The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 139 : Secret & Secret



"guru, bisakah kau jujur kepadaku?".


"jujur? jujur tentang apa, Keira?". Madoc tidak mengerti sama sekali maksud dari ucapan Keira.


"…sebenarnya, apa tujuan guru menjadi seorang guru di sekolah dari bangsa manusia?. Bukankah selama ini guru yang aku kenal adalah sangat membenci manusia karena sifat jelek mereka sehingga aku yakin pasti bahwa guru tidak akan tahan berada ditempat yang banyak manusianya".


"Ng itu…".💦


"namun dari pertanyaanku ini yang terpenting adalah, mengapa aku berada disekolah itu guru? bahkan Daddy dan Mommy menginkan aku disana".


"tentu saja karena aku disana jadi aku bisa menjaga dan memantau dirimu. Yang mulia tidak ingin kau kenapa-napa disana yang mulia Putri". Jawab Madoc memberikan sebuah jawaban untuk pertanyaan Keira.


Tidak… kau bisa mengatakan jawaban itu seakan-akan bahwa yang kau ucapkan adalah kebenaran namun… matamu memancarkan sebuah kebohongan, guru.


Guru…


sebenarnya…


apa yang kau dan Daddy dan Mommy sembunyikan…?.


Tidak bisakah…


aku mengetahui rahasia yang kalian sembunyikan dariku, guru?.


Jujur saja… rahasia ini dan rahasia itu membuatku muak. Ucap Keira dalam batinnya saat menatap bola mata coklat keemasan itu. Ia ingin sekali mendapatkan sebuah jawaban setelah apa yang dia alami namun tidak bisa ia dapat karena mereka menutup rapat rahasia itu serapat mungkin.


"Ada apa Keira? kau memikirkan sesuatu?".


Maafkan saya, yang mulia Putri. Aku tidak bisa mengatakannya kepadamu sekarang bahwa tujuanku disana karena sebuah misi.


Kau benar bahwa aku sangat tidak menyukai tempat yang banyak manusianya namun demi misi, aku harus melakukannya.


aku harap anda dapat mengerti dan percayalah bahwa suatu hari kau akan mengetahuinya dari kami namun tidak sekarang.


"Ng aku hanya memikirkan keadaan wilayahku sekarang ini''.


Maafkan aku harus berbohong. Sejujurnya aku harus mencari tahu tentang ini. Harus walaupun kebenaranan ini bukan harus aku dapatkan dari mu atau dari orang tuaku.Ucap Keira dalam batinnya.


"Jangan khawatir tuan putri. Kita bangsa yang kuat dan musuh kita tidak bisa melewati wilayah Utara selama ada Panglima, Jenderal dan prajurit anda yang mulia".


"hm, kau benar guru''.😄


"ya sudah. Anda Istirahatlah dulu sementara disini. Saya permisi dan akan memberitahu panglima dan Jendral anda dan Dion bahwa anda sedang ada disini".


''jangan terlalu keras kepada Tania dan Silvana, guru". Ucap Keira memohon agar Madoc tidak keras karena awal mulanya dialah yang pergi sendiri tanpa mereka.


Madoc tidak menjawab dengan kata-kata melainkan hanya menjawab dengan sebuah senyuman sambil mengangguk sehingga Keira sedikit lega sekarang dan Madoc pun pergi.


Sementara itu…


Alex masih bingung dengan Ransel Keira yang berada di dalam mobilnya tanpa dia sadari sama sekali.


''hm, sebenarnya bagaimana bisa ranselnya ada disini sedangkan aku yakin bahwa aku tidak membawa ransel Keira sama sekali".


Selain itu… timbul rasa keingintahuan dalam diri Alex terhadap isi ransel Keira karena saat mengangkat Ransel Keira, rasanya berat.


mengapa rasanya berat,ya?. Setahuku mengenal para perempuan feminin disekitarku, biasanya mereka akan mengeluh karena benci mengangkat atau membawa sesuatu yang berat.


Apa karena Keira jenis thype anak Bikers bukan feminin dia tidak mengeluh dengan membawa sesuatu yang berat?.


Ah…


aku penasaran dengan isi dalam ranselnya. Apa sebaiknya aku lihat-lihat isi ranselnya?.


tapi… bukankah yang akan kulakukan ini tidak sopan karena melihat barang-barang pribadi milik seorang perempuan?.Pikir Alex.


setelah memikirkan Keira, Alex kembali ke kamar rawat dimana Keira sedang menatap langit-langit kamar. Keira menoleh dan melihat Alex masuk ke dalam kamarnya. Alex duduk disampingnya dan mengelus kepalanya dengan lembut dan Keira sangat menyukai sentuhan Lembut Alex.


'' bagaimana keadaanmu Keira? sudah merasa lebih baik?". ucap Alex menatapnya penuh dengan rasa kekhawatiran didalamnya dan Keira bisa melihat rasa kekhawatirannya itu sehingga dia pun tersenyum sedih.


''eits, kenapa raut wajahmu menjadi sedih?. Apa masih ada yang sakit?".


Keira menggelengkan kepalanya lalu meraih tangan Alex dan menggenggamnya.


"maafkan aku yang telah marah kepadamu, Alex. Aku tidak mengira bahwa kau masih peduli dan mengkhawatirkanku padahal aku sudah marah kepadamu, Alex. Aku tahu kau pasti masih marah kepadaku". Alex terdiam mendengar Keira yang telah meminta maaf kepadanya padahal ia tahu Keira tidak bersalah melainkan ia merasa bahwa Keira benar.


Keira… seharusnya aku yang meminta maaf bukan dirimu Keira.Ucap Alex dalam batin lalu ia tersenyum dan membelai pipi gadis yang merasa bersalah kepada dirinya.


''Keiraku sayang… apakah karena pertengkaran kita disekolah membuatku mendadak tidak peduli dan khawatir kepadamu?.


Aku tidak seperti itu sayang…


kau segalanya bagiku. Bagaimana bisa aku tidak peduli dan khawatir terhadapmu sedangkan aku sangat sayang kepadamu dan jika sesuatu terjadi padamu aku…


Lagipula seharusnya aku yang meminta maaf kepadamu Keira. Kau benar bahwa tidak seharusnya aku seperti itu kepada guru Madoc mengingat dialah yang menjadi gurumu dari kecil.


Mungkin karena kekesalan dan kecemburuan


yang aku miliki saat itu membuatku seperti itu".


"hah? apakah kau cemburu dengan guru Madoc?". Tanya Keira yang tidak percaya bahwa Alex cemburu terhadap James Madoc.


"Tentu saja aku cemburu. Aku tidak suka ada laki-laki lain yang dekat denganmu walaupun kau sudah mengenalnya lebih lama ataupun yang memiliki hubungan keluarga denganmu Seperti kakakmu lho".Ucap Alex mengakui bahwa ia cemburu terhadap laki-laki disekitar Keira sehingga Keira tersenyum geli saat mendengarnya pengakuannya.


''wah, aku tidak menyangka bahwa kau cemburu dengan guru Madoc. Hubungan Antara aku dan dia hanyalah sebatas guru dan murid. Bahkan aku menganggapnya seperti ayah keduaku^_^".


"tapi dia tampan dan muda lho". Ucap Alex sambil memayunkan bibirnya.


"karena itu dia dianggap sebagai papa muda. Hihi^_^".Ucap Keira yang sukses membuat Alex menjadi cemberut karena ucapannya.


Lagipula, Daddy juga tampan dan muda. Aku penasaran dengan reaksi Alex suatu hari nanti jika bertemu dengan ayahanda,hihi.Ucap Keira dalam pikirannya.


''hei, jangan membuatku menjadi semakin cemburu dong".


"makanya jangan cemburuan".


"gimana tidak cemburu. Aku… tidak suka saat kau memberikan senyumanmu, keimutanmu dan kehangatan Kepada laki-laki lain. Cukup aku saja yang kau berikan senyuman, keimutan dan kehangatanmu kepadaku.


Seperti aku yang selalu memberikan senyumanku, kasih sayangku dan kehangatanku kepadamu…


bahkan hatiku telah kuberikan kepadamu…


biarlah aku dianggap sebagai laki-laki egois karena aku ingin menjadi Laki-laki yang memberikan kasih sayang yang lebih banyak kepadamu, Keira. Bahkan lebih dari saat Elias berikan kepadamu…". Ucap Alex bernada lirih sehingga Keira menjadi diam.


Alex…


kau telah membuatku tidak bisa mengatakan apa-apa kepadamu. Siapa yang akan menyangka bahwa laki-laki dingin ini ingin memberikan kasih sayang yang berlimpah kepadaku…


Tapi…


bisakah aku mempercayai itu…?


aku tidak mengenal Alex lebih jauh dan aku takut keinginannya itu adalah sebuah kebohongan belaka


Apalagi dengan rahasia yang aku miliki…


apakah kau masih akan berkata seperti itu kepadaku Alex…?.