
Keira memakirkan sepeda motornya di suatu pakiran yang dekat dengan pelabuhan. Ia berjalan di pelabuhan lalu menghampiri salah satu kapal yang berlabuh di pelabuhan saat melihat Silvana.
"Keira". Panggil Silvana melambaikan tangannya ke Keira.Silvana begitu manis dengan sweater putih bergaris dan jeans biru Saat Keira melihatnya lalu Keira membalas lambaian tangannya dan berjalan menaiki kapal tempat Silvana berada.
Setelah diatas, mereka saling berpelukan sebentar dan cipika cipiki karena Senang bertemu padahal mereka berdua selalu bertemu.
"aku tadi datang kerumahmu tapi kata Sanse, kau menginap di kapalmu ini. Yah ampun, kau punya rumah tapi kau lebih sering tidur di kapal".
"habis, berada didekat lautan lebih nyaman dan tenang". Ucap Silvana sembari menyilahkan Keira masuk kedalam kapalnya.
"tapi rumahmu terletak di hutan, bukankah di hutan juga sama nyamannya dengan didekat lautan. Lagi pula kau pasti sering mendengar suara sirine dari Kapal-kapal yang berlabuh" Ujar Keira mengikuti langkah Silvana masuk ke dalam kapalnya.
Silvana membeli sebuah kapal pribadi tiga tahun yang lalu karena kesukaannya berenang di laut apalagi dengan profesi kedua yang dia jalani, bahkan ia pernah menghabiskan liburan musim panas selama dua bulan bersama dengan Sanse dan Dallas dengan dirinya sebagai nakhoda. Saat membeli kapal, ia pun juga belajar dengan cepat untuk mendapatkan surat ijin belayar dan semenjak Silvana memiliki kapal pribadi, ia banyak menghabiskan tidurnya di kapal dibandingkan dengan rumah kecuali saat musim dingin ia baru memilih dirumah.
Saat memasuki Kapal Silvana, terdapat perpaduan antara warna putih dengan pastel pada interior kapal dan Keira duduk di sofa mengistirahatkan dirinya akan beban di hatinya.
"meeeooong". Seekor kucing orange yang gendut menghampiri Keira yang berada di sofa sebagai bentuk penyambutan pada tamu butlernya.
"Halo Moci. Ya ampun, kau makin gemuk saja. Seperti roti". 🍞 Ujar Keira yang gembira saat melihat kucing orange peliharaan Silvana yang gemuk dan bulat sehingga ia pun menggendong kucing itu dan melupakan suasana hatinya yang mendadak kacau.
Saat Keira menggendong Moci dan mengelusnya, Moci langsung mendengkur seakan senang karena dielus dan dipeluk.
"Wah, aku tidak menyangka bahwa dia akan segemuk ini. Berapa kilo berat badannya?".
"hehe, kau tidak akan menyangka bahwa beratnya sekitar tiga kilo sehingga ia pun menjalani diet sekarang". Jawab Silvana saat ia meletakkan kedua minuman buatannya di atas meja.
Saat melihat majikannya duduk juga di sebelah Keira, Moci langsung melompat dari gendongan Keira ke pangkuan Silvana.
"Moci selalu ada di kapal ini?".
"tidak juga. Ia akan kubawa jika aku tidur di kapal dan selalu kubawa pulang ke rumah sebelum berangkat ke sekolah. Aku khawatir jika Moci ditinggal sendiri disini dan selama aku pergi, Sanse atau Dallas yang akan menjaga bola buluku yang gembul ini". Ucap Silvana sembari mengelus kepala Moci dengan gemasnya.
Siapa yang akan menyangka bahwa seorang Werewolf memelihara seekor kucing padahal Serigala dikenal sebagai nenek moyang anjing dan anjing selalu dikenal menjadi musuh bagi kucing tapi Melihat Silvana dan Moci sungguh menggemaskan.
"lalu bagaimana dengan bulan purnama?".
"oh, aku selalu meletakkan Moci diruangan khusus setiap bulan purnama agar saat bulan purnama muncul, aku tidak akan menyakiti Moci. Bukankah begitu, Moci?".
"Meeeooong".
"fiuh, syukurlah tapi kau belum menjawab pertanyaan yang Kutanyakan kepadamu".
"oh yang itu. Hutan memang tenang dan segar seperti lautan namun, aku sulit tidur karena aku merasa rengekan mereka padahal mereka berada di dalam bunker".
atau jauh di dalam hatimu, kau tidak menyadari bahwa kau merasa bersalah karena menyiksa mereka yang disebabkan oleh dendam sehingga kau tidak bisa tidur dengan tenang di rumahmu...
Andai saja aku bisa mengatakan padamu bahwa yang kau lakukan sekarang kepada mereka salah dan jauh lebih buruk dari yang pernah mereka lakukan padamu...
Andai saja aku bisa mengatakan padamu bahwa menyimpan dendam tidak selamanya baik
...tapi......
...apa bedanya denganku......
Aku mempunyai dendam terhadap vampire yang telah membunuh Eliasku.
namun aku tidak tahu apakah dendamku tergolong dendam yang sama denganmu, Silva...?.
Karena itu, sebagai seorang Alpha dan sahabat, aku tidak bisa berkata apa-apa dengan tindakanmu karena aku tidak tahu apakah tindakanmu yang menahan dan menyiksa keluarga yang jahat padamu, ibumu pada Sanse dan Dallas sudah termasuk
...benar?...
...atau......
...salah?...
"Keira, aku dengar bahwa kau dan Alex terjebak di lift yang jatuh semalam. Bagaimana keadaan Alex?". Tanya Silvana saat Keira sedang minum teh lemon buatan Silvana.
" Keadaannya semalam, ia mengalami demam tinggi tapi syukurlah demamnya sudah turun. Ini salahku membuatnya menunggu di bawah guyuran hujan".😩
"karena semalam itu bukan kencan bagiku. Bagiku Seperti hanya pertemuan biasa. Bukan kewajibanku untuk datang".
"tapi kau tetap datang dan aku yakin Alex pasti menganggapnya sebagai sebuah kencan. Oh yah, aku dengar dari Aurora mereka menuntut pihak-pihak yang terkait dengan peristiwa yang terjadi semalam,yah".
"begitulah. Bagaimana dengan wilayah Utara selama aku pergi?".
"semalam ada dua vampire yang memasuki wilayah Utara dan kau tidak akan menyangka siapa mereka".
"siapa? vampir baru? atau vampire liar?".Tebak Keira sembari memegang cangkir tehnya.
"bukan tapi prajurit dari keluarga.. Dasper".
Silvana Mengatakannya pada Keira dan jawabannya telah membuat Keira menjatuhkan cangkirnya sehingga cangkir itu langsung pecah berkeping-keping ketika menyentuh ubin kayu. Teh yang masih panas itu telah mengalir membasahi ubin kayu itu.
Dasper... keluarga Vampire nomor dua setelah Oerloom. Kepala keluarga itu adalah Kendrick Dasper dan salah satu anak keluarga Dasper itu...
Keira menatap Silvana beberapa saat sedangkan Silvana menundukkan kepalanya tanpa menatap Keira sama sekali melainkan menatap Moci yang tidur di pangkuannya dan tidak terusik dengan suara bising yang terjadi.
"maaf untuk cangkirnya Silva...". Keira berkata sambil membungkuk untuk mengumpulkan pecahan cangkir.
"Jangan Keira. Biar aku saja yang membereskannya". Setelah memindahkan Moci yang sedang tidur ke sofa, Silvana mengambil cangkir teh yang baru, mengisinya lagi dengan teh, lalu menyodorkannya ke Keira.
"minum dan makanlah Keira. Aku tahu dari wajahmu saat kemari kau tidak menyentuh makanan apapun yang disediakan Aurora karena itu kau harus makan". Kata Silvana sambil mengangkat serbet dari piring porselen, memperlihatkan tiga potong sandwich tebal dengan daging dan keju.
Keira mengakui bahwa dugaan Silvana benar bahwa ia belum ada makan sejak pagi walaupun Aurora menyediakan banyak makanan untuknya karena rasa sedih dan gundah di hati melarang lambungnya yang kosong untuk diisi. dan perasaannya yang masih kalut semakin membuatnya Kehilangan nafsu makan.
"aku tidak nafsu makan, Silva".
"aku tahu namun kau harus tetap memaksakan dirimu untuk makan. Jangan buat aku kecewa, Keira".
"... baiklah. demi kau aku akan makan".
Keira mengambil sepotong sandwich itu dan memakannya sehingga Silvana senang melihatnya.
"bagaimana dengan kedua prajurit keluarga Dasper itu? mereka sudah dihabisi?".
"tentu saja. Dan pastinya tidak ada korban di pihak kita walaupun sedikit kewalahan. Untungnya bayanganmu membantu kami".
"tentu saja tapi aku bertanya-tanya dengan penyusup dari keluarga Dasper. Pertama prajurit keluarga Uhtred lalu keluarga Dasper... kau tahu, sejak kejadian malam itu yang menyebabkan kematian Elias, seperti keluarga Oerloom, lima keluarga Vampire atas juga menghilang bak ditelan bumi. Apa tujuan mereka yang mengirimkan prajurit Mereka ke wilayah yang dilarang dan berbahaya untuk mereka masuki?".
"mungkin ini ada hubungannya denganmu, Keira".
"aku?".
"kau tahu bahwa keenam keluarga itu membentuk aliansi untuk melawan bangsa kita bahkan mati-matian untuk mendapatkan wilayah bangsa kita yang di penjuru mata angin agar menghabisi bangsa kita lebih besar.
Diantara semua wilayah itu, Utara adalah garda depan bangsa kita namun tidak dapat mereka lewati selama ada kau sebagai Alpha Utara.
Mereka sepertinya mulai curiga bahwa kau sudah jarang terlihat di wilayah Utara dan berniat untuk melaporkan penemuan mereka itu ke tuan mereka".
"tapi ajal sudah menjemput mereka duluan sebelum memberi tahu. Semenjak sekolah di SMA Fallen, waktuku di hutan semakin berkurang. Aku harus berhenti dari sekolah itu untuk-".
"jangan berhenti bersekolah Keira. Jika kau berhenti, aku tidak mau menjadi temanmu lagi". Ancam Silvana.
"ketidakhadiranku bisa membuat wilayahku dalam bahaya, Silvana!".
"kau bisa menggunakan kemampuanmu memecah ragamu untuk memantau wilayah. Bukankah bagianmu yang lain sama kuatnya juga denganmu?". Usul Silvana. Keira berpikir tentang usul Silvana dan ia menyadari bahwa dia bisa menggunakan kemampuannya untuk memantau wilayah selati ia sekolah dan bekerja selagi memantau wilayah.
Keira menutup matanya dan seketika bagian dirinya yang lain sudah duduk disebelahnya.
"kembali ke rumah dan awasi Utara". Keira yang lain mengangguk setelah ia mendapat perintah dari tubuh utamanya dan pergi sehingga cuma dua orang itu yang tinggal disana.
"seandainya saja aku bisa menggunakannya untuk di sekolah, tapi aku teringat dengan kejadian disekolah tiga bulan yang lalu itu. Bagaimana bisa Alex tahu bahwa waktu itu bukan aku?".
"mungkin karena cinta bisa melihat perbedaannya, Keira".
"Cinta? cinta apa yang kau maksud?". Keira pura-pura bodoh tapi Silvana menangkap kepura-puraan Keira sehingga ia tersenyum.
"Jangan bodoh, Keira. Kau tahu cinta siapa yang aku maksud. Karena itulah yang membuat hatimu menjadi gundah'kan?"