
"memangnya kita berkencan?".
"kenapa kita tidak anggap saja bahwa sekarang ini kita sedang berkencan?. Kau tidak suka jika aku menganggap bahwa kita ini sedang berkencan?".
… ini aneh, mengapa ekspresinya begitu?. Kan wajar saja jika aku tidak menganggap bahwa ini bukanlah kencan. Kan kita tidak memiliki hubungan sama sekali.pikir Tania ketika melihat ekspresi wajah Danny terasa tidak senang dan sedih saat mendengarnya.
kau ini benar-benar tidak peka ya. Pikir Danny.
Sementara itu…
Di sungai, kedua laki-laki remaja itu berdiri tidak berjauhan sambil memegang alat pancing masing-masing di kedua tangan mereka dan menunggu sabar sampai umpan pancing yang telah dipasang di kail pancing mereka berhasil menarik minat ikan dan terkena kail salah satu dari mereka.
Sungguh, mereka merasa lebih asyik memancing jika sahabat mereka satu lagi ikut bersama mereka namun apa dikata, sahabat mereka itu sedang mengejar-ngejar cinta seorang gadis dan mereka hanya bisa membiarkan itu terjadi karena mereka berdua sendiri juga memiliki pasangan yang mereka sayangi.
Sungguh tidaklah adil jika mereka punya masa teman mereka tidak.
"ah!".
Ketika melihat pelampung pancingnya tenggelam sebagai pertanda seekor ikan telah menggigit umpannya, Noah langsung menggulung senar pancingnya mengikuti alur ikan yang telah terjebak kail miliknya dengan spinning reel hingga pada akhirnya Noah menarik kuat dan seketika, seekor ikan meloncat dari air, Noah dan Alex bisa melihat ikan yang keluar dari air di langit hingga pada akhirnya ikan itu jatuh ke tanah dalam keadaan menggelepar-lepar dan bibir ikan yang terjebak kail Noah.
"Horeeee!. Lihat Tangkapanku, Alex". Ucap Noah sambil menunjukkan ikan sungai hasil tangkapannya yang lumayan besar.
Sedangkan Alex? dia hanya cemberut melihat hasil tangkapan Noah karena sampai sekarang, tidak ada satu ekor ikanpun yang memakan umpannya sedangkan Noah sudah berhasil menangkap ikan sebanyak lima kali.
"adududuh, jangan cemberut begitu. Nanti Keira liat wajahmu begitu bisa kabur lho".Goda Noah.
"berisik".Kesal Alex lalu memilih mengabaikan Noah dan fokus memancing sedangkan Noah hanya tersenyum geli melihatnya.
"oh ya. mengenai Keira, apa kabarnya?".Tanya Noah mencairkan suasana.
"kenapa kau bertanya tentang gadisku itu?".tanya Alex masih terdengar bete namun sebuah senyuman kecil terbentuk saat mendengar nama Keira disebut.
"Yah, aku hanya penasaran saja. Kau pernah cerita bahwa dia pernah dilukai seseorang bukan".
"ooh, dia baik-baik saja. Bahkan aku telah berkencan dengannya ketika ia telah membaik".
"ooooh".
"daripada kau menanyakan kabar Keira, bagaimana kabar tentang temannya itu?".
"maksudmu temannya yang mana?".Noah pura-pura tidak tahu maksud Alex.
"hei, yang aku maksud adalah kekasihmu itu, bukan yang temanya yang rata itu". Jawab Alex namun Noah hanya diam tidak menjawab melainkan sebuah helaan nafas yang panjang darinya.
Alex menoleh, Ia mengamati punggung Noah yang tampak terlihat lesu itu.
Walaupun tidak melihat ekspresi wajah Noah, ia bisa menebak ada sesuatu yang salah.
"Ada apa? hubunganmu dengannya baik-baik saja'kan?".
"Silvana? yah… hubunganku dengannya baik-baik saja. Hanya saja…"
"hanya saja apa?".
"…pernahkah kau merasa mengenal orang itu sejak lama tapi kenyataannya kau tidak mengenali orang itu sama sekali?
pernahkah kau merasa mengetahui segalanya tentang orang itu akan tetapi kenyataannya kau tidak mengetahui semuanya tentang dirinya itu?". Ucap Noah bernada lirih.
"…Noah…".
"mungkin karena aku hanya berjumpa dengannya sebentar waktu kecil itu, aku mengira bahwa aku mengenal dia secara seluruhnya?.
Aaah… bodohnya aku, mungkin aku terlalu naif.
"…Noah, apakah Silvana menyembunyikan sesuatu darimu?".
"…entahlah…mungkin… aku tidak tahu. Aku merasa ada sesuatu saat aku memandangi matanya. Ia selalu tersenyum padaku namun matanya itu seperti mengatakan sesuatu kepadaku.
Aku merasa ada Sesuatu yang disembunyikan Silvana rapat-rapat dariku seperti saat aku ingin mengajaknya kesuatu tempat, ia menolak dengan alasan ada urusan pekerjaan ada pemotretan di tempat yang dia sebut namun,
dia pikir aku tidak mengecek sama sekali".
"jadi kau mengecek kebenaran itu?".
"yah, aku menghubungi orang yang aku kenal di Dunia permodelan dan benar saja, tidak ada jadwal foto saat itu. Saat itu aku bertanya-tanya pada diriku sendiri mengapa Silvana berbohong kepadaku?.
jika saja ia mengatakan bahwa ia sedang bekerja di cafe Twins bell, pasti aku akan percaya karena aku yakin teman-temannya akan mendukung kebohongan itu.
Aku pasti akan percaya hal itu walaupun dia berbohong atau tidak".
"apa kau menduga dia sedang selingkuh darimu?".
"selingkuh?. Andai saja aku bisa percaya itu namun ada dua hal yang membuat aku yakin bahwa dia tidak berselingkuh sama sekali".
"huh?".
"pertama, kisah masa kecilnya yang kelam dimana ia punya ayah yang telah berselingkuh dari ibunya pasti akan membuat dia tidak ingin menjadi seperti ayahnya".
"bagaimana kau yakin?".
"yah, karena saat kecil melihat bagaimana ayahku bermain api membuatku tidak ingin menjadi seperti dirinya.
Bahkan melihat bagaimana ayahmu memperlakukan ibumu dulu pasti kau tidak ingin menjadi seperti dia'kan?".
"untuk yang satu itu, kau benar Noah. Aku sangat tidak ingin menjadi seperti kambing tuaku.
Aku ingin menjadi seorang laki-laki sempurna yang membuat anak dan istriku nanti sangat bahagia memiliki ayah dan suami sepertiku.
Aku ingin menjadi ayah yang perhatian bagi anak-anakku dan suami penyayang bagi istriku saat aku menikah dan berkeluarga nanti".
"Cie cie, pengen menjadi suami penyayang bagi Keira nih ye😁".Goda Noah lagi yang membuat kedua pipi Alex menjadi merah merona.
"berisik". Ucap Alex kesal saat Noah masih sempat-sempatnya menggodanya disuasana percakapan yang sedang mellow itu.
"bagaimana kau yakin bahwa ia tidak berselingkuh?".
"entahlah… mungkin kepercayaanku kepadanya membuatku yakin dia tidak akan melakukan itu.
Bukankah dalam sebuah hubungan harus ada kepercayaan didalamnya?.
Aku yakin karena aku percaya padanya".Ucap Noah tersenyum tipis saat memikirkan Silvana.
"ng… baiklah. dan kedua?".
"yang kedua adalah matanya…
Andai saja aku bisa mengetahui apa yang dia sembunyikan… ia mengatakan jawaban lain saat aku bertanya kepadanya namun matanya seakan mengatakan bahwa aku harus percaya kepadanya…".
"Jujur Noah, aku merasa hubungan kalian terbilang rumit.
Jika kau merasakan ada keraguan dalam hatimu, ada baiknya kau mengutarakannya kepadanya.
Mungkin lebih baik kau mengatakannya daripada memendam semua pertanyaan itu didalam hatimu.
jujur, memendam semuanya itu tidaklah sehat". Saran Alex.