
"eh... selamat datang di Twinsbells cafeπ§".
Ini aneh. Mengapa aku merasa ada yang aneh dengan kedua orang ini?. π§Pikir Tania saat menyambut kedua pengunjung yang datang ke cafe. Seorang pria dan wanita dengan pakaian mereka yang serba hitam, Tania merasa ada yang aneh karena kedua orang itu sudah jelas berada di dalam tapi mereka masih sama-sama memakai kacamata hitam dan si laki-laki itu masih tetap memakai topi hitamnya selain itu, Tania menangkap gelagat aneh mereka yang sedang memperhatikan bagian-bagian cafe seakan mereka mencari sesuatu... atau seseorang.
"tuan? nona? haloo? ada yang bisa kubantu?".
"eh? maaf-maaf. Ng... Tolong meja untuk dua orang". Kata laki-laki itu yang menyadari bahwa kelakuannya bersama dengan perempuan disebelahnya itu diperhatikan oleh Tania.
"Ng... baiklah. Mari ikut saya".
Orang yang aneh...
Pikir Tania sembari menuntun kedua orang yang menurutnya aneh itu di meja nomor tiga yang terletak di tengah-tengah.
Di meja nomor tiga...
"Menurutmu, apakah pelayan yang di bagian minibar yang sedang membuat minuman itu yang namanya Keira?". Tanya Alfa.
"tidak salah lagi, kakak. Dia gadis yang sama dengan foto yang ditunjukkan oleh Alex". Jawab Alexa.
"dia cantik dan manis,ya".π
"kau benar kakak".π
Kedua kakak beradik itu sibuk memperhatikan Keira yang sedang meracik latte untuk pelanggan yang memesan tanpa mereka ketahui bahwa insting Keira merasakan sesuatu.
Ini perasaanku saja atau memang ada yang sedang memperhatikanku?.
Yup instingnya menangkap radar bahwa ada yang memperhatikan dirinya sehingga ia segera berbalik badan dan memperhatikan dari jauh ke Beberapa pelanggan yang datang dan makan di cafe dari meja ke meja.
Hm, kurasa hanya perasaanku saja. Keira membalikkan badannya dan melanjutkan pekerjaannya sedangkan kedua saudara Alex itu merasa terpesona dengan gadis itu. Seolah-olah mereka dapat melihat aura yang baik terhadapnya dan mereka berimajinasi melihat dapat melihat cahaya dari atas Menyinari Keira dan burung-burung merpati putih mengepakkan sayapnya di sekitarnya saat Keira berbalik badan untuk memperhatikan sekitarnya.
"Ehem!". Itu sebelum Tania berdehem kepada mereka sehingga imajinasi mereka segera berakhir dan bertingkah sedang melihat-lihat daftar menu Twinsbells.
"Apakah kalian sudah menentukan pesanannya tuan, Nona?". Tanya Tania sembari memegang notes pesanan di tangan kirinya, pulpen di tangan kanannya dan memicingkan matanya ke dua orang itu.
"ah...yah.π¦ aku pesan...ng... apakah ada menu yang istimewa disini?". Tanya Alexa karena sejujurnya, ia tidak melihat daftar makanan dan minuman yang ada di menu sehingga ia meminta rekomendasi.
Hmp, mereka tidak lihat ada menu baru di situ? mereka tidak lihat banyak yang memesan menu itu?. Mengapa rasanya Mereka sangat mencurigakan,yah?. Pikir Tania. Hingga ia menangkap mereka sedang memperhatikan sesuatu sehingga Tania melirik bola mata kirinya ke arah pandangan mereka.
Keira!? mengapa mereka berdua memperhatikan Keira? siapa manusia ini??.
"kami ada enam menu baru bertemakan Stroberi. nama-namanya ada yang paling teratas dalam daftar menu". Sesopan mungkin, Tania menunjukkan menu-menu baru itu sambil bersiaga jika kecurigaannya terbukti.
"soda Stroberi satu dan wafle stroberi satu. Bagaimana denganmu, kakak?".
"eng... Milshake vanila satu. Pie kentang satu".
"ada lagi yang lainnya?". Tanya Tania sembari mencatat pesanan mereka.
"hmmm... itu saja dulu". Jawab Alexa sambil menyerahkan kembali kedua menu itu ke Tania.
"tunggu sebentar. Pesanan Akan disiapkan". Tania pergi meninggalkan kedua pelanggan itu, setelah menyerahkan selembar pesanan makanan pada Dion yang menghampiri counter minuman tempat Keira berada.
"pesanan minuman untuk meja nomor 3,Kei".
Tania menyerahkan pesanan minuman nomor tiga. Keira akan menerima tapi Tania menangkap tangannya Keira.
"pst, Keira".
"ada apa? mengapa kau berbicara secara bisik-bisik?". Tanya Keira yang ikut juga berbicara secara bisik-bisik.
"apakah kau lihat meja nomor tiga di belakangku?"
"yah. Aku melihatnya. Memangnya kenapa?".
"aku tidak tahu Siapa kedua manusia itu tetapi, mereka sungguh aneh dan mencurigakan, Keira."
" mencurigakan bagaimana?".
" aku menangkap ada gelagat yang aneh dari mereka. Tidakkah kau sadar bahwa laki-laki itu masih memakai topi Padahal dia sedang berada di dalam Cafe sedangkan para pelanggan, biasanya yang memakai topi selalu melepaskan topi mereka saat masuk kedalam. Tidak hanya itu, entah mengapa mereka berdua tidak melepaskan kacamata hitam mereka".
Saat Tania menjelaskan analisisnya tentang kedua orang itu, Keira mengintip kedua orang yang duduk di meja tiga itu melalui bahu kanannya Tania. Ia melihat apa yang diberitahu Tania memanglah benar.
"kau benar. Jika mereka masih memakai itu sedangkan mereka berdua berada di dalam sini, Sudah pasti tujuan mereka berdua tidak makan disini".
"Kau benar, Keira. Apalagi aku rasa aku tahu tujuan mereka datang kemari".
"benarkah? apa itu?".
"Kaulah tujuan mereka, Keira".
"apa?". Keira terkejut mendengarnya saat asumsi Tania yakin bahwa dirinyalah yang menjadi tujuan mereka sehingga menimbulkan pertanyaan pada dirinya.
"bagaimana kau yakin bahwa aku yang menjadi tujuan mereka". Tanya Keira sembari memotong-motong stroberi di atas talenan.
"aku menangkap basah mata mereka sedang menatapmu".
"begitu rupanya. Kalau begitu, aku saja yang akan mengantarkan pesanan minuman mereka. Aku ingin tahu apa tujuan mereka kepadaku".
Temui aku di depan taman Altair jam lima sore. Jangan lupa!
Aku... Kenapa jadi teringat dengannya?. Gara-gara ia mengancamku melalui telepon, aku jadi lupa bahwa pembawa berita cuaca hari ini bakalan turun hujan deras.
apakah aku harus memberitahunya untuk membatalkan ketemuan hari ini?.
ah tidak. Tidak. Dia pasti tahu tentang cuaca hari ini. Dia'kan tidak bodoh, ia pasti akan melihat cuaca hari ini di Tv atau di ponsel. Pelayan dirumahnya pasti akan memberitahunya juga.
Ia pasti tidak akan datang. Lagipula... ini bukan termasuk dari... kencan'kan...?.
Keira berpikir secara positif dan menduga-duga bahwa Alex tidak akan datang.
Akan tetapi...
Dugaan Keira salah.
Sebuah Limosin terpakir di depan pintu masuk Taman Altair dan di dalam mobil itu, Alex berada di dalamnya. Ia terlihat tampan dan elegan dengan sweater hitam dipadukan dengan Long Coat hitam karena ia tahu hari ini cuacanya sedang dingin dan bawahannya ia memakai celana hitam dan bots kulit hitam.
"Tuan muda? apakah anda yakin Ingin ditinggalkan sendiri disini?. hari ini bakalan Turun hujan, Tuan muda". Ucap sang supir mengingatkan Alex yang sedang memakai sarung tangan kulit berwarna senada dengan pakaiannya hari ini.
" Menurutmu aku tidak akan yakin!?. Aku tahu bahwa itu dan aku akan baik-baik saja. Tinggalkan aku setelah aku turun dan kau baru datang kembali menjemputku Setelah aku menghubungimu".
Jawab Alex yang mengindahkan peringatan dari sopirnya. setelah ia turun dari mobil, mobil limo itu pergi dan dia duduk di sebuah bangku yang Terletak tidak jauh dari pintu masuk Taman.
tidak ada yang dapat mengerti tentang jalan pikiran Alex. ia tidak peduli dengan himbauan dan peringatan orang-orang sekelilingnya tentang cuaca hari ini, entah dia bodoh atau tidak peduli yang jelas, ya akan tetap menunggu Gadis itu Walaupun dia tidak tahu apakah Keira akan datang atau tidak.
Sementara itu di Twinsbells...
"Nah, selesai". Setelah ia meletakkan sescoop sorbet stroberi diatas stroberi soda dan meletakkan sebuah stroberi di atas sorbet, ia meletakkan minuman buatannya itu bersama dengan segelas milkshake vanila di atas nampan, lalu ia membawanya ke meja nomor tiga.
"ini pesanan minumannya". Ucap Keira sembari meletakkan kedua pesanan itu diatas meja mereka. Adrian bersaudara itu terkejut saat Keiralah yang mengantarkan minuman mereka dan mereka dapat melihat Keira secara langsung.
"eh... Kamu cantik dan sekali". Puji Alexa yang meluncur begitu saja dari lidahnya. π
"Ng... terima kasih atas... pujiannya". Ucap Keira secara sopan saat menerima pujian.
"tidak salah lagi, kau sangat cocok dengannya". Kata Alfa saat melihat Keira secara dekat.
Eh? siapa yang mereka maksudkan? mereka berdua ini sebenarnya siapa!?.
"oh, dari raut wajahmu, kau pasti bingung dengan ucapan saudaraku seakan kau ingin bertanya kepada kami siapa kami".βΊοΈ
"Ng... sebenarnya begitu. Apalagi kalian tidak melepaskan kacamata hitam dan topi kalian disini. Sehingga... maaf aku lancang tetapi kalian sangatlah.....".π
"mencurigakan?". Tanya Alfa yang tahu kelanjutan ucapan Keira.
"eng... kurasa begitu?". π
Kedua orang itu tersenyum lalu mereka melepaskan kacamata hitam dan topi Mereka sehingga Keira dapat melihat wajah mereka secara jelas.
" apakah kau tahu siapa kami?".Uca Alexa agar Keira menebak identitas mereka.
"eng..... kurasa tidak juga".
Walaupun wajah mereka berdua, entah mengapa rasanya mirip dengan seseorang.π€ Pikir Keira. Ia mencoba mengingat-ingat manusia yang pernah dijumpai selama ini karena jujur saja, ia jarang bahkan hampir tidak pernah bersosialisasi dengan manusia. dan jika bersosialisasi, paling hanya pelayanan di Twinsbells saja.
Keira2 : Menurutmu, tidakkah mereka mengingatkanmu pada seseorang?.
Hei, aku mencoba-coba mengingatnya lho.
kalau dipikir-pikir... mereka mirip dengan... dengan...!!!? mungkinkah!?.
"Maaf, bisakah kalian menutup mata kalian yang disebelah kanan dengan tangan kalian dan memasang wajah yang dingin?".
Kedua orang itu saling berpandangan dan mengikuti permintaan Keira. Saat mereka melakukan apa disuruh oleh Keira, seketika kira terkejut sehingga ia menjatuhkan nampan yang dipegangnya.
Ah! ternyata benar. Benar-benar mirip.
"eng... kalian ini jangan-jangan...".
"hihihi. Perkenalkan, namaku Alexa Adrian dan dia adalah Kakakku Alfa Adrian". Alexa Menjulurkan tangannya dan memperkenalkan dirinya dan Alfa sehingga Keira membalas jabat tangannya itu.
"kami adalah kakak Alex. Apa kabar?". Ucap Alfa menjabat tangan Keira juga.
"a...apa kabar".π¦
Woaahh... siapa sangka mereka berdua adalah calon kakak iparmu dimasa mendatang? π
Bisakah kalian diam!? Calon iparan apaan!?. Dasar π’ Ucap Keira sembari memarahi bagian dirinya sendiri.
Setelah ia mengetahui bahwa mereka adalah saudara Alex, mereka bertiga berbicara panjang lebar sehingga mereka begitu larut dalam pembicaraan mereka tanpa ada yang menyadari bahwa diluar langit mulai terlihat mendung dan suara gemuruh mulai terdengar
dan Keira...
Tidak ada yang tahu apakah Keira masih teringat bahwa ia harus menjumpai Alex atau tidak padahal Jarum panjang Jam antik di dinding mau mengarah ke angka dua belas sedangkan jarum pendek sudah berada di jam lima.
Dan Alex... Ia masih saja menunggu dan menunggu...