The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 166 :Suffer



"oh ya, bagaimana kabar putrimu, Har šŸ˜?. Apakah bulan ini dia sedang tidak berbuat hal-hal yang aneh lagi?".


"ahaha… untuk sekarang ini dia sedang tidak berbuat apa-apa kok, yang muliašŸ˜…". Jawab Hara bohong. Ia tidak bisa mengatakan bahwa Tania telah membuat keanehan seperti gambar Tania disekolah (Chapter 122-123), dan kejadian yang menimpa salah satu manusia yang suka ngebully Tania dan kedua temannya atau sebaliknya ( Chapter 126).


Mengapa Hara terpaksa berbohong, yah karena Hara tahu bahwa Lestat pasti akan tertawa dan berkata bahwa tingkah laku Tania memang mirip sekali dengannya padahal memang iya. maklum, Ayah anak sih.


"bagaimana kabar Silvana? apakah anak itu baik-baik saja?".


"yah yang mulia. dia baik-baik saja. Madoc telah mengurus anak itu bersama kedua saudaranya dengan baik bahkan bersama dengan kedua putri kita membuat dia menjadi lebih baik dan melupakan rasa lukanya terhadap cinta bahkan dia membuka lembaran baru dengan menerima seorang manusia untuk menjadi pasangannya.


walaupun saya tidak tahu apakah dia tulus atau hanya bermain-main dengan laki-laki yang merupakan teman Alex mengingat dia belum mencapai usia tujuh belas tahun untuk bisa mengetahui siapa Matenya".


"aku harap dia tidak berbohong terhadap perasaannya bahkan aku berharap juga kepada pasangannya untuk tidak mengkhianati dan mengecewakan Silvana.


Gadis malang itu… pengkhianatan dan kekecewaan terhadap cinta orang tua telah menjadi asam dan garam dalam kehidupannya sejak kecil.


Ditambah lagi dengan pengkhianatan terhadap dirinya oleh si putra Kendrick sialan itu.


jika sekali lagi ia mengalami kekecewaan dan pengkhianatan lagi, mungkin dia tidak akan mempercayai namanya cinta dan kasih sayang". Ucap Lestat memikirkan tentang masa depan Silvana sambil menatap cangkir tehnya yang hampir kosong.


"aku senang kedua gadis itu berteman dengan baik terhadap putriku mengingat mereka juga pernah merasa rasanya kehilangan orang yang berharga bagi mereka.


aku berharap terutama terhadap anak itu bahwa luka dihatinya oleh orang-orang yang jahat kepadanya sembuh seiring waktu walaupun aku tidak tahu apa yang dia sembunyikan dari putrimu dan putriku."


Sementara itu di kantin sekolah…


Silvana, tidak seperti biasanya dia duduk sendirian di meja itu sambil makan sendiri.


Noah melihat dari atas bahwa gadis itu sedang makan sendiri sehingga ia pun mulai menge-chat Silvana.


Noah:'Kau makan siang sendiri?.'


^^^Silvana:'yah begitulah. Kalau kau?'^^^


Balas Silvana setelah melihat chat dari Noah.


Noah:"hm, aku sedang menunggu mereka walaupun aku tahu Alex pasti akan lama datang karena kau tahulah. Oh ya, dimana teman-temanmu?"


^^^Silvana:"hm, aku lupa untuk mengajak mereka makan siang disini".^^^


Noah:"kenapa?šŸ¤”".


Silvana terdiam sejenak saat melihat balasan chat Noah lalu…


^^^Silvana: "karena aku sedang ingin sendiri saat ini. Lagipula, pasti mereka akan kemari jika lapar".^^^


Noah:"ingin sendiri? apakah ada sesuatu yang sedang mengusik pikiranmu?". Noah mulai khawatir dengan gadis itu yang sedang memikirkan sesuatu namun Silvana tidak mengatakan apapun kepadanya karena Silvana adalah seorang gadis yang tidak pernah menceritakan tentang masalah dirinya kepada siapapun seakan ia percaya atau tidak ingin mempercayai siapapun.


Silvana:" …hanya masalah perkerjaan. Jangan khawatir. Aku akan baik-baik saja". Balas Silvana tapi Noah tahu bahwa Silvana sedang tidak baik-baik saja karena dari melihat raut wajah Silvana yang merasa sedih dan murung.


Seandainya saja kau bisa terbuka kepadaku tentang apa yang mengusik pikiranmu, Silva.


Apakah kau sedang memikirkan sesuatu?


atau kau sedang ada masalah baik disini maupun di tempat kerjamu?


Kau menutup diri dari semua orang terdekatmu seakan kau merasa bahwa kau tidak percaya kepada siapapun…


disisi lain, Silvana yang sedang tidak menyentuh makan siangnya sama sekali …


Hm, mengapa hari ini aku merasa sedih dan marah,yah?.


apakah karena paparazi brengsek itu? atau karena vampire sialan itu?.


kedua orang itu membuatku marah tapi yang membuatku sedih karena aku…


Aku merindukan ibuku…


aku baru sadar kalau hari ini hari ketiadaanya didunia ini…


meninggalkan ku disini karena keluarga b@jingan itu. Ucap Silvana dalam batinnya akan kenangannya sebelas tahun yang lalu.


Seharusnya aku, Sanse dan Dallas sudah lama tiada sebelas tahun yang lalu…


Silvana menerawang jauh mengingat kenangannya yang menyakitkan sebelas tahun yang lalu.


...(Flashback…)...


...Sebelas tahun yang lalu…...


sebuah ruangan yang bercahaya lampu yang lumayan buram dengan bercak-bercak darah dan darah yang menyembur di berbagai tempat baik dinding maupun lantai.


Bahkan noda darah dapat terlihat pada baju tidur yang melekat pada tiga anak yang baru berusia lima tahun.


dua anak laki-laki dan seorang anak perempuan ditengah-tengah duduk di sudut ruangan dengan kedua pergelangan tangan mereka yang diikat dengan kawat-kawat berduri sehingga darah mengalir pada kedua tangan mereka karena tusukan dari kawat berduri yang melilit di tangan mereka sehingga darah mereka melekat di piama mereka.


Bahkan darah gadis kecil itu menodai dress piama putihnya.


Tidak hanya tangan mereka yang terluka, kondisi ketiga anak itu terbilang mengenaskan dimana kaki, sekujur tubuh dan wajah mereka mengalami luka-luka karena dipukul dengan benda tumpul, ditendang, diinjak, dicambuk dan penyiksaan lainnya yang tidak akan pernah terbayang oleh para anak kecil bahkan orang dewasa sekalipun.


Mereka sangat mengenaskan.


Selain disiksa, mereka hanya diberi makan sekali itupun makan yang tidak layak untuk dimakan bahkan tidak layak untuk dimakan hewan peliharaan.


Sehingga lambat laun, harapan untuk bisa bertahan hidup dan keluar dari kekejaman yang mereka alami telah sirna dan berganti dengan keputuasan dan ingin segera pergi meninggalkan dunia dengan cepat agar tidak ada rasa sakit yang mereka rasakan dan tidak lagi merasa ketakutan akan kekejaman dari orang dewasa.


dan hari itu dimalam hari, kedua anak laki-laki sudah putus harapan dan ingin pergi meninggalkan dunia yang kejam ini


karena tidak sanggup lagi untuk bertahan karena darah yang mengalir dari pergelangan tangan yang tiada henti seiring dengan keputuasaan mereka.


Sedangkan gadis kecil itu?.


Ia lemah namun harapan untuk bertahan hidup masih ada walaupun sangat kecil sekali harapannya tinggal.


semenjak mata kirinya kehilangan penglihatan karena pukulan benda kerja yang langsung mengenai mata kirinya, gadis itu membuka mata kanannya dan dia dapat melihat di sebuah bak mandi besar terdapat tiga jasad wanita disana.


air mata bercampur dengan darah mengalir Dimata kanannya saat mengenali salah satu dari tiga jasad wanita itu adalah ibunya sedangkan seorang wanita seksi, tiga anak laki-laki dan lima anak perempuan yang sebentar lagi akan memasuki usia remaja tertawa melihat tiga jasad yang mati secara mengenaskan bersama dengan seorang laki-laki yang senang melihat pemandangan yang mengerikan itu sambil menyetel radio dengan lagu yang bernuansa senang dan bahagia.


Sorot mata abu-abunya sungguh membenci laki-laki yang disebut dengan ayahnya itu karena dia tidak terpikir olehnya bahwa seorang ayah yang membuat dia dan kedua Saudaranya ada telah melakukan hal yang sangat kejam dan tidak manusiawi.


bersama dengan keluarganya, mereka tertawa terhadap apa yang mereka lakukan kepada dirinya, saudaranya, ibunya yang melahirkannya dan kedua ibu kandung kedua saudara laki-lakinya.