The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 149 : Six Year Ago



''tersesat? enam tahun yang lalu?? hm, aku enggak ingat tuh😑".


"ya ampun. Aku ceritakan deh💨". Danny mulai menceritakan tentang kejadian enam tahun yang lalu Kepada Tania dimana awal mulanya ia ikut bersama dengan kedua orangtuanya untuk berlibur Hingga….


...(Flashback…)...


...Enam tahun yang lalu…...


''kenapa berhenti?". Tanya Dastan setelah mobil yang dikemudikan oleh supirnya mendadak berhenti di suatu tempat yang sepi dekat dengan hutan Pinus.


"maaf tuan, sepertinya mobilnya memiliki masalah". Segera sang supir langsung keluar dan membuka kap mobil dan ia dapat melihat kepulan asap putih saat membuka kap mobil.


"Ng, sayang… sudah sampai?". Tanya Daisy yang terbangun dari tidurnya dan mengangkat kepalanya dari pundak suaminya.


"maaf ya sayang Karena telah membuatmu membuatmu terbangun. sepertinya mobil kita mengalami mogok". Ucap Dastan merasa bersalah karena tidur istrinya menjadi terganggu.


"tidak apa-apa sayang. Jangan menunjukkan wajah bersedih begitu. Sebaiknya kita keluar saja".Ucap Daisy lalu ia mulai membangunkan putra mereka yang sedang tidur di pangkuannya.


"Daniel sayang. Bangun yuk".


"ng… sudah sampai yah ma?".


"bukan sayang. Kita keluar sebentar dulu ya". dengan masih setengah mengantuk, Danny yang digendong oleh Daslan keluar bersama dengan Daisy karena mereka tahu jika mesin mobil mati maka ac mobil juga akan mati sehingga mereka akan kepanasan apalagi saat itu adalah saat musim panas tiba.


"apa bisa diperbaiki?".Tanya Daslan setelah menurunkan Danny Karena Danny meminta turun dari gendongannya.


"bisa tuan tapi butuh waktu lama untuk memperbaikinya". Jawab sang supir mengingat ia juga pernah bekerja sebagai montir dahulu.


Daslan dan Daisy menunggu dan memperhatikan mesin mobil mereka yang diperbaiki sedangkan Danny...?


Semua orang tahu bahwa anak-anak adalah tipe yang sangat tidak suka menunggu lama apalagi anak seusia Danny karena waktu, cuac dan lokasi membuatnya menjadi bosan sehingga tanpa disadari oleh kedua orang tuanya, Danny pergi memasuki hutan sendiri mengingat anak seusia Danny ingin mengetahui segalanya dan hasrat berpetualang sudah pasti tumbuh dibenaknya.


ia pun berjalan-jalan menyusuri hutan sambil menikmati hembusan angin sejuk dan suara kicauan burung dihutan. Ia sangat terlena hingga ia tidak menyadari sesuatu.


"Astaga, bagaimana caranya agar bisa keluar dari hutan ini?". Ucap Danny yang panik saat menyadari bahwa dia lupa jalan keluar dari hutan akibat berjalan terlalu jauh.


"mama! papa! mama!! papa!!". Danny memanggil-manggil kedua orang tuanya namun tidak ada jawaban melainkan ia semakin jauh dari tempat ia berada.


ingin sekali ia menangis namun ia ingat perkataan dari sang ayah bahwa anak laki-laki itu tidak boleh cengeng sehingga ia mencoba untuk tidak menangis walaupun hatinya ingin menangis karena terpisah dari orang tuanya.


anak kecil itu berdiam di tempat karena bingung apakah harus berjalan lagi atau diam menunggu seseorang datang.


Sementara itu…


''iya sayangku Ray. Jangan lupa makan yah". Ucap Tania kepada kekasihnya yang pertama bernama Rayden sang werewolf melalui ponsel. anak itu berbicara seperti orang dewasa padahal dia masih berusia enam tahun, ck ck ck anak jaman sekarang sebagai bukti Korban dari film sinetron. dia salah satunya.


"Haha, oke sayang hubungi aku nanti".Ucap Tania dan percakapan mereka selesai ditelepon. Kemudian Tania bersenandung ria sambil berjalan mengayungkan jaring penangkap serangga kesana-kemari dihutan saking senangnya. Maklum saja… pertama kali berpacaran, orang akan bahagia membahana Seperti ibarat terbang dilangit bersama dengan bebek yang terbang bermigrasi.


Segera dia belari mengikuti asal suara yang didengarnya itu hingga ia melihat seorang gadis kecil berusia enam tahun berpakaian dress putih sambil membawa jaring penangkap serangga.


''eh?". Tania berhenti bersenandung saat ia melihat seorang anak laki-laki berpakaian serba coklat dihadapannya.


syukurlah ada seseorang. Aku selamat, dia pasti seseorang yang tinggal di daerah seperti ini. Pikir Danny.


ah… ada manusia. dia pasti sedang tersesat lalu, ia pasti akan menanyakan jalan lalu ia pasti akan minta kenalan lalu ia akan menanyakan nomor lalu begini lalu begitu sampai ujung-ujungnya jadi orang ketiga.


Aish, malas ah. Punya pacar satu saja udah syukur eh malah ada ujian hadirnya Pekor( perebut kekasih orang) pula lagi.


Sebaiknya hindari saja deh.Pikir Tania yang kepedean dalam imajinasinya.


"Hei, tunggu". Panggil Danny saat Tania berbalik dan pergi seolah-olah ia tidak melihat apa-apa.


Danny mengejar Tania yang berjalan cepat hingga ia hampir mendekati Tania namun saat tanpa sengaja kakinya menginjak sesuatu, seketika sebuah jaring perangkap yang terpasang ditangan langsung menangkap mereka.


"hei! apa-apaan ini!". Teriak mereka berdua secara bersamaan saat mereka terperangkap di dalam jaring diatas tanah dan mereka dapat melihat seseorang memakai jubah tudung di bawah mereka.


"hore, dapat buruan". Ucap orang itu.


"hei, lepaskan kami!". bentak kedua anak-anak itu namun orang itu tidak mendengarkan melainkan ia menembakkan jarum bius kearah kedua anak-anak itu.


disuatu tempat…


''hei, bamgun…"Ucap Danny pelan. Mendengar suaranya membuat secara perlahan Tania terbangun dari tidurnya dan ia melihat seorang anak laki-laki duduk di sebelahnya sambil dalam keadaan terikat tali di tangannya seperti dirinya.


"dimana kita ?". Tanya Tania ketika ia memperhatikan sekitarnya bahwa mereka berada di sebuah tempat yang suram dengan cahaya yang remang-remang.


"aku tidak tahu ada kemungkinan besar kita di sebuah basement atau gudang. dan kurasa kita telah diculik oleh orang tadi".


"aish, Mengapa hariku yang indah mendadak jadi jelek?. Jika saja kau tidak mengejarku, mungkin saja aku tidak akan ikut-ikutan diculik".


"hei, kenapa kau menyalahkanku? lagipula kita tidak seperti ini jika saja kau tidak berbalik dan pergi seolah tak melihat apa-apa".


Ucap Danny yang merasa kesal karena disalahkan.


"kalau begitu, kenapa kau memanggilku?".


"aku memanggilmu karena aku tersesat".


CK ck ck... kasihan nih Manusia, masih anak-anak udah tersesat. Masih mending tersesat jalan daripada tersesat dalam kehidupan.Ucap Tania dalam batinnya tanpa teringat bahwa ia juga anak-anak.


Kalau dipikir-pikir lagi, terakhir kali aku lihat sebelum pingsan saat itu aku dan dia ditangkap oleh seorang vampir dan pastinya ia menangkap kami untuk dijadikan mangsanya namun cara dia menangkap kami, mengikat kami sudah pasti dia vampire baru yang tidak tahu menahu cara berburu apalagi dia pasti tidak menyadari bahwa aku adalah seorang Werewolf. Pikir Tania mengingat sebelum ditangkap ditambah lagi dengan mereka diikat dengan tali biasa dan Tania menduga bahwa yang menangkap mereka tidak tahu bahwa dirinya bukan manusia karena ia diikat dengan tali biasa yang bisa dia lepaskan kapan saja.


hm, lepasin dirinya nanti saja deh. Aku ingin sekali lihat siapa yang menangkap kami. Pikir Tania secara tenang sedangkan Danny sedang mencoba untuk melepaskan tali yang mengikat tangannya namun ia segera menghentikannya saat ia dan gadis kecil itu mendengar suara pintu yang terbuka dan mereka melihat seseorang berjalan masuk ke hadapan kedua anak kecil polos itu.