The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 189 : Fight For Happiness



"he~i, sebenarnya kau ingin membawaku ke mana?".


"ada deh. Kau pasti akan suka dengan kencan kita kali ini ^_^ ".


(눈‸눈) hm, pasti tempat yang aneh seperti waktu di bioskop itu dan aku ragu kencan kali ini akan berhasil. Yang pertama kejebak dalam lift, yang kedua… ah tidak mau aku pikirkan deh. Dalam pikirannya sendiri, Keira sungguh ragu dengan kencan yang dikatakan oleh Alex karena selain berakhir terjebak, melainkan Heat yang muncul gara-gara adegan film sensual saat itu.


Hm, dari raut wajahnya yang berpikir keras, sudah pasti ia merasa bahwa kencan kali ini endingnya pasti tidak bagus seperti yang sebelumnya. Pikir Alex saat ia melirik Keira yang sedang memikirkan sesuatu.


"kau tahu Alex, jika kencan kali ini tidak berakhir baik seperti yang sebelumnya. Aku ragu bahwa kita akan cocok dalam hubungan. Seakan, dari kencan sudah pasti menandakan bahwa…".


"jangan khawatir. Aku yakin kencan kali ini akan berakhir baik dan kau tidak perlu khawatir tentang kecocokan Kita karena aku yakin…".


"yakin apa?". Tanya Keira.


"…yakin bahwa kita ditakdirkan untuk bersama dan aku yakin bahwa kau adalah cinta pertama dan terakhirku, Keira". Ucap Alex tersenyum saat mengatakannya.


Keira menoleh dan terdiam saat Alex meyakini bahwa ia dan Alex akan selalu bersama tapi Alex tidak tahu rintangan apa yang dihadapi mereka berdua selain beda alam, Keira juga tidak tahu apakah orang tua Alex akan setuju dalam hubungan mereka walaupun kedua saudara Alex sangat menyukainya tapi orang tualah yang memutuskan.


ditambah lagi dengan… Jika Alex tahu siapa Keira yang sesungguhnya, apakah cinta itu tetap ada atau lari tidak bertanggung jawab setelah menumbuhkan perasaan di hati tapi mendadak sakit saat ditinggal pergi karena sebuah kejujuran?.


Keira tidak tahu harus berkata apa untuk kisah cintanya ini. Ia hanya memandangi langit biru dibalik jendela mobil. Entah apa yang dipikirkannya sekarang.


Sementara itu…


"ei, kenapa aku mendengar suara ribut-ribut, Kakak?. Eh? kenapa jendela kamar kita pecah?".Tanya Cio masuk kedalam kamar mereka dan menyadari bahwa jendela kamarnya pecah habis dilempar sesuatu.


Tania melotot tajam kearah Cio sehingga Cio bergidik ngeri saat Saudarinya menatapnya seperti itu.


"eh? kenapa melototiku begitu😅?".


"Huweeeeeeee, Cio……😭".Tania berhambur menghampiri Cio saat melihat Cio dan mulai merengek.


"ada apa? kenapa kau merengek begini? Jika kehilangan ingatanmu bisa membuat mama dan papa membocorkan password digital parenting agar bisa menonton film sesat, lupakan saja😑. Itu tidak akan berhasil melainkan mama dan papa akan curiga kalau kau tidak hilang ingatan sebenarnya".


"bukan itu bodoh!💢 siapa yang merengek karena tidak bisa menonton film begituan?! aku tidak mengharapkan untuk menonton begituan tahu!!💢". Tania sungguh kesal saat Cio menuduhnya tidak-tidak.


"lalu kenapa kau merengek?".


"aku baru menyadari bahwa diantara aku, Keira dan Silvana aku belum punya…😣". tidak menyelesaikan ucapannya karena sesungguhnya dia merasa malu mengakui bahwa dia belum punya kekasih karena di usianya sekarang adalah usia cinta-cintaan dan mengisi hari remaja dengan perasaan berbunga-bunga dan kalau hubungannya berhasil bisa langgeng sampai pernikahan.


"oh, kau mengakui bahwa mereka berdua punya Boing-boing sedangkan dirimu belum karena milikmu seperti papan cucian'kan?".Tebak Cio tapi sayangnya Cio menyadari bahwa dia telah menyebutkan kata terlarang yang sangat tabu untuk diucapkan kepada Tania sehingga kata terlarang yang diucapkan cio itu menusuk di hatinya.


"bukan itu bodoh!!!!".


...SYUUUUUNGGG...


"AAAAAAAAAAAHHHHH!".


...BYUUUUR...


Dasar saudara kurang ajar. haruskah kau meng memberitahukan kenyataan bahwa ukuran Boing-boing milikku seperti papan cucian?!💢👹💨. Umpat Tania dalam hatinya setelah ia melempar Cio dari jendela tepat di kolam renang.


dasar kakak 💢.Cio yang baru saja dilempar ke dalam kolam renang memunculkan kepalanya keluar dari dalam air dengan menatap bete ke arah jendela kamar mereka.


kakak benar-benar… tunggu dulu! kenapa air kolam renang jadi hitam begini?!. Pikir Cio menyadari bahwa kolam renang berubah menjadi warna hitam bahkan wajahnya pun berubah menjadi warna hitam.


Seketika Cio merasa merinding ketika ia tidak tahu mengapa air kolam renang berubah menjadi hitam pekat sehingga tidak lama kemudian, di dekat Cio, Cio melihat beberapa gelembung udara dari dalam air dan seketika….


"AAAAAAAAAAAHHHHH!!! siluman kolam! AAAAAAAAAAAHHHHH!😱😱😱".Cio beteriak panik dan Langsung berenang cepat ke tepi kolam renang saat terdapat dua makhluk berwarna hitam memunculkan kepalanya di dalam air.


Cio sungguh tidak tahu bahwa makhluk itu adalah Blop dan Plop, sigurita Milik Tania dan kedua gurita yang kepalanya berubah menjadi hitam karena kebanyakan mengeluarkan tinta sampai air kolam renang berubah menjadi hitam dan menimbulkan kesan horor bagi Cio.


Kedua gurita itu hanya bisa bingung mengapa saudara majikannya sampai ketakutan seperti itu tanpa menyadari bahwa merekalah yang menyebabkan Cio menjadi ketakutan.


Sungguh aneh, seorang Werewolf yang merupakan makhluk supernatural dan ditakuti oleh kaum manusia bisa takut dengan sosok yang mendadak muncul di dalam air padahal sebenarnya sosok itu adalah makhluk hidup yang dia kenal, ckckck.


Sementara itu…


"i-ini".Keira terkejut tapi senang saat Ternyata Alex membawanya ke Altair Carnival yang merupakan sebuah taman ria yang paling lengkap dengan wahana yang mereka miliki baik yang ekstrim sampai yang biasa.


"sebenarnya aku ingin mengajakmu kemari pada tanggal sepuluh Oktober yang bertepatan dengan hari Halloween karena saat itu sangat meriah tapi karena aku bingung kemana aku ingin mengajakmu kencan jadinya…".


"tidak apa-apa kok😃. Aku sudah Senang saat kemari nanti hari Halloween kita kemari yah".Seru Keira. Alex tersenyum saat melihat Keira senang sehingga ia pun mengangguk sebagai tanda iya.


"Ayo kita masuk". Keira langsung keluar dari dalam Mobil dan mengibrit masuk ke dalam tempat hiburan itu saking senangnya tanpa menunggu Alex keluar dari mobil.


"dasar Keira. Kerjanya meninggalkan aku melulu". Setelah keluar dan mengunci mobilnya, Alex langsung belari mengikuti Keira dan Untungnya keburu saat Keira mengantri di loket tiket.


"ngapain mengantri? aku sudah beli tiketnya sebelum kemari".


"benarkah?". Tanya Keira antusias layaknya anak kecil. Keira tersenyum lalu menggandeng tangan Keira dan bersama, mereka berdua masuk kedalam taman ria itu.


"kau senang?".Tanya Alex saat mereka berdua sudah masuk, ia memandangi Keira yang senang bukan main dan Keira menjawab pertanyaan Alex dengan mengangguk kepalanya.


"Jujur saja ini pertama kalinya aku kemari".


"benarkah?. Kenapa?".


ah… aku tidak bisa bilang bahwa aku bersembunyi dari dunia luar setelah aku dibuat kematian palsu untuk menipu keluarga manusiaku. Agar mereka tidak tahu bahwa aku masih hidup, agar manusia yang mengenalku tidak tahu bahwa aku masih hidup...


dan aku baru mengenal dunia luar saat berusia sebelas tahun karena sudah pasti mereka yang mengenalku telah pasti aku tiada dan tidak ditemukan.… Batin Keira.


"Waktu kecil aku sering sakit-sakitan makanya selama ini aku hanya bersekolah dirumah. Jadinya aku tidak pernah kemari". Jawab Keira berbohong.


"kalau kamu?. Sudah pernah kemari bersama dengan keluargamu?".


Alex menghentikan langkahnya. Ia terdiam saat mendengar pertanyaan Keira sehingga Keira bingung mengapa ia berhenti.


"kenapa??".


"…aku hanya kemari sekali… saat kecil bersama dengan ibuku dan terakhir kalinya aku kemari saat itu".


"kenapa?".


"…Ayahku tidak pernah mengajakku dan saudaraku kemari karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan ia melarang ibuku mengajak kami kemari karena kami bertiga harus fokus belajar agar bisa menjadi pebisnis kompeten didunia kelas atas.


tapi, ibuku melanggarnya dengan tetap membawa kami pergi liburan kemari. Kau tahu, saat itu kami bertiga sangat senang saat itu diajak ibuku pergi ke tempat ini walaupun hanya diam-diam tanpa sepengetahuan ayahku".


"wah, ayahmu orangnya ketat yah sampai kalian tidak diperbolehkan untuk main-main disini".


"begitulah.… saat itu ayah mengetahui bahwa ibuku membawa kami kemari tanpa sepengetahuannya sehingga ia membawa orang-orang militer bersenjata menangkap kami yang telah ke tempat ini tanpa dia ketahui".


"wah, sampai segitunya ayahmu".


"yah. Dia juga memaki-maki dan menghina ibuku saat kami kembali kerumah. Ia tidak segan-segan untuk memukul ibuku didepan kami.


Padahal… akulah yang meminta ibuku kemari. dan demi aku, ibuku mengabulkannya". Seketika Keira merasa sedih saat mendengarnya.


"…dan sekarang… apakah kau mendapat izin kemari?". Tanya Keira sambil memegang pipi Alex. Alex melihat raut kesedihan diwajah Keira, seketika ia merasa tidak enak membuat Keira sedih disaat Keira merasa bahagia ditempat yang Keira ingin datangi.


"masih sama… tapi aku sudah besar. Aku sudah diusia yang bisa menentukan pilihan hidupku sendiri. Selain itu, maaf ya kalau aku membuatmu sedih karena mendengar ceritaku".Keira tersenyum dan menggeleng kepalanya lalu ia pun menghampiri penjual balon.


"tidak. yah bahwa aku sedih mendengarnya tapi kau benar bahwa diusiamu sekarang kau berhak menentukan pilihan hidupmu sendiri.


Hidup yang dipaksakan orang tua tanpa keinginan hati kita seperti burung yang dikurung dalam sangkar emas.


Jika kau tidak bahagia dengan apa yang dikehendaki oleh ayahmu, lawanlah.


Kebahagiaanmu dalam menjalani hidup lebih penting daripada menuruti kehendak orang tua yang memaksakan kehendak mereka walaupun tahu anak mereka tidak akan bahagia dengan keputusan mereka ". Saran Keira kepada Alex.