The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 38 : The Curse of the Sextuplet



POK POK POK


"Alex. bangunlah Alex". Keira terus memanggil namanya sambil terus menerus menepuk-nepuk kedua pipinya Alex yang sedang terbaring di lantai dalam keadaan tidak sadarkan diri gara-gara prank yang mereka lakukan.


" aku saja yang mencoba membangunkannya, yang mulia".


"bagaimana caranya?".


"hehe. Cara lunak yang anda lakukan tidak akan berhasil. Gunakanlah cara yang ini".


Mambayo mendekatkan uap minuman daun Kale di bawah hidung laki-laki itu sehingga Uap minuman itu tercium oleh hidungnya.


"ah, berhasil Mamba". Kata Keira Ketiga ia melihat kelopak kiri mata Alex berkedip. Melihat kelopak matanya berkedip bertanda bahwa pengaruh uap dari minuman yang tidak disukai Alex tapi dihirup oleh hidungnya telah berhasil. Perlahan Alex membuka matanya sehingga terlihatlah bola mata birunya yang begitu dingin seperti es.


"Cilukba". Kata Mambayo sambil memainkan permainan yang biasanya dimainkan para ibu dengan bayi.


"AAAAAAAHHHHHH!!!!". Alex beteriak dan langsung bangkit dan berlari menuju ke wastafel dapur mencoba memuntahkan sesuatu. Keira mengira bahwa Alex mencoba memuntahkan pie daging yang dimakannya padahal sebenarnya hanya lelucon semata atau ia mengira Alex ingin muntah karena pengaruh uap dari minuman daun Kale yang bersifat langu itu.


Akan tetapi, dia tidak tahu bahwa dugaannya salah. kedua hal yang Keira pikirkan benar-benar meleset. Ia tidak tahu bahwa sebenarnya Alex berasa mau muntah di wastafel gara-gara Mambayo.


Hadeh... seram banget memikirkannya.😰


Nenek ini, mengapa wajah dia yang harus kulihat pertama kali saat pingsan?


jadi susah nih melupakannya.💢


Gerutu Alex mengingat bahwa saat dia sadar tadi, dia melihat wajah Mambayo begitu dekat dengannya dengan jarak satu inci sehingga dia langsung kaget setengah mati sampai-sampai dia merasa mual. Mungkin perpaduan aroma daun Kale dan melihat wajah Mambayo Secara tiba-tiba baginya merupakan perpaduan yang cocok bagi Alex untuk merasa mual.


huuuuuh.... kenapa bukan dirimu saja yang dihadapan ku, Keira...😭 aku rasa apa yang aku lihat barusan menjadi mimpi aneh,nih...


"Hei, manusia. Aku memang tua tetapi bukan berarti wajahku menjadi seram dan aneh tahu💢". Gerutu Mambayo terhadap Alex karena dia tahu mengapa Alex merasa mau muntah. Jika tidak, tidak mungkinkan Alex beteriak seakan dia melihat hantu.


Setelah mencuci Wajahnya, Alex menghampiri dua perempuan itu dan menatap Mambayo dengan tatapan bete.


"habis, wajahmu terlalu dekat sehingga aku seperti mendapat mimpi buruk dan rasanya aku seperti terbangun di tempat Padang pasir".


"hei!".


"kalian berdua berhenti bertengkar. Alex, kau tidak boleh begitu terhadap Mambayo. Bagaimanapun juga ia telah menolong kita".


"hmp! baiklah... aku minta maaf".


Sebenarnya aku tidak mau tapi aku lakukan demi Keira.


"dan maaf kan kami Alex. Kami bercanda tentang daging buaya itu. Aku tidak menyangka bahwa kau akan pingsan Seperti tadi".


"Keira, tidak apa-apa kok. Aku yakin bahwa kau hanya ikut-ikutan saja".Ucap Alex sambil mengelus rambut Keira yang panjang itu.


Karena aku tahu dalangnya pasti nenek-nenek aneh ini. Awas saja nanti.


"ayo kembali duduk. Akan aku lanjutkan kembali ceritanya".


Kedua orang itu kembali duduk mengelilingi meja makan.Mereka kembali mendengarkan cerita Mambayo walaupun waktu di jam tua di dinding telah menunjukkan pukul setengah sebelas malam.


"seperti yang kukatakan sebelumnya... Arhen dan Nuria melakukannya dengan hati-hati namun seperti pepatah mengatakan bahwa sepandai-pandainya menutupi bau, pasti akan tercium juga. Mereka berdua melakukan sesuatu yang menyebabkan sebuah efek besar di pulau ini. Pertanian kentang banyak yang gagal panen, banyak sapi jatuh sakit hingga ada yang mati, bahkan berlian-berlian yang ada di tambang mulai terlihat jarang sekali muncul. dan seorang dukun di desa tiga ratus tahun yang lalu waktu itu mengatakan bahwa yang terjadi pada pertanian, pertenakan dan pertambangan merupakan sebagai balasan akibat tidak menyerahkan korban anak-anak selama bertahun-tahun lamanya. Iblis yang mereka puja mengira bahwa para pengikut mencuranginya".


"memang ada nona. Waktu itu ada seorang dukun laki-laki terpercaya di desa itu bernama Damble. dialah yang menjadi dukun dalam pemujaan itu dan dialah orang pertama yang mulai mencurigai keluarga Lesman. Bagaimana awalnya ia bisa mencurigai Arhen dan Nuria?.di desa, hanya pertanian kentang Nuria dan pertenakan sapi Arhen yang satu-satunya yang masih dalam kondisi sehat dan berkualitas terbaik. Penduduk juga bertanya-tanya akan tetapi baik Damble dan penduduk desa tidak mengakui jawaban pasangan suami istri itu bahwa hasil dari rajin dan bekerja keras dalam bekerja dapat menghasilkan kentang berkualitas baik dan susu sapi yang segar dan lezat tanpa ada satupun sapi yang jatuh sakit Hingga suatu hari, Arhen dan Nuria tidak mengetahui bahwa Damble pulang lebih awal kerumah. Istrinya menyajikan teh yang berasal dari bubuk teh buatan Nuria. Karena dia seorang dukun, dia bisa menyadari bahwa ada bau lain yang terdapat dalam teh buatan istrinya. Sesuatu yang familiar. Ia mengecek bubuk teh yang selalu diminum oleh istrinya dan kecurigaannya tepat. Ia menyadari bahwa terdapat tanaman Rue didalamnya dan berkat dukungan dari hasil lab, Damble menyadari bahwa selama ini yang menyebabkan para wanita di desa sulit hamil karena Nuria mencampur bubuk teh buatannya dengan bubuk tanaman Rue".


"astaga. apa yang akan dilakukan oleh Damble, Mamba?".


"... dia melaporkan temuannya itu bersama dokter untuk menguatkan penemuannya kepada kepala desa. Kepala desa mengetahui kebenaran itu sangat marah lalu secara diam-diam tanpa sepengetahuan Arhen dan Nuria, kepala desa mengumpulkan semua penduduk desa dan mengungkapkan kebenaran yang diketahui oleh Damble. Para penduduk desa Sangat marah mengetahuinya apalagi para perempuan, tidak menyangka bahwa wanita yang selama ini selalu membagi-bagikan bubuk teh gratis kepada mereka adalah dalang penyebab mereka sulit hamil sampai sekarang. Mereka ingin sekali menyeret Arhen dan Nuria dan dibawa ke balai desa untuk diadili namun Damble mencegah niat mereka. mengapa ia mencegah mereka? tentu saja karena dia ingin tahu kebenaran yang ditutupi oleh Arhen dan Nuria karena dia merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh mereka. Para penduduk setuju dengan ucapan Damble karena mereka juga ingin tahu rahasia apalagi yang dimiliki oleh pasangan Lesman".


"apa para penduduk akhirnya memilih untuk diam saja?".


"ck ck ck. Tentu saja mereka tidak akan Tinggal diam, nak manusia. Untuk pertama kalinya, para penduduk akhirnya memperhatikan tingkah laku Arhen dan Nuria. pasangan yang saling mencintai itu tidak mengetahui bahwa para penduduk mengawasi gerak-gerik mereka. secara diam-diam mereka memperhatikan dan mengawasi mereka dan kedua orang itu tidak tahu sama sekali bahwa apa yang mereka lakukan selama bertahun-tahun lamanya mulai terhendus oleh para penduduk. Para wanita masih menerima bubuk teh buatannya tanpa membuat Nuria curiga bahwa para wanita mengetahui adanya bubuk tanaman Rue didalamnya. Mereka menerima dan membuang bubuk teh secara diam-diam. Mengenai Arhen, ia tidak menyadari bahwa dia dan Nuria berada di bawah pengawasan para penduduk. Para penduduk termasuk Damble terus menerus memperhatikan dan mengawasi mereka dan pengawasan terhadap Arhen dan Nuria menjadi ketat setelah Damble menginstevigasi bekas gudang tua tempat meletakkan anak-anak setiap musim gugur yang terbakar. dia tahu bahwa kebakaran bertahun-tahun yang lalu merupakan kebakaran yang disengaja saat menemukan sebuah benda milik Arhen. Para penduduk menyadari bahwa Arhenlah yang membakar tempat itu dan saat mereka membantu Damble mencari bukti lain, mereka menemukan bahwa terdapat mayat penjaga yang telah dikubur sembilan tahun yang lalu. Berkat anjing pelacak, mereka telah menemukan mayat penjaga yang telah dibunuh oleh Arhen. ".


"Mereka akhirnya tahu perbuatan Arhen di tempat itu. Apa yang akan dilakukan oleh para penduduk jahat itu, Mamba?".


"... mereka pasti marah bahwa Arhen adalah penyebab utama kematian anak-anak mereka yang berada di tempat itu. Mereka akan langsung menghakimi mereka namun, sekali lagi Damble mencegah niat penduduk itu karena baginya tidak maksud akal jika Arhen membakar gudang itu sedangkan ia sendiri tahu bahwa keenam anak-anaknya berada di dalam gudang itu. Dukun sialan itu merasakan bahwa ada potongan teka-teki yang hilang karena potongan teka-teki itu merupakan jawaban mengapa Pasangan Lesham yang tidak menonjol dalam dunia sosial tega melakukan perbuatan yang dapat mengancam jiwa mereka dengan iblis pujaan mereka. Damble terus berpikir hingga seseorang penduduk mengabarkan kepada mereka tentang apa yang dia lihat saat mengikuti Arhen dan Nuria".


"apa yang orang itu ber... oh!". Keira terkejut saat menyadari bahwa tanpa sadar dia telah mengetahui berita yang dikabarkan orang itu dalam cerita Mambayo.


"hihihi, Tebakanmu tidak salah. Ia memberitahukan bahwa anak-anak mereka yang selama ini mereka kira sudah mati ternyata masih hidup selama ini. Awalnya, saat ia mengikuti Arhen kepantai yang kebetulan penjaga sedang tidak ada mengawasi pantai. Ia melihat seseorang dengan speed boat bertemu dengan Arhen. Dia tahu bahwa Arhen telah melanggar peraturan desa untuk tidak terhubung dengan dunia luar namun dia terkejut saat melihat dari jauh wajah orang yang bertemu dan memeluk Arhen sambil membawakan sesuatu untuk Arhen. Wajah orang itu sangat mirip dengan putranya yang seharusnya dikorbankan bertahun-tahun yang lalu sebelum insiden terbakarnya gudang tua. Ia yakin bahwa laki-laki yang telah dewasa dan berbicara dengan ceria dengan Arhen adalah putranya yang seharusnya mati sebagai korban. orang itu menyadari bahwa selama bertahun-tahun Arhen menipu semua orang. Arhen menawarkan diri sebagai algojo untuk anak-anak mereka yang akan dikorbankan, ternyata Arhen tidak mengorbankan mereka melainkan, entah bagaimana caranya dia menyelamatkan dan mengeluarkan mereka dari pulau tanpa diketahui siapapun. Kepala desa dan penduduk lainnya sangat marah mendengar kenyataan itu selama ini. Mereka sangat menyesal mempercayai Arhen sebagai Algojo sehingga mereka tidak perlu mengotori tangan mereka. Seandainya saja mereka yang melakukannya waktu itu, mungkin saja mereka tidak akan hidup susah selama sembilan tahun dan Damble? ia telah menyimpulkan bahwa anak-anak yang tewas dalam kebakaran sembilan tahun yang lalu masih hidup sampai sekarang. Mengapa ia berpikir begitu? karena mereka tidak menemukan sisa-sisa jasad anak-anak yang seharusnya ada saat terbakar dan mereka menemukan tulang-belulang mayat penjaga yang dikubur Arhen membuat pemikirannya dibenarkan oleh penduduk dan Damble membuat kesimpulan yang menjadi potongan teka-teki yang hilang..."


"dan itu... adalah....".


"..... dia mengetahui bahwa anak-anak Arhen dan Nuria juga masih hidup dan ia yakin bahwa anak-anak Arhen dan Nuria masih dipulau dan tersembunyi. Mengapa dia tahu bahwa ke enam anak Lesman itu masih hidup? tentu saja karena dia dukun, dia bisa melihatnya di gentong air dan yang membuat dia tidak mengerti adalah, selama bertahun-tahun lamanya dia tidak menyadari bahwa Selama ini anak-anaknya sendiri dan anak-anak penduduk pulau masih hidup karena sesuatu telah menghalangi penglihatannya. Mungkin saja langit telah membantu perbuatan Arhen dan Nuria selama bertahun-tahun dengan menghalangi penglihatan kekuatan hitam Damble untuk mengetahui rahasia mereka. Damle juga yakin bahwa anak-anak Arhen dan Nuria berada di pulau Lamiya selama ini karena semua orang tahu mereka berdua sangat menyayangi anak-anaknya sehingga hati Arhen dan Nuria sebagai orang tua tidak sanggup untuk berpisah dengan anak-anak mereka walaupun demi keselamatan mereka. Semua penduduk marah tentang semua yang dilakukan oleh Arhen dan Nuria sehingga, atas perintah kepala desa, malam itu... mereka mengikuti Arhen dan Nuria dari jauh. Arhen dan Nuria tidak menyadari bahwa mereka diikuti hingga tanpa disadari, mereka telah membawa penduduk desa ke tempat gua yang berada di bukit hitam. Para penduduk desa menunggu hingga akhirnya dengan mata mereka sendiri, ke enam putri Arhen dan Nuria keluar dari gua untuk menyambut Arhen dan Nuria. Segera, kepala desa, Damble dan penduduk langsung menangkap basah mereka. Arhen dan Nuria terkejut saat mengetahui bahwa para penduduk menangkap basah mereka. Anak-anak Arhen dan Nuria tidak bisa kembali ke dalam gua karena beberapa penduduk menghalangi mereka. Satu keluarga itu telah terkepung tanpa bisa melarikan diri".


"apakah yang akan dilakukan oleh mereka yg terhadap keluarga Lesham?".


"Mereka menumpahkan kemarahan yang mereka simpan pada Arhen dan Nuria. Mereka menghajar Arhen dan Nuria, bertubi-tubi. Anak-anaknya juga turut serta dihajar massa. Arhen dan Nuria tidak bisa apa-apa untuk melindungi Putri-putri mereka yang dianiaya Karena mereka juga teraniaya oleh penduduk hingga malam itu, kepala desa memerintahkan kepada para penduduk untuk membawa mereka ke tempat pengorbanan".


"oh tidak... mereka akan dieksekusi, Mamba?".


"Tepat sekali. Malam itu, mereka akan mengorbankan nyawa keenam anak-anaknya Arhen dan Nuria yang belum menginjak usia enam belas tahun. Damble menjalankan ritual kepada sang iblis agar sang iblis mau menerima persembahan mereka sebagai bentuk perutangan karena selama ini mereka belum memberikan korban pada sang iblis. Baik Arhen dan Nuria juga anak-anak yang sama-sama terluka akibat dihajar oleh para penduduk tidak bisa kabur karena tangan mereka telah terikat. ke enam anak-anak itu memohon-mohon kepada kepala desa untuk melepaskan ayah dan ibu mereka namun, jangankan di kabulkan, mereka malah mendapatkan tendangan sehingga mereka sama-sama terjatuh. Melihat anak-anaknya diperlakukan seperti itu, Arhen mencoba melepaskan diri dan mencoba membalas perlakuan para penduduk tetapi percuma saja. Arhen dan Nuria tidak bisa melepaskan diri dan para penduduk terus menerus menginjak-injak mereka berdua. Keenam anak-anaknya Arhen dan Nuria yang sudah tidak berdaya Melihat dengan sedih saat kedua orang tua mereka terus diinjak oleh para penduduk sehingga kemarahan dalam hari mereka berubah menjadi dendam. Damble selesai melakukan ritual dan meminta para penduduk untuk dibuatkan sebuah lubang yang besar. Untuk apa? mengubur satu keluarga Lesham hidup-hidup.".


"astaga".


"Mereka melakukan perintah Damble. Setelah sebuah lubang besar selesai dibuat, Keenam anak-anak yang tidak berdosa itu harus menyaksikan Arhen dan Nuria digorok lehernya oleh Damle. Teriakan keenam anak-anak itu terdengar di penjuru bukit hitam saat melihat dukun itu membunuh orang tua mereka dan melemparnya langsung ke dalam lubang itu. Mereka berenam juga di lempar satu persatu dan menyaksikan para penduduk termasuk Damble mengubur mereka hidup-hidup dan Rasa dendam di hati mereka semakin dalam hingga akhirnya mereka terkubur hidup-hidup".


"penduduk itu sungguh kejam! mereka telah membunuh Arhen juga Nuria dan sekarang anak-anak itu harus mati dikubur hidup-hidup karena mereka".


"siapa bilang anak-anaknya Arhen dan Nuria sudah mati, manusia?".


"huh? maksudmu... berarti...".


"hihihi. saat mereka bersorak gembira setelah mengubur satu keluarga itu, sesuatu telah terjadi. malam di bukit hitam saat bulan purnama, mereka tiba-tiba saja terdiam saat mendengar sesuatu dan Damble terkejut saat melihat bulan purnama berubah menjadi merah seperti darah. Obor api yang mereka nyalakan tiba-tiba saja padam padahal tidak ada angin dan seketika di sekeliling bukit hitam, muncul sebuah api yang entah dari mana mulai mengelilingi bukit hitam tempat mereka berpijak. Para penduduk panik bukan main dan Damble tidak bisa memadamkan api yang mulai mengelilingi mereka semua dengan mantranya karena dia mengetahui bahwa api yang mengelilingi mareka bukan api biasa, melainkan api neraka yang dipanggil dengan sihir yang lebih kuat darinya sehingga airpun tidak bisa memadamkannya. Damble tahu bahwa ada seseorang punya ilmu hitam Sepertinya yang lebih kuat darinya namun ia tidak tahu siapa. Ia beteriak mempertanyakan siapa yang melakukan semua ini hingga akhirnya terjawab sudah pertanyaan".


"lalu, dimana anak-anak itu?".


"hihihi. dengarkanlah sampai selesai, manusia. Saat Damble bertanya-tanya, dua belas tangan muncul dari tanah bekas penduduk desa mengubur keluarga Lesham. Para penduduk, kepala desa bahkan Damble terkejut saat mereka melihat anak-anaknya Arhen dan Nuria masih hidup dan bangkit dari kubur dengan cara terbang. Semuanya terkejut bahkan Damble terkejut saat menyadari bahwa keenam anak-anaknya Arhen dan Nuria memiliki kekuatan sihir sehingga mereka bisa lolos dari tanah yang mengubur mereka. Saat mendarat diatas tanah dengan baik, mereka berenam mengakui bahwa merekalah yang membuat api neraka yang mengelilingi para penduduk dan tidak seorangpun yang bisa memadamkan api itu kecuali mereka. Damble bertanya bagaimana bisa mereka melakukannya dan jawaban dari si bungsu adalah, mereka menjual jiwa mereka saat mereka berada di antara hidup dan mati kepada iblis yang lebih kuat daripada iblis yang dipuja-puja para penduduk dan sebagai gantinya, mereka memiliki kekuatan hitam yang lebih kuat daripada kekuatan hitam Damble dan iblis yang memberi mereka kekuatan adalah sang raja iblis, Lucifer. Rasa dendam mereka kepada penduduk membuat Lucifer terkesan dan menyelamatkan nyawa mereka dan dengan senang hati mereka menjual jiwa mereka kepada sang raja iblis sehingga ia memberikan hidup panjang dan kekuatan ilmu hitam kepada si kembar enam sebagai bentuk kepuasannya terhadap pengabdian dan dendam mereka. Damble terkejut karena sangat sulit untuk membuat sang raja iblis merasa terkesan dan tidak menyangka bahwa si kembar 6 bisa melakukannya. Para penduduk memohon pengampunan atas yang mereka lakukan namun sudah terlambat bagi mereka. Sebagai perwakilan ke lima saudarinya, si bungsu lansung menghancurkan tubuh Damble dengan kekuatannya Hingga tidak ada tubuhnya yang tersisa. Para penduduk terkejut dan sangat panik namun mereka tidak bisa kabur sama sekali. Kakek, nenek dan paman anak-anak Lesham memohon demi kehidupan mereka sebagai keluarga namun anak-anaknya Lesham langsung membakar mereka Dengan api neraka karena kakek, nenek bahkan paman mereka turut andil dalam menyiksa orang tua mereka dan merekapun tidak peduli saat Arhen dan Nuria mati seakan Arhen dan Nuria bukanlah keluarga mereka lagi, kemudian mereka berenam terbang dan langsung membakar bukit hitam itu dengan api neraka bersama para penduduk didalamnya. Malam itu, bukit hitam telah menjadi lautan api dan teriakan para penduduk terdengar sampai di seluk beluk pulau lamiya yang sekarang menjadi pulau tanpa penduduk".


Alex terdiam saat mendengar cerita Mambayo. Ia bergidik ngeri mendengar sejarah kelam pulau lamiya. Ia tidak tahu apakah cerita Mambayo benar atau tidak karena dia adalah manusia yang memiliki akal bahwa di dunia ini tidak ada namanya sihir sehingga tidak mengherankan jika tidak mempercayai bahwa ada vampir dan hidup di dunia tempat ia hidup dan berpijak. Sedangkan Keira? gadis itu malah ketiduran saat mendengar cerita Mambayo di bagian Keluarga Lesham dikubur hidup-hidup. Ia menyandarkan kepalanya di bahu kirinya Alex. Alex membiarkannya tertidur di bahunya dan merangkul pinggang Keira yang langsing itu agar gadis itu tidak terjatuh ke sisi kanan.


"lalu, darimana datangnya kerangka malam itu?".


"hihihi. Saat mereka membakar bukit hitam bersama penduduk, mereka mengutuk para penduduk. Saat Api mereka padamkan, para penduduk desa berubah. para pria kehilangan kulit dan organ tubuh mereka namun mereka masih hidup tetapi tubuh mereka hanyalah terdiri dari tulang-belulang berwarna hitam. Sedangkan para wanita, mereka menjadi Pohon-pohon hidup dimalam hari dengan wajah yang menyeramkan. Mereka menghuni bukit hitam sejak itu dan tidak bisa keluar dari bukit hitam. Keenam putri Arhen dan Nuria menghancurkan raga, bahkan pikiran mereka sehingga kerangka malam dan pohon-pohon itu tidak saling mengenal lagi bahwa dulunya diantara mereka ada hubungan. dan suara-suara yang kalian dengar dari kerangka malam adalah suara tangisan mereka yang hidupnya sangat tersiksa. Mereka mati namun jiwa mereka tidak bisa pergi sebagai bentuk hukuman dari kutukan si kembar enam.