
pintu depan yang besar itu terbuka lebar. tatapan Alex beralih ke seorang laki-laki yang seusia Keira bermata coklat keemasan seperti Tania yang sekarang berdiri di depannya.
"siapa kau?".
"kau yang siapa?".
"aku Cio Hamonangan Rhyes".
Rhyes.pantas saja warna rambutnya dan wajah juga warna matanya sama dengan teman keira yang mengantarku tadi. Dia pasti kembarannya.
"sekarang siapa kau?".
"aku Alexander Adrian.biasa dipanggil Alex.Kau pasti pernah mendengar namanya kan?".
"Ng... tidak.apa urusan orang sepertimu kemari?".
dia tidak tahu aku tapi nada bicaranya membuatku kesal.dan mengapa dia disini?
"Tentu saja aku ingin menjenguk Keira dan apa urusanmu disini?".
orang ini. sepertinya aku tidak bisa mengusirnya dengan mudah.
"Tentu saja aku menjaganya.Dion sedang bekerja sekarang sehingga Keira sendirian dirumah ini.".
Kedua orang itu mulai berdebat.perdebatan mereka terdengar danMengusik keira yang sedang tidur.
cih! tidak Bisakah aku tidur dengan tenang? mengapa dia kemari? bagaimana bisa dia tahu dimana aku tinggal?. Aish.💢
"sudahlah.Mari masuk".
Cio menyilahkan Alex untuk masuk ke dalam. Walaupun dia ingin manusia ini pergi, tetap saja hutan merupakan tempat yang berbahaya bagi manusia yang tidak tahu apa-apa di balik keindahannya. Hari sudah Sore dan vampire bisa saja mengintainya yang pulang dari sini jika terlalu lama.
Mungkin dia akan cepat pulang setelah Melihat Keira.Aku harap...😑.
Alex masuk ke dalam rumah, Cio menutup pintu lalu berbalik dan menatap langsung ke Alex yang sedang melepaskan long Coatnya dan meletakkannya di gantungan jaket dan mantap yang terletak di dekat pintu masuk.
"Masuklah ke ruang tamu dan duduklah di sana. aku akan membawakanmu secangkir teh, juga kue".
"Aku tidak ingin merepotkan.aku Hanya ingin menjenguk Keira saja".
"tidak masalah". jawab Cio dan dia menghilang di lorong. Sedangkan Alex,dia dia memandang ruangan itu. Model klasik? mungkin lebih tepat model Farm house. Saat Alex melihat rumah keira, Secara exterior, rumah Keira mengambil konsep Farm house. bahkan interiornya juga ngambil konsep yang sama.
Alex menduga Keira merupakan tipe gadis yang menyukai ketenangan, kenyamanan dan pribadi yang romantis. Apalagi saat Keira tinggal dekat dengan Alam, Maka farmhouse adalah gaya yang tepat untuk rumahnya karena Farmhouse menerapkan suasana yang tenang dan menyatu dengan alam.
di ruang tamu, Alex melihat beberapa foto lainnya.saat melihat-lihat Entah mengapa tatapannya tertuju pada sebuah foto berbingkai kayu Eboni terpajang di atas perapian. Alex mengambil foto itu dan melihatnya.seorang laki-laki bermata Hazel dan berambut cokelat Seperti Tania dan Cio dan laki-laki itu banyak bermunculan di foto-foto lainnya.
"itu adalah foto kakakku,Elias". Kata Cio yang datang ke ruang tamu sambil membawa teko teh, cangkir porselen dan sepiring muffin cokelat yang dibuat Dion tadi pagi dan dihangatkan kembali oleh Cio dalam microwave.
"Elias, tunangan Keira?".
"yah.Kakak kami sangat mencintai sahabat kami dan begitu sebaliknya. sangat menyedihkan dia sudah tiada. tapi, inilah kehidupan".
Alex meletakkan kembali pigura foto itu ke tempatnya semula dan tetap menatap foto itu.
disatu sisi, Aku membencimu karena kau cinta pertama yang hadir dalam hidup Keira sedangkan di sisi lain, Aku cemburu padamu karena kaulah yang mengisi hari-harinya penuh cinta hingga dia sulit untuk melupakanmu. Apakah aku bisa sepertimu? kau dan aku begitu berbeda,Elias.
Alex menghampiri Cio.cio meletakkan nampan itu diatas meja dan mengisyaratkan Alex untuk duduk, Alex langsung melakukannya.
"kakakmu pasti orang yang baik".
"tentu saja.dia memang sangat baik...".
Cio mengangkat teko tehnya dan menuangkan menuangkan cairan coklat kemerahan ke sebuah cangkir porselen berwarna biru.
"Dion membuat Muffin almond tadi pagi dan sudah kuhangatkan,kau mau?".
Alex berpikir. di rumahnya, dia tidak pernah memakan sesuatu yang sudah dingin dipanaskan kembali atau makanan sisa tetapi dia baru teringat bahwa saat dia kemari, Dia tidak makan apapun ditwins bell dan perutnya sudah lapar.
"aku mau.terima kasih". Alex menerima cangkir teh yang disodorkan saudara Tania itu.
"dimana Keira sekarang?".
Cio duduk di seberang Alex dan mengangkat serbet putih dari piring porselen berwarna biru, memperlihatkan 6 buah kue Muffin kacang Almond yang besar. Alex menelan air liurnya, dia mengakui bahwa dirinya belum makan dari tadi.
"Keira masih tidur di kamarnya tapi aku akan mengeceknya apakah dia sudah bangun Hingga dia bisa berjumpa denganmu". jawab Cio.
"Keira sakit apa? apakah dia sedang demam?"
"Ng... benar. dia sedang demam sekarang".
"apakah Keira ahli dalam memanah?".
"memanah? tentu saja. kakaknya Leo mengajarinya dari kecil hingga dia menjadi sangat ahli dalam memanah dan leo menghadiahkannya Sebuah busur panah yang terbaik untuknya saat Keira berusia 13 tahun.bagaimana kau tahu?".
"namanya tertulis dalam pemesanan anak panah di salah satu file pemesanan mirip temanku".
"temanmu? Apakah temanmu itu..."
"dia pewaris Knox industri".
"pantas aja. karena itu kau bisa tahu alamat rumah ini?".
"sebagian".
"sebagian?".
''benar. aku hanya tahu letak dimana Keira tinggal tapi tidak dengan tempatnya".
"begitu rupanya."Cio meletakkan cangkir tehnya di atas meja dan bangkit dari sofa.
"aku akan ke kamar Keira.kau tetaplah disini".
cio pergi keluar dari ruang tamu menuju ke kamar keira. dengan pelan-pelan dia membuka pintu kamarnya dan melihat Keira tidak ada di tempat tidur melainkan berdiri di depan jendela dan menatap ke depan.Cio menghampirinya.
"Keira bukankah kau harus istirahat? kenapa tidak berbaring di tempat tidur?". dengan khawatir Cio menuntun Keira untuk ke tempat tidurnya namun keira menolak.
"tidak Cio.tidak...".
"kenapa?". Tanya Cio.
"Karena istirahat Percuma saja,bagiku..."jawab Keira tanpa memandang cio melainkan hanya memandang ke luar sana.
"Kei...".
"Percuma saja istirahat. rasa sakit ini masih terasa ada dansa menghilang tiga bulan kemudian pasti akan kembali lagi.Aku lelah..Cio. Aku ingin mengakhiri semua ini".
"jangan berkata seperti itu Keira. Kau adalah Alpha kami. kami butuh Alpha. kami butuh dirimu.Jangan menyerah, keira... kau adalah penyemangat kami, Kaulah alasan Kami tetap kuat dan bertahan. jika kau menyerah Hanya karena rasa sakit yang kau derita, maka semangat kami akan padam".
Keira tertegun mendengar ucapan Cio. ia menatap orang yang di sebelahnya itu seakan tidak percaya. bagaimana seorang Cio yang suka kekanak-kanakan bisa sedewasa ini.
"kau benar,Cio. Aku adalah alpha Kalian lagi pula aku harus tetap semangat dan tidak boleh menyerah dan aku percaya suatu hari rasa sakit ini akan menghilang dariku untuk selamanya".
"nah, begini Alpha kami seharusnya".
"hihi.terima kasih,Cio".
"oh iya, seorang manusia bernama Alex menunggumu di ruang tamu. dia datang menemuimu".
"huh? aku kira dia sudah pergi aku berdebat dengannya".
"awalnya begitu tetapi, aku teringat bahwa dia itu hanyalah manusia biasa dan hutan tidak aman baginya Saat dia sendiri jadi aku menyuruhnya masuk".
Keira menghela nafas. Dia mengira saat sakit gini nggak bisa bebas dari Alex si manusia menyebalkan tetapi dia salah.Si bodoh itu tidak bisa meninggalkan dirinya sendiri.
"baiklah, aku akan menemuinya".
Diikuti oleh Cio, Keira keluar dari kamarnya.Ia berusaha menahan rasa sakitnya sebaik mungkin di depan Alex. dia tidak ingin membuat Alex khawatir Walaupun dia sendiri tidak mengerti mengapa dia peduli jika Alex khawatir terhadapnya?.
Keira berjalan menuju ruang tamu, di ruang tamu dia melihat Alex sedang memakan muffinnya yang kedua.
"Alex". Panggil Keira. Alex melihat ke arah kira berdiri dan dia langsung berdiri dan menghampirinya lalu yang tidak disangka-sangka dia langsung memeluknya.
Cio terkejut melihat hal yang barusan dilakukan Alex. Keira juga sama.
hangat...dan aroma yang keluar dari tubuhnya,terasa wangi dan menenangkan...persis saat Elias memelukku dulu.
Keira ingin melepaskan diri dari pelukan Alex. Tetapi entah mengapa tubuhnya menolak untuk melakukan yang diperintahkan oleh otaknya seakan tubuhnya sudah lama tidak merasakan perasaan hangat dan aroma wangi yang keluar dari tubuh.Seakan tubuhnya mengira Elias telah kembali dan memeluknya tetapi kenyataannya Alexlah yang memeluknya.
"apa yang kau lakukan?". merasa risih, Cio mendorong Alex sehingga Alex tepaksa melepas pelukannya. Alex merasa kesal sedangkan keira merasa sedih walaupun dia tidak mengerti mengapa?.
"kenapa kau mendorongku?".
"kau sendiri apa yang kau lakukan? tidak ingat keira sedang sakit?".
"Cio, Keira.dimana kalian?". Suara Tania membuat pertengkaran kedua laki-laki ini tidak terjadi. Untunglah Tania datang di saat yang tepat.
syukurlah kau datang Tania...
"kami di ruang tamu,Tania".Jawab Keira. dengan segera Tania tanpa disadari sudah di dekat mereka. tapi mereka lupa ada seorang manusia di rumah Keira.
"apa? bagaimana bisa kau datang secepat ini ke lantai 2? perasaan aku mendengar suaramu dari lantai 1".
oops!
"a..apa yang kau katakan,Alex? aku tidak mungkin datang secepat itu. Tentu saja aku bertanya aku sudah berada di tengah-tengah tangga. kau hanya tidak menyadarinya saja".
"ah... ya! yang dikatakan Tania memang benar. mungkin karena kau lagi lapar membuat otakmu bertingkah aneh". kata Keira.
mereka bertiga berharap Alex tidak curiga. disaat Alex berpikir keras, dengan segera Tania yang mengapit lengan Kanan Cio.
"apa yang kau lakukan,kakak?".
"ikut saja.Keira, Alex .kami pergi dulu".
Cio terpaksa mengikuti kakaknya walaupun dengan berat hati.dia tidak senang jika meninggalkan Keira dengan seorang manusia yang menyebalkan baginya.
sedangkan Alex? Tentu saja dia bahagia melihat Cio dibawa pergi Tania.
"Apa yang kau lakukan? Kenapa kau menarik ku pergi dari sana?".Cio bertanya setelah Tania melepaskan tangannya dari lengan kanannya dan duduk di atas batu.
"melerai pertengkaran kalian. mengapa kau bersikap seperti itu padanya? padahal Alex punya maksud baik menjenguk keira".
"dia membuatku kesal.bahkan saat pertama kali bertemu dengannya,aku tidak suka padanya. dia tunangan kakak kita tetapi laki-laki itu memeluknya".
"kau memang benar.tetapi kakak kita sudah tiada...dan Keira...".
"jika yang kau maksud keira kesepian, itu tidak mungkin terjadi.kita kan selalu ada untuknya".
"aku tahu tapi..."
"orang bernama Alex itu membuatku takut,kakak.".
"takut? apa yang kau takutkan dari manusia itu?".
"...aku takut suatu hari orang itu membawa Keira kita pergi. jika itu terjadi Bagaimana perasaan kakak kita? tidakkah ka Elias merasa sedih?".
sementara itu...
"adik temanmu membuatku kesal.mengapa harus dia yang menjagamu, bukan temanmu?"
"cemburu?hah! yang benar saja, tentu saja aku cemburu. jangankan Adik Tania,saat kau dekat dengan lelaki manapun bahkan saudara mu Dion membuatku cemburu".
Alex mengakui bahwa dirinya seorang Pencemburu. Keira baru menyadarinya. Keira bertanya-tanya Apakah dia juga cemburu pada kekasih-kekasih Alex sebelumnya.
"kau pasti yang paling sering diputusin oleh para wanita karena kecemburuanmu ini".
"apa yang kau bicarakan? aku ini belum pernah pacaran".
"apa?kukira kau itu..."
"tidak pernah.aku tidak pernah memiliki perasaan pada gadis manapun hingga...".
"hingga?".
"hingga....kau hadir dalam hidupku.bisa dibilang Kaulah cinta pertamaku".
Keira terdiam mendengar pengakuan Jujur dari alex. dirinya tidak pernah menyangka bahwa Alex menjadikan dirinya Cinta Pertama. saat melihat keseriusan di wajah alex,Keira tahu bahwa akan sulit membuat Alex pergi darinya.
kau memiliki perasaan padaku tetapi maaf Alex... aku tidak tahu apakah aku memiliki perasaan yang sama...? Jangan Menunggu orang sepertiku. selain aku tidak tahu perasaanku, kau dan aku berbeda.....kau manusia sedangkan aku...
"apa yang kau pikirkan Keira?".
"..... tidak ada".
Alex memperhatikan Keira.Gadis berpakaian piyama biru kotak-kotak itu entah kenapa terlihat lain.dia juga melihat tangan kanannya terus memegang bahu kirinya.
"kau... menahan rasa sakit?".
"apa?".
Alex menuntun Keira dan mendudukkannya di atas sofa.
"kau begitu panas". kata Alex saat telapak tangan kirinya memegang dahinya.
"a.. Apa yang kau lakukan!?".
keira terkejut saat Alex menggendong tubuhnya dan mendekapnya dalam pelukannya.
"membawamu kekamarmu pastinya.bukankah kau harus istirahat?".
"apa?aku bisa kekamarku sendiri! turunkan aku!".
Keira memukul dada Alex.Alex meringis tetapi tersenyum saat melihat wajah Keira yang berubah menjadi merah.
"kau sangat manis saat wajahmu menjadi merah. Jangan khawatir, aku tidak akan melakukan apa-apa saat kau sedang sakit.aku lebih senang melakukannya saat kau sudah sehat".
"sehat?hei! apa maksudmu!? melakukan apa!?".
"ckckck.tenang saja dan tunjukkan dimana kamarmu".
"awas saja kalau kau macam-macam".
mau tidak mau Keira menunjukkan kamarnya ke Alex.Jika saja Keira tidak dalam kondisi sekarang, mungkin dia pasti akan memukul Alex sekarang.Sial! mengapa harus Alex yang ditinggalkan sendirian bersamanya.
Keira tidak percaya tidak ada satupun orang dirumahnya selain tamu yang tak diundang. walaupun begitu, saat Alex mengangkat tubuh Keira dalam pelukannya, entah mengapa rasanya sangat nyaman.seperti dia rasakan dulu saat Elias masih hidup.kehangatan yang lain meresap kedalam tubuhnya.Aroma tubuhnya begitu menenangkan.
sepanjang perjalanan ke kamar tidur, Keira menikmati sensasi aroma dan kehangatan yang dirasakan. Alex tersenyum saat memperhatikan Keira yang terlihat nyaman dalam pelukannya. Keira bisa berbohong tapi tidak pada tubuhnya. tubuh keira tidak bisa berbohong padanya.
Alex memasuki kamar keira pertama kali.dikamar gadis itu, Alex melihat nuansa biru di kamarnya.
"kau suka warna biru?".
Keira menganggukkan kepalanya. setidaknya Alex tahu Apa warna kesukaan Keira sehingga dia bisa memberikan hadiah kepada Keira Suatu Hari Nanti berdasarkan warna yang disukainya.
setelah Alex membaringkan Keira di atas tempat tidur, ia duduk di samping Keira dan kedua tangannya menggenggam tangan kanannya.
"wangi apa dari kamarmu ini?".tanya Alex yang mencium aroma yang membawa ketenangan bagi yang menghirupnya.
"wewangian di kamar ini berasal dari olahan serbuk kayu cedar karena cedar memiliki aroma yang menenangkan".
"pantas saja rasanya membuatku tenang saat mencium aromanya.aku rasa aku mencium aroma yang serupa di tubuhmu dari saat kita pertama kali bertemu sampai sekarang".
"itu karena baik sabun, lotion atau parfum dibuat dari serbuk kayu pohon cedar".
""tapi produk aroma pohon cedar diluar sana kenapa berbeda dengan produk yang kau pakai?".
"itu karena yang pakai benar-benar berasal dari pohon cedar langsung.kami membuatnya sendiri.bukankah lebih baik menggunakan langsung dari alam tanpa campuran bahan kimia lainnya".
"wow". Alex benar-benar terkesan dengan Keira. biasanya orang-orang akan membeli produk apapun demi mereka walaupun mereka harus mengeluarkan uang yang banyak juga tidak tahu efek sampingnya.Tapi Keira berbeda.dia menggunakan langsung dari alam tanpa ada khawatir akan efek samping. mungkin inilah keuntungannya tinggal di dalam hutan, bisa mendapatkan
kebutuhan perawatan diri atau sebagainya dari alam langsung karena hutan menyimpan kekayaan alam yang dibutuhkan oleh manusia.
"apakah kau tahu bahwa manfaat pohon Cedar bukan hanya sebagai pewangi tubuh dan ruangan?".
"oh ya? apa saja? jelaskan padaku".
biasanya Alex tidak terlalu tertarik dengan sesuatu hal yang berbau ilmu pengetahuan tetapi saat Keira yang menerangkan, Justru membuat Alex menjadi tertarik. begitulah cinta. saat kau tidak tertarik akan sesuatu hal justru menjadi menarik saat orang yang kucintai menunjukkan hal yang membuatmu menjadi tertarik.
"Pohon cedar dapat memberikan manfaat, salah satunya adalah manfaat yang dapat diambil dari minyak kayu cedar karena Minyak atsiri dari kayu cedar memiliki sifat antijamur, antiseptik, diuretik, astringent dan penenang. sehingga dapat digunakan untuk menyembuhkan luka,mengatasi rambut rontok, sebagai pewangi baik untuk tubuh atau ruangan seperti yang kau cium sekarang ini,pengusir serangga, menyembuhkan jerawat bahkan antiseptik luka yang aku miliki sekarang ini".
Keira mengambil sebuah tabung dari kaleng yang berisi krim yang berasal dari Minyak hasil dari olahan serbuk kayu cedar dan menunjukkannya.
"antiseptik luka?".
"benar.karena pohon cedar diketahui menghasilkan serbuk kayu yang bersifat antiseptik. Oleh karena itu,Minyak hasil dari olahan serbuk kayu cedar dipercaya mampu melindungi tubuh dari berbagai bentuk racun".
"bisakah kau membuatkanya untukku?".
"kau mau cream seperti ini?". tanya Keira dan dibalas Alex dengan sebuah anggukan.
"aku akan membuatnya saat aku sudah sehat".
"terima kasih.apakah kau ingin makan sesuatu?".
"Dion membuatkan bubur sapi sebelum dia pergi.kau bisa mengambilnya di dapur".
"aku akan mengambilkannya untukmu".
saat Alex keluar dari kamarnya, saat itu juga Keira kembali merasakan sakitnya.dengan segera dia segera mebuka tabungnya itu.
"Keira, apa kau...".
ucapan Alex terhenti saat masuk kedalam kamar Keira secara tiba-tiba.Tatapan Alex membeku saat Keira membuka piyama atasannya itu sehingga Alex bisa melihat bra putih yang mengintip di bajunya yang terbuka sebagian. Alex tak mampu bergerak atau bicara.
Saat Keira membuka atasan piyamanya dan meletakkannya di atas tempat tidur,ia masih merasakan kehadiran Alex di balik pintu kamarnya.ia menatapnya dan terkesiap. mata Keira terbelalak karena terkejut.
"maaf".Kata Alex, berbohong.Alex tidak akan menyesali apa yang dilihatnya hari ini.walaupan masih memakai bra dapat membuat napas Alex berhenti.apalagi jika tidak, mungkin Alex bisa mati mendadak.
Keira tidak berteriak, Tetapi dia menutupi apa yang sudah dilihat Alex dengan selimut.
"apa yang kau lakukan! tidak Bisakah kau mengetuk pintu dahulu?". dia menatap Alex dengan wajah yang merah.
Alex kembali masuk dan menutup pintu. jantung Keira berdetak cepat saat Alex menghampirinya.
"ka... kau mau melakukan apa? Jan...jangan macam-macam atau...".
Alex tidak peduli, dia malah duduk disampingnya.
"hei, Apa yang kau lakukan!!?".
Keira terkejut saat Alex membuatnya terbaring dan menyingkap selimut yang menutupi tubuh atasnya.Keira ingin melawan tetapi entah mengapa tubuhnya melawan perintah dari otaknya.bahkan hatinya serasa mau meledak saat Alex menatapnya lain.
sialan! kenapa tubuhku tidak mau bekerja? apa tubuh ini berkhianat.
kata orang, saat seorang lelaki memberikan tatapan maut kepada seorang perempuan yang jadi pasangannya, maka perempuan itu tidak memiliki kuasa atas tubuh dan pikirannya sendiri.mungkin inilah yang dirasakan keira sekarang ini.
"siapa?".
"apa?".
"siapa yang membuatmu mengalami luka seperti ini?". tanya Alex yang ternyata memperhatikan sebuah luka yang membentang dari bahu kiri sampai dekat dengan bagian dada kiri Keira.
jadi yang diperhatikannya ternyata lukaku ini.ternyata dia melihatnya.
"Jawab aku Keira.siapa!?"
"jika kau tahu siapa,apa yang akan kau lakukan?"
"Tentu saja aku akan menghajarnya bahkan kalau perlu,aku akan membunuhnya".
tidak...kau tidak akan bisa membunuhnya.dia seorang vampir. seorang vampir yang kuat.
manusia tidak bisa mengalahkannya.
"seorang pemburu. aku lupa wajahnya Bagaimana tapi kami pernah bertarung dan dia berhasil membuatku terluka dengan pisaunya yang beracun.aku selamat tapi rasa sakitnya masih terasa walaupun Luka ini sudah lama dan mengering". Keira berbohong pada Alex.
"jika aku tahu,aku pasti akan membunuhnya".
Alex membelai wajahnya.Saat Alex membelai wajah Keira,dia merasakan perasaan yang nyaman dan sensasi yang aneh.
"mungkin Lebih baik kau mencari gadis yang lain saja.gadis yang memiliki tubuh yang indah saat memakai bikini sedangkan aku,aku akan kelihatan jelek saat memakai bikini. mereka akan melihat bekas lukaku".
tunggu, Apa yang aku katakan?
"dasar bodoh.kau pikir aku lelaki apaan? Kau pikir aku jatuh cinta padamu hanya karena bentuk tubuh indahmu saja? aku jatuh cinta padamu karena semuanya.baik tingkah lakumu, ekspresi wajahmu, semuanya.setiap wanita memiliki ketertarikan yang unik saat pria yang melihatnya.seperti yang aku alami,apa yang kau lakukan membuatku tertarik dan membuat perasaanku semakin tumbuh setiap hari.dan yang kuinginkan bukan hanya tubuhmu saja.aku menginginkan hati dan jiwamu".
ucapan Alex membuat Keira merasa tenang.dia tidak mengerti dan takut mengakuinya.Alex mendekatkan wajahnya dan berbisik ditelinga Keira.
"aku mencintaimu lebih dari apapun, keira...kita sama-sama memiliki kekurangan.tetapi menurutku kekurangan lebih baik daripada kelebihan.lagi pula,aku senang laki-laki lain tidak melihat tubuhmu karena...".
"karena?".
"tubuhmu... adalah milikku.hanya aku yang boleh melihatnya dan melakukannya".
"hei!"Keira terkejut mendengarnya apalagi saat ia merasakan telinga kirinya basah saat Alex secara sensual menjilati telinga kirinya. ia menatap wajah Keira dan tersenyum melihat pipinya menjadi merah.
dasar laki-laki cabul! awas saja nanti. Keira kesal dalam hati.
"aku saja yang mengoleskannya".
Alex merebut cream itu dari tangan Keira. Dengan perlahan,ia mengoleskan cream itu dibahunya. saat tangan kanan Alex mengoleskan cream itu dibahunya Keira, Keira dapat merasakan sebuah rangsangan darinya saat tangan Alex menyentuh kulitnya yang putih mulus itu.
sedangkan Alex? dia merasakan sebuah rangsangan saat tangannya menyentuh kulitnya apalagi saat melihat dada Keira dibalik bra putihnya yang berenda disekitarnya.timbul sensasi liar dipikirannya.
tubuh mungil dan langsing, tubuh Keira tercipta begitu lembut.walaupun memakai bra,Alex dapat merasakan dada Keira yang berisi saat mengoleskan cream itu mendekati dadanya.takut perasaan liarnya tidak terkendali, Alex segera menyelesaikan mengolesi bahunya, memakaikan kembali atasan Keira dan menyelimutinya.
"aku tadi masuk karena aku mau bertanya apakah kau mau kubawakan yang lain selain bubur?".
Keira menggelengkan kepalanya.perasaan yang dialaminya membuat dirinya tidak tahu harus menjawab apa saat Alex bertanya.
"kalau begitu, aku akan mengambilnya".Alex segera pergi dan meninggalkan Keira sendirian dengan perasaan terangsang pada diri Keira hingga dia lupa rasa sakitnya.
sebenarnya aku ini kenapa...?
sementara itu Alex yang berada di dapur mengambil semangkok bubur sapi yang di rice cooker tidak bisa berhenti memikirkan perasaan yang dialaminya tadi. Jika saja Alex mengetuk pintu, mungkin Alex tidak akan melihat keira yang hanya memakai bra dan merasakan perasaan yang dia rasakan sekarang ini.Alex menelan ludah, dia menyumpah dalam hati.melihat tubuh atas Keira yang hanya memakai bra sudah cukup membuat dia terangsang.