".


"baiklah nak kalau begitu. Kami kembali dulu". Ucap Antonia yang mengerti mengapa Keira kekeh untuk tetap di makam Elias.


Keluarga Rhyes pergi sehingga tinggalah Keira sendirian meratapi batu marmer bertuliskan nama Elias disana. Memberikannya waktu sendirian untuk berbicara setelah ia hanya meratapi nisan itu dengan linangan air mata tanpa mengucapkan sepatah kata pun selama tiga jam.


Ia melangkah memberikan sebuket bunga mawar putih dan berlutut di depan nisan itu.


"Elias… Eliasku tersayang… jika saja kau masih hidup, aku sudah pasti selalu duduk di pangkuanmu, memelukku, mengajakmu berbicara… tidak seperti sekarang. Kau sudah tidak bisa kusentuh, tidak bisa diajak berbicara bahkan aku tidak bisa lagi duduk dipangkuanmu… tanpamu, aku merasa sendirian. Kepergianmu membuat hati ini terasa sangat perih.


Aku merasa hampa tanpamu yang tidak ada lagi disisiku, menemani langkah hidupku…


aku-".


"Keira!".


Eh? suara ini? mungkinkah... Keira berdiri dan berbalik saat ia mendengar suara yang memanggil namanya. Ia langsung terkejut saat melihat Alex di belakangnya. Ia melambaikan tangannya kepadanya dan berjalan menuju ke arahnya tetapi kedua prajurit menghalanginya dengan tombak mereka.


"Siapa dirimu?! manusia luar yang tidak berkepentingan dilarang masuk!". Ucap salah satu prajurit werewolf itu menghalangi Alex.


Siapa mereka? pengawal? jaman sekarang pengawal masih pakai tombak? selain itu, pakaian mereka kok begini jika memang pengwal?. Pikir Alex yang melihat pakaian kedua orang itu memakai jaket berbahan bulu binatang dan memakai tombak sebagai senjata karena dia tahunya Seorang pengawal memakai jas dan pistol sebagai senjata.


Tapi ia tidak mau berpikir sejauh itu karena tujuannya sekarang hanyalah untuk menemui pujaan hatinya.


Alex? mengapa dia bisa disini?. Pikir Keira saat melihat Alex di halangi oleh kedua prajuritnya.


"hei, aku mau menjumpai Keira. Kalian ini siapa?!".


"oh yah? apa hubunganmu dengan-".


"kata jendral, dia kenalan yang mulia putri Alpha. Jenderal memintaku untuk mengantarnya kemari". Bisik seorang prajurit ketiga yang menemani Alex ke tempat itu.


"tunggu disini kalau begitu". Salah satu prajurit itu menghadap ke Keira dan Alex bisa melihat betapa hormatnya prajurit itu ke Keira sehingga menimbulkan sebuah pertanyaan.


hormat sekali.… Sebenarnya Keira ini siapa mereka Sebenarnya?''.


''Lapor Alpha. Ada seorang manusia datang untuk menemuimu. Apakah yang mulia ingin membiarkannya masuk?".


"biarkan saja dia masuk. Jika aku larang, dia pasti bakalan berontak".


"baik, yang mulia".


Setelah mendapatkan persetujuan dari Keira, prajurit itu berdiri dan berjalan menuju ke Alex yang menunggu.


"kau diijinkan untuk menghadap padanya tapi awas saja jika kau macam-macam dengannya, manusia!". Ancam prajurit werewolf itu.


Manusia??. Cih, memangnya mereka ini " enggak manusia apa?. Masa bodoh dengan mereka ini. Pikir Alex yang diam menatap tajam ke mereka yang juga dibalas mereka dengan tatapan mata yang sinis. Setelah mereka menyilahkannya masuk, ia pun menghampiri Keira.


"mengapa kau kemari?!. Seharusnya kau dirumah!". Keira marah terhadap Alex yang mungkin dikira Alex karena ia mengunjungi makam Elias dalam peringatan kematian Elias padahal, Keira marah karena Alex datang ke tempat yang terlarang bagi manusia.


"aku minta maaf untuk itu. Aku tidak tahu bahwa hari ini kau sedang memperingati hari kematian Elias".


"sekarang kau sudah tahu bukan? pergilah".


"aku tidak bisa pergi begitu saja. Aku ada urusan penting untuk dibicarakan dengannya".


Alex berjalan melewati Keira. Tatapannya tertuju pada nisan Elias lalu berlutut dan meletakkan sebuket bunga mawar putih yang dia beli ditoko bunga sebelum kemari. Tentunya setelah ia mengorbankan harga dirinya yang tinggi untuk ke toko bunga dulu dengan bonceng tiga. Saat ditoko bunga, sudah pasti orang-orang sekitar tersenyum geli saat melihat dua laki-laki dibonceng oleh seorang gadis.


"halo Elias… perkenalkan. Aku Alexander Adrian. Walaupun aku tidak bisa melihatmu, aku tahu kau pasti melihat dan mendengarkanku di atas sana.


Walaupun kita tidak pernah bertemu, aku tahu bahwa kau pasti melihat diriku kepribadianku yang sesungguhnya dengan baik.


Yang ingin aku katakan kepadamu adalah tentang perasaanku. Aku mencintai tunanganmu, Elias. Maafkan aku jika aku hadir diantara kalian namun hatiku telah memilih dirinya. Mungkin takdir yang mempertemukan aku dengan gadis yang cantik dan baik namun galak Seperti dirinya.


Kehadirannya dalam hidupku membuatku menyadari bahwa masih ada kebahagiaan dan cinta di dunia ini dan aku bahagia untuk itu". Ucap Alex sembari tersenyum tipis teringat akan pertemuan pertamanya dengan Keira. Ia tidak akan menyangka bahwa gadis yang berani melawannya dan ia pernah tindas menjadi cinta pertamanya yang tumbuh di hatinya yang dingin.


Alex… kau…


"apakah kau tahu bahwa sebelum hadirnya Keira dalam hidupku, aku suka menindas yang berani melawanku, memandang sebelah mata orang-orang, tidak berperasaan. Intinya aku seperti ayahku, tidak punya hati, dingin dan tidak memiliki cinta di dalamnya.


Mungkin karena aku tumbuh tanpa cinta dan kasih sayang dari seorang yang disebut dengan sebutan ayah, aku tumbuh menjadi seperti dia dengan rasa kesepian di dalam hatiku. Aku sendiri tidak tahu apakah aku memiliki hati atau tidak?.


Hingga seorang gadis sebagai anak baru muncul di sekolahku. Awalnya sangat menyebalkan saat ia berani melawan seorang Alexander Adrian mengingat ia hanya anak baru yang bekerja sebagai pelayan di cafe.


Aku pun mulai mengganggunya dan seiring berjalannya waktu, sebuah perasaan asing muncul di dalam hatiku.


Aku tidak tahu mengapa aku selalu merasa gelisah jika tidak melihatnya? Padahal aku menganggunya agar dia mau meminta maaf kepadaku karena sudah berani melawan dan bertindak kurang ajar kepadaku.


Tapi ia tidak pernah muncul seperti yang aku harapkan.…


Aku tidak tahu dia terbuat dari apa sampai berpegang teguh untuk bertahan padahal satu sekolah atas wewenangku, untuk mengerjainya tapi ia tidak muncul.


Perlahan aku mengagumi kebertahanannya itu dan aku juga merasakan sebuah kecemburuan saat melihatnya berbicara dengan laki-laki lain khususnya ketua klub itu.


Aku tidak tahu mengapa…


Hingga suatu hari…


Keira datang kepadaku saat aku membuat rumor yang keterlaluan untuknya.


Aku mengira dia akan meminta maaf dan memohon kepadaku agar aku tidak membuat hidupnya di sekolah seperti neraka.


itulah perkiraanku…


tapi aku salah…


di dunia sana kau pasti melihat apa yang dilakukannya waktu itu kepadaku'kan?''.


Alex kembali teringat saat Keira melemparkan kain kotor tepat di wajahnya dan tidak diduga Keira langsung membanting dan mengancamnya.


Keira yang mendengarnya juga kembali teringat dengan kejadian waktu itu yang membuat hubungannya dengan Alex seperti sekarang.


"Aku yakin kau pasti sangat marah kepadaku dengan atas yang aku perbuat kepada gadis yang kau cintai.


Bagaimana bisa aku setega itu membuat rumor jahat itu kepadanya… karena itu… maafkan aku karena kejadian itu…


maafkan aku karena mengganggu hidupnya disekolah…


maafkan aku untuk kesalahanku………".