
Di sebuah perbatasan Vampire & werewolf...
"kau datang juga".
"apa kabar, pangeran Serigala". vampir itu datang di hadapan Leo. vampir yang pernah di jumpai Keira disekolah menjumpai Leo.
"apakah kau sudah tahu bahwa Keira sakit?".
"ya.Aku Tahu pasti sudah waktunya".
"sudah waktunya? Apa maksudmu di sering sakit seperti itu? tapi bagaimana mungkin dia seorang werewolf bisa sakit?".
"kami bangsa werewolf tidak sakit seperti yang dialami manusia pada umumnya. sakitnya itu berasal dari luka akibat Pertempuran dan selalu muncul setiap 3 bulan".
"apa? luka itu berasal dari pertempuran mana?".
Leo menatap Vampir itu dengan mata kuning menyala.mendengar pertanyaannya membuat dia ingin sekali menghabisinya.ia tidak peduli siapa vampire yang didepannya itu.ia mencengkeram kerah jubahnya sehingga penutup jubah tersingkap dan memperlihatkan Rambutnya yang hitam seperti gagak dan matanya merah seperti darah.
"pertempuran mana lagi,bodoh! Ayah angkat Mu yang melakukannya! demi menyelamatkan saudara angkat sialanmu itu dia membuat luka yang selalu menyiksa Keira selama setahun lebih ini!".
vampir itu terkejut.Leo melepaskan cengkraman tangannya dan vampire itu mundur ke belakang setelah mengetahui apa yang terjadi pada Keira. vampir itu begitu terkejut dan sedih. untuk sebuah musuh bebuyutan yang berasal dari beratus-ratus tahun yang lalu, sungguh sangat mengejutkan seseorang vampir begitu sedih dengan apa yang menimpah seseorang werewolf. Apakah dia memiliki hubungan dengan Alpha Utara?.
"aku ingin bertemu dengannya... ijinkan aku bertemu dengannya".
"apa? kau sudah gila? Kau pikir dia mau bertemu denganmu? lagipula, bukankah kau membaur disekolah itu demi melihat dia alih-alih kau menunggu keluarga Oerloom untuk kembali?"
"tapi,dia tidak tahu siapa aku, pangeran".
"jangan bertindak bodoh.kau pikir kau itu siapa adikku?".
"DIA ADALAH ADIKKU! ADIKKU JUGA! DIA ADALAH ADIKKU TERSAYANG YANG KUKIRA SELAMA INI DIA SUDAH MATI HINGGA AKU MENGETAHUI KEBENARANNYA SAAT SEORANG VAMPIRE MEMBUATKU SEPERTI INI!".
"pelankan suaramu bodoh. Apa kau ingin bangsa Werewolf dan vampir tahu bahwa kau adalah kakak Keira yang lain selain aku,Kevin.kau ingin bangsa Vampire memberitahu keluarga Oerloom bahwa kau adalah kakak Keira yang lain dan tujuanmu menjadi bagian keluarga mereka untuk memata-matai mereka selama ini? kecerobohanmu bisa membuat adik kita dalam bahaya".
Vampir itu mulai tenang. Leo benar, bagaimanapun Keira adalah adiknya saat masih menjadi manusia. ia rela menjadi mata-mata Leo dikeluarga Oerloom demi adik yang terpisah darinya sebelah tahun yang lalu.
"aku... ingin dia tahu bahwa aku menyayanginya... demi dia aku rela menghianati bangsa Vampire yang menjadi bangsaku.tidak peduli kami beda ras sekarang, karena bagiku... dia terlahir sebagai adik kandungku yang begitu manis dan baik".
"dia juga adik kandungku dan aku lebih menyayanginya dari apapun. dia memiliki takdir sebagai werewolf karena siapa?".
"aku tahu... ayahku membuat kesalahan yang membuat adikku tersayang telah terenggut takdirnya sebagai manusia... sebagai bagian dari keluarga kami... tapi siapa yang membuat haknya sebagai manusia hilang".
Vampir itu menatap tajam leo dan membuat dia marah.
"ayahku berduka karena adikku dibunuh oleh ayahmu hingga dia membuat kutukan untuk membuat adikku telahir kembali melalui rahim Ibumu.Saat Keira lahir, kalian sudah tidak punya hak untuk menjadi keluarganya".
"kau!".
"itu memang benar dan selain itu,kau pikir Keira mau menerima dan mengakuimu? yang ada dia membencimu".
"tidak...hentikan...".
"saat Keira Masih bersama kalian, Apakah dia pernah merasakan kebahagiaan dari ayah dan ibu manusianya? tidak!"
"hentikan....".
"ayah dan ibumu tidak pernah memberikan cinta dan kasih sayang kepadanya seperti yang kami berikan padanya".
"cukup...leo...".
"kau adalah anak Kesayangannya mereka sedangkan Keira?mereka anggap dia tidak ada dan mereka menyesal membuat dia lahir di kehidupan ini".
"hentikan!!".
dia beteriak.teriakkannya membuat Leo bungkam.vampir itu tahu bahwa yang dikatakan Leo benar. Bahkan mereka tidak pantas untuk di panggil orang tua.Hanya saja,mengapa dia dan Keira harus menjadi korban? Mengapa anak-anak harus menjadi korban dari kesalahan orang tuanya? seharusnya orang tuanya yang dihukum,bukan mereka sebagai anak-anak. mungkinkah ini namanya karma?
"aku tahu...kau tidak perlu mengatakan kebenarannya padaku. Hanya saja,aku sayang padanya walaupun aku tahu dia sangat membenciku...".
"apa yang akan kau lakukan sekarang?".
"demi dia, aku rela menghianati bangsa Vampire walaupun aku benci harus menjadi mata-matamu tetapi, asalkan bisa melihatnya walaupun dari jauh,aku tetap bahagia".
di Twinsbells...
"selamat datang di...oh! kalian kesini!?".
Silvana terkejut saat melihat pelanggan yang datang. pelanggan yang tidak disangka-sangka.
"halo Silvana". sapa Noah.
"meja untuk tiga orang dan aku membooking tempat ini". kata Alex saat melihat cafe yang sedang mereka bertiga mengikutinya hingga mereka tiba di sebuah meja yang Alex inginkan.
"ini menunya.aku akan segera kembali".
Silvana memberikan mereka masing-masing menu cafe. Setelah membuat papan buka menjadi tutup, buru-buru Silvana pergi memasuki dapur tempat Dion berada.
entah sebuah keberuntungan atau kesialan saat seorang pewaris Fallen Group membooking semua meja padahal baru saja mereka buka.
"ada apa Silvana? mengapa kau datang tergesa-gesa."
"Dion.a....a...a..".
"a...apa?"
"ad...ada...ada".
"ada? bicara yang jelas,Sil"
"ada Trinity!". Akhirnya Silvana bicara dengan jelas juga. Dion yang mendengarnya tertawa.
"kenapa tertawa?".
"habis kau bilang Trinity sih.bagaimana mungkin ada Trinity makan disini? mereka itu seleranya kelas atas bukan kelas menengah seperti cafe ini".
"huh! tidak percaya lihat saja sendiri".
Dion mengamati dari lubang tempat pengeluaran pesanan. Matanya terbelalak saat melihat ada Alex Danny dan Noah duduk di Cafe mereka untuk pertama kali.
Ia sampai melepaskan kacamatanya dan mengelap lensanya dengan kain untuk memastikan apa yang dilihatnya beneran atau tipuan penglihatan.
"aku benar kan ?".
"yah.kau benar".
"bahkan Alex membooking semuanya".
"apa!".
"untuk sebuah cafe,dari luar biasa tapi dalamnya bagus juga". Puji Noah. Alex bangkit dari kursinya dan melihat-lihat . tatapannya tertuju pada foto-foto didinding.
ada foto Keira bersama Dion, ada Keira duduk sendiri di bawah pohon bersama beberapa serigala.Alex takjub melihat foto itu dan ia memperhatikan serigala-serigala itu.
ini serigala asli atau Siberian Husky?
pandangannya kembali memperhatikan foto-foto itu. Ada Keira bersama Tania dan Silvana,ada juga Keira bersama Dion dengan ayah,ibu dan saudaranya yang tidak Alex kenal.
aku rasa ini foto keluarga Keira...
Alex menatap foto itu.siapapun dapat melihat betapa bahagianya keluarga itu. Timbul rasa cemburunya betapa dia ingin sekali memiliki keluarga seperti Keira. Keluarga yang memberikan kehangatan.
"lembaran-lembaran apa yang kau bawa Danny?". Tanya Noah yang melihat Danny terlihat membawa beberapa lembar kertas.
"ini dokumen pemesanan pelanggan kami.Ayahku memintaku untuk memeriksa pesanan-pesanan pelanggan yang membeli senjata di perusahaan kami karena dia sangat sibuk".
Noah memperhatikan dokumen-dokumen itu hingga mata Hazelnya menangkap sesuatu.
"Busur Black recurve junxingF163?".
"oh,ini busur panah kami yang terbaru.Seseorang meminta perusahaan kami membuat sebuah busur panah yang khusus untuk seseorang dan kau tahu,Noah? busur ini hanya dibuat satu oleh perusahaan kami dan tidak ada yang lain atas permintaan pemesannya".
"apa keunggulannya?".
"Busur Black recurve junxing A163 ini memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi. Hasil bidikan sangat jarang meleset dan selalu tepat mengenai sasaran.
Ini dikarenakan limbs, riser dan string-nya diproduksi dengan hasil presisi tinggi menggunakan mesin teknologi terbaru sehingga senjata ini sangat cocok jika ingin berburu atau memanah sesuatu".
"keunggulan lainnya?".
"Keunggulan lainnya adalah busur ini terasa ringan, kuat, tahan air dan powerfull.jika pemesannya mengijinkan perusahaan kami untuk memperbanyak busur ini maka pasti busur ini akan cocok digunakan oleh banyak kalangan pemanah.
dan pastinya,dengan semua keunggulan tersebut, pastinya busur ini akan diakui kualitasnya di skala internasional".
"tapi sayang mereka tidak mengizinkan".
"begitulah.kami mendatangi kontraknya dan kami tidak ingin melanggarnya demi nama baik perusahaan apalagi orang itu rela membayar sebanyak 3 miliar enam ratus lima puluh juta Gold".
"hanya sebuah busur dia membayar 3 miliar enam ratus Lima puluh juta Gold!?".
"yup.apalagi anak panahnya".
"ada apa anak panahnya?".
"dia membayar 1 juta gold untuk setiap anak panah tapi bukan sembarang anak panah. seperti warna busurnya, anak panahnya juga warna hitam anak panahnya dibuat dari kombinasi inti alumunium yang dilapisi dengan karbon dan hari ini dia memesan 150 anak panah".
"wah,dia pasti senang berburu dibandingkan dengan kau Danny".
"pastinya.aku akan melihat siapa yang..."
Danny terdiam saat melihat sesuatu di file pemesanan panah Black recurve junxing itu. Dia tidak menyangka.
",Siapa Dan?".
"Keira Retizen".
"kalian mengatakan Keira?ada apa?". Alex menghampiri mereka saat mendengar nama Keira yang disebutkan.Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada Alex. Alex melihat nama Keira disalah satu dokumen Danny.ia merebut dokumen itu dan membacanya.
"wah Alex,aku tidak menyangka bahwa gadis yang kau sukai benar-benar lain dari yang lain".
"lain dari yang lain bukankah itu berarti bahwa dia sangat spesial dari gadis lainnya?".
tak lama kemudian, Silvana keluar dari dapur dan menghampiri mereka.Melihat Silvana berjalan menuju meja mereka, secara diam-diam Alex menyembunyikan dokumen yang dibacanya dan menyelipkannya diantara dokumen yang dibawa Danny.
"apakah kalian sudah menentukan pesanannya?".
"oh ya.daging sapi saus tiram satu, steak sapi saus jamur satu dan sup iga sapi satu".
"minumnya?".
"Jus Cranberry satu, es mentimun serut satu dan punch orange mint satu".
"ada tambahan yang lain,Noah?".
"Ng...itu saja".
"baik.tunggu sebentar,ya."
"tunggu sebentar, Silvana".panggil Alex.
"ada apa?".
"dimana Keira?".
"Keira? dia sedang sakit jadi dia ada dirumahnya sekarang dan Tania menjaganya".
"dimana rumahnya?".
"maaf.itu informasi pribadi".
sudah kuduga dia tidak akan mengatakannya.
Silvana memberikan satu strip kertas ke loket makanan sedangkan satu strip lagi dia bawa ke bagian minuman.Silvana membuat minumannya secepat mungkin dan berharap Dion juga cepat memasak agar ketiga manusia itu cepat pergi. Ia merasa tidak nyaman dengan salah satu diantara mereka.
Noah Archer. Entah mengapa dia merasa dirinya hatinya merasa berdebar-debar. Silvana bisa menutupi rasa deg-degan saat didekatnya tetapi saat mata Hazelnya menatapnya dari kejauhan, membuatnya tidak nyaman.
Silvana Hart, dia pernah merasakan apa yang dia rasakan sekarang dan tahu perasaan yang dirasakannya hanya saja, Ia berhenti mempercayai dan mengakui perasaannya itu semenjak penghianatan terjadi dalam hidupnya. Ia benci mengakui kenyataan bahwa seorang letnan yang sadis terhadap musuhnya masih bisa merasakan perasaan yang dirasakan oleh setiap pria dan wanita.
saat Silvana dan Dion sedang sibuk, Alex kembali melihat dokumen pemesanan anak panah yang dipesan oleh Keira. Ia mencari alamatnya.
"sudah dapat?". tanya Danny.
"Ng...a-ha. aku tahu sekarang".
"dimana?".
"hanya itu saja? dimana letak tempatnya dan Bukankah daerah itu terletak di wilayah utara Altair?".
"aku pergi dulu".
Alex mengambil mantel hitamnya dan pergi meninggalkan kedua temannya tepat saat Silvana membawa minuman mereka.
"kemana teman kalian?".
"Ng... dia ada urusan".
Noah memberikan alasan palsu kemana Alex pergi.Silvana menatapnya dengan tatapan curiga.Sekilas dia melihat sebuah nama dokumen yang menampilkan sebuah logo Knox industri.
daftar pemesanan..... Knox industri. Mengapa rasanya familiar?.
sementara itu...
Alex mengemudikan mobil sportsnya dengan kecepatan tinggi hingga dia memasuki kawasan hutan Cedar.
pantas saja mengapa di latar fotonya terdapat pohon-pohon cedar. ternyata dia tinggal di daerah pegunungan.
Saat memasuki kawasan hutan Cedar, mendadak sebuah kilasan muncul dalam pikirannya.Seketika ia meremkan mobilnya secara mendadak.
Penglihatan apa barusan? Mengapa aku melihat jalan di sebelah kiri?
Alex memegang matanya Yang dibalik penutup matanya itu. saat matanya berdenyut, entah mengapa dia melihat sebuah penglihatan walaupun hanya sebentar Saja.
Alex keluar dari mobil dan memperhatikan sekelilingnya. benar saja, Alex melihat semua jalan disisi kirinya.
"ada tapi yang benar saja, jalan ini begitu kecil. hanya sepeda motor saja yang bisa masuk".
Yang benar saja. masa aku berjalan sendiri tanpa mobil sih. malah di hutan lagi, yang ada aku bisa tersesat.
Alex mengurungkan niatnya dan akan memasuki mobilnya namun langkahnya terhenti. dia memutarbalikkan badannya dan memandang ke depan.
"apa aku harus pergi ke sana?".
Disaat Alex merasa bingung, dari kejauhan, sepasang vampir mengintainya.
"lihat manusia itu.tidakkah dia terlalu tampan untuk menjadi makanan?". Kata seorang vampir wanita.
"kau bilang tampan? lihat baik-baik diwajahnya itu. salah satu matanya memakai penutup mata, dia pasti cacat".
"dasar laki-laki.kalau cemburu bilang aja".
"dasar perempuan. Lihat yang bagus malah jelalatan.ingat, manusia itu makanan kita".
"aku tahu, brengsek.ayo kita tangkap dia".
Mereka akan menyerang, tetapi beruntung Alex sudah pergi dari tadi saat mereka bertengkar sehingga Alex aman untuk sekarang ini.
"dimana dia? sialan kau! gara-garamu, mangsa kita jadi kabur". vampir pria itu menyalahkan si vampire wanita karena menjadi penyebab hilangnya buruan mereka.
"apa! jangan salahkan aku! kau pikir aku saja,kau itu juga brengsek! malah dia masuk ke dalam kawasan bangsa werewolf sialan itu lagi".
"sebelum mangsa kita memasuki kawasan para anjing-anjing itu, sebaiknya kita harus menangkapnya".
kedua vampire itu pergi, Mereka mencari Alex sedangkan Alex, walaupun dia tidak pernah kehutan sebelumnya, entah kenapa langkah kakinya berjalan menuju arah tempat Keira berada.
saat berjalan,Alex menikmati keindahan alam yang terdapat di hutan. udara yang segar dan sejuk, suara kicauan burung,bahkan melihat pepohonan-pepohonan yang menjulang tinggi membuat pemandangan hutan menjadi begitu indah dan terasa romantis. tetapi Alex tidak menyadari bahwa dibalik keindahan hutan terdapat sebuah kengerian dan rahasia mencekam di dalamnya.
aku tidak tahu kemana aku melangkah tetapi mengapa rasanya begitu familiar...?
"itu dia.Kita menemukannya.Ayo kita tangkap sebelum..---".
"sebelum apa?".
vampir wanita itu tidak menyelesaikan kalimatnya karena seseorang telah memotong perkataanya. sepasang vampire itu melihat kebelakang. di belakang mereka terdapat seorang vampir yang menjumpai Leo tadi.
"kau!!".
sebuah teriakan keras menggema di seluruh hutan.teriakan itu terdengar sampai ke Alex. dia mendengarnya dan merasa merinding.
"suara apa itu?".
"maaf saja kalau kalian mau membunuhnya.tidak akan kubiarkan kalian melakukan itu".
vampir itu tersenyum sinis saat dia membunuh kedua vampire itu dengan tangannya sendiri hingga yang tersisa dari mereka adalah abunya saja. tatapannya kemudian beralih ke Alex yang sedang berjalan lurus ke dalam hutan.
aku melihatnya... aku melihat bahwa kaulah pasangan sejati Keira. Aku menyelamatkanmu agar masa masa depan adikku dapat terjadi. bahwa kaulah yang akan membuat Keira bahagia walaupun kalian berdua belum menyadari bahwa kalian tercipta untuk bersama.
ucapnya dalam hati dan dia menghilang.
"Apa yang kau lakukan disini!?".
Suara Tania mengejutkan Alex. dia berhenti dan berbalik, Tania berada di belakangnya dengan memakai jaket jenis parka bewarna hijau lumut dengan model casual sebagai atasannya dan celana panjang jeans biru laut juga sepatu boots putih.
"kau, temannya Keira.Tania kan?".
"benar.apa yang kau lakukan disini? kau tidak tahu bahwa hutan tempat yang berbahaya?".
"Tentu saja aku menjenguk Keira. kalau hutan merupakan tempat yang berbahaya, mengapa dia tinggal di hutan?".
"tunggu dulu.Kau tahu dari mana bahwa Keira tinggal di wilayah hutan ini?".
"awalnya agak sulit mencari alamat rumahnya tapi kemudian seperti takdir, aku berhasil menemukan alamat rumahnya tanpa sengaja walaupun aku tidak tahu persis letak rumahnya berada".
jadi Silvana benar. Untunglah dia mengirim pesan hinggah Aku tahu dia bakal kemari.
(Flashback...)
di rumah Keira sebelumnya**...
"bagaimana keadaan Keira sekarang?".
Tanya Cio yang sedang membawa sebuah baskom yang berisikan air es yang baru.
"seperti biasa.tidak ada perubahan sama sekali. setiap tiga bulan juga seperti ini tapi jangan khawatir. dia akan selalu kembali membaik setelah 2 minggu".
Kata Tania yang terus memperhatikan Keira yang terbaring sambil menahan rasa sakit.
"kakak, biar aku saja yang mengantikanmu menjaga Keira sampai Dion pulang kemari".
"baiklah. aku akan memantau wilayah dulu".
Tania berjalan menuju balkon dan melompat turun ke bawah. saat melangkah, ia merasakan hp-nya bergetar di saku celananya.
Tania merogoh kantong Celananya di sebelah kiri dan mengecek pesan yang masuk di smartphonenya.
"Silvana?".
Tania membuka pesan yang dikirimkan Silvana kepadanya yang ternyata pesan darurat.
______________________________________________
***Date** :18 June 2013
From: Silvana
Tania, apakah kau tahu bahwa Alex dan kedua temannya datang ke cafe? saat aku mengantarkan pesanan minuman mereka, aku melihat logo Knox industri di salah satu dokumen yang dibawa oleh Danny. aku baru menyadari bahwa knox industri merupakan tempat dimana kita memesan senjata.
Tania, saat Aku melihat Alex pergi terburu-buru, aku rasa Dia melihat pemesanan senjata milik Keira. jika dugaanku Benar, pasti alamat kita tinggal pasti akan tercantum disana dan dia pasti akan pergi ke wilayah kita.
cegah dia sebelum dia dalam bahaya*.
______________________________________________
"Apppaaa!?"
(flashback end....)
"dengan Alex, sebaiknya kau kembali saja. kira itu sedang sakit. jangan ganggu".
"tidak. Aku ingin melihatnya. kau tidak berhak melarangku ".
"ya ampun...jika aku mengantarmu,kau akan pulang?".
"yup".
"baiklah.ikut aku".
Tania dan Alex berjalan bersama.sepanjang perjalanan,Alex melihat beberapa orang yang tidak dia kenal menatapnya dengan tatapan yang dingin.
"Siapa orang-orang ini? kenapa mereka menatapku?dan mengapa diantara mereka memegang tombak?".
"mereka semua adalah penjaga Keira juga penjaga wilayah ini. seharusnya kau tahu sendiri tidak selamanya hutan menyimpan keindahan alam, hutan juga menyimpan kesedihan yang kengerian di dalamnya. Kau tidak pernah tahu apa dibalik rahasia hutan".
"dan Mengapa mereka menatapku?".
"tentu saja. mereka baru pertama kali melihat ada seseorang selain kami disini dan diantaranya memegang tombak untuk melindungi diri dan mencegah penyusup masuk".
"penyusup?".
sepertinya aku terlalu banyak bicara.
"kau ini. banyak sekali Pertanyaanmu".
"aku hanya ingin tahu.aku melihat foto Keira bersama kawanan Serigala. Apakah itu seri--".
"Tentu aja serigala asli. Kau pikir Siberian Husky?".
"hei, aku bisa bedakan yang mana Serigala yang mana Siberian Husky. hanya saja aku penasaran".
mungkin ini kesempatanku agar dia tidak banyak tanya.
"wilayah ini merupakan tempat perlindungan untuk Serigala-serigala disini. kau tahu bahwa Serigala memiliki bulu yang bagus sehingga manusia suka memburu mereka untuk diambil bulunya dan suka menjadikannya pakaian seperti mantel bulu atau karpet demi memenuhi orang-orang kelas atas yang menyebalkan Seperti kalian".
kata-kata yang diucapkan Tania ada sebagian yang benar dan adanya bagian yang ia gunakan untuk menyindir orang kelas atas seperti Alex. Tania tidak selalu mengungkapkan kebenaran sesungguhnya bahwa bukan hanya melindungi serigala liar saja dari manusia, tetapi juga melindungi wilayah Utara dari bangsa Vampire. Alex tidak perlu tahu akan hal itu.
setelah berjalan tidak lebih dari sebelas meter, alex menangkap sekilas bayangan sebuah rumah yang berdiri di atas di jalan. tidak lama kemudian mereka sampai di jalan menuju ke sebuah rumah yang besar dan berwarna putih. untungnya sekarang ini bukan musim dingin. jika musim dingin pastinya tanjakannya akan menjadi curam. Alex mungkin tidak dapat berjalan ke atas di Jika itu terjadi.
"kau bisa naik ke sana".
Tania menunjuk ke sebuah Kotak Pos berwarna biru sekitar tiga meter dari jalan. Alex melihat tangga dari batu yang menghubungkan Kotak Pos keatas.
"aku pergi dulu".
"terima...eh? kemana dia?".
saat membalikkan badan untuk mengucapkan terima kasih Tania sudah menghilang. Alex tidak tahu ke mana dia pergi. dia menginjak tangga batu itu dan berjalan menaiki tangga batu yang melengkung kedalam. Alex harus berhati-hati dalam melangkah karena bisa saja dia terjatuh mengingat pegangan tangga batu itu terbuat dari kayu yang tidak tahu sudah berapa lama dan Alex dapat merasakan pegangan tangganya merenggang.
tidak lama kemudian, dia mencapai halaman depan yang luas. pada saat Alex menginjakkan kakinya di serambi rumah itu,ia membersihkan long Coat hitam nya yang terdapat beberapa daun yang menempel.
dia menekan bel yang terpasang di sebelah pintu.
"bel? apakah ada tamu yang datang menemuimu, Keira?".
"tidak mungkin,Cio. bukankah kau tahu sendiri bahwa kita tidak perlu menekan bel, melainkan saat tepuk tangan tiga kali pintu depan akan terbuka?bel itu tidak pernah dibunyikan semenjak rumah ini berdiri".
Kata Keira yang sedang tidur tanpa membuka matanya.hingga membuka matanya nya dan terduduk saat mendengar suara bel yang tidak pernah dibunyikan sejak rumah Keira dibangun.
"Bell!? siapa yang datang?! bagaimana mungkin!?".
"Keira, sebaiknya kau istirahat saja". Kata Cio yang menghampirinya dan membantu membaringkan badannya.
"aku mencium aroma manusia,Cio".
"aku juga sama dan bukan aroma Dion pastinya.apakah kau punya teman manusia, Keira?".
"tidak.aku tidak punya teman manusia".
tapi...masa sih?
"aku akan ke bawah dan melihat Siapa yang datang. Kau istirahat dulu,ya".
Sementara itu...
"Ah! aku lupa memberi tahu Keira dan Cio bahwa Alex datang ke rumah!".