
Tiga hari telah berlalu Starry Sea belayar. Sebentar lagi akan sampai di tempat tujuan.
"Selamat datang di Lamiya". Kata Cio ketika Sebuah pulau telah terlihat di depan mereka.Pulau Lamiya. Pulau yang indah tempat berdirinya sebuah hotel mewah bintang lima milik Rhyes. Mereka menjalankan bisnis sebagai tempat liburan untuk manusia dengan para pekerja yang semuanya adalah tempat yang aman bagi manusia dari bangsa Vampire tetapi juga menjadi tempat yang berbahaya bagi manusia jika melanggar satu peraturan penting sejak dulu. Jangan pernah keluar di malam bulan purnama.
Selain tempat bisnis,Lamiya juga tempat berlibur pribadi Keira dan keluarga. Jika mereka akan datang ke pulau itu, hotel Rhyes akan menutup tempat itu dari manusia agar keluarga kerajaan bisa menikmati liburan mereka dengan tenang dan nyaman.
"Jadi,itu pulau lamiya?".
"itu benar pulaunya, Danny.Tempat hotel kami berdiri dan kami berlima menghabiskan liburan".
"apakah tempatnya indah Silvana?".
"tentu saja,Noah.Disana tersedia fasilitas yang terbaik dan dijamin memuaskan para tamu".
Mereka sibuk membicarakan tentang pulau itu sedangkan Keira sedang memandang ke depan sambil memikirkan sesuatu yang ada di dalam kepalanya.
*️aku akan memberimu waktu dan akan menunggu hingga perasaanmu tumbuh kepadaku. Pikirkanlah baik-baik, Keira...
Apa yang harus aku lakukan sekarang...? seharusnya dari awal aku mengatakan tidak kepadanya tetapi, Mengapa bibir ini sulit mengucapkan kata tidak kepadanya? ini seperti membuat Alex terombang-ambing selagi menungguku. Seakan aku memberinya kesempatan...
Tidak lama kemudian, kapal pesiar itu akhirnya berlabuh.saat kapal telah berlalu di pelabuhan, kedelapan orang itu turun dan disambut dengan beberapa karyawan hotel sambil mengalungkan kalung dari bunga kepada mereka masing-masing.
"selamat datang di pulau lamiya".Kata salah satu perwakilan karyawan yang mengucapkan selamat datang kepada mereka.
"dia bernama Lurch. pemandu wisata pulau ini.Dia yang akan memandu kalian bertiga dan dengarkanlah apa yang boleh dan tidak boleh yang dikatakannya".Kata Tania memperkenalkan laki-laki berkemeja putih garis hijau dengan dasi hitam itu ke Trinity itu.
Setelah kapal pesiar itu kembali pergi, Mereka berdelapan pergi mengikuti Lurch.Ketiga laki-laki itu memandangi semuanya.Mereka melihat pemandangan yang indah, udara yang begitu sejuk walaupun lagi musim panas, bunga-bunga bermekaran Seperti bunga gaillardia, bunga Candytuff, bunga Pentas, bunga Aster dan bunga Catmint. Ditambah lagi semua fasilitas terbaik untuk memanjakan mereka.
Mereka berjalan dan berjalan menuju ke arah timur hingga akhirnya mereka melihat sebuah bangunan mewah yang ternyata sebuah hotel bintang lima.Mereka telah sampai dan dihadapan mereka terdapat sepasang suami istri yang menunggu mereka bersama dengan beberapa karyawan hotel. Melihat mereka berdua, Tania dan Cio langsung melupakan koper pakaian mereka dan langsung berlari dan memeluk mereka berdua.
"mama ! papa!". ucap mereka berdua yang langsung memeluk mereka karena kerinduan mereka telah terbalaskan .
"oh anak-anak.Kami rindu sekali pada kalian".
"apakah mereka orang tuanya mereka?".Tanya Alex.
"yup". Jawab Silvana yang kebetulan berdiri di sampingnya.
berarti mereka berdua juga orang tuanya Elias.
Mereka berenam berjalan menuju ke arah mereka dan sepasang suami-istri itu melihat mereka terutama yang sangat dirindukan.
"oh, Keira.Selamat datang,nak".Kata Antonia Rhyes.Istri dari Hara Rhyes juga ibu Elias dan sikembar. Wanita yang feminim dan hangat itu langsung memeluknya saat melihatnya. Alex dapat melihat betapa sayangnya wanita itu terhadap Keira. Keira dapat merasakan kehangatan seorang ibu saat memeluk dirinya. seperti kehangatan ibunya Lyora.
"aku datang bibi.Lama tidak berjumpa". Kata Keira yang begitu merindukan seseorang yang menatapnya dengan mata berkaca-kaca.
Begitulah Keira. Gadis baik itu dapat membuat bangsanya sendiri dapat menyayanginya dengan tulus.Karena, saat Hara dan Antonia bertemu dengan Keira, mereka langsung menyayanginya dan lupa dengan anak-anak mereka. Bahkan tanpa title putri dan Alpha yang melekat padanya, sudah pasti dia langsung disayangi.
"ugh, mama ini.Kalau jumpa Keira langsung lupa pada kami".Tania langsung cemberut melihatnya.
"Tania,Papa dan mama jarang sekali berjumpa dengannya seperti kamu yang biasa setiap hari berjumpa dengannya".
"yang dikatakan oleh mamamu itu benar,nak.Ngomong-ngomong Mereka bertiga temanmu?". Tanya Hara saat melihat Trinity itu dan bertanya kepada Tania.
"benar.Merekalah yang dibicarakan di telepon".
Selagi Keira dan Antonia bercakap-cakap layaknya ibu dan anak seperti di drama Opera sabun, Hara menghampiri dan menyapa mereka dengan sopan
"selamat datang di Pulau Lamiya.Kalau boleh tahu,siapa nama anda bertiga?".
"oh,saya Noah".
"saya Danny".
"Alex.Namaku Alex". Disaat keduanya memperkenalkan nama mereka dengan sopan, Alex justru memperkenalkan namanya dengan gayanya yang biasa.Angkuh.
Jadi ini yang namanya Alex.
Hara ingat bahwa Cio pernah mengatakan kepadanya tentang seseorang bernama Alex melalui telepon tiga hari yang seseorang yang mendekati Keira.
berapa usia orang ini dan istrinya? pasti sudah di kepala Lima puluh tetapi mengapa wajah dan tubuh mereka seperti usia dua lima sampai tiga puluhan? ? pola makanan sehat? olahraga? tapi, jika pola makanan sehat dan olahraga seharusnya masih kelihatan kerutan di jari-jarinya tapi ini mulus.operasi plastikah?.
Alex berfikir keras.Ia teringat dengan ayahnya yang sudah memasuki umur lima puluhan.Fisik dan wajah ayahnya tidak terlalu bagus tetapi rutin perawatan diri tetapi Hasilnya tidak sebagus dengan orang yang didepannya ini.
Lupakan saja deh, buat apa aku memikirkannya. bukan urusanku juga.
Cio memperhatikan ayahnya dan Alex.Saat memberi tahu Hara tentang Alex,ia berharap ayahnya akan bersikap dingin kepadanya.Cio berharap begitu dan tersenyum licik akan tetapi senyumnya menghilang saat melihat betapa hangatnya Hara menyambutnya dan Cio tahu bahwa gesture dan ekspresi ayahnya murni alias tidak bohong.
"Semoga anda menikmati pelayanan kami ini".Kata Hara yang terasa sopan dan hangat menyambutnya.
"halo paman".
"Halo juga Silvana, Dion.paman dan bibi senang kalian datang".Hara memanggil beberapa pegawainya dan atas perintahnya, Mereka yang membawa koper-koper berisi pakaian kepada mereka. dan diam-diam Hara membisikkan sesuatu ke telinga salah satu pegawainya yang membawa sebuah koper hitam milik Alex.
"pegawai-pegawaiku akan mengantarkan kalian ke kamar kalian masing-masing.Kalian ikuti saja dan selamat menikmati liburan di pulau ini".
"terima kasih,paman"Kata Noah dan mereka bertiga pun pergi meninggalkan kelima orang itu yang akan menyusul nanti karena mereka masih temu-kangen.
"baiklah,bibi.Keira mau ke kamar dulu".
"baiklah sayang.Kau pasti lelah.beristirahatlah".
"baik,bibi.Paman, Keira ke kamar dulu, ya".
"baiklah nak".
"ayo Dion, Tania, Silvana, Cio".
"aku sebentar lagi akan menyusul".Kata Cio. Mereka berempat pergi meninggalkan Cio sedangkan Cio menghampiri kedua orang tuanya.
"papa, bukankah Cio sudah memberitahu tentang Alexander Adrian di telepon? mengapa papa bersikap hangat dan baik pada orang seperti dia?".
"Cio, dengarkan papa.bagi papa dan mama, Keira berhak mendapatkan kebahagiaannya yang telah lama hilang semenjak kematian Elias walaupun orang yang memberinya cinta dan kasih sayang adalah manusia".
"papamu benar,Cio.Mama setuju walaupun kau mengatakan bahwa manusia bernama Alex bukanlah orang yang baik. Tania sudah menjelaskannya kepada kami tentang dirinya"
"kakak?kapan?".
"kemarin kakakmu menelepon papa dan saat papa melihat dimatanya, entah mengapa ada perasaan yang familiar dan saat dia melihat Keira,papa dapat melihat betapa dia sangat jatuh cinta padanya".
"tapi pa, kak Elias...".
"nak,saat mambayo meramalkan pasangan belahan jiwa sang Alpha Utara, kau ada disana'kan? kau ingat bahwa Elias dan Keira tidak ditakdirkan untuk bersama karena maut menjemput salah satunya.Papa dan yang mulia raja ingin memberitahu mereka berdua tetapi kau meminta kami tidak memberitahukan mereka".
Keira terdiam saat mendengar penjelasan dari Hara seakan secara tidak langsung Hara menyalahkannya karena mencegah mereka memberi tahu Keira dan Elias tentang ramalan Mambayo.dia ingat ucapan mambayo waktu itu.
(Flashback...)
Dua tahun yang lalu...
Malam hari yang dingin dan sunyi.disebuah hutan terdalam di Tenggara,raja dan ratu juga pasangan Rhyes dan salah satu anak mereka, Cio berdiri mengelilingi sebuah guci besar berisi air yang digunakan seorang dukun bangsa werewolf dalam upacara nya malam ini untuk meramalkan masa depan sang Alpha Utara di malam bulan purnama tanpa bintang.
"oh Moon goddess... beritahukanlah kepada kami yang hadir di sini masa depan Sang Putri dengan pasangannya di masa depan"
Ucap mambayo.Ia mulai mengaduk air dalam guci besar itu dengan kedua tangannya sambil membaca mantra.Mereka Menunggu Hingga Mambayo berhenti dan melihat sesuatu dari air yang telah disinari cahaya rembulan seakan bulan memberitahu mereka akan sesuatu.
"moon goddess telah menjawabnya".
"apa yang kau lihat, Mambayo?" Tanya Lyora.
"yang mulia Putri mendapatkan pasangan abadi yang akan selalu mencintainya dan melindunginya. Dia adalah pasangan yang sangat kuat, pemberani dan selalu mencintainya".
"aku sudah tahu kakak akan selalu bersama Keira.dia adalah matenya".Kata Cio dengan bangga.
"siapa bilang bahwa kakakmu yang akan menjadi Mate yang mulia Putri?".
"apa maksudmu, Mambayo? apakah putraku Elias yang dipilih moon goddess ?" Tanya Hara setelah jawaban Mambayo mengejutkan mereka semua termasuk Cio.
"mate sang putri bukanlah panglima Elias.Bahkan matenya bukan berasal dari bangsa kita,yang mulia. pasangan sang putri berawal dari manusia biasa, tetapi akan menjadi sangat kuat saat menjadi bagian dari bangsa kita".
Jawaban dari Mambayo mengejutkan mereka semua. bahkan, yang jadi pertanyaannya adalah... bagaimana mereka akan mengatakannya kepada Elias dan Keira?.
"kau pasti salah,Mambayo".Kata Cio yang tidak terima.
"moon goddesslah yang memberitahu kita.Laki-laki itu akan muncul dua tahun kemudian setelah kejadian yang sangat menyakitkan memisahkan sang putri dengan sang panglima untuk selamanya".
"Mambayo!".
"dengar,Celta.aku hanya mengatakan yang sebenarnya atas petunjuk Moon goddess.Teserah padamu kau mempercayainya atau tidak"
(Flashback end...)
"aku tahu... andai saja aku tidak mencegah kalian... aku tidak tega memberitahukan mereka.Kak Elias dan Keira... mereka saling menyayangi satu sama lain.Aku tidak bisa dan aku selalu berharap bahwa ramalan mambayo salah...".
"nak..."Antonia berjalan menyentuh pipi Cio dengan tangannya yang lembut.Terlihat Cio begitu sedih memikirkan mereka sehingga dia mau menangis karena dia merasa bersalah mencegah kedua ayah memberi tahu mereka.
"sebagai seorang Alpha,dia harus memiliki mate nya agar dapat memiliki keturunan yang akan meneruskan kepemimpinannya.Kita tidak bisa biarkan Keira terus tenggelam dalam kesedihannya.Elias juga mengharapkan yang sama untuknya".
Antonia menjelaskan kepada Cio betapa pentingnya Keira mendapatkan pasangan yang baru.Cio diam tidak menjawab apa yang diberitahukan ibunya kepadanya.
"selain itu... seminggu yang lalu, Mambayo memberikan ramalannya tentang Keira".
"apa,ma!? apa yang dikatakan wanita itu!?".
"laki-laki yang menjadi pasangannya telah datang dan hadir di pulau ini.Laki-laki ini sangat spesial, Mambayo tidak bisa menjelaskan apa yang spesial tetapi dia memiliki tanda bahwa laki-laki itu memiliki rambut hitam segelap sayap gagak, mata biru Sebiru es dan mem...".
"tunggu dulu, jangan bilang dia memiliki penutup mata di mata kanannya".
"yang kamu katakan benar,nak".
"jadi... maksud papa dan mama.... orang itu adalah...".
Sementara itu...
Keira berjalan menuju kamar suite lantai enam belas no 301B yang merupakan kamar yang biasa dia pakai bersama dengan seorang karyawan hotel yang membantunya membawakan kopernya.Saat karyawan itu membuka pintu kamarnya,Keira menoleh ke samping.Ia memperhatikan pintu kamar yang berada di sebelahnya sehingga perasaan sedihnya muncul.
Elias selalu menempati kamar itu... disebelah kamarku... sekarang, setelah dia pergi, pintu ini tidak akan terbuka lagi. penghuni kamar itu sudah tidak ada lagi...
"yang mulia Putri, Silakan masuk".Keira masuk kedalam kamarnya.tidak ada yang berubah.Satu-satunya kamar hotel yang didekorasi serba biru.Setelah menyilahkan pegawai itu pergi, Keira menutup pintu dan berjalan menuju ke balkon. Gadis itu menghirup udara segar dan sejuk dan memandangi pemandangan yang ada di depan matanya.Dia bisa melihat sebuah hutan dari tempat ia berada.
Biasanya, Saat memasuki kamar masing-masing, kami selalu berjalan ke balkon dan menatap pemandangan ini.Sekarang aku sendirian memandangi pemandangan ini...
Keira menoleh ke samping tetapi,raut wajahnya yang semula sedih berubah menjadi terkejut saat melihat ke samping.
"halo,Keira.Menikmati pemandangan juga?".
"A...Alex!!? sedang apa kau disana!?". Keira Terkejut bukan main Melihat Alex juga berada di balkon di tempat Elias dulu berada.
"aku disini? tentu saja ini kamarku. Mereka memberikanku kamar Suite ini. Aku tidak menyangka bahwa kau tidur disebelah kamar ini".
"apa! itu tidak mungkin! kamar itu...". Keira tidak menyelesaikan kalimatnya.ia memutuskan untuk pergi ke luar sedangkan Alex tidak mengerti apa yang terjadi dengan Keira yang tiba-tiba kesal.
"ada apa dengannya? kenapa dia terlihat marah?".
Diruang resepsionis...
"bagaimana bisa kalian memberikan kunci kamar yang dulu digunakan Elias kalian beri padanya!? apa kalian tidak tahu!?".
tanya Keira meninggikan suaranya ke seorang pegawai hotel yang bekerja di bagian resepsionis. untuk pertama kalinya, dia membentak seseorang dibangsanya sendiri karena sebuah kesalahan yang sengaja atau ketidaksengajaan yang diperbuat.
"maafkan saya yang mulia Putri. Saya tahu kamar itu dulu dipakai tuan muda Elias dan tidak bermaksud untuk menyerahkan kunci itu akan tetapi...".
"paman yang menyuruhnya memberikan kunci kamar itu pada manusia itu,nak". Kata Hara yang datang karena mendengar Keira memarahi pegawainya.
"paman Hara?".Keira terkejut mendengar pengakuan itu darinya.
"paman Hara, Kenapa paman memberikan kunci itu pada manusia itu.Paman tahu'kan kamar itu memiliki kenangan Elias didalamnya".
"paman tahu... tapi bibi dan paman sepakat untuk memberikan kamar itu pada salah satu tamu manusia kalian karena kami...sejak lama memutuskan untuk move on dari kesedihan ini... kamu juga harus melakukan yang sama kami lakukan,nak. Kami menyayangimu apapun yang terjadi. Sudah saatnya kamu menjalankan hidup yang baru".
"paman... apakah paman bermaksud mengatakan bahwa Keira harus melupakan... Elias?".
Hara tidak menjawab pertanyaan Keira.Ia tidak tahu harus mengatakan apa tetapi Melihat kebungkaman Hara telah menjawab pertanyaanya.
"paman... mengatakannya sangat mudah namun menjalankannya sangat sulit, paman".
ini sangat sulit bagiku... sulit.
"Nak..."
"Alex boleh menempati kamar itu... lagi pula, sangat menyedihkan Melihat kamar tidur itu kosong tanpa ada yang selalu tidur di kamar itu.permisi paman".
Keira berjalan menuju kembali ke kamarnya.di dalam kamarnya, ia berjalan menuju ke balkon kembali untuk memastikan Alex tidak ada di balkon sebelahnya itu.
Setelah memastikan tidak ada Alex,Keira menatap kembali ke depan dengan perasaan sedih berselimut dalam dirinya.Dan Saat sedih,mendadak muncul kenangan-kenangan tentang Elias baik saat bertemu pertama kali,bersama selalu,pengakuan cintanya bersama sebagai kekasih dan kenangan lainnya yang membahagiakan hingga kenangan terburuk pertama kalinya saat Elias terbunuh.
aku... mencintaimu... Keira.
Suara Elias terakhir kalinya bergema di dalam telinganya dan ucapan-ucapan yang memintanya untuk move on dan menjalankan hidup juga bergema dalam telinganya hingga ucapan Hara Sekarang berputar dalam pikirannya.
kami...sejak lama memutuskan untuk move on dari kesedihan ini... kamu juga harus melakukan yang sama kami lakukan,nak. Kami menyayangimu apapun yang terjadi. Sudah saatnya kamu menjalankan hidup yang baru.
Biasanya saat yang lain memintanya untuk move on dari kesedihan yang mendalam, Keira selalu menutup hatinya dan mengacuhkan ucapan mereka akan tetapi saat Hara mengatakannya, membuat Keira merasa goyah.
ayahmu...ibumu... mereka melupakanmu,Eli... mengapa mereka melupakanmu, Eliasku...?
tidakkah ini adil bagimu,Elias...?
ini sungguh tidak adil,Elias.....tidak adil…