
"hai Tania. mengapa jalanmu terlihat terkangkang begitu?". Sapa Keira dengan pertanyaan didalamnya.
"ah… itu💦 ceritanya panjang semalam 😅 tapi, jika bukan karena Danny, aku tidak akan begini akibat malam yang panjang itu hingga membuat kerangku berasa lecet padahal bengkak". Jawab Tania membalas pertanyaan Keira dengan apa adanya serta membawa nama Danny di dalamnya.
oi, jangan bawa-bawa namaku dong. Keluh kesal Danny saat Tania membawa namanya, Alex yang mendengarnya berubah menjadi merah pada wajahnya.Sedangkan Keira…
jalan terkangkang + malam yang panjang+ Danny X kerang terasa lecet\= •••💏👄😘!!!!!!.
Oh! mungkinkah mereka berdua…!😱. Didalam pikiran Keira, ia telah memikirkan kata-kata yang diucapkan oleh Tania sehingga ia merumuskannya kedalam bentuk matematika dan ia langsung syok saat mengetahui hasil dari perumusannya itu apalagi saat otak Keira mulai berimajinasi kotor dimana Batang Danny mencoblos Kerang Tania secara membabi buta. Tania meringis dan nikmat secara bersamaan dan Danny terus melakukan pencoblosan sepanjang malam sehingga keringat membasahi tubuh mereka.
Sehingga Keira beteriak dengan sangat keras karena imajinasinya sehingga Alex, Danny dan Tania terkejut saat Keira menjerit seperti orang yang tidak waras.
"Keira, kau kenapa??". Tanya Alex khawatir terhadap Keira. Perlahan Keira berjalan mendekati Danny lalu ia menarik kerah jaket Danny dengan kedua tangannya.
" dasar laki-laki brengsek!. Teganya kau melakukan cocok tanam dengan gadis polos seperti Tania.
Aku tahu bahwa walaupun Tania adalah gadis polos sableng dan berotak cabul, tapi haruskah kau tega melakukan coblos menyoblos dengannya?!".
Keira, terima kasih karena membelaku walaupun kau salah paham, namun aku sakit hati saat mengatakan bahwa aku adalah seorang gadis yang berotak cabul dan sableng. Ucap Tania membatin senang dan kesal secara bersamaan karena ucapa Keira walaupun kenyataannya adalah benar.
aku tidak menyangka bahwa anak ini bisa melakukannya duluan dengan gadis ini walaupun, aku tidak tahu apa hubungan mereka. Pikir Alex saat mendengar ucapan Keira yang menuduh Danny melakukan hal yang tidak disangka-sangka apalagi ia merasa kalah bersaing dengan Danny yang telah melakukannya duluan.
"he-hei, apa yang kau bicarakan? kau salah paham tahu". Ucap Danny membela dirinya sambil melepaskan kedua tangan Keira dari kerah jaketnya.
"Tania, katakan sesuatu dong". Gerutu Danny minta pembelaan dari Tania atas ucapan Tania yang membuat Keira Telah salah paham.
"ah…💦 itu… 😅 Semalam aku main bola dengan Danny lalu ia menendang kuat bola sepak tapi meleset lalu kerangku kena deh".
"itu gara-garamu tahu!💢". Danny merasa kesal saat Tania meralat apa yang terjadi semalam padanya sehingga dialah yang menjadi tersangka sedangkan Tania hanya bersikap cuek dan mengalihkan pandangannya dari Danny.
"kau jahat. Ayo kita pergi Tania". Keira memilih pergi meninggalkan kedua laki-laki itu sambil menggaet Tania yang berjalan terkangkang tanpa tahu bahwa Tania sedang mengalami kejadian lain selain insiden kerang, yaitu hilang ingatan (pura-pura).
"ini salahmu. Kau telah membuat gadisku marah dipagi hari".
"hei, kenapa kau menyalahkanku? lagipula, pemikiran gadismu sungguh sableng. Seenaknya saja menuduh hal yang tidak-tidak padaku."Danny langsung mengatakannya namun ia langsung mengalihkan tatapannya ke arah lain saat sebuah tatapan mata yang tajam dan ekspresi wajah seperti tukang jagal tertuju kearahnya.
"kau bilang apa?". Tanya Alex menatap tajam Danny dan memasang ekspresi wajah seperti tukang jagal saat Danny mengatakan bahwa Keira memiliki pemikiran yang sableng.
"aku tidak bilang apa-apa🙄💦". Ucap Danny yang terus melirik ke arah lain karena sesungguhnya ia takut jika melihat tatapan membunuh dari diri Alex karena Alex merasa tersinggung akibat ucapannya.
"hmp!".
"ng… ah, Noah sudah datang tampaknya". Danny mengalihkan pembicaraan ketika bersyukur saat melihat mobil sport milik Noah telah tiba.
"hai, baru datang?".
"tidak juga. Kau tidak bersama dengan pacarmu?".Tanya Alex.
"Silvana?. Kalian tahu sendiri'kan bahwa ia selalu pulang pergi menggunakan sepeda motornya bersama teman-temannya.
Lagipula, dia tidak mau aku sampai terlihat paparazi saat bersamanya demi menjaga privasiku agar tidak terusik mereka mengingat ia seorang model".Noah menjelaskannya secara berbisik kepada Alex dan Danny.
"wah, kalau kupikirkan lagi, dia juga tertutup terhadap media,yah. Tapi bukankah itu resiko saat menjadi terkenal? saat menjadi terkenal, namanya privasi tidak lagi bisa didapatkan saat media memburu untuk mengetahui informasi mereka".
"begitulah. Ia sangat benci saat paparazi mengusik kehidupannya. Kalian pasti tahu kisah masa kecilnya hingga paparazi terus mengikutinya bahkan… aku kasihan kepadanya".Ucap Noah lirih.
"kasihan? maksudnya?".Tanya Danny.
"… dia… ingin sekali melupakan masa lalunya yang penuh dengan kesedihan dan penderitaan saat ia disiksa ayah kandung dan keluarga tirinya saat masih kecil namun tidak semudah itu, karena media… paparazi tidak bisa membiarkannya untuk melupakan masa lalunya itu.
Mereka akan terus mengingatkannya akan kejadian dimasa lalu.
Bahkan saat ia bangkit dari keterpurukan pun, mereka terus saja mengejar-ngejar dirinya.
Tidak mengherankan jika dia tertutup.
bahkan tidak memiliki media sosial karena ia benci dengan semua itu.
kapan dia bisa menikmati hidupnya dengan tenang tanpa gangguan yang mencoba mengusik masa lalunya?…". Ucap Noah memasang ekspresi wajah yang sedih saat memikirkan Silvana sambil menatap kelangit biru seolah-olah mencari jawaban di sana.
Sementara itu dipakiran sepeda motor sekolah, Silvana yang masih duduk di atas sepeda motornya terlihat sekali menunjukkan ekspresi wajah yang sedang kesal.
Cih!. Manusia itu, dia itu tidak punya kerjaan lain, yah selain membuntuti orang. Batin Silvana. Ia sungguh marah dalam pikirannya. Bagaimana tidak?. Tidak jauh darinya berada, seseorang yang sedang membuntuti dirinya telah bersembunyi sambil mengamati Silvana melalui lensa kamera.
Laki-laki itu tersenyum saat mengamati Silvana melalui lensa kamera DSLRnya dan dilehernya terdapat sebuah kalung tanda pengenal dimana dari tanda pengenal itu diketahui bahwa ia adalah seorang fotografer lepas atau dikenal dengan sebutan paparazi di Sebuah media massa.
dan tugasnya sebagai paparazi, tentu saja membuntuti orang ternama atau orang terkenal untuk mengambil gambar atau foto dari orang tersebut tanpa disadari.
dan dimata orang-orang yang dibuntuti dan Fotonya diambil tanpa mereka sadari, tentu saja mereka menganggap paparazi sebagai pengacau yang membuat mereka tidak memiliki privasi dikehidupan mereka.
dan yang paling disukai oleh paparazi, tentu saja adalah skandal. Mereka akan melakukan apa saja untuk mendapatkan sebuah skandal dari orang-orang yang mereka buntuti seperti yang dialami Silvana Sekarang ini, orang bernama Buck ini ingin mendapatkan skandal dari Silvana, seorang model yang tertutup di dunia media sosial dan tidak ada berita yang menghebohkan dari dirinya bahkan tidak ada yang tahu siapa orang terdekatnya ataupun kekasihnya.
yang mereka ketahui hanya kisah gadis kecil malang yang selamat bersama dengan dua saudara tirinya dari pembantaian ayah kandung dan keluarga tirinya ditambah lagi dengan keberadaan para penjahat itu yang sampai sekarang tidak diketahui keberadaannya baik dimana mereka berada sekarang dalam pelarian mereka bahkan polisi masih mencari keberadaan mereka sampai sekarang.
dan kisah itu terus melekat pada Silvana selama sebelas tahun ini sehingga buck berharap mendapat sesuatu secara Spicy dari Silvana untuk mendapatkan uang yang banyak walaupun dengan perasaan orang-orang seperti Silvana yang terus-menerus terusik akan privasi kehidupan mereka.