
Disebuah perjalanan…
"Wah, aku tidak menyangka kita akan pergi memancing tanpa Danny, Alex".
"apa boleh buat Noah. dia berkata ada kencan dengan seorang gadis entah siapa dia".Ucap Alex sambil memandang pemandangan dibalik jendela mobil sepanjang perjalanan dengan suhu 60 persen lebih dingin diluar dan dedaunan yang telah gugur dari sang pohon terbang tertiup angin setiap mobil yang dikemudikan Noah melaju kencang. Mereka berdua menikmati hari perjalanan mereka menuju ke suatu tempat tanpa mereka sadari ada yang mengawasi mereka dari kejauhan.
Dan dia mengamati dari pohon tertinggi seakan ada sesuatu yang akan dia lakukan terhadap Alex dan Noah.
Sebelumnya di malam hari…
"Cih, tidak kusangka tempat bertemunya ditempat seperti ini ". Ucap Emery kesal saat ia telah tiba disebuah tempat kumuh yang dikenal sebagai bar Hookah yang tersembunyi dan tidak diketahui banyak orang, Emery dengan jubah hitamnya memasuki tempat yang terletak di wilayah yang kumuh itu.
Walaupun hari sudah jam setengah dua belas, masih saja ada beberapa orang masih saja tempat itu. Mungkin karena mereka ada yang sampai teler setelah menghisap Shisha ( tembakau rasa ) dari hookah dari Emery melihat beberapa orang terbaring teler. Ada yang terbaring teler di lantai, ada di sofa bahkan ada juga yang teler terlentang di atas meja dengan mata yang terbuka, juga ada yang sudah tidak sanggup untuk menghisap hookah tapi masih saja menghisap hookah sampai bola matanya membulat tanpa berkedip sekalipun.
dan Emery melihat pemandangan itu sungguh membuatnya merasa mual dan jijik terutama saat aroma keringat dan bau mulut pengunjung-pengunjung itu begitu menusuk Indra penciumannya.
Dasar para pecandu… sungguh menyedihkan dan membuatku jijik. Apa mereka tidak memikirkan keluarga yang sedang memukirkan keadaan mereka yang berada dirumah sedangkan mereka tidur dan masih menghisap benda itu disini?.
Tidak akan mengherankan pastinya jika keluarga mereka bertanya-tanya dimana mereka berada atau mungkin tidak ada yang memperdulikan makhluk yang menyedihkan yang kerjanya hanya menghisap benda seperti ini. Batin Emery.
Emery memasuki tempat itu. Saat ia berjalan, salah satu dari pecandu itu yang memiliki perawakan gemuk bangkit dari lantai dan menarik ujung jubah itu.
Emery berhenti saat ada yang menarik ujung jubah mantelnya. Laki-laki itu tersenyum cengengesan mengeluarkan air liur akan tetapi saat Emery melirik tajam ke arah laki-laki itu, laki-laki itu langsung melepaskan jubah itu dari tangannya saat melihat bola mata Emery yang memerah dan menatapnya dengan tatapan mata yang membunuh.
"jauhkan tangan kotormu itu dariku, makhluk menjijikkan". Ucapnya dingin. Laki-laki itu langsung menurut ketakutan dan merangkak menjauh dari Emery.
"dasar menjijikkan. Aku tidak Sudi jika harus meminum darah mereka ini".Ucap Emery sendiri secara pelan.
"selamat datang tuan".Ucap Bartender itu dan langsung menawarkan sebuah tembakau rasa didalam shisah itu.
"tidak. Aku tidak datang untuk menghisap hookah. Aku ingin bertemu dengan seseorang".Ucap Emery sambil menunjukkan secarik kertas kepada bartender itu.
Bartender itu membacanya dan mengerti siapa yang dimaksud. Ia pun mengantar Emery kesebuah ruangan hingga ia ditinggal sendiri didepan sebuah pintu ruangan dan setelah Emery melempar tip besar kepada orang itu.
"Selamat datang, Emer". Sapa seorang laki-laki seusia Emery dan juga seorang vampire. Sambil duduk santai di sofa besar , ia menyambut kedatangan Emery.
"kau ini. Aku tidak menyangka bahwa tempat kita bertemu ditempat ini, Olfe. Apa yang akan dikatakan ayahmu nanti jika tahu putra seperti dirimu ini bermain-main ditempat yang kumuh ini".Keluh Emery sambil membanting pintu. ia kesal kepada vampire bernama Olfe, sedangkan Olfe hanya tersenyum tertawa melihat kekesalan diraut wajah vampire yang memandang rendah manusia itu.
"apa boleh buat, kau mengajakku untuk bertemu di tempat yang terpencil dan menurutku, tempat ini yang cocok untuk pertemuan kita. Selain itu, tempat ini memang boleh dikatakan jelek, akan tetapi hookah tempat ini tidaklah buruk".Ucap Olfe sambil menghisap Hookah.
"silahkan duduk, kau mau memesan sesuatu?".
Tawar Olfe setelah Emery duduk disofa depannya.
"tidak. Selain itu, bagaimana dengan gadis itu?. Punya hubungan dengan manusia itu?". Tunjuk Emery kearah seorang gadis berpakaian seksi yang tertidur dilantai dekat kaki Olfe dengan posisi terlungkup.
"dia?. Oh, hanya seorang Murahan biasa. Dia terlalu mabuk dalam kecanduannya. Jangan khawatir, ia tidak akan mendengarkan apa yang kita bicarakan karena terlalu teler".
"Aish,Tidak kusangka, Olfe Cobalt, putra Alfin Cobalt yang juga termasuk enam keluarga vampire atas bermain-main dengan tempat ini apalagi dengan gadis murahan yang tidak tahu kau dapat darimana".Sindir Emery.
Selain itu, kau lebih parah Emer. Kau bermain-main dengan gadis serigala dan akhirnya, kau dihajar dan koma selama setahun.
Ngomong-ngomong, selamat datang lagi kedunia, Emer. Bagaimana kabar gadis itu?. Kau sudah melupakannya?".
"kau pikir aku akan melupakan Silvana?. Tidak. Aku masih berharap dia kembali lagi kepadaku. Aku yakin walaupun dia membenciku sekarang ini, perasaannya kepadaku pasti masih ada". Emery merasa yakin akan bisa mendapatkan kembali Silvana dengan yakin bahwa perasaan Silvana masih ada untuknya tapi Olfe memasang ekspresi meragukan di wajahnya.
"kau terlalu yakin, Emer. Kau lupa bahwa jika seorang hati wanita tersakiti oleh lelaki yang dia cintai, maka sangat jarang ada yang akan memberi kesempatan kedua kepada laki-laki itu.
Mengingat, mereka sudah bahagia dengan orang lain dan melupakan cinta yang pernah mereka berikan kepada seseorang yang pernah mengisi kenangan mereka.
dan kau termasuk laki-laki yang tidak akan mendapat kesempatan itu. Dia sudah melupakanmu, bodoh".
"kau menyuruhku datang ketempat ini hanya untuk mengatakan semua itu?". Tanya Emery kesal mendengar ucapan Olfe. yang sebenarnya mengandung Kenyataan.
"tidak. Aku ingin kau sadar si gadis doggymu itu tidak mencintaimu lagi dan juga, ia sudah menemukan pengganti dirimu".
...BRAAAK...
Emery memukul meja didepannya sampai berlubang karena marah mendengar pernyataan dari Olfe, sedangkan Olfe tidak habis pikir betapa bodohnya teman dihadapannya ini karena masih berharap untuk cinta yang telah berakhir dan tidak bisa diperbaiki lagi sehingga ia menyunggingkan senyumnya melihat raut kemarahan Emery Dasper.
Apalagi Emery lupa dengan istilah jika cinta yang rusak bisa dimaafkan dan diperbaiki, kenapa harus ada pengadilan dan perceraian di dunia ini.
Mungkin perpisahan ada benarnya juga.
"kau tidak percaya ya?. Asal kau tahu saja, aku tidak akan mengatakan ini jika tidak ada bukti tahu". Segera Olfe melempar sebuah amplop coklat ke hadapan Emery.
Emery meraih amplop itu dan membuka Isa amplop itu yang ternyata adalah beberapa foto.
Kedua bola matanya membulat saat melihat foto-foto Silvana bersama dengan seorang laki-laki.
"siapa laki-laki yang bersama dengan Silvana?".
"dia bernama Noah Archer. Seorang manusia golongan kaya dan hubungannya dengan Silvana?. yah tentu dia adalah seorang kekasih Silvana sekarang.
Kau sendiri bisa melihat betapa bahagianya gadis itu bersama dengan manusia itu.
Akuilah kenyataannya Emer.…
dia telah menggantikan posisimu disampingnya. Bahkan dia telah membuatmu tersingkir dari hati gadis itu".
Olfe menjelaskan tentang Noah mulai dari mana dia berasal sampai hubungannya dengan Silva.
Silva… kau berhak untuk membenciku tapi… haruskah kau sekejam ini dengan menggantikanku dengan manusia ini…?. Batin Lirih Emery melihat foto-foto itu dan mendengar ucapan Olfe.
...Ia telah digantikan………...