
"Uhm… Alex".
"ya?. Masih belum bisa tidur, yah?". Ucap Alex sembari memeluk Keira sambil terus mengelus kepala Keira dan mencium keningnya.
Bagaimana aku bisa tidur jika mata kirimu terus memandangiku. Saat kau menatapku rasanya diriku ini tertarik masuk kedalamnya bagaikan sebuah kolam yang dalam.
Begitu dalam namun aku bisa bernafas dan merasa kehangatan didalam kolam itu. Mungkinkah karena dia selalu menatapku dengan tatapan mata yang hangat?. Batin Keira.
''aku belum bisa tidur karena ada sesuatu hal yang mengusik pikiranku".Ucap Keira memberi sebuah alasan.
"oh yah? apa yang membuatmu terusik?. Kau bisa mengatakannya kepadaku jika kau mau". Tawar Alex.
"uhm… piayama yang aku pakai ini milik siapa?". Tanya Keira mengingat ia tidak membawa pakaian ganti sama sekali sehingga ia bertanya kepada Alex tentang piyama putih model gaun yang dikenakannya sekarang ini.
"hm, piyama yang kau kenakan merupakan milik kakakku Alexa. Kau Sudah pernah bertemu dengannya'kan?. Kebetulan ukuran bajunya denganmu sama jadi… tapi jangan khawatir, baju ini baru kok. dia tidak sempat memakainya sama sekali". Jawab Alex sambil menggulung-gulung beberapa helai rambut hitam dengan jari telunjuknya.
"bukan begitu maksudku. Uhm… maksudku, apa tidak apa-apa memakai pakaian milik kakakmu tanpa seijinnya?. Apalagi ini belum pernah dia pakai". Tanya Keira merasa tidak enak pada Alexa.
"Jangan khawatir. kedua saudaraku suka padaku apalagi Alexa terus memuji dirimu jadi pastinya tidak masalah baginya untuk baju ini".
"uhm… hanya saja".
"kau takut Aku akan mengintip pakaian dalamu'kan?". Goda Alex dan sontak saja wajah Keira langsung berubah menjadi merah seperti tomat.
"!!! dasar mesum menyebalkan!💢". Dengan sebal, Keira langsung memberikan cubitan di lengan Alex karena menggoda dan berpikiran mesum sehingga Alex meringis sakit dibuatnya.
"aish, jangan marah dong. Aku hanya bercanda. Tapi jika kau mengizinkan…".
"enggak! gak akan aku izinkan kau mengintip. Huh". Keira mendengus kesal saat digoda Alex lagi sedangkan Alex tersenyum geli melihat wajah Keira saat ia menggoda gadis itu. Sangat menggemaskan.
"iya iya. Aku tidak akan melakukan hal itu deh".
Tapi lain ceritanya jika kau tidur.hehehe. Pikir Alex yang diam-diam berpikir mesum juga. Yah, tidak semua laki-laki itu bisa dipercaya dalam ucapan ternyata, Alex salah satunya.
Alex:"yah, mesum sama pacar sendiri'kan gak apa-apa thor😛"
Author:" Ck ck ck".
''aku mau bertanya lagi kepadamu Alex''.
"kau mau bertanya apa padaku?".
"apakah kau sendirian di rumah ini? dimana keluargamu?. Aku penasaran ayah ibumu seperti apa karena aku tidak melihat foto-foto orangtuamu terpajang di dinding saat aku masuk ke rumah ini". Pertanyaan Keira yang penasaran membuat Alex terdiam. Tatapannya menjadi teduh dan terlihat kesedihan didalamnya.
"apakah aku bertanya sesuatu yang tidak seharusnya aku ketahui Alex?". Tanya Keira melihat kesedihan di mata birunya yang seperti es itu namun dia tidak tahu mengapa karena dia tidak merasa enak bertanya tentang keluarganya lebih jauh.
"aku minta maaf karena pertanyaanku membuatmu sedih, Alex…". Ucap Keira lirih dan merasa bersalah karena membuat Alex menjadi sedih.
"tidak Keira. Kau tidak perlu minta maaf kepadaku". Ucap Alex sambil mencium bibir Keira yang masih memerah karena perbuatannya secara sekilas.
"kau tidak bersalah lagi pula, wajar saja jika kau penasaran dengan kedua orang tuaku seperti apa.
Aku akan menunjukkan sesuatu kepadamu besok dan menceritakan tentang keluargaku secara rinci terhadapmu".
"sekarang sudah malam. Besok sekolah mengerti?. Cepat tidur atau aku yang akan meniduri dirimu. Setelah membuatmu lelah tentunya". Ucap Alex dengan nada mengancam didalamnya. Sontak saja Keira bergidik saat mendengar kata meniduri dari ucapan Alex karena paham maksud dari kata meniduri.
"enggak mau! awas saja jika kau macam-macam denganku,ya". Pekik Keira langsung membalikkan badannya membelakangi Alex dan menutupi tubuhnya sampai kepala dengan selimut.
dasar. Aku hanya bercanda lagipula bagaimana bisa jika kau sendiri masih ada tamu bulanan. dia pasti lupa, hihi. Ucap Alex dalam batinnya sambil tersenyum geli saat melihat reaksi Keira barusan.
Dasar Alex, padahal masih jam 7:30 malam.Gerutu Keira dalam batinnya.
Sementara itu…
''selamat datang tuan dan nyonya Rhyes ke acara ini ". Ucap salah satu pelayan rumah yang bertugas sebagai penerima tamu menyilahkan pasangan itu berseta dengan sikembar dan Dion.
"wah, ini rumah siapa pa?". Tanya Tania saat mengamati mansion megah yang mereka kunjungi karena Tania hanya tahu bahwa si pemilik Mansion mengadakan pesta acara pernikahan yang ke delapan belas tahun sehingga pasangan pemilik Mansion megah itu mengundang rekan, kolega, teman dan sebagainya untuk ikut merayakan hari ulang tahun pernikahan mereka apalagi pasangan itu memiliki seorang putra tampan yang akan mewarisi kekayaan pasangan itu sebagai penerus mereka sehingga bagi tamu yang punya anak perempuan, tentu saja menggunakan anak mereka untuk mendekati si anak tersebut.
Tsk, cara klasik satu dari lima cara untuk membuat sebuah perusahaan kuat dan semakin maju dan kaya. Salah satunya adalah perjodohan.
yup, pasti si ayah akan menyuruh putri-putri mereka yang paling cantik dan potensial seperti seumur si anak laki-laki dan sebagainya untuk mendekati si putra yang menjadi incaran mereka atau membuat pendekatan diam-diam tanpa anak-anak mereka sadari atau perbicangan antara orang tua yang berakhir dengan perjodohan anak-anak mereka.
Kalau para ayah-ayah itu ditanya mengapa suka melakukan hal itu paling alasannya: demi masa depan, dia yang terbaik, dia setara dengan keluarganya, demi kebahagiaan anak, dan semacamnya.
anak-anak yang dijodohkan ada bermacam-macam reaksi seperti: mau banget karena: cantik seksi/ tampan macho, duitnya banyak, dia tipe yang dia sukai dan semacamnya.
ada yang mau namun setengah hati karena alasan yang bermacam-macam seperti: demi membahagiakan orang tua, demi balas Budi orang tua dan semacamnya.
tapi ada juga yang tidak mau dijodohkan dengan alasan: tidak cinta, tidak suka, bukan tipe yang diinginkan, sudah memiliki kekasih, dan semacamnya.
dan yang tidak mau pastinya orang tua akan mengerti mengapa sang anak tidak mau namun orang tua yang tidak pengertian dan peduli akan mengancam seperti diusir dari rumah dan tidak dianggap sebagai anak atau fasilitanya akan dicabut.
dari ancaman seperti itu, hanya sedikit anak-anak yang berani menerima konsekuensi seperti itu misalnya kabur dari rumah atau peegi meninggalkan rumah dan memutuskan hubungan keluarga.
dan hanya sedikit orang tua yang pengertian dan tidak memaksa kehendak atau menjodohkan yang mungkin dikarenakan cinta dan kasih sayang terhadap keluarga menjadi prioritas utama dibandingkan dengan harta.
Tapi apa pentingnya Tania mengetahui semua itu. Lagi pula dia seorang Werewolf dan ia hanya bertanya rumah siapa.
"ini rumah yang berpartner bisnis dengan papa. Tapi mengapa kalian ingin tahu? kita kan kemari karena makanan saja apalagi makanannya sangat enak". Jawab Hara yang menyatakan alasan dibalik kedatangannya.
paman, kau memiliki harta sudah pasti makanan enak tidak masalah untukmu apalagi . Namun mengapa jawabanmu seperti seseorang yang tidak pernah merasakan makan makanan mewah dan enak?😓. Pikir Dion.
''tapi pesta siapa ini, bi?". Tanya Dion saat Antonia tepat di sebelahnya karena Antonia adalah seorang Werewolf yang paling normal dikeluarga Rhyes.
"ini pesta salah satu rekan bisnis papa yang berasal dari bangsa manusia namun di kelompok Watcher seperti dirimu, nak".
"benarkah? aku tidak tahu ". Ucap Dion mengingat Watcher adalah sebutan untuk manusia yang mengetahui bahwa Werewolf itu ada dipercaya bangsa Werewolf buat urusan di dunia manusia. Bisa dikatakan Semacam asisten pribadi Werewolf di Dunia manusia mengingat mereka mengetahui tentang Werewolf.
Seperti Dion, dibesarkan di lingkungan bangsa Werewolf telah membuatnya sangat dipercaya bangsa Werewolf sehingga Watcher telah disematkan untuknya.
"tentu saja karena tidak semua manusia bisa menjadi Watcher apalagi tidak semuanya berasal dari kalangan atas. Tapi Bibi kira kalian sudah diberitahu apalagi putra mereka satu sekolah dengan kalian apalagi pernah datang ke pulau lamiya".
"Apa?!!"