
"apa yang harus kita perbuat kepada mayat anak-anak ini, suamiku?.
haruskah kita melebur mereka seperti yang kita lakukan pada ibu mereka?".
"tidak istriku. Kita buang saja ke jurang di hutan. Para hewan buas akan berpesta daging malam ini. Hewan-hewan buas itu pasti akan senang menikmati daging yang berasal dari mayat yang masih segar".
"aw sayang ❤️ kau jahat ". Ucap sang istri yang tersenyum jahat mendengar rencana suaminya sambil melihat ketiga jasad anak itu untuk terakhir kalinya.
Kemudian, Silvana,Sanse dan Dallas dibawa pergi dengan menggunakan mobil menuju ke sebuah hutan dimana para hewan-hewan dan kehidupan lainnya yang tidak diketahui oleh manusia berada.
Sungguh malang nasib ketiga anak itu, ditangkap, disiksa, harus menyaksikan kematian orang yang paling mereka sayangi dan akhirnya mereka pun ikut tiada
Setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit, akhirnya mobil sedan hijau itu berhenti di depan hutan bagian Timur. Sambil membawa senapan untuk jaga-jaga, ketiga orang suruhan pasangan yang jahat itu membawa tiga mayat anak kecil itu dan mereka langsung membuangnya ke jurang seperti yang diperintahkan oleh majikan mereka.
Tapi mereka tidak menyadari bahwa sepasang mata kuning menyala di balik kegelapan malam telah melihat perbuatan mereka.
"ayo kita pergi dari sini. Tempat ini menyeramkan. Rasanya ada yang sedang mengawasi kita". Ucap Salah satu dari ketiga orang itu ketika ia merasa ada sesuatu yang tidak dia ketahui didalam hutan.
"ayo kita pergi!". Kemudian, mereka pergi meninggalkan tempat itu, masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan tempat itu dan setelah ketiga manusia itu pergi, sesosok makhluk pemilik mata itu keluar dan belari menuju ke tiga mayat yang telah dibuang.
Sesosok makhluk yang berwujud serigala itu memandang ke arah tiga anak kecil yang bisa dia ketahui bahwa mereka sudah tiada dan saat bulan purnama tertutup awan, disebelah Silvana bukan lagi seorang serigala melainkan seorang berwujud manusia laki-laki.
Ia berjongkok dan menggendong gadis kecil itu. dia merasa sedih dan kasihan saat memandangi mereka yang penuh luka dan darah.
"anak-anak yang malang. Sungguh kejam sekali Manusia yang melakukan hal keji seperti ini kepada kalian".
Merasa iba, laki-laki itu membawa mereka bertiga dan ia pun menghilang bersama dengan anak-anak itu.
disebuah rumah wilayah hutan…
"baju hula-hula sudah". Ucap Mambayo sambil melihat dirinya yang telah berpakaian ala penari Hula-hula dicermin. Kemudian ia menyalahkan VCD lalu…
...Ma-ri-mar, ¡au!...
...Costeñita soy...
...Con mis abuelos crecí yo...
...En un lindo y cálido mar...
...Que todito me dió...
...Cuando al amor me llevó, uh-oh...
...Ma-ri-mar, ¡au! ---...
"Mamba!". Mambayo mematikan VCDnya saat Putranya James memanggilnya. Ia melihat kebelakang dan melihat putranya berada di belakangnya.
"ada apa James? mama sedang latihan samba".Ucap Mambayo yang tidak suka latihan menarinya diganggu.
Jika samba mengapa kau memakai baju hula- hula?😧. Apalagi melihat seseorang dengan kulit keriput menari ala Marimar membuatku merasa mual.Ucap James dengan perasaan aneh melihat ibunya menari di dalam pikirannya.
"lupakan menarimu. Ada yang mau aku tunjukkan kepadamu". Penasaran dengan apa yang akan ditunjukkan oleh James sehingga ia mengikuti James sampai ke ruangan praktik ilmu sihirnya.
Mambayo terkejut saat melihat terdapat tiga anak berusia lima tahun terbaring di atas sebuah pembaringan yang terbuat dari batu.
"Astaga. Siapa anak-anak ini? apa mereka manusia?".Tanya Mambayo.
"mereka adalah manusia tapi aku tidak tahu siapa dan dari mana mereka berasal.
Yang jelas, aku melihat terdapat tiga manusia membuang anak-anak ini. dari melihat luka mereka yang parah dipastikan bahwa mereka korban dari sebuah kejahatan manusia".
"Oh anak-anak yang malang…
"mereka manusia yang kejam. Seorang ayah seharusnya melindungi anak-anaknya tapi yang dilakukannya adalah menyiksa dan menghabisi mereka".
"menurutmu, mereka masih bisa diselamatkan?".
"… sayangnya mereka bertiga sudah tiada tapi…".
"tapi apa?".
"mereka masih memiliki kesempatan untuk hidup kembali dengan ritualku namun…
mereka tidak akan lagi hidup sebagai seorang manusia biasa melainkan mereka akan hidup sebagai salah satu dari bangsa Werewolf karena dalam menjalankan ritual ini, harus dibutuhkan setetes darah dari makhluk hidup yang memiliki umur yang panjang dan abadi seperti Werewolf atau Vampire". Mambayo menjelaskan tentang efek dari ritual menghidupkan kembali manusia yang mati kepada James bahwa ketiga anak itu akan kembali hidup namun bukan sebagai manusia biasa lagi.
"lakukan saja ritualnya. Pakai saja darahku untuk menghidupi mereka". Ucap James yang membuat Mambayo terkejut. Pasalnya, James tidak menyukai manusia melainkan membenci mereka karena mereka adalah makhluk yang suka merusak hutan dan menghabisi hewan-hewan Hutan yang tidak bersalah .
"mengapa kau ingin mereka kembali hidup?.
Mereka hanyalah seorang manusia yang takdir hidup mereka sampai disini.
Selain itu, bukankah kau sangat benci terhadap manusia?".
"takdir mereka bisa dirubah mama. dan yah, aku membenci manusia tapi tidak pada anak-anak yang memiliki sifat yang baik dan suci seperti mereka.
Saat aku menemukan mereka, aku bisa melihat derita yang mereka alami akibat manusia-manusia kejam itu sehingga aku ingin menolong mereka, mama".
"hm…baiklah kalau menurutmu begitu. Tapi, bagaimana dengan kehidupan mereka pada nantinya? ".
"aku akan menjaga mereka dengan baik. Aku akan mengajarkan semuanya kepada mereka baik pelajaran bertahan hidup, pertarungan dan sebagainya. Aku yakin mereka Akan kuat dan bisa menjaga diri mereka sendiri". Ucap James dengan yakin.
"baiklah. Kita akan menolong anak-anak ini. Kebetulan malam ini adalah malam bulan purnama biru jadi mereka bisa dibangkitkan waktunya".
Malam itu, dengan sinar rembulan blue moon yang masuk melalui jendela langit-langit, Mereka mulai upacara untuk memberikan kesempatan lagi anak-anak itu untuk hidup.
Setelah membersihkan luka ditubuh dan mengalungkan kalung yang terbuat dari daun-daun keramat dileher masing-masing anak, ketiga anak itu dibenamkan di sebuah kolam yang sudah dicampur dengan bunga mawar biru, melati dengan wewangian keramat didalam air itu.
Setelah itu, Madoc mengambil belati dan menyayat pergelangan tangan kirinya sehingga darah mengalir dan jatus ke dalam kolam yang berisi ketiga anak-anak itu sebagai bentuk mulai upacara.
Mambayo mengelilingi kolam itu sambil mengetuk-ngetuk kedua tongkat ke langit-langit sambil membaca mantra.
Sinar rembulan itu masuk menyinari kolam itu dan James hanya berdiri mendengarkan Mambayo membaca mantra doa dan diam menunggu dengan harapan ritual itu akan berhasil.
dan setelah memutari kolam itu sebanyak tiga puluh tiga kali, Mambayo berhenti lalu berdiri dihadapan kolam sambil memegang sebuah batang kayu pohon beringin di tangan kiri dan kanannya lalu mengangkatnya tinggi-tinggi kelangit.
"O bhan-dia na gealaich mhòir ...
Thoir do bholtachd dha na trì creutairean beò naomh neo-chiontach sin.
Thoir cothrom dhaibh a bhith beò a-rithist san t-saoghal a dh ’fhàg iad mar thoradh air an ana-ceartas a tha iad air fhaicinn.
Thoir air ais anaman an fheadhainn a tha air a dhol air ais gu na cuirp aca gus am faigh iad air beatha a mhealtainn nas fhaide agus na dh ’fhiosraich iad nam beatha a phàigheadh air ais dhaibhsan a tha olc agus gun chridhe!.
Tionndaidh air! cuir air e !! cuir air e !!!
...thoir beatha dhaibh!!!"....
...BOOOM...
api-api dililin-lilin menggelegar sesaat setelah Mambayo membaca mantranya, angin berhembus kencang dan petir terdengar keras diluar. Mambayo dan James diam sesaat akan kejadian itu saat mereka melihat bunga-bunga yang ditaburkan ke dalam kolam sebelumnya telah berubah menjadi hitam dan tidak lama kemudian setelah langit reda dan tidak ada lagi angin kencang, air kolam yang berwana merah karena darah mulai bergelembung sedikit demi sedikit.
Mambayo dan James melihat gelembung air itu yang makin lama gelembung udaranya menjadi banyak seperti sebuah rebusan dan dari kolam, mereka bisa melihat luka-luka ditubuh anak-anak itu menghilang tanpa bekas dan kemudian gadis kecil itu langsung membuka kedua matanya, memperlihatkan bola matanya yang berubah menjadi kuning menyala seperti seekor serigala, begitu juga dengan kedua anak laki-laki itu.
...(Flashback end…)...