The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 221 :Alex & Leo



Pernahkah merasakan sebuah hubungan yang diganggu oleh saudara pacar yang telalu sayang pada pacarnya?.


Bagaimana rasanya?. Sudah pasti tidak enak.


Rasanya seperti seseorang melamar sang gadis eh malah dibenci calon ayah mertua.


Alex bisa merasakan perasaan itu saat dihadapan mereka, tepatnya di jalan masuk parkiran antara sepeda motor dengan mobil, berdiri Leo Retizen alias saudara tertua Keira. Ia tersenyum melambaikan tangan kepada adik tersayang yang juga dibalas oleh Keira.


Sedangkan Alex?.


Sudah mukanya masam, aura disekitarnya menjadi suram pula. Hatinya benar-benar dalam suasana yang buruk saat melihat kedatangan orang yang menurutnya sangat menyebalkan di sekolah.


Mengapa diantara semua iblis yang menggangguku dengan Keira, harus dia yang datang sih!?. Menyebalkan!!. Alex mengumpat dalam hati.


hehehehe, dasar cecunguk. kau pikir setelah prank yang kau lakukan padaku semalam bisa membuatku down, huh?. Akan kubuat dirimu merasakan pahitnya sebuah hubungan. Ucap Leo dalam hati dengan senyum jahatnya pada Alex. Keira tidak dapat melihat itu tapi Alex dapat melihatnya. diantara mereka, keduanya sama-sama memancarkan aura gelap saking tidak sukanya satu sama lain.


Leo berlari menghampiri Keira dengan mode pelariannya yang terkesan normal. dalam penglihatan Leo, semua yang dilihatnya bagaikan padang bunga yang bemekaran indah.


Keira dalam pandangannya adalah seorang putri yang cantik dengan gaun putih dan tersenyum menunggu dirinya datang dari bukit yang jauh. Sedangkan Alex tidak lebih dari sebuah pohon beringin yang mengganggu pemandangan indahnya.


Leo berlari dalam khayalannya hingga pada akhirnya ia terjatuh dalam kenyataan. Bisa dikatakan saat Leo hampir mendekati Keira dan akan memeluknya, kakinya malah dijegal oleh Kaki Alex sehingga Leo terjatuh mencium Aspal.


Keira kaget sedangkan Alex tersenyum licik.


Leo mengarahkan pandangannya terhadap Alex yang tersenyum mengejeknya. Leo benar-benar kesal.


"kakak tidak apa-apa?". Keira khawatir saat Leo jatuh padahal Keira tahu bahwa Leo tidak akan bakalan kenapa-kenapa tapi ia tidak mau membuat Alex curiga.


"ah, maafkan aku kak Leo. Kakiku yang telah menghalangimu tanpa sengaja membuatmu terjatuh".Alex Pura-pura khawatir padahal dia senang sedangkan Leo menatap Alex dengan jengkel karena tahu bahwa Alex hanya pura-pura saja khawatir terhadapnya dan sengaja membuat dirinya terjatuh.


Alex mengulurkan tangannya untuk membantu Leo berdiri dengan tujuan agar Keira tidak menganggap bahwa dia memang sengaja membuat kaki Leo.


Leo menerima ukuran tangan itu namun yang dia lakukan meremas tangan kanan Alex.


Argh! kuat banget jabat tangannya. Kekuatannya seakan membuat tulang tanganku remuk. Alex meringis sakit dalam hatinya padahal kekuatan yang dikeluarkan Leo masih terbilang kecil untuk mengintimidasi Alex namun terasa kuat bagi Alex.


"Ah, terimakasih". Ucap Leo setelah berdiri lalu Leo melepaskan tangan Alex dari-Nya. Alex bernafas lega lalu melihat tangannya memerah dan berdenyut.


dasar gila!. kekuatan apa yang dia pakai?. lebih lama lagi tanganku bisa remuk.


"kau baik-baik saja,Alex ?".Tanya Keira.


"ah-yah. aku baik-baik saja".Jawab Alex bohong.


"Keira~a. Kakak rindu padamu".Ucap Leo sembari memeluk Keira.


Seharusnya aku disana…


Aku juga ingin memeluknya…


Aku juga kakaknya…


Akankah dia menerimaku jika dia tahu bahwa Aku adalah Kevin…


Bukan Keitha.


Aku bisa melihatnya setiap hari namun aku bagaikan orang asing dalam hidupnya. Mungkin lebih baik daripada menoreh kembali Luka Lama untuknya. Ucap Keitha dalam hati. Dari kejauhan, Cerita berdiri dan menyaksikan Leo memeluk Keira dengan senangnya. Dari dalam lubuk hatinya, dia sangat sedih dan juga iri. Ia merasa sedih, Ia juga saudara kandung Keira namun Hanya Leo lah yang paling disayang dan dijadikan satu-satunya saudara kandung tertua untuknya sedangkan Keitha sendiri, tidak lebih dari sebagai kakak pengganti.


Sungguh, Keitha merasa hidupnya sungguh ironis.


Ia menyayangi Keira namun Keira membencinya.


Padahal, yang harus disalahkan adalah kedua orang tuanya, Tristan dan Mille namun dialah yang kena imbasnya.


Mungkin istilah yang dia dengar memang benar, orang dewasa berbuat jahat, anak yang jadi korban.


Keitha sangat sedih dan mengasihani hidupnya yang malam sementara itu, tidak sengaja Leo melihat sosok Keitha saat memeluk Keira.


Untungnya posisi Keitha jauh di belakang Keira sehingga dia yang menyadari keberadaan Keitha dan Keira tidak bisa mencium keberadaan Keitha untungnya.


saat itu, Keitha melihat pandangan Leo mengarah padanya. Leo menatap tajam dan waspada pada Keitha begitu juga sebaliknya hingga pada akhirnya Keitha memutuskan untuk pergi dan menghilang karena tidak sanggup melihat pemandangan yang membuatnya sedih dan iri.


"ehem! ".


" oh".Keira Melepaskan diri dari pelukan Leo saat Alex berdehem. Saat mereka bertiga, entah mengapa rasa canggung menghampiri Keira. Dia sungguh tidak menyangka bahwa kakaknya akan datang mengunjungi dirinya di sekolah.


"kakak, apa yang kau lakukan disini? ".Tanya Keira penasaran.


" tentu saja aku menjemput adikku tersayang sekalian aku mau mengajakmu jalan-jalan. Tadi aku menunggu di twins bell tapi Dion bilang kau masih disekolah ". Ucap Leo. Mulutnya menjadi manyun ketika teringat Keira tidak ada di Twins bell.


" maaf kakak. Keira ada urusan di klub tadi".Keira menjelaskan.


"oh. Tidak apa-apa adikku tersayang. Keira tidak salah kok. Bagiku, Keira tidak pernah melakukan kesalahan apapun dan jika Keira melakukan kesalahan tetap saja dimataku Keira tidak bersalah".


" oh. hehehe, kakak".


"selain itu... " Leo mengalihkan pandangannya kearah Alex dengan tatapan mata yang malas dan bete.


"kenapa cecunguk sepertimu belum pulang, huh?. Tidak punya kerjaan apa?. Anak sepertimu seharusnya pulang kerumah dan ngerjain PR ". Tanya Leo secara malas.


dia!?💢💢💢 cih, jika kau bukan kakak Keira mana aku sudah... Alex sudah merasa sangat kesal namun ia berusaha untuk menahannya dalam-dalam.


" oh, aku menunggu Keira menyelesaikan urusan di klubnya kak Leo. mengenai PR, tentu saja aku tidak punya PR jadi kak Leo tidak perlu khawatir ".Ucap Alex kalem dengan sebuah senyuman paksa di wajahnya.


" OH. Nah, Keira sudah selesai urusannya dan aku sudah disini. Jadi pulang sana. hush hush".Leo mengibaskan tangan pada Alex untuk menyuruhnya pulang. Tentu saja Alex merasa kesal karena diusir oleh orang menyebalkan bernama Leo itu.


"ng… Alex, kurasa se-".


"oh, Maaf kak Leo. Sepertinya kau tidak tahu bahwa aku tidak berencana pulang karena aku mau mengajak Keira untuk KENCAN. Bukankah begitu, Keira ku sayang".Alex menyelah Keira bicara lalu, sambil merangkul pinggang Keira, Alex mengucapkan sesuatu yang mampu memercik api emosi didalam pikiran Leo.


" Kau bilang apa?!!!".