The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 127 :Appreciate Him



"Alex, kau mau membawaku ke mana?".


Tanya Keira yang berjalan di sampingnya dengan tangan kanannya masih di genggam tangan kiri Alex.


"ada deh. Bukankah aku akan memberikanmu sebuah kejutan?". Jawab Alex Secara singkat namun dihatinya merasa senang saat menggandeng tangan Keira namun raut wajahnya menjadi berubah saat melihat seseorang yang tidak dia sukai.


''oh guru Madoc". Ucap Keira saat mereka berpapasan dengan Madoc.


"halo Keira". Sapa Madoc. Keira ingin mendekat dan menyapanya namun tidak ia lakukan karena Alex membuatnya berada di belakang tubuh Alex seakan Alex tidak ingin Ia mendekati Madoc dan Madoc tahu itu sehingga ia memicingkan matanya menatap Alex.


''bagaimana kabar Keira hari ini?" .


"ba-".


"Keira baik. Guru bisa lihat sendiri'kan?".


''Alex!". Keira Terkejut saat mendengar nada bicara Alex yang bernada ketus kepada gurunya.


''kalau begitu guru pergi dulu ya, Kei''.Ucap Madoc tanpa mengarahkan pandangannya ke Alex.


''baik guru Madoc'' Ucap Keira dengan sopan dengan matanya yang melirik kesal dengan sikap Alex. James Madoc pergi memberikan sebuah tatapan sinis kepada Alex yang dibalas tatapan mata sinis juga dan sayangnya Keira hanya melihat kesinisan dari Alex saja sehingga ia semakin kesal dengan ulah Alex.


dan setelah Madoc tidak terlihat lagi oleh mereka berdua, dengan kesal Keira melepaskan tangannya dari Alex sehingga mereka berhenti dan Alex dapat melihat kekesalan di wajah Keira.


''apa?".


huh? apa dia bilang? apa??. dia tahu bagaimana sikapnya tadi terhadap guru tapi dia bertanya seolah-olah tidak tahu apa-apa?!.


''kau, kenapa sikapmu begitu kepada guru Madoc?!".


"memangnya kenapa?".Tanya Alex yang bernada sinis saat Keira menyebutkan nama Madoc dihadapannya karena ia sangat tidak suka saat Keira menyebutkan nama guru itu.


''Kenapa kau bilang? apakah kau sadar bahwa kau bersikap tidak baik kepada guruku. dia juga gurumu seharusnya kau sopan dong". Ucap Keira menahan emosinya setenang mungkin dengan harapan agar Alex mau menceritakan mengapa ia bersikap seperti itu kepada Madoc.


Andai saja kamu tahu Keira…


"terus kenapa kalau dia adalah seorang guru? suka-suka aku dong bagaimana sifatku ke mereka, apalagi mereka harusnya sudah puas dengan gaji besar yang diberikan oleh Fallen Group kepada mereka".


Ucapan Alex yang terdengar sinis dan angkuh membuat Keira terdiam dan sangat kesal karena mendengar ucapan Alex yang angkuh.


"kau ini benar-benar membuatku kesal Alex. apa Kau tidak tahu bahwa guru merupakan pahlawan tanda jasa yang mengabdi pada dunia pendidikan agar semua anak-anak di dunia ini bisa mendapatkan ilmu dan menjadi lebih baik.


memangnya kau bisa menulis dan membaca karena siapa?


memangnya kau bisa tahu beraneka macam ilu karena siapa?


kau bisa tahu karena bimbingan guru Alex, Guru.". Pekik Keira yang sangat kesal menceramahi Alex tentang berartinya seorang guru di dunia yang jasanya tiada Tara.


Ia merasa kesal dan marah dengan laki-laki dihadapannya yang terdiam mendengar ucapannya dan kemudian ia menghela nafasnya dan menenangkan dirinya dari dalam.


"memang benar bahwa mereka mendapatkan gaji namun apakah jasa mereka sebanding dengan uang yang kalian berikan?. tentu saja tidak… jasa mereka lebih besar dibandingkan dengan berapapun yang kalian berikan kepada mereka dan yang bisa kita lakukan sebagai murid untuk membalas jasa mereka adalah menghormati mereka dan menjadi orang yang sukses, Alex.


Jadi Alex, jangan pernah berfikir bahwa mereka hanya puas dengan gaji sebesar apapun yang kalian berikan karena menghormati merekalah dan kita meraih kesuksesan yang akan membuat mereka puas sebagai bentuk apresiasi bahwa didikan mereka telah berhasil kita menuju kesuksesan…


tapi bagi kalian orang kaya tahu apa jasa seorang guru?. Kalian yang memandang sebelah mata orang lain tidak akan mengerti betapa jasa mereka yang tiada tara...". Ucap Keira menatap wajah Alex dengan tatapan mata yang teduh memutar tubuhnya membelakangi Alex agar Alex tidak melihat bahwa ia begitu sedih dengan sikap Alex.


"Keira, dengar-".


"aku mau sendirian Alex… lupakan saja tentang kejutanmu karena aku sudah tidak berminat lagi.…


namun kau harus tahu Alex, guru Madoc adalah guru yang mengajarkan banyak hal kepadaku, saudara-saudaraku bahkan teman-temanku dari kecil sehingga aku menjunjung tinggi dirinya dan menghormatinya karena ia bagaikan seorang ayah kedua bagiku dimana ia tidak pernah lelah dalam mengajarkan banyak hal kepadaku dan dia termasuk salah satu orang yang berarti dalam hidupku". Ucap Keira memotong ucapan Alex karena kecewa dengan sikap Alex dan ia masih mengingat kenangan masa kecilnya dimana Madoc mengajarkan segalanya kepadanya dari ilmu pengetahuan, bahkan mengajarkannya cara bertarung dam bertahan juga cara memanah dan mengontrol kemampuan Serigalanya.


Ia pun pergi meninggalkan Alex tanpa menoleh sedikitpun ke belakang sedangkan Alex?.


Ia terpaku melihat Keira yang pergi. Ingin mengejarnya dan menjelaskan Alasan mengapa ia bersikap seperti itu kepada guru Madoc dan mengapa ia berkata seperti itu kepadanya namun kedua kakinya menolak perintah dari otaknya kali ini seakan kakinya memahami perasaan Keira dan membalas ucapan-ucapan Alex yang meluncur begitu saja dari bibirnya dan tindakannya yang berasal dari otaknya.


andai saja kamu tahu mengapa aku bersikap dingin dan sangat sinis Kepada guru Madoc karena aku marah kepadanya karena dia tidak menyetujui hubungan kita dan memintaku untuk menjauhimu, Keira…


Andai saja kamu tahu bahwa aku menghargai para guru yang berjasa karena aku bisa menulis dan membaca karena mereka, bukan karena ayahku.


Tapi aku tidak bisa mengatakan sejujurnya kepadamu karena aku tidak mau kau merasa kecewa dan sedih terhadap guru yang telah menolak akan hubungan kita karena aku tahu betapa berartinya Seorang guru James Madoc bagimu.


Walaupun aku tahu bahwa yang dikatakannya waktu itu di Aurora memang benar tapi…


tidak bisakah aku bersikap egois demi hati yang memiliki perasaan ini terhadap seorang gadis bernama Keira…?. Ucap Alex dalam batinnya saat menatap nanar Keira yang melangkah pergi meninggalkannya berdiri sendiri di lorong lalu ia merogoh kantong jas dalamnya dan mengeluarkan sebuah kotak yang dibuka ternyata sebuah gelang charm perak berkualitas terbaik dengan mata gelang berbentuk hati yang dihiasi dengan berlian-berlian dan terdapat sebuah ukiran bertuliskan Selalu di hatiku di gelang itu.


"aku mendensain gelang ini dan menjadikannya sebagai kejutan untukmu...


aku sadar bahwa tidak seharusnya aku bersikap seperti orang yang sangat angkuh dan berkata angkuh terhadap guru Madoc walaupun aku tidak menyukainya". Ucap Alex menyesakan dengan apa yang dia lakukan dan ucapkan sehingga yang dia lakukan barusan telah membuat Keira menjadi kecewa dan sedih.