
dia… aku benci kau manusia… beraninya kau merebut Silvana dariku saat aku tidak ada!.
Kau telah membuat seorang vampir marah, tidak akan aku biarkan kau bisa hidup untuk bersamanya. Batin Emery menatap penuh kebencian saat melihat Noah di mobil yang melaju itu setelah itu ia berubah menjadi seekor kelelawar dan terbang tanpa tahu kemana. Mungkin ia mengikuti mereka atau mendahului mereka menuju tujuan kedua anak laki-laki berusia tujuh belas tahun itu.
Sementara itu…
"😧•••••".
"jadi bagaimana menurutmu,Cio?🤡"
"i-itu…😅".
Mampus aku… Aku lupa dia tidak pernah memakai Make-up selama ini. Aku kira jika setiap perempuan yang memakai make-up akan langsung jago tapi dia…
Orang-orang akan mengira dia habis dihajar orang. Pikir Cio saat melihat hasil dandanan ala Tania.
Ia sungguh-sungguh Specless saat Wajah Tania terdapat eye shadow biru keunguan yang sangat tebal melingkar di kedua matanya ditambah dengan blush on ungu di pipi Tania ditambah lagi dengan lipstik merah yang meleset sampai ke sudut bibir.
Jika ada yang melihat wajah Tania sekarang, orang-orang akan berpikir bahwa dia korban kekerasan dalam pacaran atau korban pinjaman online akibat tidak bayar.
dan rambutnya? Tania mengingat rambutnya seperti kuncir kuda yang menjadi ciri khas dia.Setidaknya diwajahnya yang dandanannya berantakan abis, rambutnya tetap rapi.
"bagaimana Cio?".
"i-iii-tuu-u…". Cio masih tidak bisa mengatakan yang sebenarnya Hingga tidak terasa Danny telah tiba dikediaman mereka.
"Wah Daniel, selamat datang. Ada perlu sesuatu?". Sapa Antonia membuka pintu.
"nggg… sebenarnya saya datang ingin mengajak Tania jalan-jalan tante". Jawab Danny malu-malu sembari menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal sama sekali.
"begitu rupanya. Silahkan masuk". Antonia menyilahkan Danny masuk kedalam.
"terima kasih Tante. Boleh saya menemui Tania, Tante?".
"tentu saja. dia ada dikamarnya. Kalau begitu, Tante permisi dulu".
"baik Tante ^^".
Danny pergi menaiki tangga menuju ke lantai atas sambil membawa sebuket bunga mawar meraih yang bergairah.
" halo Tan-…" Danny berada di depan pintu kamar sikembar. Kebetulan pintunya terbuka hanya saja Danny berdiri membeku didepan pintu.
Danny benar-benar specless karena melihat make-up Tania yang amburadul abis.
" • • •🐦".
"oh, halo Danny". Sapa Cio menyadari kehadiran Danny. Begitu juga dengan Tania saat mereka berdua mengendus kehadiran Danny.
"kenapa kau kesini??. ada perlu dengan kedua orang tuaku".Cio merasa heran dengan kedatangan Danny mengingat hubungan mereka bukanlah sebuah pertemanan apalagi Tania juga tidak berteman dengan Danny.
Satu-satunya yang terpikirkan oleh Cio karena kedua orang tua mereka memiliki hubungan dalam bisnis dan termasuk sebagai Watcher dalam bangsa Werewolf.
"oh, dia mengajakku pergi. Itulah mengapa aku berdandan".
"kau apaaaaaaaa????!!!! kau?!! dia??!!!".Cio terkejut saat menyadari laki-laki katarak yang mengajak saudari kembarnya itu untuk pergi kencan tidak lain adalah Danny Nash sendiri.
"yah. Kau bisa menyebutku katarak tapi kau tidak perlu khawatir aku masih bisa melihat dengan jelas gadis seperti apa dihadapan ku ini". Ucap Danny menyentil kesal saat ia tahu bahwa Cio mengatainya katarak padahal penglihatannya masih bagus mengingat ia masih muda dan sehat.
Lalu ia mengarahkan pandangannya ke arah Tania lagi dan melihat perona pipi yang ada di tangan Cio. Ia bisa menebak apa yang terjadi.
"Aku mau melihat bagaimana hasilnya ya".
"Janggaaaaaan!!!!".Kedua laki-laki itu langsung mencegatnya dengan menarik kedua tangan gadis itu agae ia tidak melihat wajahnya di cermin.
"hei, kalian berdua ini kenapa😧?".
"a-anu…itu…".
"Kau cantik Tania tapi kau sudah cantik tanpa dandan sekali pun. Bagiku kau sudah cantik apa adanya".Ucap Danny menyela Ucapan Cio sehingga pipi Tania menjadi memerah tanpa Tania sadari sedangkan Cio ingin muntah mendengar gombalan palsu Danny karena ia tahu pasti laki-laki ada yang mengucapkan gombalan-gombalan itu akan tetapi Cio tidak tahu apakah yang dikatakan Danny adalah gombalan atau pandangan pribadinya terhadap Tania.
Kemudian Danny melihat tissue basah yang berada di atas meja. ia langsung meraih dan Tania terkejut saat Danny mengusap-usap wajahnya dengan tissue basah.
"hei! ap-apa yang kau lakukan?!".
"membersihkan make-upmu. Bagiku kau sudah cantik tanpa make up ini". Alasan Danny.
"Sudah cukup!". Tania mendorong tangan Danny dari wajahnya.
"aku bisa membersihkannya sendiri tahu!. Kau sungguh aneh". Dengan kesal Tania pergi ke kamar mandi dan melihat hasil makeup Cio telah rusak karena Danny.
"cih. Dia menyebalkan. Kenapa sih dia?. Aku kira laki-laki suka dengan perempuan yang pakai make-up.Huh!". Gerutu Tania sambil membersihkan wajahnya dengan Air mengalir di wastafel.
sedangkan Danny dan Cio?. Kedua laki-laki itu saling melotot tajam satu sama lain.
"kau ini. Kenapa kau membuat wajah kembaranmu menjadi aneh?."
"hei, aku hanya mencoba membantu kembaranku tahu. Selain itu, apa tujuanmu berkencan dengan kembaranku?". Cio menyelidik curiga mengingat awalnya baik Danny dan Tania tidak memiliki hubungan dekat sama sekali.
Satu-satunya yang menjadi penghubung mereka karena dipijak Danny, ia adalah teman Alex sedangkan di pihak Tania, ia adalah teman Keira dan Ia tahu Tania tidak memiliki perasaan terhadap laki-laki manapun sejauh ini bahkan pada lima hubungannya yang dahulu.
"aish. Salah ya jika aku mengajak jalan-jalan dia?. Bagaimana bila aku mengatakan yang sebenarnya bahwa aku menyukai Tania? kau keberatan?".
"aku tidak percaya kau menyukai dia. Sebenarnya aku tidak mempercayai laki-laki dari bangsamu.
Mengapa?. Kalian adalah kaum yang tidak setia terhadap perempuan bahkan tega menyia-nyiakan bahkan menyakiti mereka. Kakakku adalah seorang perempuan dan saudariku yang aku miliki satu-satunya, jadi wajar saja aku tidak percaya bangsa yang pastinya suka bermain-main dengan perempuan". Ucap Cio menyatakan bahwa dia tidak menyukai manusia laki-laki yang dekat dengan saudarinya karena ia tidak percaya bahwa Danny akan setia.
"yah, aku akui aku adalah seorang manusia biasa. Aku akui bahwa aku juga seorang laki-laki...
Akan tetapi, aku tidak seperti mereka yang kau sebutkan. Tidak semua laki-laki dibangsaku itu brengsek dan tidak setia. Lihatlah ayahku, seperti ayahmu yang mencintai dan menyayangi ibumu, ayahku juga sama mencintai dan menyayangi ibuku.
dan aku bangga padanya dan ingin sekali menjadi laki-laki seperti ayahku dan ayahmu.
Jangan karena salah satu dari bangsaku yang ada yang tidak baik, kau menuduh semua laki-laki itu tidak baik.
"terserah kau mau bilang apa. Tapi asal kau tahu saja, dia tidak suka padamu bahkan kau tidak tahu apakah kau ditakdirkan menjadi mate nya atau tidak dan jika suatu hari ternyata pasangan sejati kakakku muncul, jangan menangis jika cintamu di ujung jalan".Cio memperingatkan Danny. Danny ingin mengatakan sesuatu akan tetapi Tania telah keluar dari kamar mandi sehingga ia pun lebih memilih mengajak Tania pergi daripada meladeni Cio.
Walaupun sebenarnya… ia memikirkan ucapan Cio yang sebagiannya adalah kebenaran dan pertanyaan untuk dirinya sendiri adalah, sanggupkah dia untuk melepaskan perasaannya jika dia sendiri bukanlah pasangan untuk Tania?.