
"jadi… kurasa anakmu pasti berada di desa wolfblood?". Tebak Tania.
"yah… aku terpaksa meninggalkannya disana demi keselamatan dirinya".
"desa wolfblood?".
"itu adalah desa tersembunyi untuk para wolfblood hidup dan aman dari bangsa vampir. Jika mereka sudah dewasa, mereka bisa melindungi diri mereka sendiri dari bangsa vampir karena usia dewasa membuat mereka kuat dari bangsa vampir ataupun bangsa kami".Tania memberi penjelasan pada Danny dan Danny takjub mendengarnya.
"wow, sungguh aneh vampir tidak memanfaatkan kekuatan mereka melainkan menghabisi mereka. Apa mereka tidak tahu kekuatan para wolfblood itu?".
"tentu saja mereka tahu namun, mereka tetap menganggap wolfblood itu seperti anak haram, bahkan sampah yang harus dimusnahkan. Berbeda dengan bangsa kami yang menerima dan melindungi mereka karena bagaimanapun darah werewolf ada pada mereka.
Jadi tidak mengherankan jika wolfblood menjadi Sekutu kami selama ini".Ucap Silvana.
"mengenai anakmu, anakmu laki-laki atau perempuan?". Tanya Tania penasaran dengan mata yang berbinar-binar.
"itu berarti kau memaafkan aku, Tani?".
"tentu saja, aku memang marah karena kau tidak mengatakannya padaku namun aku mengerti, kau berada di posisi sulit karenaku jadi, mengapa aku harus marah?". Ucap Tania senang sehingga Silvana tersenyum mendengarnya.
"aku punya seorang putra, namanya Silver…
Silver Erdian Hart"Silvana memberi tahu namanya namun tidak memberi tahu makna dari nama Silver yang berada dari (Silv)ana+Em(er)y. Ia takut Tania akan marah.
"mau lihat fotonya?".Tanya Silvana sambil menunjukkan ponselnya.
"wah, mau".Tania dan Danny melihat foto di ponsel Silvana. di layar, mereka melihat sosok anak laki-laki tampan berusia lima tahun tersenyum dalam dekapan Silvana.
"eh? siapa anak ini berusia lima tahun ini? kok mirip banget dengan Silvana?". Tanya Danny bingung begitu juga dengan Tania.
"hihihi, dia ada putraku Silver, mungkin kalian heran bagaimana bisa anak yang kulahirkan setahun yang lalu bisa menjadi lima tahu bukan?". Tanya Silvana yang dibalas anggukan oleh kedua orang itu.
"wolfblood memiliki sebuah keistimewaan.
Setelah setahun wolfblood lahir, Tubuh Anak-anak wolfblood yang berusia setahun akan berubah menjadi lima tahun.
Saat itulah umur mereka dan perkembangan mereka dimulainya. Saat aku bertemu dengannya aku juga terkejut".Silvana menjelaskan apa yang telah dia ketahui Saat berada di desa wolfblood.
"woah".
"oh yah Tania, tadi ada yang ingin kau ingin mengatakan sesuatu padaku'kan?".Silvana mengingatkan Tania.
"oh, begini… aku tidak tahu bagaimana mengatakannya namun kau harus tahu bahwa… Noah… sepertinya dia telah mencurigai kita, Silva".
"apa? Noah…".
"yang dikatakan Tania benar. Tadi disekolah, ia Mengintograsi Tania tentang kejadian kemarin. Sepertinya dia teringat akan sesuatu.
Bisa dikatakan kesalahanku juga yang tidak memberikan secara detail tentang pakaian yang dikenakan Noah saat itu hingga label harga tertera di sana".Ucap Danny menyalahkan dirinya sendiri sehingga Tania terkejut saat Danny menyatakan bahwa Danny yang bersalah padahal dia juga tidak memeriksa secara detail namun Danny tidak membawa namanya.
"tidak apa-apa, apalagi yang dia tanyakanya setelah itu?".
"ng… sebenarnya dia pingsan saat aku menendang selangkangannya. hehe".Tania mengakui apa yang telah dia perbuat.
"hah??. Kok-".
"dia menyebalkan. Tapi ada yang harus perlu kau ketahui Silva".
"apa itu?".
"…setelah dia sadar, dia menjadi aneh".
"aneh bagaimana, Tania?".
"saat kami menghampirinya, Noah… ia menatapku dengan tatapan ketakutan terhadapku".
"mungkin dia takut kau akan menendangnya lagi".
"tidak… bukan takut akan hal seperti itu. Ketakutan dimatanya, ia seakan merasa takut terhadap monster yang berdiri dihadapkannya. dia ketakutan saat aku mendekatinya lalu ia belari pergi dengan rasa takut tanpa mengatakan apapun.
Sepertinya… tanpa aku dan Danny sadari… mungkin dia telah mendengarkan percakapan Kami, Silva"Ucap Tania dengan tatapan matanya yang bersalah akan sesuatu.
"percakapan apa?".Tanya Silvana. Perasaannya sungguh menjadi tidak enak saat Tania mengatakan betapa takutnya Noah dan juga pembicaraan apa yang didengar oleh Noah.
"… percakapan yang menyebutkan bahwa aku, kau dan Keira adalah seorang Werewolf didalamnya dan juga vampir yang telah menyerangnya itu memang nyata". Ucapan Tania membuat Silvana terdiam. Matanya membesar tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
"dia… Tania, kenapa kau bisa seceroboh itu?!.".
"Jangan salahkan Tania. Ini salahku, jika saat itu aku tidak bertanya tentang siapa yang menyerang Noah waktu, mungkin Tania tidak akan mengatakannya dan pastinya tidak akan terjadi percakapan yang menyebutkan siapa kalian di dalamnya". Danny memohon pada Silvana untuk kesalahan yang terjadi dan menyalahkan dirinya sendiri.
"aku tidak menyalahkan Siapa-siapa, Danny. Namun situasi kami sekarang sudah rumit.
Aku takut kecurigaan dia akan mencari tahu sendiri dan rahasia kami akan terbongkar. Aku takut yang paling buruk, selain dia tidak menerima kenyataan bahwa aku adalah seorang werewolf sehingga hubungan kami berakhir, dia akan mengatakannya pada semua orang disekolah hingga mau tidak mau kami harus keluar dari sekolah itu.
"apa? maksudnya Noah akan dihabisin?!".Danny terkejut mendengarnya.
"kemungkinan besar begitu namun menghabisi hanya pilihan terakhir, Biasanya Aurora akan membuat kesepakatan dari memberikan beasiswa, pekerjaan atau semacamnya agar yang tahu menutup mulut namun jika tetap kekeh…
Selain itu, bukan cuma kami saja yang terancam, tanpa Noah sadari pastinya ia telah membuka keberadaan vampir sehingga bangsa vampir pasti terancam dan pastinya, Noah akan disingkirkan saat itu juga oleh mereka".
"Tidak. pasti ada cara lain agar Noah tidak dihabisin bukan?". Danny berharap sahabatnya itu tidak akan dihabisin karena mengetahui sebuah rahasia besar yang tidak boleh diketahui oleh orang lain.
Silvana mencoba memikirkan sesuatu sehingga pada akhirnya ia menemukan sebuah jalan.
"yah… ada dua pilihan. Pertama, kita bisa mengancamnya dengan mengatakannya bahwa kita akan menghabisi keluarganya jika ia membocorkan siapa kita pada orang lain".
Saran Silvana.
"tapi, kurasa itu tidak mungkin. Ia tidak menyukai keluarganya. Ia benci mereka dan bisa dikatakan hubungannya dengan keluarganya sangat buruk jadi aku tidak yakin dia tidak akan membiarkan keluarganya kenapa-kenapa". Ucap Danny memberikan pendapatnya tentang sisi lemah dari pilihan pertama.
"kalau begitu, aku akan menggunakan kemampuanku untuk menghapus ingatan yang dia ketahui jika dia akan membocorkan rahasia kita".
"kurasa pilihan kedua lebih baik, Silva".Ucap Tania.
"aku juga sama".Ucap Danny.
"tapi sebelum itu, jika dia bertanya aku harus memberitahu kebenarannya bukan?. Cepat atau lambat, dia pasti akan tahu kebenaran siapa kita sebenarnya.
Saat itu, aku akan melihat apakah ia masih mencintaiku walaupun aku seorang werewolf atau tidak. jika ia mencintaiku dan menerimaku apa adanya, aku akan sangat bahagia.
Namun, jika tidak…
mungkin berpisah lebih baik. Aku yakin dia tidak akan dalam bahaya karena aku dan pasti jiwanya tidak akan terancam oleh Emery karena aku.
Apapun pilihannya… aku akan menerima keputusannya itu dan aku pun berharap… dia akan bahagia "
Sementara Silvana telah mengambil sebuah keputusan, disisi lain Noah sedang berada di dalam kamarnya.
Laki-laki itu sedang duduk dengan sebuah laptop di hadapannya. Awalnya merasa ragu namun pada akhirnya, jemari-jemarinya telah mengetik sesuatu di pencarian hingga ia menemukan sebuah artikel yang membuatnya tertarik untuk membacanya.
"Werewolf…" Gumam Noah saat menemukan apa yang dia cari.
Werewolf (manusia serigala) adalah sesosok makhluk monster malam dimana seorang manusia mampu berubah wujud menjadi seekor serigala atas keinginan sendiri, bisa karena dorongan dari bulan purnama atau juga karena kemarahan.
Menurut legenda, seseorang bisa menjadi werewolf karena keturunan dari lahir atau bisa juga seorang manusia biasa mendapat gigitan dari seorang werewolf.
Karena wujud mereka yang berubah sama seperti serigala biasa, sangat sulit diketahui apakah serigala yang ditemui adalah serigala biasa atau werewolf.
Sebagai seorang werewolf, werewolf memilikimu kelebihan yaitu memiliki regenerasi yang amat hebat sehingga tidak menjadi tua bahkan bisa hidup sangat lama.
Walaupun begitu mereka juga merupakan makhluk yang memiliki kelemahan, yaitu perak. Mereka bisa terluka karena benda perak bahkan peluru dari perak bisa membunuh mereka jika ditembak tepat di otak atau di jantung.
Werewolf, apakah aku sudah benar mencurigai Silvana?. Percakapan Tania dan Danny yang kudengar sulit untuk dibantah. Pikir Noah lalu ia lanjut membaca.
" Ciri- ciri werewolf. Pertama, werewolf suka tinggal di tempat terpencil dan sunyi atau hutan karena mereka ingin menghindari keramaian ditambah lagi agar identitas mereka tidak ketahuan oleh para manusia.
Silvana dan kawan-kawannya tinggal di hutan, tapi hal itu tidak bisa dijadikan patokan bahwa mereka adalah werewolf apalagi tinggal di hutan merupakan tempat populer bagi orang yang mencintai alam dan menyukai udara yang segar.
Tidak heran jika terkadang ada wisata penginapan kabin di hutan bahkan berkemah di hutan".Kata Noah bernada kecewa saat ia merasa bahwa Ciri-ciri pertama terbilang lemah untuk dijadikan bukti lalu kembali membaca artikel dikomputer itu.
"yang kedua… konon,para werewolf dalam bentuk manusia umumnya memiliki tubuh yang berbeda dari manusia. Jika Vampir memiliki suhu tubuh dingin bagaikan es, werewolf memiliki suhu tubuh hangat 40°c, bahkan lebih".
Kalau dipikirkan lagi, setiap aku memegang tangan atau memeluknya, yang aku rasakan adalah rasa hangat… bahkan bisa dikatakan panas dari tubuhnya.
"tapi ada manusia juga yang bisa memiliki suhu tubuh seperti itu bukan?.
Ciri ketiga… tulang dan daging?. Walaupun dalam wujud manusia, werewolf sulit menahan godaan terhadap tulang baik tulang hewan maupun manusia.
Bahkan daging, mereka akan sangat menikmati memakan daging yang masih mentah dan segar hingga terkadang manusia yang melihat seseorang yang memakan daging mentah di supermarket atau memakan tulang yang dibuang di tong sampah akan menganggap mereka orang aneh, namun mereka tidak pernah berpikir bahwa orang aneh yang mereka lihat bukanlah manusia biasa".
Hm, Silvana… bahkan kedua temannya itu tidak pernah kulihat pernah mengorek-ngorek sampah sama sekali. Bahkan aku tidak pernah mendengar laporan bahwa yang melihat mereka sedang ngemil tulang di tong sampah.
Lagipula, orang gila pun suka melakukan itu. Bahkan mengorek-ngorek sampah kan banyak alasan. Entah dijadikan nafkah atau hal lainnya. Aku rasa sebagian artikel ini tebilang hoaks. Tapi memang benar werewolf lemah terhadap perak
Mungkin aku harus mencari tahu sendiri.
Mungkin aku harus menggunakan benda itu...
terpaksa aku menggunakan perak, aku hanya berharap apa yang kudengar adalah kebohongan belaka.
Namun, jika ternyata benar…
apa yang harus aku lakukan sekarang?.