The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 24 : A Happiness



Di Gym....


ayolah Alex. kau pikir aku tahu? aku tidak tahu.jangan tanya lagi!!.


Gadis itu... terkadang hangat terkadang dingin...


terkadang bicaranya lembut... terkadang bicaranya secara ketus...


Aku tidak mengerti tentang dirinya.Mengapa terkadang dia berubah-ubah? Apakah dia...


pikir Alex dalam hati sambil membakar calorie berlebih dengan berlari diatas treadmill.


"hei Alex.bisa bicara sebentar?". Kata Cio yang memasuki ruangan itu dan menemui Alex.


Alex menoleh ke arah Cio yang berdiri disampingnya dan menghentikan aktivitasnya saat melihat keseriusan di wajahnya.


"ada apa? apa kau masih marah karena aku membeli kapal ini padahal kau yang membelinya duluan?.Aku akui aku bersalah dan minta maaf padamu.mengenai kapai ini,kau boleh memilikinya".


"kau pikir aku mau bicara mengenai kapal ini? aku melupakan dan tidak peduli dengan kapal ini.aku bisa minta dibuatkan yang baru".


"lalu? kalau bukan kapal ini,apa yang ingin kau bicarakan? jangan bilang...".


"ya.Aku ingin bicara mengenai Keira.Saat melihatmu mendekati Keira,membuatku tidak nyaman".


"aku tahu mengapa kau tidak nyaman,karena dia dulunya tunangan kakakmu'kan?".


"dulu dan masih.Jauhi dia Alex".


Alex menatap Cio.Dia bisa melihat ketidaksukaan dirinya melalui bola mata Hazelnya itu.Ia melempar handuk yang dia gunakan untuk mengelap keringatnya dan menghampirinya sehingga tatapan mata mereka bertemu.


"dengar. aku tidak mau mengatakan ini tetapi saudaramu sudah tiada.sudah waktunya Keira untuk bangkit dari Kesedihannya'kan?".


"lancang sekali,kau!. Aku tahu saudaraku sudah tiada tapi cintanya tetap ada untuknya bahkan kami selalu ada untuknya".


"dan menurutmu,kalian selalu ada bersamanya cukup? bagaimana dengan hatinya? apakah kalian memikirkan hatinya yang tenggelam dilautan kesedihan!?"


Cio terdiam mendengar ucapannya.Kata-kata yang dilontarkan Alex memang ada benarnya tetapi Cio juga merasa takut jika seseorang memasuki kehidupan Keira, bukankah berarti orang itu telah menggeser posisi Elias di dalam hati Alpha Utara?.


"Menurutku kau sungguh egois!.Kau ingin menjaga perasaan saudaramu itu tapi tidak memikirkan perasaan Keira. Keira berhak bahagia. Bukankah seorang teman yang baik ikut bahagia jika ada seseorang yang akan membuatnya bahagia?".


aku....egois?. demi menjaga kenangan dan perasaan kakak , aku tidak tahu dan terpikirkan akan perasaan Keira...? apa yang aku lakukan salah hanya demi mereka...?


"kau... mengapa kau berusaha mendekati temanku diantara semua perempuan yang ada,Alex? apa tujuanmu?".


"aku mendekatinya tanpa maksud mendapatkan hatinya. Mengapa aku ingin mendapatkan hatinya karena aku mencintainya".


"a...apa!?".


"aku jatuh cinta kepada Keira.Akan aku lakukan apapun untuknya dan aku berjanji akan membuatnya bahagia".


"kau bohong!!".


"terserah apa kau bilang bohong atau tidak.hanya waktu yang bisa membuktikannya kepadamu apakah aku bohong atau jujur".


Setelah berkata demikian,Alex mengambil handuk yang dia lempar ke bangku dan pergi meninggalkan Cio yang berdiri sendirian di ruangan itu dan saat Alex sudah pergi, Cio menendang bangku itu untuk melampiaskan kekesalannya.


"Alexander Adrian itu...!".


Saat Alex keluar dan berjalan di sekitar dek,dia memikirkan percakapan mereka berdua tadi saat diruang gym.


aku tahu bahwa kehadiranku di hidup Keira pasti tidak akan disukai orang itu.Aku tidak tahu apakah Tania juga sama dengan Cio akan tetapi, tidakkah mereka juga ingin yang terbaik untuk Keira...


aku ingin dihati Keira juga bukan berarti aku akan menggeser posisi Elias di dalam hatinya. Aku sadar akan itu karena dia adalah cinta pertama yang hadir dalam kehidupan Keira.Biarlah kami berbagi dalam hatinya.


Elias Rhyes... apakah kau setuju denganku jika aku yang mendampinginya...?


"halo,Alex".


Tania menyapa Alex Saat tanpa disadari Alex Mereka berjalan di depannya.


"oh,halo.apakah kau sendirian disini?".


"yah, begitulah.apa yang sedang kau lakukan?".


"berolahraga. dimana teman-temanmu?".


"Silvana sedang berenang di kolam renang.dimana kedua temanmu?".


"Noah sedang tidur di kamarnya sedangkan Danny sedang... aku tidak tahu dimana dia. Dan Keira, sedang apa dia sekarang? hanya Silvana yang kau sebutkan".


"oh, benar juga. Keira sedang memancing bersama dengan Dion. dia sedang tidak mood hari ini bahkan Cio sudah mengajaknya main bowling dia tidak mau.oh iya, apakah kau melihat saudaraku?".


"aku berjumpa dengannya di Gym tadi.Kami berbicara juga".


"begitu,ya.kalau begitu,aku kesana yah".


"tunggu".Alex mencegah Tania pergi.


"ada apa?".


"bolehkah kita bicara sebentar?".


Mereka berdua duduk di atas bangku yang dekat dengan mereka. Tania mendengarkan Alex berbicara mengenai saudaranya dan sahabatnya karena Alex ingin tahu bagaimana pendapat Tania sendiri mengingat dia adalah saudara Elias dan sahabatnya Keira.


"Jadi... kau benar-benar menyukai sahabat kami?".


"yep".


"apakah kau mengetahui banyak tentang dirinya?".


"sedikit.aku hanya tahu bahwa dia memiliki bakat bermain biola, memiliki sahabat seperti kalian,punya dua saudara laki-laki, dan juga memiliki tunangan yang sudah tiada".


kau hanya tahu beberapa hal yang terlihat Alex akan tetapi,kau tidak tahu beberapa hal yang tidak terlihat... kami tidak tahu apakah kau akan tetap mencintai Keira jika tahu bahwa dia dan kami adalah salah satu makhluk supernatural...


"begitu rupanya.kau hanya mengetahui dirinya hanya sedikit selain itu, aku tidak tahu apakah kau adalah orang yang setia mengingat...".


"aku tahu.aku laki-laki berhati dingin,manja,penindas, sangat bertebalikan dengan Elias tunangan Keira tetapi aku bukanlah seorang ******** menyedihkan.aku jatuh cinta padanya secara tulus".


"Oh Alex... kami tidak tahu apakah kau tulus atau tidak tetapi aku tahu satu hal. Kau bukanlah seorang ******** menyedihkan.kau adalah laki-laki baik tetapi tidak terlalu baik".


"hei".


"jika kau bisa membuat Keira jatuh cinta padamu dan membuatnya bahagia,maka aku akan mendukungmu Alex".


Alex tersenyum mendengarnya.Walaupun bukan mendapatkan lampu hijau, setidaknya dia tidak mendapatkan lampu merah dan dia percaya suatu hari nanti perasaan Keira akan tumbuh untuknya.


beberapa menit setelah mereka berbicara, sebuah telepon berbunyi. dua pasang mata itu menyadari sebuah nada ponsel berdering yang ternyata berasal dari milik Tania sendiri.


dan ia mengeluarkan ponsel miliknya dari saku jaketnya yang ternyata sebuah pesan dari Keira.


"ada pesan dari Keira".


"pesan dari Keira? apa katanya?". Tanya Alex.


"dia dan Dion menangkap banyak ikan.Keira mendapatkan ikan yang besar dan dia memintaku untuk memberitahu semuanya bahwa malam ini akan ada pesta bakar ikan".


"wow".


"Oh!Dion mengirimkan foto Keira kepadaku".


"benarkah!? tunjukkan padaku".


Tania menunjukkan foto yang dikirim Dion ke smartphonenya ke Alex.di foto itu terlihat sebuah foto Keira berdiri di atas perahu sambil memamerkan seekor ikan yang masih berada di kail pancingan. Saat melihat Keira tersenyum ceria, Alex juga ikut tersenyum dan senyumnya itu dilihat Tania.


Saat melihatmu tersenyum karena melihat foto ini, entah mengapa rasanya aku yakin kau akan menjadi bagian dari kehidupan Keira. Jika firasatku benar, maka aku akan mendukung cintamu, Alex.


"kau mau fotonya?".


"aku mau. Kirimkan padaku".


pada malam harinya di dek Sebelas...


alat bakar,pisau tajam, penjepit untuk membalikkan bahan yang sedang dibakar, spatula bergagang panjang, dan alat yang diperlukan untuk membakar bahan makanan telah disiapkan di dek atas. Cio menyiapkan alat bakar itu sedangkan Keira sedang mengasah pisau tajam tersebut agar dapat dipastikan bahwa pisaunya benar-benar tajam. dan Dion, dia sedang menyiapkan bahan-bahan makanan yang akan dibakar nanti.


"persiapan selesai". Kata Dion.


"Waktunya untuk membakar".Kata Keira dengan semangat.


bahan makanan yang telah Dion bumbui Seperti ikan segar yang mereka tangkap dan daging sapi yang dipotong dadu dan ditusuk Seperti sate bersama dengan sayuran seperti paprika merah, hijau dan kuning.


Beberapa menit berlalu. Lima orang lainnya yang bergabung dengan mereka mencium aroma harum yang berasal dari makanan yang dibakar Dion.


"aromanya enak". Kata Silvana.


"selamat datang semuanya. Mari makan".


Selagi Dion sedang membakar, Keira menyajikan makanan yang telah dibakar Dion tadi diatas meja.


"ini sangat enak.Belum pernah aku makan seenak ini".Puji Noah.


"kau benar. Ini sungguh lezat".Puji Danny. Tania, Silvana dan Cio menikmatinya. Bahkan, Tania menyuapi Dion yang sedang sibuk membakar. Keira senang Mereka menikmatinya Tetapi dia baru menyadari ada satu orang yang tidak menyentuh makanan itu.


dimana Alex? bukankah dia ada disini sebelumnya? mengapa dia tidak menyentuh makanan-makanan ini?.


Keira melihat-lihat sekitarnya untuk mencari orang itu hingga dia menemukan Alex sedang berdiri di dekat pagar pembatas kapal sambil menikmati Angin Malam lautan. Keira mengambil beberapa dan menghampirinya.


"Alex". Panggil Keira. Alex yang sedang menikmati angin malam dan Melihat lautan membalikkan badannya dan dia melihat Keira berada di belakangnya dengan membawa sepiring beberapa sate daging.


"aku membawakanmu ini.Nikmatilah".Keira menyodorkan makanan itu dan Alex menerimanya tetapi dia tidak berkata apa-apa.


dia ini.Setidaknya bilang terima kasih,dong.


"Ng... aku mau kesana dulu.selamat makan".


Keira membalikkan tubuhnya dan akan berjalan pergi tetapi tangan kirinya menangkap lengan kiri Keira seakan ia mencegahnya pergi.


"Jangan pergi...".Keira menoleh,ia melihat keseriusan bercampur kesepian di wajahnya.


"kau bilang apa?" .


"Jangan pergi.Tetaplah disini dan bantu aku menghabiskannya. Aku tidak bisa sendiri".


Dia memintamu tinggal.kenapa tidak menjawabnya?


Kalian diamlah. Aku akan menjawab bahwa aku tidak bisa.


Keira akan menjawab tidak namun saat melihat wajahnya, entah mengapa dia tidak bisa menolak dan kebungkamannya dimanfaatkan oleh dirinya yang lain untuk menggali dalam perasaannya.


kenapa tidak mengatakan apapun? tidak jadi mengatakannya?


kalian berisik. Aku akan menolak tetapi...


tetapi apa? kami tahu kau tidak bisa menolaknya. Tidak menolak Orang yang jatuh cinta padamu.


Cih! tahu apa kalian!? tidak mungkin dia jatuh cinta padaku. Aku tidak tahu banyak mengenai dirinya. Mungkin saja dia...


"Keira?". panggil Alex.


"ya?".


"mengapa kau diam? apakah kau sedang memikirkan sesuatu?".


" ng,... tidak. Aku sedang tidak memikirkan apa-apa. Aku akan menemanimu".


"terima kasih".


Mereka berdua memandangi lautan di malam hari. Alex menyodorkan makanan yang dibawa Keira tadi kepadanya. Keira mengambil satu dan mereka makan tanpa ada yang bicara.Hanya kesunyian dan Keira hanya berbicara dengan dirinya satu sama lain.


tidakkah malam ini dia sangat tampan?


kalian ini, berhentilah menggodaku


tapi nyatanya memang benar,bukan? tampan dan menawan.


baiklah,aku akui bahwa dia memang tampan.


ucap Keira setelah mengamati wajah Alex dari samping. Angin lautan berhembus, meniupkan poni rambut Alex.🌫️🌫️🌫️


tentu saja. Kalian adalah pasangan yang serasi dan juga dia jatuh cinta padamu Seperti kau jatuh cinta padanya


Apa! yang benar saja. Aku tidak jatuh cinta padanya. Kalian tahu itu.


kami tahu tapi kau jangan lupa bahwa kami lebih dekat dengan hatimu sehingga kami lebih mengetahui kebenaranmu dibandingkan dirimu sendiri.Seharusnya kau lebih mendengarkan hatimu daripada pikiranmu terus menerus.


"kalian ini benar-benar!"


"Keira, kau berbicara dengan siapa?"Tanya Alex setelah mendengar Keira meninggikan suaranya terhadap lawan bicara yang tidak jelas.


"ah! tidak ada kok. Aku tidak berbicara sama sekali. Mungkin kau salah mendengarnya". Jawab Keira berusaha mengelak pertanyaan Alex.dia tidak mungkin bilang bahwa dirinya sedang berbicara dengan dirinya yang lain. Alex pasti akan menganggapnya gila.


"oh... begitu..."


Tapi aku jelas mendengarnya. Apakah yang kudengar hanya halusinasi semata?.


"bagaimana rasanya? enak?".


"enak.Kau beruntung memiliki saudara yang bisa memasak makanan untukmu".


"Begitulah.Kami bisa saja memperkejakan pelayan tetapi kami ingin hidup mandiri sehingga kami mengandalkan satu sama lain".


"kalian memang hidup mandiri. itu sangat bagus. Orang tua kalian pasti bangga".


"begitulah.Walaupun kami tinggal terpisah, kami selalu saling mengunjungi. berkat teknologi masa kini, mommy Daddy dan kakak bisa selalu menghubungi kami dan memperhatikan kami".


"orang tuamu dan saudaramu berada dimana selama ini?".


mereka tinggal di kerajaan tapi aku tidak mungkin mengatakannya'kan?


"luar negeri".


"kalian pasti sering kesepian".


Keira tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"tidak juga. bukankah aku sudah bilang kami selalu saling mengunjungi dan memperhatikan? itu benar. bahkan di hari-hari yang spesial dalam kehidupan kami, Mereka selalu hadir dan merayakannya sesibuk apapun mereka.Bagaimana dengan orang tuamu,Alex?".


Alex dia mendengar pertanyaan Keira. Ia tahu bahwa orang tuanya sangat berbeda dengan orang tuanya Keira. Untuk pertama kalinya dalam kehidupannya dia cemburu pada orang tua keluarga lain, ia tidak tahu apakah ayahnya yang hanya kembali setiap setahun sekali dari luar negeri adalah bentuk perhatian atau pengabaian?.


"ayahku...".


"Keira". Ucapa Alex terhenti saat Tania memanggilnya. Keira berbalik dan Tania sudah berada di belakangnya.


"ada apa?".


"ada telepon dari yang mulia raja".Bisik Tania.


Seketika raut Wajah Keira berubah. Terpancar kebahagiaan di wajahnya.


"apa Dion sudah tahu?".


"tentu saja.Dia bicara duluan tadi". Keira menerima smartphone Tania dan mulai berbicara dengan ayahnya melalui ponsel tersebut.📲


"siapa yang menelepon?". Tanya Alex.


"ayahnya".Jawab Tania.


"oh, ponselku tertinggal di dalam kamar karena sedang dicharger tadi.Bagaimana kabar Mommy dan kakak?".


Mereka berdua Melihat Keira sedang berbicara melalui ayahnya melalui ponsel.Alex dapat melihat betapa senangnya Keira saat berbicara dengan orang tuanya apalagi saat dia memonyongkan bibirnya sesekali membuatnya terlihat imut.


"keluarganya sering menghubunginya,ya?".


"tentu saja.Mereka sangat merindukan kedua anak mereka yang berada disini dan mereka akan melakukan apapun untuk kebahagiaan mereka?".


Kebahagiaan mereka,ya... mereka akan melakukan apapun untuk mereka. Apakah kambing tua itu akan melakukan apapun demi kebahagiaanku, juga...? kurasa tidak!. Dia hanya mementingkan bisnis dan dirinya sendiri.Sejak kapan kambing tua itu peduli dengan anak-anaknya?


"sampaikan salam kami ke Mommy dan kakak.Oke,aku menyayangimu Dad".


setelah Keira selesai berbicara dengan ayahnya, Keira kembali menyerahkan ponsel berwarna merah itu ke Tania.


"aku kesana dulu,ya.apakah Alex ingin tambah lagi?".


"tidak.Aku sudah kenyang".Alex menyekolahkan piring yang sudah kosong itu kembali ke Tania.Tania menerimanya.


"aku kesana yah.Bergabunglah bersama kami jika mau.Kita akan bermain kartu sebentar lagi".


"oke". Tania pergi dan bergabung bersama mereka sehingga mereka berdua kembali tinggal berdua. Entah mengapa rasa deg degan kembali dirasakan Keira. Alex juga merasakannya.


"aku kesana,ya".Ucap Keira tanpa melihat wajah Alex dan beranjak pergi tetapi tangan kirinya kembali menangkap lengan kiri Keira lagi seakan Alex mencegahnya pergi.


"Ng...ada apa?".Tanya Keira melepaskan lengannya dari tangan Alex.


"aku serius mencintaimu, Keira".


"Alex, mengatakan mencintai itu sangat gampang bagimu tetapi...".


"aku tahu kau tidak akan percaya dan perasaanmu masih ada terhadapnya tetapi aku juga memiliki perasaan yang sama kepadamu.Aku tidak pernah berbohong dan aku akan melakukan apapun untukmu agar kau bahagia".


"Alex... aku..."


"aku akan memberimu waktu dan akan menunggu hingga perasaanmu tumbuh kepadaku. Pikirkanlah baik-baik, Keira...".