The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 109 : Circle Of Revenge



TOK TOK TOK


Keira mengetuk pintu toilet rumahnya itu dan tidak lama kemudian, pintu itu terbuka dan keluarlah Tania dari dalam toilet dengan perasaan lega karena sudah plong dalam mengeluarkan sampah di usus.


''lama banget''.Gerutu Keira yang harus menunggu Tania dengan urusan panggilan alamnya.


''hehe. Kau tahu sendirilah bagaimana rasanya tidak buang air selama tiga hari dan keluar pun hari ini malah mencicil tapi aku lega sekarang karena sisa-sisanya tidak ada lagi''.😄


''hei, jangan berkata jorok dong. Malu bila di dengar laki-laki''😑 Keira memberikan sebuah nasehat untuk Tania mengingat Keira tahu dirumahnya sekarang terdapat tiga laki-laki dan menurut kode etik perempuan nomor 13 dikatakan bahwa perempuan dilarang menyebutkan sesuatu yang bersifat jorok di depan laki-laki. Kecuali umpatan.


''lah, memang kenyataannya kok. Aku'kan mengatakan apa ala kadarnya. Jangan karena ada laki-laki, apa yang ingin kita ucapkan malah jadi terbatas.


ini seperti diibaratkan jika ada laki-laki tanpa busana, para perempuan lari menjauh namun jika ada perempuan tanpa busana, eh bukanya laki-laki lari menjauh malah mengejar, huh''.💨


eeeeeh, yang diibaratkannya itu sinkron atau tidak ya dengan ucapanku kepadanya?.


''sudalah. Lupakan dengan apa yang kukatakan. Sudah cuci tangan belum?''.🤦🏻‍♀️ Tanya Keira yang sudah merasa pusing jika berbicara dengan Tania secara melenceng dari jalur.


''tentu saja sudah. Aku ini gadis pembersih lho''.


''hm, ya lah''.


''oh ya Keira, aku ingin memberitahu sesuatu kepadamu''.


''eh? memberitahuku tentang apa?".😑


"tentang anak buah vampire yang menyerang dirimu dan Alex''.Ucap Tania yang berubah menjadi serius. Sebagai seorang wakil dari Alpha, sudah pasti ia akan menjadi serius dan mengesampingkan kekonyolannya untuk sementara jika membicarakan tentang dunia mereka yang berbeda dengan manusia.


''dari informasi yang kudapat, mereka berasal dari keluarga Dasper tapi berani juga mereka mencoba menyerangku''.Ucap Keira yang berubah menjadi serius.


''apakah Silvana ikut serta melawan mereka?''.Tanya Keira yang teringat akan Silvana mengingat Silvana pernah memiliki suatu cerita menyakitkan tentang mereka.


''tidak. Aku mencegahnya ikut karena Noah ada dirumahnya''.


''hah? kok bisa???''.


''kau tidak tahu bahwa Alex sebenarnya kemari bersama dengan Noah yang kebetulan bersama dengan Silvana. Saat Silvana akan mengantar Alex, Noah memaksa ikut karena kau tahu sendirilah bagaimana cemburunya laki-laki jadi akhirnya mereka boncengan deh bersama dengan Silvana.


kau bisa bayangkan dua laki-laki di bonceng sama perempuan itupun mereka berdua peluk-peluk pinggang''.


Mendengar penjelasan dari Tania membuat Keira tersenyum geli karena membayangkan dua orang laki-laki kaya berboncengan sepeda motor dengan seorang gadis, itupun si gadis yang mengemudi sepeda motornya.


''haha, aku tidak sanggup membayangkan kedua laki-laki saling peluk diatas sepeda motor dengan Silvana yang memboncengi mereka. Tapi, kau tahu dari mana?''.


"Silvana. Beberapa saat yang lalu sebelum melawan prajurit Dasper, ia mengatakan menurunkan Alex di makam kakak".


"pantas saja. Apa ada hal lain lagi yang ingin kau katakan?". Tanya Keira saat merasakan bahwa Tania ingin memberitahukan dirinya tentang hal yang lain.


"ada. Aku tahu mengapa beberapa prajurit keluarga Dasper berani untuk menyerang wilayah ini?. Ini dikarenakan mereka dipimpin oleh salah satu anak dari Kendrick Dasper".


"apa?!. Anak dari Kendrick Dasper?!. Apakah itu Em-".


"bukan Emery. Kau pasti ingat siapa yang telah menusukku dulu untuk menyelamatkan Emery dariku sehingga membuatku coma selama sebulan dan melewatkan kesempatan untuk melihat kakakku terakhir kali''. Ucap Tania sambil menyentuh bagian tubuh yang pernah merasakan sakitnya ditusuk setahun yang lalu.


''Samuel?''. Keira menebak salah satu anak dari Keluarga Dasper dan Tania mengangguk bahwa tebakan Keira benar.


''jika saja aku tahu dari awal aku sudah pasti akan menghabisinya sekarang''.


''jangan khawatir''. Ucap Tania sembari menepuk bahu Keira.


''aku sudah membunuhnya dan dendamku padanya sudah terbalaskan''. Ucap Tania memberitahu tentang kematian Samuel Dasper.


Sementara itu di suatu tempat yang terabaikan dan sepi dari manusia, terdapat sebuah Mansion bercat hitam berdiri di tempat yang tidak ada sinar matahari disana.


Mansion itu berada di sebuah tempat yang tidak didatangi oleh para manusia karena kesan angker yang ditimbulkan mengingat jalan menuju ke Mansion itu harus melewati sebuah pemakaman tua yang ditakuti oleh para manusia karena pemakaman itu merupakan tempat 6500 terpidana mati karena kejahatan yang berat seperti pembunuhan, tindakan asusila dan kejahatan berat lainnya yang telah dihukum mati oleh penduduk jaman dulu dengan cara diikat lalu dimasukkan ke dalam peti mati yang berisikan seekor ular berbisa lalu dikubur hidup-hidup secara tidak manusiawi.


Tempat itu dikenal dengan nama the sinner's carcass. Nama itu diberikan karena cocok sebagai tempat untuk para pidana dihukum mati secara perlahan namun menyakitkan pada jaman dahulu hingga akhirnya dihentikan dengan hukum mati yang terbaru sampai sekarang walaupun banyak orang-orang beranggapan bahwa hukum mati yang lama lebih baik daripada yang sekarang dan karena hukum mati baru itu, akhirnya para manusia melupakan tempat itu.


Mengenai the sinner's carcass, para manusia tidak berani mendekati tempat itu dikarenakan dari mulut ke mulut, Mereka mendengar cerita bahwa setiap malam selalu terdengar suara jeritan-jeritan orang hingga desisan ular ditempat itu.


Tempat itu memang menyeramkan bagi manusia mengingat setiap pagi, tempat itu selalu disambut dengan kicauan burung gagak dan aroma bau bangkai yang dulunya berasal dari suatu makhluk hidup namun, bagi makhluk supernatural, tempat itu merupakan tempat yang menenangkan dan aman dari manusia yang akan tahu identitas mereka terlebih lagi, sinar matahari terhalang masuk karena kabut diatas tempat itu sehingga mereka bisa berjalan aman disekitar matahari tanpa takut dengan sinar matahari.


yah…makhluk supernatural yang takut dengan sinar matahari, siapa lagi kalau bukan bangsa vampire mengingat mereka adalah makhluk yang takut dengan sinar matahari yang akan membakar tubuh mereka.


dan mansion itu, merupakan tempat seorang keluarga Vampire berada dan didalam mansion yang juga serba hitam di dinding dalam mansion, Seorang gadis melesat menuju ke sebuah ruang keluarga dimana ayah dan tiga saudara saudarinya berkumpul.


"ada apa Jovanka?".


"ayah, Aarav, Pratistha, Rosemary. Emery sudah siuman". Ucap Jovanka Dasper, putri dan anak tertua Kendrick Dasper.


Mendengar berita itu, baik Kendrick dan lainnya segera melesat menuju ke kamar Emery Dasper. di dalam kamar Emery, Kendrick melihat putranya telah membuka mata sementara Emery menoleh perlahan melihat mereka.


"ayah… saudaraku Aarav… saudari-saudariku Jovanka… Pratistha… Rosemary…". Ucap Emery dengan sangat lemah.


"akhirnya kau telah kembali sadar Emery". Ucap Kendrick yang senang melihat putranya telah sadar. Baik Kendrick dan anak-anaknya sangat senang melihat Emery telah sadar setelah satu tahun ia terbaring coma.


Saat Kendrick duduk di sisi tempat tidur, Emery mencoba untuk duduk namun Kendrick mencegahnya.


''sebaiknya berbaringlah Emer. Kau masih lemah''.


''baiklah ayah…". Emery menurut lalu tatapan matanya memandangi Saudara saudarinya satu persatu hingga dia menyadari bahwa ada yang kurang diantara mereka.


"dimana Samuel…?. Aku tidak melihatnya". Ucap Emery yang menyadari bahwa Ia tidak melihat Samuel sama sekali.


Saat Emery bertanya, Emery menyadari bahwa ada sesuatu yang salah saat melihat raut wajah ayah dan Saudara-saudaranya ketika ia mempertanyakan keberadaan Samuel.


''apa ada yang salah? mengapa aku merasa kalian menyembunyikan sesuatu dariku? jawablah aku?!".


"Samuel… dia…".


"dia kenapa?". Tanya Emery yang gusar saat ucapan Jovanka menggantung.


"dia sudah mati, Emer". Ucap Kendrick memberitahu Emery tentang Samuel. Saat mendengar kabar kematian Samuel, setitik air mata darah mengalir membasahi pipi kiri Emery karena Kehilangan salah satu saudaranya.


"Samuel!!!". Emery beteriak memanggil namanya sambil menangis darah karena hancur mengetahui bahwa salah satu kakak laki-lakinya telah tiada saat ia telah bangun pada akhirnya.


Melihat Emery begitu sedih, ketiga putri Kendrick mencoba menenangkan saudara mereka itu.


"tenangkan dirimu Emer. Kau baru sadar dan masih lemah… kami tahu kalau betapa sedih dan sakitnya dirimu atas Kehilangannya. Kami juga sama tapi kau harus tenang jika kau ingin ikut membalas kematiannya''.


''siapa yang menghabisinya? apakah yang membunuhnya berasal dari bangsa Werewolf". Tanya Emery yang akhirnya mulai tenang saat mendengar ucapan Jovanka seolah-olah ia mengerti bahwa Emery telah dihabisi.


"yah, kau benar sekali dan werewolf itu adalah werewolf yang sama yang telah membuatmu coma selama setahun ini". Jawab Kendrick yang memberitahukan siapa pembunuhnya.


"Tania… putri Hara". Emery menyebut nama Tania karena teringat akan kejadian setahun yang lalu itu dimana ia dihajar habis-habisan oleh Tania dan ia tahu bahwa Tania juga sahabat dari Silvana dan tangan kirinya terkepal karena mengingat gadis itu.


Sementara itu di kediaman Keira…


''hei Keira, seharusnya kau senang dengan terbunuhnya salah satu anak keluarga Dasper dari bangsa Vampire , tapi kenapa wajahmu berkata lain?''. Tanya Tania yang melihat kekhawatiran Keira.


''aku senang Tania tapi aku juga khawatir terhadap dirimu karena aku yakin Kendrick bahkan anak-anaknya tidak akan melepaskanmu yang membunuh Samuel''.


''… aku tahu bahwa sekarang akulah sasaran mereka mengingat aku hampir menghabisi Emery bahkan membunuh Samuel tapi apa mau dikata, baik kita mau mereka sudah lama terjebak dalam lingkaran dendam. dan sekali terjebak, tidak ada yang bisa keluar kecuali memilih berdamai atau melenyapkan salah satunya sampai ke akar akarnya.


Kita tahu bahwa kita tidak akan memilih pilihan pertama karena mereka bagaikan sebuah tyrani sehingga kita memilih pilihan kedua dan kau memilih kedua juga'kan?".


"…yah… kau benar. Aku ingin kau berhati-hati mulai sekarang".


"pasti. Dan mengenai membunuhnya, entah mengapa rasanya tidak tepat".🤷🏻‍♀️


"huh? maksudnya?".


"aku memang menusuk pisauku tepat di Jantungnya namun tidak dalam karena dari awal aku tidak berniat membunuhnya tapi entah karena ia muak dengan ucapanku yang terlalu panjang atau hal lainnya sehingga ia mendorong masuk pisauku ke jantungnya sehingga ia akhirnya tiada dan selain itu…".


"selain itu apa?".


"dia memberikan sebuah informasi yang mungkin ada hubungannya dengan vampire misterius yang ingin kau ketahui selama ini".