The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 41 : Hot & Cold



apa yang harus aku lakukan sekarang..?


Pikir Keira. Gadis itu berdiri dan mencoba berjalan namun Alex menghentikannya.


"apa yang kau lakukan?".


"berjalan".Jawab Keira.


"dengan kaki seperti ini? tidak. Aku tidak akan membiarkanmu". Kata Alex karena tidak tega melihat Keira berjalan secara pincang dan menahan sakit saat berjalan.


"he-he-hei! apa yang kau lakukan, Alex!?". Keira terkejut saat Alex mengangkat tubuhnya dan menggendongnya dalam dekapannya Alex.


" Kau kesulitan berjalan'kan? aku tidak bisa membiarkanmu berjalan dengan kaki yang terluka". Ucapan Alex membuat Keira diam dan tidak meronta kali ini. Alex tersenyum cengir saat melihat wajah Keira yang sedang memerah setiap kali ia menggendongnya ala putri. Alex sangat suka melihat wajah Keira yang malu-malu.


awwww... Keira sungguh menggemaskan saat wajahnya menjadi merah merona Seperti ini setiap aku menggendongnya ala putri. Mungkin lebih baik jika aku sering melakukan ini terhadapnya.


Keira menyandarkan kepalanya di dada Alex yang terbuka sebagian sehingga ia bisa mendengar suara detak jantung Alex yang berdebar-debar. Sepanjang melangkah, Keira dapat merasakan ketertarikan saat melihat wajah Alex yang silau karena sinar matahari.


ya ampun... mengapa aku bisa melihat dia begitu tampan dan keren saat ia melakukan hal-hal seperti ini?. Pikir Keira.


Saat berjalan dengan menggendong Keira dalam dekapannya, ia melirik ke arah Keira yang sedang terlihat mengintip dadanya yang terlihat dibalik kemejanya yang terbuka. dada bidang berotot tanpa lemak dan sangat mulus tanpa ada bulu-bulu berwarna coklat. Ia tidak bisa berhenti menatap pemandangan itu hingga saat ia menyadari bahwa dia diperhatikan, Keira langsung mengalihkan tatapannya dari tubuh Alex ke arah lain.


"apa yang kau lihat, Keira?".


tanya Alex menyeringai licik saat menangkap basah Keira sedang melihat-lihat tubuhnya walaupun hanya sebagian.


" ti-tidak melihat apa-apa, kok".😣💦 Jawab Keira sedikit kelabakan namun Alex mengetahuinya dari melihat pipi Keira yang menjadi merah merona Seperti buah persik.


"tidak apa-apa, Keira. Kau bisa mengamati tubuhku ini tapi belum boleh merabanya,ya".


ap-...Apa-apaan dia ini!!!?? Keira sedikit terkejut saat mendengar ucapan Alex. Ia tidak mengerti maksudnya.


"kau ini! apa yang kau pikirkan, sih!?".


"hm, aku berpikir bahwa kita impas, seperti aku melihat bag-".


POOOK!!


"adaow! sakit tahu". Alex meringis saat Keira memukul keras bagian belakang kepalanya sehingga ia tidak menyelesaikan kalimatnya. Setidaknya Alex beruntung Keira memukul di bagian belakang kepala dengan tangan saat Keira dalam kondisi manusia biasa jika tidak, mungkin ia bakalan berakhir dengan gegar otak.


" kenapa kau memukulku, sih?". Gerutu Alex padahal Alex sendiri tidak menyadari bahwa dia telah mengingatkan Keira akan kejadian tadi pagi di kamar di gua Mambayo sehingga Keira menjadi kesal.


Aish, laki-laki ini benar-benar...


"habis ini salahmu sendiri, tahu".


"salahku? memang apa yang- oh...". Alex menyadari maksud ucapan Keira. Tanpa ia sadari bahwa dia telah mengingatkan kejadian di Kamar tamu Mambayo saat tanpa sengaja ia melihat pemandangan indah itu hingga sampai matipun ia tidak akan menyesal Melihat bukit kembar Keira yang berukuran sedang dan berisi itu.


"dasar otak mesum! aku batalkan untuk memaafkanmu untuk kejadian itu. Aku anggap kau memang sengaja melihatnya".💢


"hei, tadi pagi itu aku tidak sengaja melihatnya dan lagipula haruskah kau sekesal ini!? setidaknya aku hanya melihat bukan mera-".


PLAAAK!


"hei! sakit tahu! kau ini hobi banget mukul orang,ya". ucap Alex saat sebuah tamparan telah mendarat tepat di pipi kiri Alex.


"biarin! ini hukuman untuk melihat sebagian tubuhku dan mencuri ciuman pertama dariku!".💢


sebenarnya, dia sudah lebih dulu sih waktu disekolah. Yah, tapi sama saja!. Pikir Keira karena dia ingat Alex mencium dirinya yang lain saat di sekolah sehingga apa yang dilakukan Alex terhadap bayangannya dapat dirasakannya sendiri saat kembali ke tubuhnya.


"kyaa! apa yang barusan kau lakukan, bodoh!?".Keira kesal saat Alex menjatuhkannya. Mata indigonya memelototi Alex.


"ups, maaf. Kau minta diturunkan, bukan?". Alex tersenyum licik saat melihat Keira marah. Ia mengulurkan tangannya untuk membantu Keira berdiri tetapi Keira dengan cepat menepis tangannya seakan ia tidak butuh bantuan dari seorang laki-laki yang menyebalkan.


"tapi kau tidak harus sampai menjatuhkan seorang perempuan, tahu!". Ucap Keira sambil membersihkan diri dari dedaunan yang menempel padanya.Keira membalikkan badannya ke depan dan berjalan secara tertatih-tatih.


gadis ini. Sudah tahu kaki kanannya terluka tapi dia malah memaksakan diri untuk berjalan, dasar keras kepala. Alex menggelengkan kepalanya melihat keras kepala si gadis pemarah.


"hei hei! apa yang kau lakukan!!? turunkan aku!". Keira memberontak saat Alex langsung menggendongnya di pundak kali ini. Keira memukul-mukul punggung Alex dan meronta tapi Alex tidak menggubris sama sekali dengan apa yang dilakukan oleh Keira sambil melanjutkan perjalanan.


"Sudah diam, jangan meronta lagi. dasar nakal".


PLAAAK!


"Kyaaa!". Gadis itu terkejut saat Alex secara tiba-tiba saja memukul bagian bokongnya agar supaya dia diam. Wajahnya menjadi merah merona Seperti buah persik saat Alex memukul anggota tubuh belakang bagian bawah pinggangnya.


Ah! apa aku memukulnya terlalu keras,ya?. Pikir Alex saat mendengar teriakkan Keira. Walaupun Alex adalah seseorang yang sangat dingin seperti es, ia juga orang yang polos dan tidak tahu apa-apa tentang perempuan karena dia tidak pernah jatuh cinta atau pacaran dengan perempuan manapun sebelum Keira hadir dalam hidupnya sehingga dengan polosnya dia langsung saja mengelus-elus bokong Keira.


!!!!! apa yang.....dia lakukan !!?????😵


"apa yang kau lakukan sekarang!!?".


"mengelus bokongmu. Bokongmu terasa sakit'kan saat aku pukul tadi?". Tanya Alex yang masih saja mengelus-elus bokong Keira tanpa dia tahu bahwa tidak boleh sembarangan melakukan itu terhadap seorang wanita yang tidak memiliki status hubungan. Setidaknya belum sih.


"kau ini! sudah cabul, menyebalkan, brengsek ,idiot pula lagi!".


"hei! aku ini bukan idiot dan cabul tahu!". Ucap Alex menghentikan langkahnya. Ia merasa kesal saat Keira mengatai dirinya idiot dan cabul.


"oh ya, Mengapa tidak? apa kau tahu bahwa tidak seenaknya saja kau memukul dan mengelusnya bokong seorang wanita yang tidak memiliki hubungan apa-apa!? dan apa yang kau lakukan sekarang hari ini bukankah termasuk tindakan cabul!?".


"bukan cabul, sayang. Hanya mesum saja". Ucap Alex sembari menurunkan Keira dengan baik kali ini.


"apa!? cabul dan mesum itu sama saja tahu! dan berhenti memanggilku sayang! kita tidak memiliki hubungan apa-apa!".💢


"ck ck ck bagiku dua hal itu berbeda, Keira dan kita bukannya tidak memiliki hubungan apa-apa, hanya belum saja diresmikan. Setidaknya tindakan lebih baik daripada diucapkan". Ucap Alex menyeringai licik sembari menyentuh dagu Keira dengan satu jari. Laki-laki itu begitu yakin bahwa suatu hari sebuah hubungan akan melekat pada mereka berdua dan saat itu terjadi, maka ia akan menjamin bahwa dia dan Keira adalah pasangan yang paling bahagia di dunia dimana cinta di kehidupan mereka.


Kau mengharapkan suatu hubungan denganku dan aku memang memberimu sebuah kesempatan itu namun, aku tidak tahu dengan perasaanku ini sekarang dan juga... aku takut cerita cintamu kepadaku akan berakhir pada kesia-siaan belaka saat kau tahu siapa aku dan tidak bisa menerima kenyataan bahwa aku bukanlah seorang manusia seperti dirimu...


"Keira, mengapa kau terlihat sedih? apakah aku salah bicara?". Tanya Alex melihat raut wajahnya Keira berubah menjadi murung. Kedua mata Indigonya menatap sayu pada wajah laki-laki yang dingin namun sebenarnya memiliki kehangatan di dalamnya.


"tidak.... kau tidak salah bicara...kali ini. Aku hanya merasa... lelah". Ucap Keira memaksakan senyumnya pada Alex.


"begitu rupanya". Ucap Alex. Kembali lagi Alex menggendong Keira ala putri atau Bridal style dan kali ini Keira tidak menolak atau memberontak melainkan ia menggelayutkan lengannya pada Alex dan menyandarkan kepalanya di dada Alex yang bidang itu. Alex diam tanpa mengatakan apapun kali ini walaupun dia penasaran dengan apa yang dipikirkan Keira sekarang ini.


Keira, jujur saja... kau adalah gadis yang begitu rumit. Kadang kau bersikap hangat, kadang kau bersikap dingin...


Terkadang aku merasa bahwa ada sesuatu yang kau pikirkan selama ini namun kau tidak pernah memberikan tahu atau terbuka padaku.


Terkadang kau membutuhkanku namun terkadang kau mengacuhkanku. Apakah karena kau masih begitu sulit move on dari kesedihan yang mendalam atas kepergian Elias?


ataukah aku terlihat memaksakan kehendak kepadamu dengan mengatasnamakan cinta?


Selain itu.....


Entah mengapa rasanya aku merasa ada sebuah rahasia yang kau sembunyikan selama ini dimana lambat laun, aku merasa..... sesuatu yang aneh saat kita dekat.


mungkin saja hanya perasaan anehku saja...