
di Butik…
''Wah Dion, kamu tampan sekali sayang 😆". Puji Antonia saat melihat Dion memakai jas slimfit semi formal, celana dan dasi yang serba warna Navy.
.
"ah bibi bisa saja deh😄 lagipula aku masih kalah tampan jika dibandingkan dengan paman".
"tapi kau memang tampan saat memakainya. Sudah kuduga bahwa kau Cocok dengan setelan ini". Ucap Hara yang ikut memuji Dion sehingga Dion senang mendengarnya.
"tapi, apakah Dion juga harus memakai yang baru paman, bibi? Dion'kan punya setelan jas lain dirumah. Aku merasa tidak enak". Ucap Dion yang merasa tidak enak saat Dion diajak belanja oleh Hara dan Antonia untuk pesta apalagi saat ia dibelanjakan setelan jas oleh Hara dan Antonia dengan harga mahal di butik kalangan atas.
"eits, jangan begitu nak. Kami sangat senang sekali jika bisa memberikanmu sesuatu walaupun harganya selangit bahkan apapun yang kau inginkan akan kami berikan karena kami sangat menyayangimu seperti anak sediri".
"Hara benar nak. Seperti Yang mulia raja dan ratu memberikan kasih sayang yang berlimpah kepadamu Seperti yang mereka berikan kepada pangeran dan putri, kami juga memberikan kasih sayang yang berlimpah kepadamu sama dengan Elias, dan sikembar, nak".
"kami sayang kepadamu nak, apakah kau juga menyayangi kami seperti dirimu menyayangi yang mulia Lestat dan Lyora nak?". Tanya Hara sembari mengelus kepala Dion.
dan Dion? mendengar ucapan dari Antonia dan Hara sangat menyentuh hatinya sehingga ia tidak bisa berkata apa-apa sehingga ia menjawabnya dengan sebuah pelukan kepada mereka dan menangis.
''nak, mengapa kau menangis?. Apakah kata-kata yang kami ucapkan membuatmu sedih?". Tanya Antonia dan Hara secara bersamaan sambil menghiburnya.
"Dion menangis bukan karena sedih namun menangis karena bahgia. Dion sangat bahagia saat mengetahui bahwa kalian menyayangiku seperti kalian menyayangi anak kalian padahal aku bukanlah siapa-siapa ditambah lagi dengan aku hanyalah seorang manusia biasa".
Ucap Dion sambil melepaskan pelukannya dan menyeka air matanya dibalik kacamatanya.
"nak, jangan berkata seperti itu… cinta dan kasih sayang tidak harus selalu berasal dari sebuah hubungan darah.
nak, seseorang pernah mengatakan bahwa orang tua yang sesungguhnya bukanlah mereka yang membuat sang anak lahir kedunia ini tapi siapa yang membesarkannya dengan kasih sayang yang disebut dengan sebuah orang tua...🙂". Ucap Antonia penuh makna.
"Seperti yang mulia memberikan cinta dan kasih sayang mereka, kami juga ingin memberikan cinta dan kasih sayang kepadamu jadi… janganlah menganggap bahwa kami hanya orang tua dari Tania dan Cio semata, anggaplah kami sebagai orang tuamu nak". Ucap Hara dan saat mendengar ucapan dari pasangan Rhyes, sudah pasti Dion dapat mengetahui bahwa ucapan mereka sangat tulus dan jujur.
Dion tersenyum bahagia saat mendengarnya karena baginya sekarang ia bukan hanya memiliki satu orang ayah dan ibu namun dua ayah dan ibu.
Takdir telah membuatnya menjadi anak yang terbuang dan tidak diinginkan sehingga orang tua kandungnya sendiri tega membuangnya yang saat itu dia masih bayi di dalam hutan seakan ia adalah sampah yang tidak berarti.
Namun Takdir mengasihinya dengan dirinya ditemukan oleh Raja Lestat dan Ratu Lyora.
Saat itulah hidupnya berubah, Dion mendapatkan cinta dan kasih sayang dari mereka bahkan dari kedua saudaranya walaupun dia tahu bahwa ia bukanlah berasal dari dunia yang sama dengan mereka, karena itulah yang membuatnya menyadari bahwa dia bukanlah anak kandung dari keluarga Retizen.
Namun ia tidak peduli dengan perbedaan dan kenyataan itu karena bagi Dion sendiri, cinta dan kasih sayang yang berlimpah dari Lestat dan Lyora sudah membuktikan bahwa ia tetaplah anak mereka walaupun dia bukanlah berasal dari rahim Lyora.
dan sekarang, ia bahagia dengan Kenyataan bahwa Hara dan Antonia yang dari dulu sayang kepadanya telah dianggap sebagai anak sendiri.
Seseorang pernah mengatakan bahwa walaupun kisah hidup seseorang penuh kesedihan, bukan berarti tidak ada kebahagiaan didalamnya.
Sementara itu…
''Cio, menurutmu aku cocok pakai gaun ini enggak?". Tanya Tania seraya menunjuk ke arah sebuah gaun yang terpajang di sebuah manekin.
''ng…aku rasa gaun ini tidak cocok deh untukmu, kak". Jawab Cio yang menilai langsung dengan pakaian yang akan dikenakan oleh saudara kembarnya nanti malam.
"eh? kenapa?".
"Ng… bukan apa-apa, soalnya gaun itu tidak cocok untukmu mengingat ukuran dadamu yang rata, sudah pasti gaun itu akan melorot jatuh dan semua orang pasti akan melihat tubuh polosmu yang hanya pakai dalaman saja🙄".
DOENG
Sedangkan tubuh atasnya?
Yup, sudah pasti ia menyadari bahwa ukurannya yang mirip seperti papan cucian tidak mungkin bisa ditonjolkan.
''ayo kita cari gaun lain😩''. Ucap Tania dengan perasaan yang lesu.
"wah… sepertinya aku salah bicara".Ucap Cio yang sangat tidak enak melihat raut wajah Tania yang berubah menjadi tidak ada semangatnya sama sekali.
"ah… maaf, apakah kau punya gaun yang cocok untuk saudaraku yang manis ini?😅💦''. Tanya Cio kesalah satu pelayan sambil merangkul pinggang Tania yang terlanjur memasang wajah cemberut kedepan.
"ayolah kakakku yang manis, jangan cemberut begitu. Pasti ada gaun yang lebih cantik untukmu daripada yang tadi". Bujuk Cio mencoba untuk membuat Tania tidak cemberut lagi.
"hmp!💢".
Aish, seharusnya mama saja yang membantu dia memilih pakaian 😥. Pikir Cio.
''ada, mari ikut saya''.Mereka berdua ikut perempuan itu hingga perempuan itu menunjukkan sebuah gaun hitam berok pendek.
"ah kakak, coba pakai itu".
Tidak lama kemudian…
''bagaimana menurutmu,Ci?" Tanya Tania sambil menunjukkan gaun hitam yang telah melekat ditubuhnya.
"Woah😮, kau manis sekali kak😄". Puji Cio sehingga Tania tersipu malu karena pujian Cio.
"aku mau gaun ini". Ucap Tania.
"oke, kami ambil gaun ini dan aku mau setelan jas yang senada dengan gaun yang dipakai oleh saudaraku,ya".Ucap Cio.
"baik tuan muda"
Tidak lama kemudian…
''anak-anak, kalian sudah dapat pakaian yang kalian inginkan?". Tanya Antonia yang dijawab anggukan kepala oleh Sikembar.
"papa dan mama uda?". Tanya Tania yang dijawab dengan anggukan kepala.
"oh yah, Dion bagaimana?". Tanya Cio.
"beres". Jawab Dion sambil menenteng tas belanjanya.
"wah, kami penasaran dengan setelan yang kau beli Cio". Ucap Tania dan Cio secara bersamaan.
"nanti kita buka dan lihat dirumah yah".
"okeee". Jawab sikembar secara serempak.
Sementara itu…
''Keira, kita sudah sampai". Ucap Alex membangunkan Keira setelah memberhentikan mobilnya disuatu tempat.
Perlahan Keira bangun dan menguap. Ia mengejap-ngejap matanya sebentar hingga kemudian matanya langsung membulat ketika ia menyadari suatu tempat.
"Alex, kita ini dimana? kenapa kau membawaku kemari??!"