
"hm…🤔".
"hei kakak, ada apa? kenapa wajahmu kelihatan bengong begitu?". Tanya Cio.
"hm, Cio. Aku mendapat tawaran kencan tapi aku bingung apa yang harus aku lakukan mengingat rasanya aku lama sekali tidak pernah melakukannya". Jawab Tania bersandar disofa sambil melipat kedua tangannya memikirkan apa hal yang harus dilakukan ketika akan kencan mengingat ia sudah lama sekali ia tidak merasakan indahnya kencan sehingga tidak mengherankan pengalamannya mulai menumpul.
"oh ken-".
eee bentar😶. Kencan😳?. Kencan?!. Kembaranku yang sableng ini…!!!!. Seketika Cio langsung syok saat mendengar kata kencan dari mulut Tania sendiri.
"oi, kenapa ekspresimu seperti habis ditipu inventasi bodong sih?😧". Tanya Tania melihat reaksi berlebihan Cio sekarang ini.
"astanaga. Laki-laki katarak mana lagi yang datang ingin berkencan dengamu, kakak?!😱".
"adik macam apa kau?!💢. Jadi selama ini kau berpikir bahwa mantan-mantanku sebelumnya katarak?!💢". Ujar Tania kesal mengingat walaupun miliknya rata bukan berarti tidak ada yang menarik pada dirinya sendiri walaupun sungguh, (sang Author) sendiri tidak tahu kelebihannya apa selain sableng dalam pemikiran dan… kurang waras.
"ah kakak…😅 maaf, aku tidak bermaksud begitu, hanya saja… sudah lama sekali aku tidak mendengar dirimu dengan laki-laki lain".
"hmp! jadi kau mau membantuku apa enggak?".
"tentu saja aku akan membantu saudari kembarku ini😀".
"jadi, apa yang harus aku lakukan sekarang?".
Tanya Tania, meminta saran dari Cio.
"begini, pertama-tama adalah… kau harus mandi dulu mengerti. Laki-laki sukanya gadis yang bersih".Saran Cio.
tiga menit kemudian setelah mandi bebek…
"cepat amat mandi😑. Kau betul-betul mandi kan?". Curiga Cio dikarenakan Tania adalah seorang gadis yang malas mandi dihari Minggu.
"tentu saja aku mandi bahkan sikat gigi dan shampoan lagi". Jawab Tania tidak senang Cio mencurigainya tidak mandi.
Tapi aku lupa pakai sabun. Batin Tania sambil memutar bola matanya ke arah lain, bukan ke arah Cio.
"baiklah, yang kedua. Pakai pakaian yang cocok untuk pergi berkencan.
Aku akan menunggu di luar".
"oke😃".
Lima menit kemudian…
"Cio, masuklah".
"Baik jadi pakaian apa ya-… pa-"
Dari mana anak ini mendapatkan pakaian seperti itu?. Batin Cio melongo melihat Pakaian yang dikenakan Tania. Ia terdiam tidak bisa berkata-kata apa-apa saat melihat Tania mengenakan dua batok kelapa sebagai bra untuk atasan dan rok jerami sebagai bawahan ditambah lagi dengan kunci rambutnya yang kali ini panjang keatas dengan tulang asli sebagai aksesoris rambut.
"kakak… apakah kau ingin berkencan atau berperang 😧".
"eeeh. Tentu saja aku akan berkencan 😦 kau bodoh yah?".
yang bodoh adalah kau kakak💢. Umpat Cio dalam pikirannya sendiri.
"kenapa kau berpakaian seperti ini? cepat ganti".Titah Cio sambil membuka lemari dan mengambil salah satu pakaian Tania yang cocok untuk Tania.
"buuuuuh. Aku tidak mau pakai baju ini". Gerutu Tania saat Cio menyodorinya sebuah dress satin putih selutut.
"justru pakaian yang kau kenakan sekarang yang memalukan. Kau itu berkencan, bukan main perang-perangan 😒. Saat ingin pergi kencan harus manis dong".
"hmp! memang kenapa sih harus manis segala untuk dia?". Gerutu Tania yang akhirnya menerima pakaian yang disodorkan oleh Cio dan pergi ke kamar mandi.
dia?. Dia siapa? aku belum tahu dengan siapa dia maksud. Pikir Cio.
beberapa saat kemudian…
"nah, begitu dong. Kan manis".Puji Cio sedangkan Tania masih berwajah masam karena pakaian yang dikenakannya sebelumnya dilarang Cio untuk dipakai berkencan.
"nah, tahap selanjutnya adalah… dandan. Aku tahu kau memiliki wajah yang cantik mengingat aku adalah saudara yang tampan tapi, ada baiknya jika kakak membuat kecantikan kakak menjadi menonjol".
"••••••😶 dandan? maksudmu memakai make up?".
"cih. Usiaku masih muda tahu. Memakai make-up diusiaku ini hanya akan merusak kulitku pada nantinya.
Pada akhirnya, kulitku yang mulus seperti bokong bayi 👶🏻akan membuatku seperti ibu-ibu beranak👩👧👦!.
Lagipula, benda-benda keramat itu hanya bisa merusak gadis-gadis polos menjadi gadis galak menyebalkan seperti tiga gadis disekolah". Ucap Tania penuh dengan kesinisan dalam mengenai dandan.
Bilang saja kau tidak tahu mengenai dandan😧.
mengapa harus sinis sih?😧. Batin Cio sambil melirik ke arah meja rias yang benar-benar tidak ada sama sekali benda-benda make-up itu alias kosong sehingga ia berpikir mengapa dikamar mereka harus ada meja rias sedangkan saudarinya sendiri tidak pernah membeli atau memakai make-up sama sekali.
"tapi kakak… apakah kau tahu bahwa dandan memiliki peran dalam kehidupan?".
"••• peran???".
sudut bibir Cio terangkat saat Ucapannya telah membuat Tania mendengarkan. Setidaknya ia ingin saudarinya itu bisa memiliki pengetahuan umum gadis pada umumnya.
" kakak tahu, di dunia manusia umumnya melarang anak-anak perempuan yang masih SMA untuk berdandan tapi mengapa saat bekerja atau berkencan mereka malah diwajibkan untuk berdandan?".
"sungguh aku tidak tahu? kenapa?".
itu… aku tidak tahu 😅. Batin Cio.
"kau sendiri tahu tidak?. Huh💨".
jika ditanya mengapa aku tidak tahu yah namanya laki-laki. Aku sebagai seorang laki-laki mana tahu mengapa gadis-gadis manusia itu harus dandan segala.
Tapi dihadapannya aku harus pura-pura tahu mengenai hal ini . Pikir Cio.
"begini kakak, itu…😅".
Sial, aku benar-benar tidak tahu!.
"itu apa?".
"itu… kenapa gadis-gadis manusia itu berdandan karena dandan termasuk dalam hukum masyarakat sosial😅.
agar diterima dalam masyarakat manusia, para gadis pasti akan mendandani wajah mereka.
Ibaratnya seperti melukis di kanvas putih.
Juga sebagai pendorong kepercayaan diri saat menghadapi dunia luar".Ucap Cio menjelaskan makna dandan yang sebenarnya Cio hanya asal menjawab saja. Tidak tahu benar atau tidak.
"ooooooh😯. Wah, aku baru tahu tentang makna dandan😃. Aku kira selama ini dandan hanya bertujuan untuk menggaet laki-laki".Ucap Tania yang telah mempercayai ucapan Cio.
Nggg… sebenarnya bisa juga sih. Tapi, dia pasti tidak mau dandan jika aku bilang begitu. Pikir Cio.
"kalau begitu, aku mau coba berdandan dong!".
"tentu saja kakak!". Setelah Tania mau mencoba melakukan salah satu yang biasa dilakukan para gadis yaitu dandan, Cio keluar dari kamar dan kembali membawa alat-alat make-up milik ibu mereka secara diam-diam dan beruntung Antonia sedang tidak berada di dalam kamar.
"ta-daaa!!"
"wow! jadi ini ini yang selalu dalam pakai para gadis".Ucap Tania polos saat pertama kalinya ia melihat berbagai macam make-up milik ibu mereka diatas tempat tidur mulai dari toner, foundation, lipstik dan sebagainya.
"yep".
"hm, lemon?". Ucap Tania mengambil sebuah botol make-up clenaser rasa lemon. Ia membuka tutup botol itu tapi yang tidak disangka selanjutnya adalah, ia meminum isi botol itu.
"hei! itu bukan untuk diminum".Cio segera menghentikan Tania menghabiskan ISI botol itu yang tinggal setengah lagi.
Mampus! mama akan mengamuk padaku saat mengetahui ini. Pikir Cio saat melihat isi botol Make-up clenaser yang isinya tinggal setengah botol lagi.
"Hoek 😫. Tidak enak. Lemon darimananya?".Keluh Tania merasakan rasa yang tidak enak di botol itu
"karena ini bukan minuman tahu. Sekarang Kakak coba untuk berdandan dimulai dari Kakak memakai".
"oke tapi aku tidak tahu yang mana aku harus pakai duluan".
"hm, kalau tidak salah mama memakai benda ini dulu lalu ini lalu memlih salah satu dari ini…". Cio menjelaskan urutan make-up kepada Tania saat ia melihat Antonia berdandan dikamar setiap menemani Hara menghadiri acara-acara bisnis.
Tapi Cio tidak tahu bahwa beberapa jenis make up seperti eyeshadow, blush on, atau lipstik memiki banyak warna dan tidak setiap warna tidak semuanya sama pada setiap wajah dan itu tergantung bagaimana cara mengaplikasikan make-up agar serasi di wajah dan memberikan kesan cantik bagi siapapun yang melihatnya diluar sana dan Tania sama sekali tidak pernah tahu bagaimana caranya berdandan mengingat ia jarang bergaul dengan para siswi manusia di sekolah ditambah lagi dengan makhluk seperti Werewolf termasuk golongan yang memiliki tubuh sempurna dengan wajah tampan dan cantik.