The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 187 : Hug



Sebuah mobil sport Lamborghini hitam berhenti di depan pintu masuk Cafe Twins bells dimana Keira dan Dion berada.


Saat itu, Keira baru saja akan memakan serealnya, sesosok laki-laki pemilik mobil itu masuk kedalam sehingga Wajah Keira menjadi muka masam karena kedatangannya.


"Halo Alex".Sapa Dion.


"kau? kenapa kau kemari?".Tanya Keira dengan ekspresi wajahnya yang masam karena kedatangan Alex mengganggu makan siangnya.


"kenapa? memangnya aku tidak boleh kemari? aku kan juga pelanggan dan pelanggan adalah raja'kan?. apa lagi aku punya uang".Ucap Alex dengan sombongnya sambil tersenyum sombong.


Ugh! dasar menyebalkan 🔥💨. Ingin rasanya Keira mengumpat Alex dalam batinnya tapi rasanya Keira terlalu baik untuk itu apalagi dia tahu bahwa dia memacari seorang manusia yang bertingkah layaknya seorang sultan.


"dia benar Keira. Pelanggan adalah seorang raja jadi suka-suka dia jika ingin datang dan makan disini". Ucap Dion membenarkan Alex.


Kau ini sebenarnya bela siapa sih!?💢. Kesal Keira dalam pikirannya sendiri.


"bodoh ah💨. Silahkan duduk dimana saja kau suka wahai raja".Ucap Keira dengan campuran sindiran didalamnya.


Alex tersenyum kemenangan lalu duduk di tempat Keira berada sebelumnya yaitu meja Nomor lima.


"ayo layani saja dia. Jangan berwajah begitu, jika seorang Trinity makan disini bukankah berarti akan membawa banyak pelanggan mengingat teh tarik mereka yang luar biasa?".Bisik Dion lalu ia pun kembali ke dapur sehingga tinggal Keira dan Alex lalu Keira pun mulai memprioritaskan pekerjaannya sekarang walaupun pelanggannya adalah seorang kekasih yang menyebalkan.


"Selamat datang di Twins bells cafe, tempat para rakyat jelata makan. Mau pesan apa wahai sultan agung yang datang ke cafe bobrok ini? 😒". Ucap Keira dengan sindiran didalamnya dan menjelekkan cafe itu padahal sebenarnya cafe Twins bells sangat bagus dari segi dekorasi, meja, kursi dinding dan lantai sehingga tercipta kesan mewah dan klasik tapi harga makanan sangat terjangkau.


...KLONTANG!!!...


"aduh!💫".


"Siapa yang kau sebut dengan cafe bobrok, hah?!!💢".Omel Dion sambil melempar Teflon tepat di kepala Keira karena mendengar kata Keira yang mengatai Twins bells cafe sebagai cafe bobrok mengingat Dion pemiliknya.


Sial!. Bagaimana bisa dia mendengarnya?. Pikir Keira karena jarak antara meja lima dengan dapur tidaklah dekat.


"Dasar sialan! kenapa kau memukulku dengan Teflon!?💢. Udah begitu teflonnya dalam keadaan panas lagi💢".Keira marah karena Dion melemparinya dengan Teflon yang ternyata sedang dipanaskan di atas kompor saat itu.


Sedangkan Alex?. Hooo~oh, diam-diam Alex tertawa saat Keira kena pukul teflon walaupun dia juga tidak senang jika Keira sampai kena pukul teflon di belakang kepalanya.


"kau sendiri?. bagaimanakah Kau bisa tega menjelekkan cafe ini?💢". Balas Dion marah. Kedua saudara itu bertengkar satu sama lain sedangkan Alex merasa bete karena kedua orang didepannya itu sibuk bertengkar bukannya melayaninya padahal dia sudah makan di restoran mewah sebelumnya bersama dengan Noah.


ng? sereal? kalau tidak salah aku melihat Keira akan makan ini.Pikir Alex saat melihat semangkuk sereal di atas meja dan dia tahu itu akan dimakan Keira sehingga timbul niat isengnya untuk membuat Keira kesal.


hehehehe 😏 Maaf Keira 😛. Diam-diam tanpa sepengetahuan Keira, Alex mengambil makanan Keira dan mulai memakannya tanpa dia ketahui sereal apa yang dimakan olehnya itu.


"eh?! Alex!😨".Keira dan Dion terkejut saat melihat Alex memakan sereal buatan Keira tanpa bilang-bilang mengingat sereal buatan Keira bukanlah sereal yang biasa lebih tepatnya tidak diperkenankan untuk dimakan oleh manusia.


"Kenapa? habis kalian sibuk bertengkar padahal aku lapar". Ucap Alex membela diri dengan santainya sambil menikmati sereal itu.


"haruskah kita beri tahu dia?".Bisik Dion.


"sebaiknya tidak usah diberitahu deh. Hitung-hitung sebagai pelajaran karena mengambil makanan orang lain tanpa izin😛". Bisik Keira dan diam-diam mereka berdua tertawa geli tanpa suara karena ketidaktahuan Alex tentang apa yang sebenarnya dimakan olehnya.


dasar Alex bodoh😂. Pedigree kok ikut dimakan Juga?😂. Pikir Keira sambil tertawa dalam pikirannya.


Beberapa saat kemudian…


"aku mau memesan… hm… dirimu".


"maaf tuan muda Alex. Makhluk hidup tidak tersedia didalam menu. Mungkin sebaiknya kau mencari tempat lain untuk pesanan kanibalisme".


"hei, bukan itu maksudku tahu"


"yah aku juga😔".


"ya ampun duduklah".


"hei".Keira kaget saat Alex menarik tangannya untuk membuatnya duduk disebelah Alex sehingga ia pun terduduk di sebelah Alex dengan mata mereka bertemu dan saling bertatapan satu sama lain.


Keira dapat melihat bola mata Alex yang sebiru bagaikan es. jantungya berdebar-debar saat memandangi bola mata Alex.


Biru seperti lautan dan dingin bagaikan es, seperti itulah gambaran warna mata Alex walaupun sayang Alex hanya memilikinya di mata kirinya tapi kekurangan itu tidak membuat ketampanan Alex berkurang melainkan hanya menambah kharisma yang ada didalam dirinya.


Tampan, Misterius, dingin, membuatnya banyak digilai para gadis tapi para gadis hanya bisa patah hati karena hatinya Alex telah memilih seorang gadis dan gadis yang memenangkan hati dan perasaan Alex adalah gadis yang menatap Alex saat ini dan dia adalah Keira.


Keira memandangi wajah Alex. Rasa penasaran terbesit dalam pikirannya saat ketika melihat Eyepatch yang terpasang di mata kanan Alex sehingga tangan kanannya ingin meraih Eyepatchnya itu tapi Alex mencegah tangannya meraih Eyepatch itu.


"Tidak Keira…".Ucap Alex lirih menggelengkan kepalanya dan menurunkan tatapannya kebawah.


"kenapa…? ☹️ aku bukanlah seseorang yang mengejek kekurangan orang lain Alex. Apakah kau berpikir begitu?".Tanya Keira lirih dan suaranya yang terdengar rendah.


Alex menggeleng dan menatapnya dengan tatapan sendu dan senyuman tipis lalu ia memeluk Keira dan menyandarkan kepalanya di pundak Keira.


"Aku tidak pernah berpikir buruk tentangmu… aku tahu itu hanya saja… aku belum siap untuk menunjukkannya… aku takut akan teringat kenangan menyakitkan di masa kecilku…


Berikan aku waktu untuk mengungkapkannya kepadamu… aku belum siap".Ucap Alex. Keira dapat mendengar suara Alex yang bergetar disetiap kata-katanya.


Keira dapat merasakannya betapa sakitnya Alex disetiap kata-kata yang diucapkan Alex barusan. Andai saja Alex terbuka, mungkin Keira bisa menghibur dan menyembuhkan luka hati terdalam laki-laki itu walaupun tidak sekarang.


"kau tahu… laki-laki yang kuat dan keren sangat cocok untukmu.".Ucap Keira memeluk Alex seraya mencoba menghibur Alex.


"kata-kata hiburanmu sungguh payah".Ucap Alex tersenyum saat mendengarnya.


"apa?!💢".


"hihihi. Jika ingin menghiburku, peluklah aku".


"kan sudah kupeluk". Gerutu Keira karena lagi mencoba menghibur eh yang dihibur banyak tingkah.


"kurang erat tahu."


Kau ini. Tidak tahu bahwa jika aku memelukmu kuat kau akan kena sakit pinggang karena aku kuat tahu.Batin Keira.


"gak mau. Aku ingin kaulah yang memelukku erat karena aku seorang perempuan yang mungkin saja bisa terlepas darimu karena rintangan hubungan antara kita". Ucap Keira sehingga mendadak Alex memeluknya erat dan Keira sungguh senang saat Alex memeluknya erat.


"aku tidak akan membiarkanmu kemana-mana. Cukup bersamaku saja".Bisik Alex sambil meniup daun telinga Keira sehingga Keira merasa geli karena ulahnya.