The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 15 : A soulmate...



Keira berjalan dengan perasaan aneh.Entah mengapa dia merasa bersalah dengan apa yang terjadi semalam dengan Alex.


padahal dia sudah menolongku tetapi aku malah memarahinya. tapi ini gara-gara dia juga! Aku benci dia tapi aku merasa bersalah juga... ekspresinya wajahnya saat aku menyentuh penutup matanya itu...


"Sebenarnya apa yang sedang aku pikirkan!? mengapa aku harus memikirkan orang itu".


pikiran yang gusar membuat Keira rasanya mau hilang akal.dia tak habis pikir dengan dirinya sendiri.


"oooi, gadis banting galak".


Seseorang memanggil, Keira melihat ke samping kiri, Alex yang sedang duduk di bawah pohon menunjuk kepada dirinya.


"aku?kau memanggil aku?".


Alex mengganggu. merasa tidak terima dengan panggilan yang diberikan Alex untuknya, dia memilih cuek saja dan pergi tetapi bukan berarti alex akan menyerah.


"oooi,perawan galak, jangan pergi.laki-laki perjaka memanggilmu nih".


keira berhenti melangkah. ya terkejut mendengar panggilan Alex kali ini apalagi dia menggunakan sebuah toak Megaphone, sudah pasti disekitarnya ada yang mendengar nya.


dia... membuatku malu.apa-apa dia


sambil menahan malu dia menghampiri Alex yang sedang bersandar di bawah pohon.


"bisakah kau tidak memanggilku dengan sebutan itu? aku punya nama".


"yang mana? gadis banting galak atau perawan galak?".


Tanya Alex dengan pura-pura bodoh tidak mengerti.


"dua-duanya tahu!".


"baiklah.ayo duduk bersamaku".


"apa?".


tanpa menunggu jawabannya,Alex langsung menarik lengan Keira hingga dia terduduk.


Keira memperhatikan sekitar Alex,alas duduk yang biasa digunakan untuk piknik, keranjang rotan coklat dan duduk di bawah pohon maple. sudah pasti Alex sedang mengadakan piknik.


"kau mau apa?"


"tentu saja piknik.bersamamu".


"bukankah kau punya 2 teman dari Trinity itu? Mengapa kau tidak piknik saja sama mereka daripada harus menggangguku".


"Ng... mereka sedang sibuk jadi tidak ada yang menemaniku".


hm... hari ini Entah mengapa Alex terlihat aneh hari ini. jika dugaanku Benar, pasti akan berkata"mereka kan laki-laki. masa aku harus piknik seperti ini bersama mereka!" dengan nada tinggi tentunya.


"jika ingin gadis yang menemanimu piknik, Bukankah Kau bisa meminta pada gadis yang lain? ada banyak Siswi di sini yang tergila-gila padamu".


"tidak mungkin aku meminta siswi-siswi disini untuk menemaniku karena gadis yang aku sukai hanyalah kau dan juga aku ingin meminta maaf padamu atas apa yang aku lakukan terhadamu".


huh? serius nih?


tidak mengherankan Keira terkejut dengan ucapan Alex. dia sering mendengar tentang kekejaman yang dilakukan oleh Alex di sekolah ini tetapi saat Alex minta maaf Jujur Saja, untuk pertama kalinya dia mendengarnya dan ia mendengarnya dari Alex sendiri.


Plak!


tangan kanan Keira memukul keras pipi kanannya seakan dia merasa dirinya masih bermimpi.


"hei, Apa yang kau lakukan? Kenapa kau memukul pipimu sendiri?".


"aku hanya memastikan Apakah aku masih tidur ? apa aku masih bermimpi?".


"tetapi Kenyataannya memang tidak'kan? ya ampun.jangan menyakiti dirimu sendiri".


Dia... benar-benar khawatir atau ada siasat yang digunakan untuk mengerjai ku?


juga... Mengapa aku mau menemaninya


piknik?


Alex mengeluarkan sesuatu dari keranjang pikniknya itu.yang ternyata sebuah tempat makanan besar dan satu botol minuman anggur merah yang terbaik.


"Wine? kau tahu kan bahwa hukum minum alkohol itu dimulai berusia 18 tahun untuk laki-laki dan 17 tahun untuk perempuan?".


"sebenarnya 3 bulan lagi usiaku 18 tahun tapi itu bisa dihitung aku sudah 18 bukan?"


"tapi aku masih berumur 16".


"Bukankah itu tidak masalah? Apakah kau pernah berpikir bahwa sebagian besar orang-orang menaati peraturan seperti itu? tentu saja tidak. seseorang pernah bilang bahwa peraturan ada untuk dilanggar.orang-orang sekarang semakin acuh tak acuh dalam peraturan maupun hukum" .


"tapi tidak semuanya seperti itu. seperti aku misalnya".


"kau tidak perlu khawatir.kadar alkohol di botol ini sangat rendah".


"walaupun begitu, tidakkah aneh meminum alkohol di siang hari?".


"kan tidak apa-apa. kita kan bukan anak kecil lagi".


Alex membuka tutup botol minuman itu dan menuangkannya langsung di dua gelas kristal yang sudah dia persiapkan.


menyodorkan gelas berisi anggur merah itu ke Keira dan kira langsung meminumnya.


"uhuk-uhuk".


"hei, pelan-pelan minumnya".


dengan lembut,Alex menepuk punggung Keira yang terbatuk-batuk.


"ini... pertama kalinya aku meminum alkohol.aku mau lagi".


"nanti setelah kita makan". Alex menutup kembali botol itu dan memasukkannya kembali ke dalam keranjang. lalu dia mengeluarkan 2 botol soda dari keranjang.


"Ng... Makanan apa yang kau bawa?".


Alex membukanya.didalamnya membuat keira lumayan terkejut.


sandwich? woah, Aku kira si sombong ini akan membawa makanan yang sesuai dengan ekspektasinya.


"apa koki dirumahmu yang membuatnya?".


"tentu saja tidak. aku tahu saudaramu yang selalu membuat makanan untukmu jadi aku tidak mau kalah dan membuatnya sendiri".


"bagaimana kau bisa tahu bahwa saudaraku yang membuat makanan untukku? kau memata- mataiku,ya? ".


"hei,tentu saja tidak.bukankah dia itu chef di Twinsbells kalian? aku hanya menebak saja".


"Ng...iya sih".


"ini".


Alex menyodorkannya. Keira mencobanya dan seketika terkejut saat memakannya.


san.... sandwich ini.....!!!


"apa isi sandwich ini?".


"Isinya terdiri dari daging kalkun, ayam dan sapi.ku gabung menjadi satu dengan bawang putih panggang dan kubungkus dengan telur dadar kemudian..."


"kau memasukkan selada dan tomat juga?


"tentu saja. Selada dan tomat kan selalu menjadi pelengkap sandwich".


ternyata benar... ini sangat mirip dengan sandwich buatan Elias. bahkan sausnya juga..


air mata jatuh membasahi pipinya. dia tidak menyangka dia sudah lama tidak merasakan sandwich ala Rhyes semenjak Elias Tiada. tidak ada yang tahu bagaimana cara Elias membuatnya tetapi bagaimana bisa Alex membuat sandwich yang sangat mirip dengan sandwich buatan Elias.


"kau.. kenapa kau menangis? apa sandwichnya tidak enak?". Alex terkejut melihat Keira menangis. dengan lembut Alex menghapus air mata Keira yang telah membasahi pipi.


"enak... sandwich yang kau... buat sangat enak...bagaimana bisa kau mengetahuinya...?".


"mengetahui apa?".


"sand...wich yang kau buat sangat mirip sekali dengan sandwich buatan tunanganku.. cara buatnya, susunan isinya bahkan sausnya... sangat mirip dengan buatannya".


"Keira.. aku tidak tahu bahwa aku membuat sandwich yang sama dengan buatan tunanganmu.. bagaimana Elias bisa tiada?".


"apa? Bagaimana kau bisa tahu nama tunangan ku dan tahu tunanganku sudah tiada?".


"aku telah mengetahui bahwa Guruku Madoc adalah gurumu juga, aku tahu darinya bahwa nama tunanganmu adalah Elias Rhyes, kakak dari sahabatmu Tania dan aku juga tahu darinya bahwa Elias telah meninggal setahun yang lalu. yang tidak kutahu adalah penyebab kematiannya".


kalau begitu, apakah guru Madoc juga tahu tentang... tidak. dia juga tidak yg tahu tentang sandwich buatan Elias.


"maaf,aku harus pergi".


seakan dia menghindari pertanyaan dari Alex, Keira bangkit dan segera pergi meninggalkan Alex.


"Keira".


bagaimana aku bisa tahu? aku sendiri juga mencari jawaban itu...


Keira berlari dan berlari tidak peduli dia menabrak beberapa orang hingga terjatuh dan dia tetap berlari hingga Dia masuk kedalam ruangan tempat dia biasa bermain biola disana.Keira berlari sampai di atas panggung. Setelah dia berhenti berlari, Keira jatuh dan menangis.


Elias... Eliasku...


Keira terbaring diatas panggung, tubuhnya meringkuk menyerupai bola dan menangis mengeluarkan semua kesedihannya atas kepergian sang pujaan hati.


a...aku rindu padamu....


Keira bergumam, ingatan-ingatan tentang kematian Elias bermunculan di pikirannya.


(Flashback...)


Malam itu...


"Elias, bertahanlah". ucap Keira. Keira terus menggenggam tangan Elias yang terbaring di atas tanah dengan darah yang mengalir di dadanya membasahi jas putihnya bahkan darahnya juga membasahi sebagian gaun putih yang dipakai Keira hari ini. Tangan kanan Keira menekan bagian dada Elias yang terluka itu untuk mencegah banyaknya darah keluar tetapi rasanya sia-sia saja.


"Silvana! dimana medisnya!?".


"mereka akan datang sebentar lagi".


"suruh mereka cepat!!".


"Keira..."


pandangan keira kembali tertuju pada Elias.disaat Dia terluka parah, Elias tetap tersenyum.


"mereka akan datang sebentar lagi, sayang...".


"percuma Keira... wa.. walaupun medis akan datang lebih cepat sudah... terlambat bagiku".


"tidak Elias... jangan bicara begitu...".


Elias menggeleng kepala. tangan kirinya mengelus pipinya yang air matanya terus mengalir.


"Maafkan Aku... aku tidak bi..bisa bertahan, a...ku ingin... kau bahagia... tapi takdir menyatakan... bukan aku orang ... yang tepat untuk...mu".


"tidak tidak. jangan berkata begitu...kita akan bersama. jika kita hidup bersama,maka kita akan mati bersama...".


"tidak keira, aku ingin kau tetap hidup.hidup lama agar kau... bisa bahagia walaupun... orang itu bukan aku...".


"tidak Elias.... tidak".


"tak terbayangkan seperti ini pada akhirnya... aku... tak bisa memenuhi...janjiku padamu..aku tak mampu. ta..pi, aku akan tetap ada didalam jiwa. suatu saat kau akan menemukan penggantiku yang aku yakini dia akan selalu ada untukmu...".


"El..ias... jangan...".


"aku... mencintaimu... Keira".


perlahan Elias menutup matanya, tangan yang mengelus pipinya terjatuh di tanah.


"Elias? Elias!? Eliiiaaass!!".


Keira mengguncang tubuhnya namun Elias tidak bergeming, dia telah pergi. raga telah meninggalkan tubuhnya.


Keira beteriak sekeras mungkin.teriakan akan kesedihannya berimbang pada kilat petir yang menggelar disertai hujan deras yang turun membasahi bumi, seakan langit telah menangisi tragedi yang menimpah dua insan yang saling mencintai.


"AKU KEIRA BERSUMPAH ATAS NAMA ELIAS,AKU AKAN MEMBALAS KEMATIAN ELIAS UNTUK MENGHABISI VAMPIRE YANG BERTANGGUNG JAWAB KARENA MENGHANCURKAN HARI BAHAGIA, MEREBUT KEBAHAGIAAN KU DAN ORANG YANG KUCINTAI!! AKU AKAN MENGHABISINYA WALAUPUN AKU HARUS MATI!!".


(Flashback end...)


Aku... bersumpah...


"Keira? keira?".


panggil Keitha.Keira membuka matanya secara perlahan, dihadapannya Ada Keitha.


"ka Keitha". Keira duduk dan menyeka sisa-sisa air matanya.


"kau menangis? ada apa?".


"... Kurasa aku merindukan seseorang hingga tanpa sadar aku tertidur sambil menangis".


mengapa aku harus menceritakan hal ini padanya?


"kau merindukan seseorang? boleh aku tahu siapa?".


"tidak apa-apa kalau tidak mau cerita.tapi jika kau mau bicara aku dengan senang hati akan mendengarkan".


Sebenarnya Keira tidak mau mengatakannya karena walaupun dia baik tetapi bagi Keira, Keitha tetaplah orang asing tetapi entah mengapa ada bagian dirinya yang percaya padanya walaupun dia tidak tahu bagian apakah itu.


"aku merindukan tunanganku...".


"woaahh, kau sudah bertunangan ternyata.pantas saja cincin ini melekat dijemarimu. dia memiliki selera bagus dalam memilih sesuatu untukmu".


Keitha memuji tunangan Keira saat memperhatikan sebuah cincin yang melekat di jari manis Keira dan Keira mengakui bahwa memang selalu memiliki selera bagus dalam memilih sesuatu.


"kau benar bahkan liontin yang aku pakai merupakan hadiah darinya".


"saat kau menceritakan tentang tunanganmu itu,aku melihat betapa berserinya wajahmu saat membicarakannya".


"menurutmu begitu,ya?".


"tentu saja.hanya seseorang yang mencintai pasangannya yang bisa memunculkan wajah yang berseri-seri.seperti apa tunanganmu itu?".


"dia itu baik, pemberani, posesif, kuat, penyayang... pokoknya dia adalah segalanya dan baginya aku adalah segalanya... jika aku bersedih,dia selalu menghiburku. jika ada yang menyakitiku, dia tidak akan segan-segan untuk membalas siapapun yang menyakiti ku.Bagiku, dia seperti matahari.membawa kehangatan di hatiku. dia adalah belahan jiwaku".


"..dia benar-benar lelaki yang cocok untukmu. kau dan dia ditakdirkan untuk bersama".


Keira menggelengkan kepalanya dan tersenyum getir.


"dia adalah laki-laki yang yang cocok untukku memang benar... tetapi kami tidak ditakdirkan bersama".


"kenapa? apakah kalian putus?".


"putus?.. aku tidak tahu apakah putus lebih baik daripada dipisahkan oleh kematian..."


"kematian? maksudmu dia...".


"dia sudah tiada setahun yang lalu".


"maafkan aku... aku tidak tahu bahwa dia...".


"tidak apa-apa dan ka Keitha... terima kasih".


"terima kasih untuk apa?".


"karena mendengarkan aku".


perlahan Keira tersenyum.melihat senyumannya membuat Keitha ikut tersenyum tanpa mereka sadari bahwa Alex sudah memperhatikan mereka berdua melalui cctv. walaupun tidak mendengar suara mereka, gerak-gerik mereka tetap saja membuat Alex cemburu.


cih! laki-laki itu.


di rumah Keira...


menu makan hari ini,Dion membuat Abalone saus tiram tumis brokoli, goulash yaitu makanan berbentuk sup yang berisi daging dan sayuran seperti kentang, wortel, serta paprika dan udang saus Inggris. Dion memasak banyak karena Tania dan Silvana ikut makan malam bersama mereka. tidak mengherankan karena mereka berdua sering menginap dan makan di rumah Keira walaupun mereka berdua juga dibuatkan rumah di wilayah Utara agar lebih dekat dengan wilayah Utara.


"Keira, kenapa tidak makan?".


tanya Dion ketika menyadari Keira tidak makan melainkan mengaduk-aduk goulashnya dengan sendok.


"aku tidak lapar".


"oh, kau tidak lap....! apa!!?". Dion terkejut mendengarnya. untuk pertama kalinya dia mendengar Keira berkata bahwa dia tidak lapar.biasanya saat makan di rumah, Keira selalu makan banyak dan lahap bahkan keira menjilat bersih piringnya.tapi hari ini, Keira bahkan tidak menyentuh makanannya sama sekali.


"kau tidak bercanda kan?". Tania tak kalah terkejut mendengarnya sedangkan Silvana? Gadis itu malah jadi bengong mendengarnya bahkan udang asin yang menancap di garpunya ikut terjatuh.


"tapi kau harus makan. aku meletakkan banyak daging sapi di goulashnya.Makanlah walaupun sedikit".


"Dion benar.terlebih lagi kau butuh banyak energi untuk diluar nanti, makanlah walaupun sedikit".


"aku tidak merasa lapar.aku akan baik-baik saja"


"kalau begitu, bolehkah aku makan punyamu?".


pernyataan Silvana membuat Dia mendapat tatapan dingin dan menusuk dari Dion dan Tania.Kedua orang itu menatap Silvana dengan tajam. disaat dua orang ini meminta Keira untuk makan,Silvana malah meminta makanan Milik Keira.di Wilayah utara,yang mendapat predikat paling rakus diantara ketiga gadis itu sudah pasti Silvana predikat pertama sedangkan Keira diposisi kedua. untunglah salah satu anugerah werewolf adalah tetap memiliki tubuh bagus dan sempurna walaupun kau makan sangat banyak.


"ambillah".


Keira menyodorkan makanannya ke Silvana dan dengan senang hati Silvana menerimanya.


"kau tidak boleh makan makanan Alphamu !".


"aku ini hanya ingin menghargai kerja keras dari masakan Dion,Tania. kalau Alpha kita tidak mau makan tidak usah di paksa".


"Tapi tetap saja... selain itu, kalau kau terus banyak makan kau bisa kena darah tinggi dan kolesterol tahu".


"hah? Sejak kapan ada manusia serigala bisa kena darah tinggi dan kolesterol? jangan mengada-ada Tania".


"semuanya...".


suara Keira menghentikan perdebatan Tania dan Silvana.enam mata menghentikan makan mereka dan menatapnya.


"ya?".


"ya??".


"ya???".


"apakah kemarin kalian ada jumpa Alex?".


"hm... tidak". Jawab ketiga orang itu secara serempak.


"dan apakah kalian tahu apa saja untuk membuat sandwich yang dibuat oleh Elias?".


"tentu saja tidak.kakak tidak pernah memberitahuku".


"apalagi aku jadi aku tidak bisa membuat yang sama untukmu".


"aku juga sama,memang ada apa keira?."


"siang tadi Alex mengajakku piknik,aku menerimanya tanah katanya dia ingin minta maaf sudah mengganggu ku selama ini Palembang apa yang dia buat untukku? sandwich.bukan sembarang sandwich karena komponen Sandwich itu beserta sausnya benar-benar mirip dengan buatan Elias".


"apa!".


"kau yakin sandwichnya itu sandwich yang sama dibuat oleh kakak?".


"benar. karena Elias membuatnya khusus untukku jadi aku tahu bagaimana rasanya dan tahu isi-isi sandwichnya.bagaimana dia bisa tahu bahkan sausnya.hanya saus khusus itu yang tidak pernah Elias beritahu".


"mungkin itu hanya kebetulan Keira."


"mungkin kau benar Silvana..."


kesedihanku rasanya seperti berada dalam lautan terdalam dan tenggelam dalamnya.


aku mencoba untuk berenang menuju ke permukaan namun tidak bisa.


entah karena permukaan laut sangat jauh atau kegelapan dan dinginnya lautan membuatku tidak bisa bergerak...


aku... menyerah.


hingga sebuah tangan seseorang menarikku menuju ke permukaan.dia menarikku dan memelukku dalam pelukannya.


aku sudah sedekat ini tapi tidak bisa melihat wajahnya...


Andai aku bisa melihatnya... siapa kau wahai penyelamatku dari kesedihan ku yang panjang ini...?


Keira terbangun dari mimpinya. pertama kalinya dia bermimpi yang Lain selain bermimpi saat kehilangan Elias.


"mimpi apa barusan itu? andai aku bisa lihat wajahnya".


keesokan harinya...


"sampai jumpa di perpustakaan Keira".


Keira melambaikan tangannya pada mereka bertiga.Mereka berempat berencana ke perpustakaan sekolah hari ini.tetapi Keira ada urusan hari ini jadi dia meminta mereka untuk duluan saja.


Keira berjalan hingga dia melihat Noah menghampirinya.


"apa kabar Keira".


"apa kabar juga,Noah."


"Keira,apa kau melihat Alex?".


"tidak,ada apa dengannya?".


"entahlah.saat dia datang kesekolah, dia terlihat marah dan tidak ada di basecamp kami jadi aku dan Danny mencarinya.


sebenarnya ini bukan urusanku tapi...


"apa yang membuat dia marah?".


"katanya dia melihatmu dengan seorang laki-laki di ruang musik".


"apa?".


mungkinkah yang dimaksud Keitha?


"dia itu pertama kalinya jatuh cinta pada seseorang dan dia itu sangat cemburu jika kau dekat dengan orang lain".


"apa hubungannya denganku?".


"dia jatuh cinta padamu keira".


tapi aku tidak...


"kalau begitu aku pergi kesana dulu ya.jika kau melihatnya, beritahu aku".


noah pergi meninggalkannya sendiri sedangkan Keira berpikir.


ini bukan urusanku tapi aku khawatir dengan Keitha.bagaimana jika dia mendapatkan sebuah death card? sebaiknya aku temui Keitha tapi aku harus pergi ke perpustakaan hari ini. Apa yang harus aku lakukan?


Keira pergi ke ruang musik dan dihadapannya ada Alex.


"kau mau kemana?". Alex muncul dibalik pohon dan mencegatnya.


"tentu saja latihan musik, kau dicari oleh Noah tahu".


"ikut aku".


"hei!".


Alex menarik lengan Keira dan membawanya pergi ke suatu tempat.


"kau mau membawaku ke mana?".


"diam saja dan ikut aku atau aku akan memberikan laki-laki itu death card".


terpaksa ia mengikutinya hingga tiba di ruangan kolam renang tempat Keira bertemu dengan vampire itu.


"hei,apa yang kau lakukan?".


Keira Melihat Alex mengunci ruangan itu dan tiba-tiba saja Alex mendorongnya ke dinding.


"hei! apa yang kau--". Keira tidak bisa melanjutkan kata-katanya saat melihat kemarahan terpancar di wajah Alex.


"kenapa... kenapa !?".


"kenapa apa maksudmu?".


"kenapa kau melihat laki-laki lain? padahal aku menyukaimu!".


"kau ini apa-apaan sih? jika yang maksud itu kak Keitha,dia itu kan ketua Club Music. dan apa urusanmu? kau tahu kan aku punya...".


"TUNANGANMU SUDAH MATI! BISAKAH KAU MELUPAKAN DIA!?".


Alex meninggikan suaranya dan tangan kirinya meninju tembok hingga berdarah.


rasa cemburunya membuat dia marah. Keira diam saja.air matanya jatuh dari pelupuk matanya saat Alex mengungkapkan kenyataan bahwa tunangannya sudah mati.


"Kei..Ra. A.. aku tidak bermaksud...".


Alex perlahan mulai tenang saat melihat Keira menangis.


"sejak awal...aku tahu bahwa dia sudah lama tiada ...tapi kau pikir mudah melupakan seseorang yang kau cintai? kau tidak tahu rasa sakit di hatiku saat dia pergi. Aku merindukan... yang kulakukan hanya itu...".


"maafkan aku...aku benar-benar tidak tahu...".


"apakah kau pernah mencintai seseorang begitu dalam hingga kau menjadi menderita saat kehilangannya? kau tidak pernah tahu bagaimana rasanya...hump".


Keira terkejut saat Alex Secara tiba-tiba dia mencium bibirnya.Sebuah ciuman yang pertama kalinya dia rasakan.sebuah ciuman paksa.dia tidak menolak tetapi tidak juga membalas hingga secara cepat Alex menghentikan ciumannya dan menatap Keira dengan tatapan aneh.


"kau... sebenarnya siapa? siapa kau?".


"apa?apa maksudmu? aku ini Keira".


"tidak.kau bukan Keira. Fisikmu mirip dengannya tapi aku tahu kau bukan dia".


Alex perlahan mundur, Keira juga terkejut Bagaimana bisa dia seorang manusia bisa tahu bahwa dia bukan Keira sebenarnya melainkan Keira yang lain.


Bagaimana manusia ini bisa tahu? siapa manusia ini???