The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 148 : Explain



"pangeran Leo katamu?!". Ucap Silvana sambil menarik kembali senjatanya dari leher Keitha sehingga Keitha sedikit lega karena bisa berbicara secara leluasa walaupun dia tahu Silvana masih tidak percaya dengannya.


"apa kau memiliki hubungan dengan pangeran Leo? ".


"kau pikir aku berbohong?".


"…entalah. Aku sudah pernah dibohongi oleh seorang vampir jadi mengapa aku harus mempercayai kejujuranmu?".


"…semua ini karena vampire yang pernah mengisi hidupmu dulu'kan sehingga kau merasa ragu apakah aku bisa dipercaya atau tidak?.


lagipula, jika aku jahat, maka aku tidak akan menyelamatkan nyawa tuan putri sekaligus Alpha kalian".


"apa?! jadi ternyata kau yang menolong Keira?". Tanya Silvana memastikan dan Keitha menjawabnya dengan sebuah senyuman dan anggukan.


"kalau begitu, Mengapa kau tidak menghabisi vampire itu? apakah karena kalian satu bangsa sehingga kau tidak tega?".Sindir Silvana mengingat walaupun dia berterima kasih karena musuh mereka telah menolong pemimpin mereka, tetap saja Silvana kecewa karena mantan terburuknya tidak dihabisi.


"bagaimana bisa aku menghabisinya jika aku memikirkan keadaan pemimpin kalian? selain itu, aku rasa Kaulah yang paling berhak untuk menghabisinya".


"huh!, apakah karena kau tidak ingin mengotori tanganmu sendiri sehingga kau ingin aku yang melakukannya?". Tebak Silvana sambil tersenyum sinis kepadanya.


"bukan… kau lebih berhak karena dia bersalah karena telah meracuni pikiranmu untuk menyiksa mereka sebagai balasan untuk kejahatan mereka kepadamu dan kedua saudaramu...". Ucap Keitha menatap sedih Ke arah gadis itu.


DEG!


Bagaimana dia bisa…


Silvana terdiam, bola matanya langsung kembali berubah menjadi kuning menyala dan seketika ia kembali menodongkan senjatanya tepat di leher Keitha.


"apa yang kau ketahui tentang diriku, brengsek?!". Bentak Silvana yang emosi setelah Keitha mengatakan sesuatu yang telah menyinggung Silvana yaitu sisi gelapnya.


"…demi dia aku harus mengetahui orang-orang yang berada didekatnya namun jika kau ingin tahu banyak, besok temui aku sendiri. Aku akan memberitahu tempatnya kepadamu karena kita berbicara ditempat yang tidak tepat". Ucap Keitha Ketika merasakan bahwa beberapa werewolf akan menuju ketempat mereka berada. Silvana juga merasakannya namun ia tidak tahu apakah ia akan melawan vampire yang berada di depannya atau mendapatkan informasi sebanyak mungkin terutama mengenai hubungan antara Leo Dengannya.


"percayalah kepadaku. Anggaplah sebagai bentuk balas Budi kepadaku karena aku telah menyelamatkan Keira dari Emery dan aku akan mengatakan apa yang ingin kau tanyakan kepadaku walaupun tidak semuanya aku bisa jawab…". Ucap Keitha dan seketika ia berubah menjadi kelelawar dan pergi terbang sedangkan Silvana hanya diam menatap kelelawar terbang menjauh entah kemana.


"Jenderal!". Sahut lima prajurit werewolf datang menghadap Silvana.


"eh, yah?". Ucap Silvana bersikap biasa saja untuk menutupi bahwa ia telah bertemu dengan seorang vampire dan pertama kalinya ia melepaskan Vampire itu pergi tanpa perlawanan.


Sementara itu di kediaman keluarga Nash…


''Tania, bisakah kita berbicara di suatu tempat?".Ajak Danny ketika ia melihat Tania diam saja apalagi dia tidak tahu bahwa pertama kalinya ia menjadi diam seperti anak baik, biasanya diam-diam barbar, diam-diam savage.


"aku bersamanya dulu". Ucap Tania kepada dua laki-laki itu lalu ia berdiri dan pergi bersama dengan Danny.


"kau tidak mengikuti saudarimu😧?". Tanya Dion ketika melihat Cio hanya makan saja.


"dia sendiri tidak apa-apa kok. dia'kan sang Beta''.


Danny dan Tania berjalan menjauhi kerumunan tamu sedangkan para gadis tamu yang ingin mendekatinya susah saat Danny memerintahkan kepada para pengawalnya agar tidak ada siapapun yang mendekatinya selagi ia berbicara dengan Tania hingga akhirnya mereka berdua sampai di sebuah taman kediaman Nash.


"ayo duduk". Ucap Danny duduk di bangku taman sambil menepuk-nepuk disebelahnya yang kosong dan sambil memicingkan matanya, Tania duduk di sebelah Danny dan memandang lurus kedepan.


"dimana kedua temanmu? aku tidak melihat mereka ada disini".Ucap Tania memulai pembicaraan tanpa menoleh sedikitpun ke Danny.


"Alex dan Noah. Alex sedang menjaga orang yang dia sayangi sedangkan Noah sedang ada urusan". Jawab Danny tanpa menoleh juga ke Tania melainkan melirik sekilas ke Tania.


"…tidak juga. Aku sedih namun aku mengerti lagipula mereka sudah sering datang ke acara ini. Sebagai seorang teman, aku harus mengerti bahwa mereka benar-benar tidak bisa hadir kali ini".


"oh…".


"hanya itu saja yang kau tanyakan padaku? tidak ada yang lain, Tania?". Tanya Danny sambil menoleh ke arah Tania. Tania menghela nafasnya lalu menatap tajam ke arah Danny.


"…apa yang harus aku tanyakan kepadamu?".


"apa saja Tania. Aku akan menjawabnya".


"baik, apa warna ****** ***** yang kau pakai hari ini?".


"maksudku bukan pertanyaan yang seperti itu. Hadeh😧".


"jadi aku harus bertanya apa?".


"…mengapa kau tidak bertanya kepadaku tentang… kau tahu itu".Ucap Danny.


"…hm… sejak kapan kau tahu bahwa kami adalah… kau tahu apa kelanjutannya,bukan?".


"sudah lama. Aku mengetahuinya sudah lama namun aku baru mengingatnya lagi saat aku mengetahui bahwa nama keluargamu adalah Rhyes sedangkan mengenai teman-temanmu baru aku ketahu saat kita di pulau Lamiya. Aku tidak sengaja mendengarkan pembicaraanmu dengan keluargamu dan Silvana saat kalian mengatakan bahwa Alex menghilang dan Keira pergi menyusulnya namun kalian tidak memberitahu kami".


"itu karena kami tidak ingin kalian khawatir. Saat itu Alex dan Keira berada di tempat yang tidak bisa kami datangi saat malam. Itu berarti kau tahu siapa Silvana?".


"yah… jujur sungguh mengejutkan bagiku saat menyadari bahwa dia sama dengan kalian padahal aku tahu dia manusia dari kisah yang aku dengar dari Noah".


"itu karena Noah tidak tahu cerita selanjutnya dari kisah Silvana dan kisah masa kecilnya yang kelamlah yang membuatnya menjadi seperti sekarang. Seperti kami".


"sungguh malang nasibnya dan Saudara-saudaranya namun syukurlah dia dan kedua saudaranya memiliki kehidupan yang baru dan lebih baik".


"yah… mengenai Keira, kau tahu sesuatu?" Tanya Tania dengan sorot matanya yang tidak tajam lagi kearah Danny.


"mengenai Keira, aku juga sudah tahu. dia putri dari raja dan ratu werewolf. Sebagai seorang Watcher, kami diberi tahu namun baru kali inilah aku melihat Keira saat ia datang ke SMA Fallen karena ia dan keluarganya terbilang jarang muncul di hadapan kami bahkan tidak pernah".


"itu karena kedua orang tuanya sangat sibuk sehingga kedua orang tuaku yang mewakili mereka. Mengenai siapa kami, kau tidak mengatakan apapun kepada Alex dan Noah?".


"hm, tentu saja tidak. Aku tidak pernah memberitahukan siapa mereka sampai mereka mengetahuinya sendiri".


"oh. Jika kau tahu, kau tidak mencegah mereka untuk menjalin hubungan dengan Silvana dan Keira?". Tanya Tania dan Danny tersenyum tahu maksudnya.


"tidak. Aku tidak bisa mencegah mereka yang mencintai seorang perempuan Tania. Jika mereka jatuh cinta mengapa kita harus menghalangi. Seseorang pernah berkata bahwa cinta tidak bisa dipaksakan namun cinta tidak bisa dihalangi. Lagipula, hati yang memilih walaupun tidak ada yang tahu bagaimana akhir kisah cinta setiap orang".Ucapan Danny membuat Tania tersenyum mendengarnya karena dia merasa lega bahwa Danny tidak masalah jika kedua temannya berhubungan dengan temannya yang berasal dari bangsa Werewolf walaupun dia penasaran dengan akhir kisah cinta yang berbeda dunia.


"aku senang mendengarnya. Oh yah, kau mengatakan bahwa kau mengetahui sejak lama sekali. Apakah dari kecil kedua orang tuamu mengatakannya kepadamu?".


"hm ya dan tidak". Jawab Danny mantap.


"huh? maksudnya ya dan tidak apa?".Tanya Tania penasaran dengan maksud Danny.


"hm, maksudnya adalah… kedua orang tuaku mengatakannya kepadaku setelah aku bertemu denganmu saat aku berusia sebelas tahun".


"huh? saat kau berusia sebelas tahun?? memangnya kita pernah bertemu??".


"lah, kau lupa? aku kira kau ingat dengan seorang anak laki-laki yang tersesat enam tahun yang lalu".