The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 207 : Be Careful What you wish for



seseorang pernah mengatakan, disaat seseorang marah, terkadang mereka akan menginginkan sesuatu yang buruk baik untuk diri sendiri maupun orang lain tanpa pikir panjang walaupun hanya kata-kata namun langit menganggap bahwa yang dikatakan adalah doa.


orang tidak pernah tahu kapan dan bagaimana keinginan yang berasal dari kemarahan atau kekecewaan terkabul sehingga ada sebuah istilah :Berhati-hatilah dengan apa yang diinginkan, atau menyesal seketika.


Seperti Noah, ia tidak menyangka keinginan yang hanya diucapkan karena kemarahan dan kekecewaan semata telah didengar oleh makhluk yang membencinya.


Seseorang yang dibalik tudung jubah hitam itu tersenyum jahat memamerkan kedua taringnya.


dia menginginkan mati, huh.


Baiklah, setidaknya aku harus mengabulkan keinginan terakhirnya itu. Dia tersenyum sinis lalu, saat Noah akan berbalik, seseorang dengan cepat menghampiri Noah.


Noah sangat terkejut saat ada seseorang bertudung jubah hitam berasa dihadapkanya.


Ia tidak dapat melihat wajahnya secara jelas namun ia dapat melihat kedua bola mata merah yang sedang menatap dirinya.


salah satu tangannya langsung mencengkram leher Noah dan tangannya yang satu lagi membekap kuat mulut Noah.


" horee dapat! ". Seru Alex bahagia saat pancingan miliknya telah berhasil menangkap seekor ikan yang lumayan besar.


" lihat Noah. Noah?". Saat Alex berbalik untuk menunjukkan ikannya ke Noah, ia menyadari bahwa sahabatnya sudah tidak ada di tempat terakhir ia melihatnya.


Setelah meletakkan ikannya di ember, Alex mengambil senapan bernurunya sambil berjalan menghampiri tempat Noah berdiri sambil memanggil namanya karena entah mengapa ia punya firasat bahwa sahabatnya pergi secara tidak biasa.


"Noah? Noaaaah ". Panggil Alex kencang namun tidak ada jawaban sama sekali dari Noah.


Hingga langkahnya terhenti saat kaki kirinya menginjak sesuatu. Ia mengarahkan pandangannya ke bawah dan melihat smartphone milik Noah tergeletak di tanah.


Bahkan Alex menemukan sebuah jejak kaki Noah dan jejak kaki manusia yang berseta jejak seret bagian permukaan tanah yang basah didekat smartphone milik Noah yang terjatuh.


Walaupun tidak jelas, aku yakin ini bekas seretan bahkan jejak kaki ini milik sepatu Noah namun jejak kaki siapa ini?.


dari posisinya -


"Alex? ".Alex berbalik cepat saat ada yang memanggil namanya dan langsung menodongkan senapan miliknya itu ke pada orang yang telah memanggil namanya itu karena kaget.


Namun Alex langsung menurunkan kewaspadaannya dan bernafas lega sehingga menurunkan senjatanya dari wajah orang itu.


"Keira, kau membuatmu kaget".


Keira terkekeh saat melihat ekspresi kaget pada pemilik wajah tampan yang dingin bagaikan es itu.


"maaf membuatmu kaget. Aku tidak menyangka bahwa kau berada di tempat ini. Apa yang sedang kau lakukan disini Alex? ".


"seharusnya akulah yang bertanya itu. Ditambah lagi kenapa kau sendirian disini dan juga, mengapa kau berpakaian seperti ini?. Apa kau lupa hari ini cuacanya sangat dingin". Tanya Alex memberikan pertanyaan sekaligus kekhawatiran dalam dirinya terhadap gadis itu karena Keira berasa dihutan sendirian ditambah lagi, dari bawah Keira memakai sepatu bot dan celana panjang tapi atasanya, Keira memakai tanktop hitam dipadukan dengan kemeja lengan panjang kotak-kotak berwarna merah maron yang dibiarkan tebuka.


Bisa dikatakan, Keira memakai pakaian yang lebih cocok untuk musim panas daripada musim gugur.


khawatir Keira kedinginan, Alex melepaskan jas dinginnya lalu mengenakannya ke Keira.


"eh?". Keira terkejut saat Alex mengenakannya jas milik Alex itu namun dalam hati ia tensentuh dengan perhatian Alex walaupun ia sendiri tahu walaupun suhu dingin sekalipun, Keira yang memakai pakaian tipis sekalipun akan tetap hangat karena dia seorang werewolf.


"kau bisa kedinginan ". Ucap Alex yang tinggal hanya memakai sweater hitam di atasannya.


"sekarang, beritahu aku. Kenapa kau ada ditempat ini sendiri? ".


"aku mencari jamur. Musim gugur enaknya memakan sesuatu yang berbahan jamur dan tempat ini selalu banyak ditemukan jamur.


Kau sendiri?".


"aku memancing dengan Noah. Ah! aku lupa dimana dia. Tadi dia ada disini tapi sekarang, dimana dia".Alex baru teringat akan Noah yang mendadak menghilang sedangkan Keira. Kedua matanya mendadak tajam saat ia mengendus sesuatu dan hilangnya Noah berhubungan.


vampir sialan, walaupun aromanya tipis, aku masih bisa menciumnya secara samar.


dan aku mencium bau Noah yang mendadak samar.


Ini bukanlah vampir biasa.


aku yakin… pasti dia.


Keira berjalan menuju tempat Alex berdiri yang juga tempat Noah terakhir kali terlihat.


Ia mengamati sekitarnya. Ia bisa melihat bekas seseorang membawa paksa secara cepat dan Garis-garis ditanah setelah jejak kaki adalah bukti bahwa yang membawa Noah adalah sesosok makhluk yang bisa melesat.


Keira meletakkan tangan kanannya ke sebuah batang pohon besar yang merupakan tempat Noah bersandar.


Alex tidak tahu apa yang sedang dilakukan Keira saat Keira memegang pohon besar itu dan memilih Abai karena memikirkan Noah.


padahal kenyataan yang tidak diketahui Alex adalah, Keira sedang menggunakan kemampuannya yaitu Luminos.


Keira memejamkan matanya, langit seakan berputar diatasnya. Dalam penglihatannya, Keira dapat melihat sesosok berjubah hitam membawa Noah yang tidak sadarkan diri.


Selatan.…


Keira menghentikan kemampuannya itu lalu melirik Alex yang membelakangi dirinya.


Diam- diam, Keira mundur sehingga separuh tubuhnya tertutup oleh pohon kemudian ia menggunakan kemampuannya yang lain Yaitu Hexagon. Kemudian Sosok Keira yang lain keluar dari tubuh Keira, Keira berpaling dan memberi isyarat kepada dirinya yang lain.


Keira yang lain mengangguk mengerti lalu melesat menghilang tepat saat Alex berbalik badan.


"Keira, apa yang sedang kau lakukan?".Tanya Alex menghampiri Keira yang berdiri di belakang pohon itu.


"Ah, aku sedang melihat apakah ada jamur disini atau tidak".Keira memberi sebuah alasan untuk membohongi Alex dan sebenarnya Keira berbohong dari awal bahwa tujuannya ke hutan tempat Alex berada bukanlah untuk mencari jamur melainkan ia mendapat sebuah laporan dari anggotanya bahwa sesosok vampire terlihat di tempat itu.


Maaf karena membohongi dirimu Alex.


Tapi jangan khawatir, Temanmu Noah akan baik-baik saja.


Kekasihnya dan bagian dari diriku akan menyelamatkannya. Ucap Keira dalam hati yakin Noah akan baik-baik saja.


"Ini bukanlah waktunya untuk mencari jamur, Keira. Selain itu, mengapa kau sendirian?". Alex mengkhawatirkan Keira yang sendirian ditempat yang sepi sehingga ia lupa untuk mengkhawatirkan Noah.


Keira hanya tersenyum kekeh melihat Kekhawatiran Alex yang sia-sia saja karena Keira bukanlah gadis biasa. Hanya saja Alex tidak tahu akan hal itu.


"Aku tidak sendirian Alex. Jangan khawatir, kan ada dirimu yang menemaniku bukan?". Keira mengedipkan matanya dan tersenyum jahil kepada Alex sehingga Alex memalingkan wajahnya dari Keira karena pipinya yang memerah saat Keira menggodanya.


Sumpah, ia tidak menyangka sejak kapan Keira mulai menggodanya seperti itu namun ia suka saat Keira melakukannya terhadap dirinya sehingga Diam-diam ia tersenyum karenanya.


"Ayo, kita cari Noah dan jamur Bersama-sama".Ajak Alex sambil menggenggam tangan Keira. Keira tersenyum saat tangan kiri Alex menggenggam tangan kanannya dan Keira mengajaknya pergi mencari dari arah berlawanan karena bagaimanapun, Keira tidak ingin Alex melihat sesuatu yang akan mengancam nyawa laki-laki yang telah menggenggam tangannya itu.


(Sementara itu…)


"aku telah mengetahui dimana dia membawa Noah, Silva. ".Ucap Keira yang lain saat dalam perjalanannya ia telah berpapasan dengan Silvana.


"terimakasih untuk itu".Ucap Silvana, karena ia mengirimkan pesan secara telepati kepada Keira, ia tidak menyangka bahwa Noah yang tidak tahu apa-apa dibawa oleh seorang vampir yang tidak mereka ketahui.


Silvana baru tahu Noah diculik oleh sang vampir karena Keira telah memberitahunya sehingga ia bersyukur karena Keira yang lain akan membantu menemukan mereka mengingat vampir itu menutupi jejak keberadaan mereka kali ini.


"Terima kasih karena membantu. Sungguh, aku tidak menyangka ada seorang vampir yang bisa menutupi jejaknya dari penciuman kita".


"Sama-sama. Aku yakin vampir yang kita hadapi kali ini bukanlah vampir liar atau vampir rendah lainnya. Kita harus waspada untuk itu".


"yah".


Sungguh, aku tidak menyangka ada yang bisa menutupi baunya dari indra penciuman bangsa serigala.


Siapapun dia, setidaknya aku yakin bukan Keitha pelakunya walaupun hanya dia yang bisa menghilangkan hawa keberadaannya itu namun yang dilakukan Keitha sangat sempurna sehingga kekuatan Luminos Keira tidak bisa menjangkaunya.


Tidak seperti ini, Luminos Keira masih bisa melacak nya.


Tapi, aku merasa aneh.…


kenapa diantara Alex dan Noah, ia mengincar Noah?.


apakah ini hanya kebetulan?.


Jika Keira tidak memberitahuku, aku tidak akan tahu jika vampir itu mengintai mereka dan melarikan salah satunya yaitu Noah. Pikir Silvana.


"apa yang kau pikirkan?".Tanya Keira


"tidak ada. Aku hanya merasa aneh saja".


Sementara kedua gadis itu melesat menuju ke suatu tempat, sementara itu, vampir yang membawa Noah itu berhenti di sebuah tempat hutan yang terdapat sebuah reruntuhan bangunan kuno di dekatnya.


dulunya tempat itu merupakan sebuah villa putih bergaya italy yang telah lama ditinggalkan dan dibiarkan terbengkalai sehingga waktu memakan bangunan yang berusia puluhan tahun itu secara perlahan-lahan.


Segera, ia melempar Noah ke dalam sebuah ruangan bangunan itu dengan keras sehingga tubuh Noah yang terlempar menabrak sebuah pilar sampai retak parah dan Noah tersungkur dilantai.


Noah batuk mengeluarkan darah. Ia bisa merasakan tubuhnya yang sakit dan terluka karena dilempar barusan namun ia masih sadar dengan apa yang terjadi.


Sumpah, apa yang aku alami hari ini?


pertama pembicaraan yang tidak menyenangkan dengan ayahku dan sekarang, aku dibawa oleh seseorang yang hebatnya ia bisa melemparku dengan kuat bagaikan aku ini sebuah bola.


Sialan! siapa dia?. Noah tidak habis pikir dengan apa yang terjadi pada dirinya sehingga dengan susah payah ia mencoba bediri sehingga ia berhasil berdiri lalu pandangannya tertuju ke depan untuk melihat siapa yang telah kurang ajar menculik dirinya dan melemparnya dengan kuat sampai ia terluka dan batuk memuntahkan darah.


dihadapanya, Noah melihat sesosok laki-laki muda yang setinggi Noah dan mungkin seusia Noah dibalik jubah tudung hitam itu.


Noah dapat melihat sepasang bola mata merah seperti darah menghiasi wajah pucat laki-laki itu. Seketika entah mengapa Noah merasa merinding melihatnya.


"Siapa kau?".