
di dalam mobil, Keira dan Alex tidak saling bicara. Entah karena mereka menyadari bahwa kencan di bioskop dengan kelas paling sungguh tidak berguna atau karena adegan ciuman panas yang terpaksa berhenti karena buang air besar.
yang jelas hari ini kencan mereka tidak sesuai dengan ekspektasi yang Alex harapkan.
yah... begitulah kehidupan. Mengharapkan sesuatu dalam expetasi tapi sering berakhir dengan realita yang tidak disangka-sangka.
Kencan pertama, terjebak di lift...
kencan kedua, malah buang air besar.
Mengapa sih disaat lagi enak-enaknya malah endingnya jelek, bukan mengesankan.
sia-sia saja aku membawanya pergi Nonton dan memilih tempat di kelas Premier paling tinggi Kalau kenyataannya hanya sepenggal-sepenggal saja kami menonton. Mala filmnya saat itu lagi bagus pula lagi.
Tapi saat di toilet waktu itu… Apakah Keira masih mau lagi?.
Alex bertanya-tanya dalam pikirannya saat di toilet waktu itu. Ia tidak menyangka dan senang saat Keira menariknya masuk ke dalam toilet sehingga mereka berdua terhanyut dalam ciuman panas.
Ia menyukai moment indah itu tapi sayang sekali moments indah itu terhenti saat mendadak usus besarnya nya ingin mengeluarkan sampah yang tidak terpakai di dalam tubuh. siapa yang akan menduga hal itu bisa dapat terjadi?.
Sementara itu, Keira melirik ke arah Alex. Ia dapat melihat betapa sebal dan frutasinya Alex hari ini yang dapat terlihat diwajahnya dan Keira tahu mengapa.
dia pasti tidak menyangka aku melakukan itu padanya. Yah ini karena Heat dalam diriku. Tapi...Keira kembali teringat saat ditoilet Waktu itu. Saat ia mencium Alex pertama kali, saat Alex mencium bibirnya begitu dalam dan lehernya membuat wajahnya menjadi merah merona.
"Alex... untuk yang di toilet tadi, aku minta maaf, yah. Kau pasti kesal saat aku melakukan itu padamu. Sungguh, aku tidak tahu mengapa aku melakukan itu... dan ini pertama kalinya aku melakukan itu kepada seorang laki-laki...".
Sebenarnya aku tidak tahu mengapa aku minta maaf untuk itu, tapi sudahlah...
Alex menoleh ke samping. Ia dapat melihat wajah Keira yang terlihat seperti orang yang bersalah padahal ia cukup menikmatinya walau hanya sesaat. Alex tersenyum melihatnya lalu tangan kirinya menggenggam tangan kanan Keira sambil menatap Manik-manik mata Indigonya lekat-lekat.
"hei... jangan terlihat sedih begitu. Aku tidak marah kok. Lagipula, sejujurnya aku belum siap untuk melakukan tingkat 'F' dalam asmara karena aku ingin melakukannya denganmu disaat waktunya tiba dimana kita melakukannya suka sama suka dan tanpa halangan".
"benarkah? syukurlah kalau begitu ".😄
Eh? mengapa aku berkata begitu? tapi kok rasanya aku merasa sedikit kecewa yah mendengarnya, bukan lega. Dan selain itu, apa itu tingkat 'F'?.
"Alex, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?".
"boleh. Kau ingin bertanya apa?".
"apa maksudmu tingkat 'F'?".
"hah kau tidak tahu bahwa tingkat 'F' adalah tingkat tertinggi dalam hubungan asmara?".
"tentu saja aku tidak tahu. Bisakah kau menjelaskannya padaku".
"Ng...itu...itu...".
bagaimana caranya untuk mengatakannya kepadamu?.
"Alex, jawablah".
"ng... tingkat 'A' adalah-ah! kita sudah sampai, Keira". Ujar Alex yang keberuntungan baginya melihat papan nama Twinsbells sehingga ia tidak perlu menjelaskannya secara langsung kepada Keira.
Limosin berhenti tepat di Cafe Twinsbells. Seorang supir Limosin keluar dari mobil lalu membuka pintu untuk Alex dan Keira. Mereka berdua keluar dari mobil itu dan Alex berjalan mendekati Keira yang sedang mengambil ranselnya yang penuh perkakas bangunan.
"terima kasih tapi lain kali saja. Aku ada urusan".
"oh, begitu rupanya. Tidak apa-apa, hati-hatilah di jalan,yah".
"uhm, tentu. Ng, Keira?".
"ya?".
"bolehkah aku mampir ke rumahmu besok?".
"... mengapa?". Tanya Keira saat Alex meminta izin untuk datang ke rumahnya.
"Ng... jika kau tidak mengizinkan tidak apa-apa. Aku mengerti". Ucap Alex dengan perasaan yang terlihat sedih padahal Keira belum berkata apa-apa karena sedang berpikir.
"tunggu, Alex..". Cegah Keira saat Alex akan masuk kembali dalam mobil. Alex membalikan badannya, ia melihat Keira berjalan mendekati ke arahnya.
"jika aku menolak kau untuk datang ke rumahku, kau pasti tetap saja memaksa untuk datang, bukan?".
"kau benar sekali. Walaupun kita bertemu setiap hari di sekolah, aku tetap rindu padamu sehingga aku akan melakukan apa saja untuk menemui dirimu. Jadi apa jawabanmu?."
" hm, baiklah. Kebetulan besok kami berempat tidak masuk ke sekolah dan dicafe tidak bakalan buka besok. Jadi kau bisa datang besok".
"baguslah kalau begitu. tapi mengapa besok kau tidak sekolah?".
"aku ada urusan penting. Besok sebelum kerumahku, datanglah ke pelabuhan dan jumpai Silvana disana. Dia yang akan mengantarmu sampai ke rumahku".
"mengapa aku harus menjumpai dia disana?".
"aish. Dengar,yah. Rumahku berada di hutan, bagi orang yang tidak pernah tahu seluk-beluk hutan sudah pasti tidak akan pernah tahu bahwa hutan adalah tempat yang berbahaya. Jadi jumpai Silvana disana terlebih dahulu besok. Jika kau tidak mau melakukannya, aku tidak mau berbicara denganmu lagi". Ucap Keira sambil mengancam Alex bahwa dia tidak akan mau berbicara dengan Alex lagi jika sampai Alex tidak menurutinya.
Keira tahu bahwa Alex pasti akan langsung datang sendiri ke rumahnya seperti waktu itu. makanya, Keira memberi sedikit ancaman kepada Alex agar Alex mau menurutinya demi keselamatan Alex itu sendiri. karena bisa saja Alex berjumpa dengan vampir saat dalam perjalanan ke rumahnya.
Karena itulah banyak orang-orang mengatakan bahwa hutan adalah tempat yang menyimpan banyak misteri yang tidak diketahui dibalik keindahan alamnya.
"hm, baiklah. Aku akan menurut padamu".
"bagus". Ucap Keira yang tersenyum saat Alex menurutinya walaupun dia tidak tahu bahwa Alex tidak suka menuruti orang sedangkan Alex tersenyum melihat senyuman di wajah Keira.
Aku adalah orang yang tidak suka menuruti perintah orang lain karena aku adalah Alexander Adrians. dan Harga Diriku Terlalu tinggi untuk bisa menuruti permintaan atau perintah orang lain.
tapi jika denganmu yang memberikan permintaan atau perintah kepadaku, maka aku akan menurut padamu karena aku ingin melihat senyuman indah di wajahmu yang bahagia saat melihat diriku yang telah menuruti permintaanmu.
Karena, melihat senyumanmu membuat hari-hari yang aku jalani begitu indah.
"Sampai jumpa besok, Alex".
Cup!♥️
"Sampai jumpa lagi, Keira. Aku menyayangimu" Ucap Alex setelah mendaratkan ciuman di pipi kiri gadis itu. Pipi Keira menjadi merah merona saat Alex menciumnya dan tidak bisa berkata apa-apa selain melihat mobilnya pergi meninggalkannya di belakang
Saat ia mencium pipiku, jantungku berdegup kencang. Bahkan saat ditoilet waktu itu, jantungku serasa ingin melompat dari tubuh ini.
Ah... Alexander Adrian...kau memang benar-benar bisa membuat jantung ini berdebar kencang.