The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 40 : Nobody



"hoaaaaammm, selamat pagi". Ucap Alex sambil mengucek mata kirinya, ia berjalan menghampiri dua perempuan itu.


"silahkan duduk, manusia". Mambayo menyilahkan Alex duduk sedangkan Keira tidak menggubrisnya. Ia malah sibuk meminum tehnya tanpa melihat laki-laki yang berdiri di sebelahnya menunggu sapaan darinya. Jelas saja Alex merasa kesal saat Keira mengacuhkannya di pagi hari.


cih, gadis ini. Menyebalkan banget harus diacuhkannya di pagi hari. Apa dia kesal karena tidur satu ranjang? padahal aku tidak melakukan apa-apaπŸ˜’.


"Selamat pagi, Keira". Laki-laki itu duduk di sebelah Keira, lalu.....


CuuuupπŸ˜˜πŸ’•


"Hei!". Keira terkejut saat Alex mencium pipi kanannya.


BLEETAAK!


"Aoww. Galak banget sih". Gerutu Alex sambil mengelus kepalanya yang sakit akibat jitakan Keira.


"makanya, jangan macam-macam. Pagi-pagi udah bertingkah, huh".Ucap Keira karena apa yang dilakukan oleh Alex telah membuat kedua pipinya menjadi merah merona. Alex menggerutuh namun ia juga senang melihat wajah Keira menjadi malu karenanya sedangkan Mambayo hanya menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah laku mereka berdua.


setelah beberapa saat dari bincang-bincang minum teh dan sarapan omelette, Alex berniat berganti pakaian di kamar tidur yang mereka gunakan semalam.


aku rasa Keira sudah berganti pakaian sekarang. Pikir Alex. Ia mengira Keira sudah berganti pakaian padahal gadis itu baru saja akan melakukannya. Alex berjalan masuk bersamaan dengan Keira melepaskan baju atas piamanya dan melemparkannya keatas tempat tidur. Seketika, tatapan Alex membeku pada tubuh Keira. ia pernah mengalaminya di rumah Keira tetapi waktu itu ia melihat tubuh atas Keira saat memakai bra dan sekarang ia melihat kejadian serupa namun kali ini ia dapat melihat bukit kembar Keira tanpa ada penghalang untuk melihatnya kali ini. Alex tidak bisa bergerak atau berbicara saat memandang tubuh atas Keira secara lahap.


Saat Alex menatapnya, Keira merasakan kehadiran seseorang dibelakangnya saat ia akan melepaskan celana piamanya. Keira berbalik dan terkesiap melihat Alex berdiri memperhatikannya.


"Alex!".Kedua mata Indigonya terbelalak karena terkejut saat mengetahui bahwa Alex berdiri dan memperhatikan tubuh indahnya walaupun hanya sebagian karena ia keburu menyadari kehadirannya saat akan melepaskan celana piamanya sehingga Alex tidak melihat seluruh tubuhnya.


Keira terkejut namun tidak berteriak. ia hanya berdiri dan mengambil jaket kulitnya yang tergeletak di tempat tidur yang paling dekat dengannya untuk menutupi ketelanjangan tubuh atasnya sehingga Alex menikmati pemandangan bukit kembar Keira yang berisi walaupun hanya tiga belas detik.


"maaf, Keira. Aku kira kau sudah selesai berganti pakaian". Kata Alex. Sebagian kebenaranan sebagiannya lagi adalah kebohongan. Ia tidak menyesal Melihat dada Keira walaupun nanti gadis itu akan marah dan memukulinya, ia tidak peduli. Melihat wajah Keira yang terkejut dan tubuh atasnya adalah pemandangan yang indah dipagi hari walaupun dia merasa bahwa dirinya sungguh tidak sopan terhadapnya.


"Ng....., aku akan berganti pakaian di tempat air terjun kalau begitu".Alex segera berbalik dan berlari melewati lorong sedangkan gadis itu tidak bisa berkata apa-apa.


di tempat pemandian air terjun, Alex bersandar di dinding. Jantung Alex berdetak cepat saat bayangan Keira dengan tubuh atasnya telanjang yang begitu indah kembali timbul di pikirannya. Saat melihat tubuh atas Keira tanpa busana sudah cukup menggambarkan bagian bawah tubuh Keira di pikirannya. Pinggang yang ramping, bukit kembar yang berisi dengan tonjolan pink sudah cukup membuat jantung Alex berdegup kencang tidak karuan dan jika ia melihatnya sekali lagi, maka sudah cukup membuat Alex terangsang.


"sampaikan salam ku pada Hara dan Antonia".


"pasti, Mamba". Alex dan Keira berjalan meninggalkan gua itu diiringi Mambayo mengantarkan mereka keluar dari gua dan memperhatikan mereka berdua dari jauh. Sepanjang perjalanan, mereka berdua sama-sama tidak ada yang berbicara setelah insiden pemandangan indah bagi Alex. Mereka berdua tidak ada yang saling menatap melainkan melirik namun bepura-pura Melihat kearah yang lain.


ini sangat tidak nyaman jika dia diam begini...


Pikir Alex.


"wah, nenek itu benar. Kalau sudah pagi, kerangkanya menghilang dan pohon-pohon mati ini menjadi pohon-pohon mati yang sesungguhnya,yah". Alex mencoba mengawali sebuah percakapan dengan harapan si gadis akan membalas percakapannya. Namun sayang, Keira tidak mengeluarkan sepatah katapun padanya.


Wah, dia benar-benar marah..😩


"kau masih marah,ya? aku kan sudah minta maaf".


"eh? aku sudah memaafkan mu,kok". Ucap Keira akhirnya ia bersuara juga. Melihat ke arah Alex juga.


"lalu, mengapa kau diam saja dari kita keluar dari gua tadi?".


"Aku tidak mendengarkan saja". Kata Keira. Gadis itu tidak mendengarkan ucapan Alex karena memikirkan sesuatu saat dia berbicara dengan Mambayo setelah sarapan.


(Flashback.....)


"Mamba, karena kau dan saudaramu mengutuk bukit hitam ini, kau pasti tahu tentang ini'kan?".


"tentang apa?".


"tentang mengapa bangsaku dan bangsa Vampire tidak bisa menggunakan kemampuan atau kekuatan saat menginjakkan kaki di bukit hitam ini?".


"hihihi.Tentu saja aku tahu. waktu itu kejadiannya kami mengutuk mereka saat malam hari di malam munculnya bulan purnama Sehingga makhluk hidup apapun yang hidupnya bergantung pada malam hari ataupun bulan tidak dapat menggunakan kemampuan yang makhluk hidup miliki".


( Flashback end...)


Manusia bergantung pada bulan karena bulan purnama yang mengatur pasang surutnya laut, kami juga bergantung pada bulan purnama karena bulan purnama memberikan kami kekuatan lebih dan vampire, mereka tidak bisa terkena sinar matahari sehingga mereka muncul di malam hari. Bahkan banyak Hewan-hewan ada yang hidup sebagai hewan nocturnal. Kalau begitu, apakah tidak ada makhluk hidup lain yang bisa?.


"Keira, apakah kau sedang memikirkan sesuatu?".


"Ng, tidak ada ".


karena kau tidak perlu tahu...


Mereka berdua berjalan tanpa ada yang bicara seakan mereka sedang memikirkan sesuatu di dalam kepala mereka masing-masing.


ah, Jalan keluar dari bukit ini sudah kelihatan. Begitu keluar, kemampuan dan kekuatanku akan kembali.


Batin Keira saat melihat sebuah ujung jalan yang dilewatinya semalam waktu masuk kedalam bukit hutan hitam. Keira mempercepat langkahnya karena ingin segera menjadi dirinya yang dulu, tetapi Alex yang melihat Keira mempercepat langkahnya menjulurkan tangannya dan menyambar lengan Keira sebelum Keira berjarak jauh darinya. Keira pun berhenti dan menoleh ke belakang melalui pundaknya saat Alex menyambar lengannya.


"ada apa?".Tanya Keira menatap langsung pada Alex.


" Kau pasti memikirkan sesuatu. Apakah kau tidak mau mengatakannya padaku?"


"apa yang kau bicarakan? aku tidak memikirkan apa-apa".


Keira menarik tangannya dari genggaman Alex tetapi Alex tidak mau melepaskan genggamannya seakan dia tidak akan melepaskan sebelum mendapatkan jawaban.


Sungguh sial bagi Keira, jika saja ia berhasil melangkah keluar dari hutan bukit hitam sebelum Alex meraih tangannya, mungkin Keira dengan gampangnya melepaskan tangannya dari Alex karena ia menyadari bahwa hanya kekuatan Alex sebagai laki-laki membuatnya tidak bisa melakukan apa-apa. Kekuatan manusia dominasi laki-laki, membuatnya menjadi perempuan yang lemah saat berada di dalam bukit hitam.


Aish, sedikit lagi aku bisa keluar dari tempat ini. Alex menghentikanku, jika aku masih disini sudah pasti Alex yang lebih kuat walaupun dia hanya manusia.


"lepaskan aku. Aku mau segera kembali ke hotel".


" aku akan melepaskan tanganmu jika kau mau mengatakan apa yang ada dipikirannya".


"heh?".


kalau aku jelaskan padamu, kau bakalan gak akan mengerti, Alex. Kau adalah manusia sehingga kau tidak menyadari bahwa di hutan tandus ini, aku hanya menjadi manusia biasa saja. Kau tidak tahu apa-apa tentang makhluk supernatural bisa lemah disini. Kau tidak tahu apa-apa bahwa kami nyata.


Astaga. apakah aku terlalu kasar?.


Pikir Keira saat melihat Alex menjadi terdiam dan mundur. Ia tidak menyangka bahwa ucapannya melukai perasaan Alex, Orang yang bertarung nyawa untuk menyelamatkannya malam itu saat air hujan hampir menenggelamkan dan membunuhnya.


"ma-maafkan aku Alex. Aku tidak bermaksud...".


"kau benar..... kita bukan siapa-siapa, bahkan setelah yang aku lakukan padamu kau masih menganggapku bukan siapa-siapa". Ucap Alex menatap Keira dengan tatapan dingin. Ia membalikkan badannya dan berjalan pergi meninggalkannya.


" Tunggu, Alex". Keira memanggil Alex namun ia tidak menggubrisnya sama sekali. Keira pun berjalan cepat untuk menyusulnya hingga dia tidak menyadari dibalik timbunan -timbunan dedaunan yang sudah lama layu dan kering hingga kaki kanannya melangkah.


CTAAAASSS!!!


"ARGH!". Keira beteriak sambil membekap mulutnya dengan tangannya agar Alex tidak mendengar suara jeritannya saat kaki kanannya melangkah, tanpa dia ketahui bahwa ada sebuah perangkap beruang yang sudah lama dan berkarat namun masih berfungsi sehingga perangkap beruang itu menangkap pergelangan kaki kanannya.


Dasar perangkap beruang sialan! aku tidak menyangka benda ini ada disini.


darah segar mengalir dari pergelangan kaki kanannya. Sebagai seorang Werewolf, sebuah luka besar maupun kecil bisa sembuh dengan cepat dan Keira bisa dengan mudah melepaskan diri dari perangkap beruang yang sudah berusia lebih dari tiga ratus tahun jika dilihat dari karatannya namun sungguh sial bagi Keira, dibukit hitam kemampuannya tidak berfungsi sehingga penyembuhan dalam gen werewolfnya tidak aktif.


Bagaimana ini!? aku tidak bisa beteriak memanggil Alex karena bisa membuat identitasku dalam bahaya saat dia membawaku keluar dari tempat ini. Jalan keluarnya sudah tidak jauh lagi, mungkin sebaiknya aku-.


"Keira!!".


Suara ini... jangan-jangan...!


Keira membalikkan badannya dan benar saja, ia melihat Alex tidak jauh darinya. Entah mengapa dia sungguh senang melihat Alex sehingga dia lupa dengan rencananya untuk berjalan pelan-pelan dengan perangkap beruang di pergelangan kaki kanannya. sedangkan Alex? dia sungguh terkejut melihat sebuah perangkap beruang menangkap pergelangan kaki kanannya.


"Keira!!". Alex belari menghampirinya sedangkan Keira tidak tahu apakah dia senang atau tidak saat Alex belari kepadanya.


"kenapa kau kemari !? bukankah kau sudah keluar dari sini?".


"apakah kau mengira aku akan meninggalkanmu disini? aku mendengar sesuatu dan aku menyadari bahwa kau tidak di belakangku sehingga aku mencarimu dan..... jika saja aku tidak meninggalkanmu sendirian, mungkin kau tidak akan terkena jebakan beruang ini". Ucap Alex sembari mencoba melepaskan pergelangan kaki kanannya Keira dari perangkap beruang namun sulit karena perangkap itu sudah berusia tua dan berkarat sehingga engsel perangkap beruang itu sulit bergerak.


"Alex..... aku...".


"bertahanlah Keira, aku mencoba untuk melepaskan perangkap sialan ini". Ucap Alex menenangkan Keira sembari mencoba membuka perangkap beruang itu dengan kedua tangannya sehingga kedua tangannya basah akan darah segar Keira yang mengalir.


"aku... minta maaf atas u-capanku ya-yang meny-nyaki-timu". Ucap Keira dengan suaranya yang mulai terbata karena pengaruh luka yang di sebabkan oleh perangkap itu.


"nanti saja bicaranya, Keira. Aku akan melepaskan alat ini".


Alex... setelah yang kuucapkan padamu, kau masih datang menolongku... Maafkan aku, Alex. Aku ini gadis yang jahat, sudah ditolong olehmu namun aku malah mengatakan bahwa kau bukan siapa-siapaku padahal aku tahu bahwa kau benar-benar memiliki perasaan terhadapku.....


Air mata mengalir membasahi pipinya saat rasa sakitnya bercampur rasa bersalah saat melihat kesungguhan Alex mencoba melepaskan Alat yang memperangkap kaki kanannya hingga usaha Alex berbuah hasil. Perlahan-lahan ia membuka alat hingga saat ia melihat celahnya, Alex langsung menarik kaki kanan Keira sebelum perangkap beruang itu kembali menutup dan menangkap Kaki Keira lagi.


"fiuh, untunglah". Segera Alex membuang alat itu dan mengecek pergelangan kaki kanannya Keira dengan membuka sepatunya yang bagian kanan dan menggulung ujung celana panjangnya dengan pelan-pelan dan berhati-hati. Benar saja, Alex Melihat beberapa luka yang disebabkan oleh alat itu apalagi alat itu sudah tua dan berkarat sehingga Alex khawatir luka Keira bisa terinfeksi dengan cepat.


Untunglah nenek itu memberikanku sebotol air sebelum pergi. Aku tidak menyangka dia benar bahwa aku membutuhkan air ini saat dia bilang aku pasti butuh.


Alex membuka botol air mineral itu dan pelan-pelan ia mengaliri air ke luka-luka Keira agar bersih. Keira meringis menahan sakit saat air yang dibawa Alex membasahi lukanya lalu Alex merobek sebagian celana Keira dibagian kanan untuk membuat lukanya bernafas dan Keira melihat Alex merobek sebagian kemeja putih yang dikenakan Alex untuk menutupi luka Keira sehingga Keira dapat melihat sebagian otot perutnya yang atletis itu.


"dengan begini, darahnya tidak akan keluar banyak lagi lalu...".


"maafkan aku, Al-...!!?". Keira terkejut dan tidak menyelesaikan ucapannya saat Alex mencium bibirnya secara tiba-tiba. Sebuah ciuman lembut kepada seorang gadis yang menangis atas ucapannya dari seorang laki-laki yang mencintainya. Ia tidak membalas namun tidak menolak.


Ciuman yang singkat namun bermakna, Alex tersenyum dan menghapus air mata yang mengalir dari pipi Keira dengan tangannya yang lembut dan hangat.


"dasar, bodoh. Aku tidak tersinggung dan marah dengan ucapanmu, Keira. Aku yang salah tidak menyatakan perasaanku padamu secara terang-terangan".


"kau juga bodoh. kau sudah pernah mengungkapkan peraaanmu padaku. Jika tidak, tidak mungkin waktu itu kau menyuruh anak buahmu untuk menculikku'kan?".


"haha. Kau benar, hanya saja aku ingin mengatakannya secara romantis kepadamu saat masa dukamu kepada Elias sudah hilang. Aku tidak ingin memaksamu untuk menerimaku disaat kau masih dalam masa berduka".


"Alex...".


"oh ya, kau masih ingat bahwa kau memiliki hutang mengabulkan lima permintaanku?".


"empat. Kau tinggal memiliki empat permintaan karena kau sudah menggunakan satu semalam".


"Ouch, kau mengingatnya".


"tentu saja. aku menghitungnya".


"kalau begitu, aku ingin kau mengabulkan permintaanku yang kedua?".


"Ng... baiklah. Apa yang kau inginkan?".


"aku ingin kau tidak pernah mengatakan bahwa kita berdua tidak memiliki hubungan apa-apa atau kita berdua bukan siapa-siapa karena, walaupun tanpa kata-kata... namun dengan tindakan kita dapat membuktikan bahwa kita memiliki sebuah hubungan dan keterikatan satu sama lain. Jangan membuatku sedih lagi dengan kau mengatakan bahwa kita berdua bukanlah siapa-siapa" .


dia benar... walaupun tanpa ungkapan... walaupun tanpa kata-kata... tetapi dengan tindakan dan gesture sudah dapat membuktikan bahwa hubunganku dengannya adalah...


"tidak jauh lagi, kita akan keluar dari tempat ini. Begitu sampai di hotel, Paman dan bibi pasti akan mengobatimu". Ucap Alex sembari memperhatikan jalan di depan.


tunggu dulu...!!. Keira baru menyadari bahwa dia terluka dan Alex telah melihat lukanya dan masalahnya adalah saat keluar dari hutan bukit hitam, luka Keira akan sembuh dengan cepat tanpa bekas sehingga Alex pasti akan bertanya-tanya dan kecurigaan akan muncul dan Keira khawatir dari sebuah kecurigaan akan berakhir dengan kebenaran bahwa dia adalah seorang Werewolf.


Apa yang harus aku lakukan sekarang?


______________________________________________


Nb: Terimakasih πŸ™ kepada para reader yang dengan setia menunggu dan membaca karya pertama saya "the hot blood of saga πŸΊπŸ¦‡".


Maaf jika berasa chapter baru muncul setiap dua atau tiga hari dikarenakan shift saya bulan ini di Rs terlalu padat sehingga bisa mengetik ceritanya bisa dilakukan saat jam istirahat dan selesai kerja sampai larut malam mengetik ceritanya.πŸ˜ͺπŸ˜ͺπŸ˜ͺ


Tapi dijamin saya akan terus menyelesaikan ceritanya secepat mungkin berkat dukungan like & feedback kalian semua yang memotivasi saya untuk menyelesaikan ceritanya dari chapter & chapter.


Terima kasih untuk dukungannya. πŸ™πŸ˜ƒ


______________________________________________