The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 101 : A Secret Revelad?



Sementara itu Tania yang baru saja menyelesaikan urusan pribadinya, sementara itu Keira dan Alex lari menghindari dari sesuatu.


Alex ingin sekali bertanya apa dan siapa yang menyerang mereka namun ia tahu bahwa waktunya sungguh tidak tepat untuk bertanya sesuatu kepada Keira selama mereka berdua sedang dikejar-kejar sehingga ia diam saja tanpa mengatakan apapun saat Keira mengajaknya untuk lari.


Sedangkan Keira?.


ingin sekali ia melesat menjauhi musuh-musuh yang menyerang dirinya dan membantai mereka namun ia tidak bisa melakukannya karena dia sadar bahwa Alex bersamanya.


Hingga dalam pikirannya, ia menggunakan kemampuannya membagi dirinya sehingga secara tidak kasat mata, sesuatu yang ternyata bagian dari Keira keluar dalam dirinya.


''Aku akan melawan mereka''. Ucap Keira lain secara telepati ke Keira utama. Keira melirik ke arah sebuah pohon besar yang ternyata dirinya yang lain berada disana memperhatikan mereka dan Keira mengangguk.


tepat setelah Keira dan Alex sudah tidak kelihatan oleh dirinya lagi, Keira yang lain langsung melesat menuju ke arah panah-panah itu berasal.


Vampire 1:"Sial! dimana gadis yang bersama dengan manusia itu?!".


Vampire 2:"kita harus membunuhnya sekarang karena ini kesempatan yang bagus selagi dia leng-".


"kalian mencariku?!". Kelima vampire itu mengarahkan pandangan mereka ke sebuah pohon yang ternyata Keira berdiri di atas dahan yang besar itu sambil memandang ke vampire-vampire itu.


"lepaskan panah-panahnya kesana!".Pekik salah satu vampire sehingga mereka langsung mengarahkan busur-busur ke arah Keira berada lalu menghujaninya dengan anak-anak panah mereka tetapi dengan sigap Keira berhasil menghindar dari serangan panah-panah itu.


Keira berlindung dibalik pohon lalu dengan cepat ia melompat dari satu dahan pohon kepohon lainnya.


para vampire yang sibuk memanahnya mengikuti alur kemana ia bergerak sementara Keira terus melompat untuk menunggu sebuah kesempatan.


Sementara itu…


"Keira, siapa yang menyerang dirimu?". Tanya Alex Setelah pada akhirnya mereka berdua berada di tempat yang aman dari musuh-musuh Keira.


"ini tehnya, Alex". Ucap Dion sembari menuangkan secangkir teh Jasmine dari teko teh ke cangkir porselen yang sudah dipersiapkan oleh Dion sebelumnya.


Alex yang duduk di sofa ruang tamu meminum teh buatan Dion untuk membantunya menenangkan diri setelah kejadian penyerangan itu. Alex merasa tenang saat meminum teh Jasmine itu tapi rasa penasarannya tidak menghilang begitu saja.


"makan kuenya Alex. Buatan Dion sungguh enak lho". Keira mengalihkan pertanyaan yang diajukan oleh Alex karena ia tidak mau membahasnya dengan apa yang tidak diketahui oleh Alex.


"jangan mengalihkan pembicaraan, Keira. Siapa mereka?. mengapa mereka menyerangmu?. Apa yang kau rahasiakan?". Alex tetap pada pertanyaanya yang telah membuat dia sangat penasaran sehingga Keira tidak dapat mengalihkan pertanyaanya itu.


''kau mau tahu?. Baiklah tapi berjanjilah satu hal padaku".


"kau ingin aku berjanji apa padamu?".


Sambil minum teh, bola matanya berputar ke depan memperhatikan wajah Alex yang ingin sekali tahu seakan tatapan Alex mencoba menggali rahasia yang dia sembunyikan selama ini.


"berjanjilah bahwa kau tidak akan ikut campur dengan urusanku apapun itu. baik secara langsung maupun tidak langsung kecuali aku memintanya. Kau bersedia?".


"mengapa kau ingin aku berjanji dengan hal itu?".


"…aku tidak ingin masalah dalam kehidupanku dicampuri olehmu, Alex. walaupun kita adalah pasangan sekarang, bukan berarti kau harus mendikte segalanya Alex, apa Kau sudah mengerti?".


Maaf Alex aku harus mengatakan ini dan membuatmu berjanji seperti ini…


aku tidak ingin karena diriku, kau terjerumus dalam bahaya…


Mendengar ucapan Keira, membuat Alex berpikir secara mendalam. Jika ia ingin mengetahui apa yang disembunyikan oleh Keira namun ia harus berjanji kepada Keira sebagai syarat darinya.


Sedangkan Alex tidak bisa melakukan janji yang dibuat oleh Keira itu Karena rasa khawatir dalam dirinya Akan tetapi rasa penasaran lebih besar daripada rasa khawatir Nya sehingga mau tidak mau Alex akhirnya membuat keputusan.


"…baiklah…aku berjanji padamu".


Tapi bukan berarti aku akan menuruti janji itu jika dirimu terancam dalam bahaya, Keira.


"Sekarang, beritahu aku Keira".


"hm, baiklah".


Apakah Keira akan mengatakan yang sesungguhnya kepada Alex bahwa ia adalah seorang Werewolf dan yang menyerang mereka adalah Vampire?. Aku tidak tahu reaksi Alex jika ia sampai tahu.


Keira meletakkan cangkir tehnya diatas meja.


Tatapan matanya dengan tatapan mata Alex telah bertemu. Alex mengharapkan sebuah kebenaran yang ditutupi oleh Keira selama ini,


Sedangkan Dion? ia hanya memandangi kedua orang itu sambil makan kue seakan ia sedang menonton drama menegangkan yang menguak rahasia pakai efek zoom in zoom out.


"aku akan memberitahu. Yang mencoba menyerangku adalah…… pemburu-pemburuh yang marah kepada kami".


huh?. Pemburu?? aku kira… perkiraan Dion meleset saat Keira mengatakan bahwa yang mencoba menyerang mereka adalah pemburu padahal kenyataannya adalah tidak benar.


Yah… sudah pasti Keira tidak akan mengatakan kebenaranannya secara mutlak terhadap Alex yang merupakan seorang manusia.


"Karena kami menghalangi mereka untuk memburu Serigala-serigala di wilayah ini dan hewan-hewan lainnya untuk diambil bulunya. Mereka tidak suka dengan perbuatan kami yang bersifat manusiawi itu".


Ucap Keira yang berbohong kepada Alex yang dia buat sebenar mungkin agar Alex tidak meragukan kebenaranannya di suatu hari nanti.


Sementara di suatu tempat…


"Kalian terlambat". Ucap Keira duduk di atas batang pohon cedar tua yang tumbang ke tanah sambil menatap bete ke sepasang saudara kembar Rhyes yang baru saja datang disaat ia telah selesai membantai vampire-vampire anak buah Rhyes tiga menit yang lalu.


"hehe, maaf". Ucap Tania yang tersenyum cengir sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.


"maaf maaf!. Apakah kalian teringat padaku yang bertarung sendiri sedangkan kalian berdua malah sedang asyik-asyiknya menikmati makan ice cream!".


"eh? kau tahu darimana?". tanya Cio yang tidak menyangka bahwa ia dan Tania ketahuan makan disaat yang genting.


"kalian tidak mengatakannya tapi wajah kalian mengatakannya". Sambil berkacak pinggang, tatapan mata Keira menunjukkan bahwa diwajah Mereka berdua terdapat sisa-sisa ice cream vanila .


bagian diri Keira mengomeli Mereka berdua yang hanya menunduk sambil menunjukkan tatapan mata yang melas saat bagian diri sang Alpha mengomeli Mereka.


"dan yang membuatku kesal adalah, kalian tidak membelikan ice cream untukku".💢


"huh?. Kami tidak membeli ice cream lho". Ucap Tania yang memasang wajah yang polos dan ngeselin.


"huh? Lalu bagaimana bisa ada sisa-sisa ice cream di wajah kalian?".


"hehe. Sebenarnya…".


Sebelumnya…


''sayang, bukankah itu Tania dan Cio yang merupakan teman-teman Keira?".


Tunjuk Seorang gadis werewolf saat melihat dua orang werewolf yang sedang belari.


''ah, kau benar. Tania! Cio! yuhhuuu!". panggil seorang laki-laki yang juga melihat mereka.


Kedua orang itu berhenti saat mendengar suara yang memanggil nama mereka. dari kejauhan mereka melihat seseorang yang melambai ke arah mereka dan mereka yang melihat secara jauh terkejut dan langsung menghampiri mereka.


"Salam Yang mulia pangeran Leo dan nona muda Myesha". Ucap Tania dan Cio memberi salam dan hormat kepada kedua orang itu yang ternyata adalah Leo dan Myesha.


"Salam anak-anak Hara. Berdirilah kalian".


Ucap Leo dengan lembut sehingga mereka berdua menuruti perintah Leo.


"apa kabar, nona muda Myesha". Sapa Tania.


"jangan panggil aku nona muda Tania. Aku lebih senang jika kalian memanggilku dengan sebutan kakak karena kalian seperti adikku sendiri". Ucap Myesha yang tersenyum saat memandang wajah mereka berdua.


"baiklah, kakak😊. Oh ya, apakah itu untuk Keira?". Tanya Tania saat matanya melihat seember ice cream vanila dipegang oleh Leo dan seember ice cream Vanilla Choco cookies di pegang oleh Myesha.


"yup. Tapi karena kami membawa dua aku memberikan yang ini untuk kalian".


"waah, terima kasih". Ucap Tania dengan matanya yang berbinar-binar saat Leo memberikan seember ice cream vanila untuknya dan Cio.


"oh ya, apakah kalian ingin berjumpa dengan Keira?".


"iya nih.Kami berdua kangen kepadanya Apalagi kakakknya yang satu ini ingin sekali memeluknya erat saat berjumpa nanti". Ucap Myesha yang melirik ke Leo yang wajahnya sangat bahagia bisa menjumpai adik kecilnya.


"kalau begitu kami permisi dulu,ya".


"oke. Hati-hati di jalan". Ucap Cio dan setelah kedua orang itu pergi dan tidak terlihat oleh mereka, Cio dan Tania memandang ice cream itu.


"Ayo kita makan".Ajak Tania yang duduk di atas Rerumputan yang juga diikuti oleh Cio.


saat mereka membuka penutup itu Air liur mereka berdua menetes saat melihat ice cream itu.


"ayo, kita makan, Cio".


"ayo". Mereka berdua mulai menikmati makan ice cream itu dengan menggunakan tangan mereka. Mereka berdua sangat menikmatinya tanpa teringat akan keadaan Keira sekarang.


"ngomong-ngomong, apakah kita tidak melupakan sesuatu? Kak.🤔


"hm… aku rasa tidak ada. Ayo habiskan".


dan sekarang…


"apa?!. Mengapa kalian tidak memberitahukannya dari awal tadi?!. Kalian tahu Kak Leo seperti apa, jika ia sempat melihat Alex dirumah bagaimana?!".