The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 122 : Tania Picture



di dalam ruang kepala sekolah…


"halo papa. Halo mama''. sapa Tania melambaikan tangannya ke pada mereka.


Mereka berdua melihat ekspresi wajah Tania yang tersenyum sumringah seakan tidak ada masalah yang dialaminya.


padahal, jika ada murid yang berbuat masalah Hingga sampai orang tuanya dipanggil kesekolah pasti pada Wajah sang murid, jangankan tersenyum, mereka pasti akan menundukkan kepalanya sebagai bentuk malu dengan apa yang diperbuatnya sehingga tidak berani melihat ataupun menatap wajah orang tuanya.


Tapi Tania berbeda.


Ia tersenyum dan menegakkan kepalanya seolah tidak terjadi masalah atau ia tidak tahu apakah ia membuat masalah atau tidak.


Tatapan bingung Hara dan Antonia beralih dari Tania kepada kepala sekolah dan guru kesenian yang menyuruh Tania ke ruangan kepala sekolah yang memiliki ekspresi wajah yang tidak bisa dijelaskan selain wajah mereka yang berubah menjadi merah.


''Silahkan duduk, tuan dan nyonya Rhyes''.Ucap si laki-laki sang kepala sekolah yang berusia kepala lima dengan rambutnya yang perlahan memutih itu menyilahkan Hara dan Antonia duduk dan mereka berdua duduk mengapit Tania yang duduk di tengah-tengah kedua orang tuanya.


"maaf karena meminta anda berdua untuk da-".


"apa yang diperbuat trio gadis menor itu kepada putriku kali ini? hah, dia pasti mengganggu putriku. Kenapa kalian ini tidak sadar juga bahwa anak laki-laki itu yang berbuat ulah duluan?!".


Ucap Hara bernada mengomel duluan sehingga ucapan sang kepala sekolah langsung terpotong duluan oleh Hara yang tetap menduga alasan dia dipanggil kali ini karena Britney dan kedua temannya, si manusia menyebalkan yang diejek Hara si trio gadis menor.


"maaf tuan, seb-''.


"Siapa yang kau sebut trio gadis menor sayang?". Tanya Antonia yang membuat ucapan si kepala sekolah kembali terpotong.


"oh, yang papa maksud itu adalah tiga gadis sombong banget yang suka menjelek-jelekkan Keira juga mengganggu Keira dan kami ma. Bahkan mereka merasa bahwa mereka itu gadis-gadis cantik dengan make up mahal padahal aku melihat mereka itu seperti gadis-gadis menor ma jadi papa menyebut mereka dengan sebutan trio menor ma". Jawab Tania mewakili Hara yang ingin menjawab.


"jadi, kau membalas mereka?".


"yup".😄


"sudah berapa kali kau dipanggil kemari hingga papa yang harus datang tanpa mama sadari?". 😒 Tanya Antonia menatap tajam ke anak dan suaminya karena menyadari bahwa Hara telah menyembunyikan ulah Tania disekolah selama ini sehingga Antonia pun mengintrogasi Tania dan Hara hanya diam dan tidak berani melirik ke Antonia karena takut dengan tatapan mata istrinya yang sedang marah kepadanya.


sedangkan kepala sekolah dan guru kesenian?. Mereka berdua terabaikan oleh keluarga itu bagaikan sebotol kecap kosong yang menggelinding di jalanan.


''ehem!".😑💨


"ah, maaf ya pak".😅 Ucap Antonia ketika mereka bertiga menyadari bahwa mereka berada di dalam ruangan kepala sekolah.


"kita bicarakan ini nanti dirumah, Hara".😒


"iya sayang". 😥 Ucap Hara bernada lesu karena pasrah akan menerima Omelan dari Antonia dirumah padahal ia baru saja bahagia Beberapa waktu yang lalu bahwa ia akan menjadi ayah lagi.


"sabar ya pa. Kehidupan pernikahan itu memang berat dan mengerikan, jadi papa siap-siap aja dirumah yah". Ucap Tania menghibur sambil menepuk pundak Hara yang dibalas dengan tatapan melotot Hara.


kamu ini sebenarnya menghibur atau mengejek papa sih?!. Pikir Hara yang merasa kesal dengan ucapan Tania yang tercampur antara menghibur dan mengejek dengan ekspresi wajah yang datar saat mengatakannya.


"ng… sebenarnya kali ini putri tuan dan nyonya sedang tidak menghajar orang lain hari ini. Apalagi selama ini Tania adalah murid yang pintar dan membanggakan ditambah lagi jika Tania berkelahi, selalu bukan dia yang memulai jadi dia tidak terlalu bersalah".


hmp, sebenarnya ucapanmu ini bersifat memuji atau menjilat sih?. Pikir Tania menatap jutek kepada kepala sekolah karena ia merasa tidak terlalu mempercayai para tenaga pendidikan di sekolah yang terkenal dengan kesombongan yang dimiliki.


hm, sekolah yang menyimpan keangkuhan di dalamnya sudah pasti ada Beberapa guru yang tidak bisa dipercaya karena ada guru yang memiliki sifat menjilat kepada murid yang lebih kaya agar menjadi penjamin m


dan guru Madoc?


dididik darinya sejak kecil sudah pasti dipercaya apalagi ia sangat loyal terhadap bangsa Werewolf namun entah mengapa kali ini ia menyimpan sebuah rahasia tentang alasan mengapa ia berada di sekolah ini sebagai guru dari Trinity.


Apalagi Ucapan Samuel semalam sebelum akhir hayatnya bahwa Osmond Oerloom mengangkat seorang putra tapi baik dia dan anak-anaknya tidak tahu sama sekali bahwa anak angkatnya itu berniat menghancurkan mereka dari dalam.


hm…


vampir aneh yang pernah menyerang Keira disekolah namun tidak menghabisinya, putra angkat Oerloom bahkan alasan guru Madoc disini entah mengapa rasanya terhubung antara satu sama lain tapi apa?.🤔


hm, bekerja sebagai wakil dari sang Alpha memang berat tapi misteri ini harus dipecahkan segera. Tapi untuk memecahkan misteri ini, aku harus menunggu orang suruhanku kembali dari-


''Tania, kenapa kau melamun? apakah kau memikirkan sesuatu?". Tanya Antonia yang langsung membuyarkan pemikiran Tania.


"huh, aku tidak sedang memikirkan apa-apa kok ma". Tania menjawab berbohong kepada Antonia.


Aku tidak bisa melibatkan papa dan mama dalam masalah ini karena Firasatku mengatakan bahwa papa menyembunyikan sesuatu terutama Mengapa memerintahkan guru menjadi guru yang mengajar putra dari manusia yang tidak dia sukai mengingat hubungan antara Aurora dengan Adrian tidaklah baik?.


"begini tuan dan nyonya Rhyes. Alasan kenapa Anda berdua dipanggil akan dijelaskan oleh guru kesenian kami". Ucap si kepala sekolah menyilahkan si guru kesenian untuk bicara.


" begini tuan dan nyonya, putri anda disini karena sebuah gambar yang dia buat di pelajaran menggambar sebelumnya…".


"huh? gambar apa?. Silva, kalian tadi disuruh gambar apa?". Keira yang sedang menguping pembicaraan mereka dengan kemampuan pendengaran Serigalanya bertanya kepada Silvana dengan suara kecil yang masih bisa di dengar Dion.


"kami disuruh untuk menggambar salah satu burung yang ingin kami gambar".


disisi lain…


"lah, aku kan menuruti kata bu guru bahwa kami harus menggambar salah satu burung yang kami ketahui. Bu guru bagaimana sih?".😑❓


"benar kata putri saya, tapi salahnya dimana?". Tanya Hara yang tidak mengerti apa yang salah dari Tania sedangkan baik wajah guru dan kepala sekolah langsung memerah seakan mereka bingung bagaimana caranya untuk mengatakannya sehingga sang guru…


"memang benar bahwa saya yang menyuruh untuk menggambar burung namun yang saya maksud adalah burung yang merupakan hewan yang bersayap dan apakah menurut tuan dan nyonya gambar ini termasuk burung?".


Sang guru menunjukkan secarik kertas yang merupakan gambar Tania yang seketika baik mata Hara dan Antonia langsung membulat besar-besar karena saking terkejutnya.


"ooooh Mamamia! Astaga!". 😵 Antonia sungguh terkejut sampai pipinya menjadi merah saat melihat gambar Tania.


"Pe##s?!". Hara juga tak kalah terkejut dengan gambar Tania karena sebagai laki-laki ia tahu nama gambar yang telah digambarkan oleh putrinya Tania sendiri.