The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 22 : In Starry Sea...



"lihatlah Keira.sangat indah bukan? disekitar kita hanya lautan yang membentang luas".


"kau benar,Dion.Oh! lihat, ada lumba-lumba". Dion,Cio Tania dan Silvana mengarahkan pandangan yang Keira tunjuk dengan tangannya dan mereka melihat tiga Ekor lumba-lumba berlompatan secara bergantian.


"woaahh" mereka begitu takjub dan mengagumi hewan mamalia yang imut itu.Keira juga merasakan angin lautan bertiup sepoi-sepoi kepada mereka.dia merasa satu kapal pesiar dengan Trinity tidak selamanya buruk juga.


"ini sangat menyenangkan,ya Kei".


"yup, Dion".


"hei,ayo kita lihat dari atas". Keira dan Dion pergi menaiki tangga menuju bagian atas dek kapal 11.Saat Keira sampai duluan, wajahnya yang senang berubah saat melihat Alex, Danny dan Noah berjemur di kursi santai masing-masing.Mereka menikmati hangatnya sinar matahari dengan mereka masing-masing memakai kacamata hitam dan memamerkan tubuh bagian atas terbuka mereka yang sempurna dan menikmati minuman yang dibawakan beberapa pelayan kapal pesiar.


cih! lagi-lagi dia.


"kita sebaiknya kembali turun saja".


"kenapa kembali turun?".


"Keira". panggil Danny saat dia menoleh dan melihat Keira yang mau turun ke bawah.Dion akhirnya mengerti Mengapa Keira Ingin turun ke bawah. kedua laki-laki itu juga menoleh saat Danny memanggil Keira.Danny bangkit dari kursi pantainya dan menghampiri mereka.


"oh,hai Danny". Keira menyapanya sesopan mungkin karena baginya Danny dan Noah masih lebih baik daripada Alex ketua Trinity mereka.


"kenapa kalian tidak bergabung bersama kami?".


"Ng..kami hanya ingin mengelilingi kapal saja kok".Dion mencoba menolak ajakan Danny sehalus mungkin dengan memberi sebuah alasan.


"yah.kami hanya ingin mengelilingi kapal".


"baiklah kalau begitu.oh iya,malam ini kami akan mengadakan pesta.Kalian semua ikut,ya.sangat tidak menyenangkan hanya kami bertiga saja yang merayakan.


"oke...akan kami pikirkan".Ucap Dion.Dia segera menarik Keira turun.Saat turun, Keira Melihat wajah Alex secara sekilas.ia tidak memperhatikan mereka.Danny berbalik dan berkumpul dengan kedua temannya.


"apa yang kau katakan kepada mereka?".


Tanya Alex yang ternyata memperhatikan saat Keira tidak memperhatikan.


"aku mengundang mereka untuk bergabung dengan pesta kita nanti malam".


"memangnya mereka mau?". Tanya Noah.


"Aku tidak tahu. tetapi jika Gadis itu setuju untuk datang ke pesta kita maka yang lainnya pasti akan ikut.Aku memperhatikan mereka berempat.Mereka akan setuju jika Keira setuju".


"aku harap gadis itu mau datang.Alex ingin dia datang".


"bicara apa kau Noah? Siapa yang mengharapkan gadis itu?".


"ayolah,Alex.saat gadis itu sakit,kau mati-matian mencari alamat rumahnya untuk menjenguknya walaupun rumahnya berada di pelosok hutan sana".


Alex diam.Ia mengakui bahwa Noah benar tetapi dia tahu betapa susahnya mendapatkan hati seorang gadis yang dia sukai apalagi gadis itu susah Move on dengan tunangan yang sudah tiada.


"Jika...dia tidak datang...aku akan berhenti mengejarnya dan jika dia datang, Jangan harap aku akan berhenti mengejar -ngejarnya.dia milikku".


sementara itu...di dek 10


"Keira, kenapa kau tidak makan? Apakah kau tidak suka dengan makanannya?".Tanya Dion saat melihat Keira memainkan spaghetti dagingnya.


"mau kupesankan makanan yang lain?". tanya Cio yang akan memanggil seorang pelayan tetapi Keira mencegahnya.


"Ng... tidak usah,Cio. Aku hanya belum merasa lapar saja.".


"apakah kau merasa bosan, Keira?". Tanya Tania dan Keira menjawab dengan sebuah anggukan.


"bagaimana kalau kita main bola bowling saja? kapal pesiar ini memilikinya".Usul Silvana.


"aku ingin tapi tidak hari ini".


"bagaimana kalau berenang?".


"tidak Tania.besok saja".


"kalau bermain di Arcade game? ".


"kita sudah bermain disana,Cio".


"oh,kau benar juga".


"bagaimana dengan golf?"


"tidak".


"basket?".


"tidak".


"gym?memancing?".


"tiiiiidak dan tidak".


Tania menghela nafas. Mereka bertiga sudah mencoba mengusulkan sesuatu untuk mengusir kebosanan yang mendera Keira tetapi keira merasa malas untuk melakukan sesuatu hari ini.


"bagaimana kalau kita datang ke pesta yang diadakan oleh Trinity?".


"jangan bercanda,Dion. aku tidak setuju".


"ayolah Cio.tidak ada salahnya untuk kesana.Mungkin sebuah pesta bisa mengusir kebosanannya.Demi Keira".


"Dion Benar Cio.tidak ada salahnya datang.Mereka mengundang kita semua".


Tania Menyetujui usul dan alasan Dion.


"baiklah.tapi kita harus bertanya kepada Keira lebih dahulu".


"bagaimana menurutmu Keira?".Tanya Silvana.


Keempatnya menatap Keira.Dia menjadi keputusan mereka.Sebagai Alpha, mereka berhak bertanya dan menuruti keputusannya.


"aku... karena kalian mau datang aku akan ikut".


Saat malam tanpa bulan dan bintang...


"rambutmu begitu bagus dan indah, Keira".puji Keira yang sedang asyik menyisir rambut Keira padahal Keira bisa sendiri tetapi Silvana tetap ingin menyisirnya Seperti dia lakukan dulu saat mereka masih kecil.


"rambutmu juga Indah Silvana".


"tetapi bagi kami Kaulah yang memiliki rambut yang indah.seperti yang mulia ratu Lyora".


"inilah turunannya".


"benar.Menurutku bagaimana memakai jepitan rambut yang ini?.akan sangat Senada dengan dreesnya".


Keira Melihat aksesoris rambut yang dipilih Silvana untuknya.sebuah aksesoris jepitan rambut berbentuk kupu-kupu dengan taburan berlian yang membuat jepitan rambut itu terlihat mewah.


"menurutmu akan cocok?".


"tentu saja". Setelah selesai menyisirnya,Silvana meletakkan jepitan rambut itu ke rambutnya disisi kiri mendekati poninya.


Keira berdiri untuk melihat dirinya di pantulan cermin.mereka berdua takjub dengan apa yang mereka lihat.


"ini aku?".


"benar,yang mulia.gadis yang dicermin itu adalah dirimu.Alpha kami".


"Silvana, Mengapa kau memanggilku yang mulia? kaukan sahabatku".


"maaf Keira.saat melihatmu membuatku menyadari bahwa yang berdiri di depanku adalah seorang putri kami yang cantik dan baik hati.membuatku terharu".ucap Silvana menitikkan air mata saat melihat Keira.


"Mengapa menangis?ini hanya pesta biasa,bukan acara pernikahanku". Keira menghapus air mata yang berada di pelupuk mata Silvana walaupun dalam hati dirinya sendiri sedih saat mengucapkan pernikahan.


pintu kamar Keira terbuka.Tania,Cio dan Dion masuk kedalam dan Melihat Keira yang begitu cantik dengan gaun pesta malam panjang off shoulder bewarna abu-abu dengan kesan mewah dan elegan.


"kau begitu cantik saudaraku".puji Dion.


"kalau aku?".


"kau juga cantik,Sil".puji Dion melihat gaun malam berwarna biru muda yang melekat ditubuh Silvana.


"Alpha kita benar-benar cantik'kan,Thania?".


"benar.dia sangat cantik. saja murid-murid andai sekelas kita di SMA Fallen terutama Britney, Rachel dan Violet disini dan melihatmu,aku jamin mereka bertiga dan para siswi lainnya akan cemburu padamu".


"kalian semua berlebihan".


"tapi kami benar.Kau sangat cantik hari ini".


di Ballroom...


suara musik klasik dimainkan 3 pemain musik klasik gesek.dekorasi ruangan yang begitu mewah dengan ukiran emas dan lukisan tergambar di atas langit-langit ruangan.Para pelayan menyajikan Champange yang terbaik,Mimosa yang menyegarkan juga Champange sorbet dan prasmanan yang lezat dan ketiga laki-laki itu terlihat memukau.


"wow Alex.Kau begitu tampan".Puji Noah Ketika melihat setelan jas dan celana panjang serba hitam yang melekat pada tubuhnya Alex.


"apakah kau setampan ini untuk membuat seseorang terkesan?".Goda Danny.


"kalian menyebalkan".


"Andai saja kau membiarkan kami beritahukan para murid bahwa kita disini, pasti banyak para siswi yang akan ikut kemari dan bisa berdansa dengan mereka diantaranya". Gerutu Noah.


"diamlah Noah.kau tahu'kan mereka itu begitu berisik".


Alex meminum gelas berisi sampanye dari nampan perak yang dibawa seorang pelayan.Saat itu,pintu besar ruangan Aula terbuka lebar.kelima orang itu memasuki Ballroom. Ketiga laki-laki itu melihat ketiga gadis yang begitu cantik dengan gaun mereka bahkan Alex terpesona dengan Keira yang juga hadir di ruangan itu hingga dia menjatuhkan gelasnya tanpa sadar.


"kau begitu cantik hari ini, Keira".puji Noah.


"te.. terima kasih".


"oke semuanya,mari berpesta!". Ucap Danny yang memulai acaranya.


Malam itu, mereka berpesta.Tania dan Danny berbincang-bincang,Dion mengambil dan meminum Mimosa, Silvana makan Champange Sorbet, dan Cio juga Keira sedang berdansa sambil menikmati musik klasik.


"wow,Cio Delta ku.Tidak kusangka kau mulai bisa berdansa."


"hehe.hasil jerih payahku belajar berdansa selama enam bulan tidak sia-sia. Tidak buruk,kan yang mulia?".


"enggak buruk.malah Bagus kok.saat ada acara pesta disana suatu hari nanti,kau pasti bisa melakukannya dengan para gadis yang cantik".


"Keira bisa Saja".


Mereka berdua sangat asyik berdansa tanpa menyadari seseorang telah cemburu melihatnya.


"menurutmu, Keira cantik malam ini?". tanya Noah yang menyadari bahwa Alex tidak mendengarkan ia bicara melainkan hanya fokus menatap Keira yang sedang berdansa dengan Cio.


"begitulah.tapi, menurutku dia juga cantik seperti hari-hari lainnya".


Tidak lama kemudian, Keira dan Cio selesai berdansa.Dion menghampiri mereka dan memberikan dua gelas berisi Mimosa Kepada Mereka.


"terima kasih Dion". Mereka berdua meminum gelas berisi minuman campuran jeruk itu dan Dion mengulurkan tangan kanannya kepada Keira.


"maukah kau berdansa denganku,Yang mulia putri?".


"oh,Dion.tentu saja tuan muda". dengan senang hati Keira menerima ajakan dansa Dion.


"berikan gelas kalian padaku". Setelah menyerahkan gelas mereka kepada Cio, Kedua bersaudara itu mulai berdansa.


"tidak mengajaknya berdansa?".


Alex Melihat Keira begitu senang saat berdansa dengan Dion.Ia menikmati melihatnya sambil makan prasmanan yang dibawakan oleh seorang pelayan untuknya sementara Danny berdansa dengan Tania dan Noah Melihat Silvana berdiri di dekat meja prasmanan.Ia berjalan menghampiri sang Gamma (Jenderal)


"maukah kau berdansa denganku?".


".... tentu". Silvana meraih uluran tangannya dan mereka berdansa.


"sudah lama sekali,berapa tahun kita tidak pernah bertemu?". Tanya Noah.


"mungkin sudah dua belas tahun berlalu.tidak ku sangka kau masih mengingatku padahal kita masih kecil waktu itu. Bagaimana kau bisa mengenaliku?".


"waktu aku membaca majalah model dengan dirimu disampul majalah ,aku menyadari kau memiliki kemiripan dengan seorang gadis kecil berusia 4 tahun yang pingsan di jalanan dan menginap dirumahku walaupun hanya semalam.


dan saat melihat datamu yang dilihat Alex,aku menyadari bahwa nama belakangmu Harts. Aku mengira dirimu sudah mati saat keluargamu mengumumkan kematianmu . Apa yang terjadi?".


"keajaiban,Noah".


"keajaiban?".


"yup.saat Kukira Hidupku hanya sampai berusia 6 tahun saja, sebuah kejadian yang mungkin bisa dianggap keajaiban telah mengubah hidupku.Aku diberikan kesempatan kedua untuk hidup walaupun berbeda".


berbeda? apa maksudnya?.


"oh, saat kau bilang mereka keluargaku sebenarnya tidak juga.disana,hanya ayahku yang kandung.wanita itu bukan ibuku,kelima putrinya dan ketiga putranya juga bukan saudaraku".


"kalau begitu, dimana ibumu?".


"akan aku ceritakan suatu hari nanti".


"lalu,dimana mereka?aku dengar Mereka menghilang enam tahun yang lalu".


Silvana memutar badannya dan menatap Noah dan tersenyum padanya.


"mungkin mereka kabur saat tahu aku masih hidup dan aku akan melaporkan perbuatan kejam mereka kepolisian". Silvana menjawabnya tetapi yang dia katakan adalah kebohongan.Silvana tahu orang dewasa seperti kepolisian tidak akan mempercayai seorang anak kecil seperti dirinya waktu itu. apalagi dia tahu bahwa ayahnya pasti akan menyuap Kepolisian jika polisi mempercayai ceritanya dan mereka tidak cocok jika mereka dihukum dengan dipenjara sedangkan dirinya menderita.mungkin inilah namanya mata ganti mata.


"mau kubantu mencari mereka?".


"Ng...tidak usah selain itu,apakah aku cantik di majalah itu?".


"kau cantik saat berfoto dalam air terlebih lagi kau begitu berani berfoto dalam air dengan kumpulan ubur-ubur yang mengelilingimu".


"hihi.aku ini gadis yang sangat pemberani".


"tapi berhati-hatilah. kau bisa tersengat".


"pasti,aku akan hati-hati".


"dan, sejak kapan rambutmu menjadi sebahu?".


"sejak tiga bulan lalu.kau suka?".


"kau manis".


disisi lain...


"Keira".


"ya?".


"bagaimana kalau kau berdansa dengannya?".


"apa? yang benar saja,Dion.Mengapa aku harus berdansa dengan Alex? dia menyebalkan".


"aku tahu tetapi kau tidak kasihan dengannya? lihatlah dia".


Keira Melihat melalui bahu Dion.Dia Melihat Alex berdiri sendiri di dekat minuman dan minum sendiri.entah Mengapa saat melihatnya sendiri,entah mengapa dia merasa tidak enak dan seketika bagian dirinya yang lain mulai berbicara dengannya.


"dia sudah bela-belain datang ke rumah melihatmu dan merawatmu dengan baik.bahkan kau merasakan sebuah kenyamanan dan kehangatan dalam pelukannya sehingga kau tidak merasakan rasa sakit lagi dan sembuh dengan cepat."


lalu? kalian ingin aku melakukan apa?


"balaslah kebaikannya walaupun hanya berdansa"


hei, apakah aku harus melakukan itu?


"ya!".


tapi dia sangat menyebalkan!dia juga membuatku kesal.Kalian lupa apa yang sudah dia perbuat terhadapku?


"kami tahu.Kami Melihat dan merasakannya dalam dirimu.Kita satu tubuh dan jiwa.ingat?"


aku tahu akan itu.


"tetapi kami juga melihat ada yang berbeda dari dirinya melalui dirimu.Kami juga merasakan rasa cintanya terhadap dirimu.lakukanlah dan anggap saja sebagai balas Budi darimu untuknya".


"ada apa Keira? mengapa kau cemberut begitu?".


"gimana tidak cemberut.kelima bagian diriku memintaku untuk berdansa dengannya".


Dion menghentikan dansa mereka dan tertawa geli tanpa suara.Keira menjadi kesal melihat Dion menertawakannya dan langsung mencubit perutnya.


"aow! sakit Keira".


"makanya, jangan tertawa dong".


"maaaf.tapi turuti saja bagian dirimu".


"hmp!.baiklah".


Keira berjalan menghampiri Alex.Alex Melihat Keira berjalan mendekatinya dan tidak tahu harus berbuat apa.


"Ng...alex.mau berdansa denganku?". tanya Keira menahan rasa malunya yang luar biasa.Biasanya para pria yang bertanya seperti itu kepada wanita,bukan sebaliknya.Saat mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Keira, seketika Alex tersenyum geli.


"hei, jangan menertawakan aku.Aku...hanya tidak ingin kau merasa sendiri sedangkan kedua temanku sedang berdansa dengan kedua temanku dan hubunganmu dengan Cio tidak baik hingga kalian tidak saling bicara".


"Maaf.Maaf.tidak bermaksud menertawakanmu.Hanya saja, biasanya para pria yang mengajak wanita berdansa.bukan sebaliknya".


"kau tidak mengajakku".


"kau mungkin tidak akan mau jika aku yang mengajak".


Keira menatap wajah Alex yang tersenyum kepadanya.Keira sangat menyukai senyumnya yang menawan walaupun dia tidak mengakuinya.Alex menatap Keira dan meraih tangannya.


"aku ingin membawamu kesuatu tempat".


"kemana?".


"ikut saja.kau pasti akan menyukainya".


Secara diam-diam Alex dan Keira pergi meninggalkan ruangan Ballroom itu. cara mengikuti Alex kemana langkahnya yang membawanya pergi.


"pelan-pelan Alex. aku susah berjalan pakai sepatu ini".Alex menghentikan langkahnya.dia melihat Keira yang sulit berjalan dengan high heels yang berwarna senada dengan gaunnya.


"uwaaah!apa yang kau lakukan!?".


Keira terkejut saat Alex menggendong tubuhnya.Lagi.


"kau susah berjalan'kan? makanya aku menggendongmu. Kali ini jangan meronta atau kita akan sama-sama jatuh dari tangga". Terpaksa Keira menurut.Ia tidak mau Alex mengalami cedera jika dia meronta lagi pula,dia merindukan kehangatan yang dirasakannya waktu itu.


"kita bisa memakai lift, bodoh".


"jalan menggunakan tangga lebih sehat,tahu".


"huh!".


sepanjang perjalanan,ia membiarkan dirinya digendong oleh Alex dan Alex menikmati saat menggendong dirinya yang mungil dan ringan itu hingga akhirnya mereka berhenti di sebuah dek paling atas di kapal Starry sea yaitu dek 11. Dengan hati-hati,ia menurunkan Keira.Di dek Atas, Keira dapat melihat sebuah gramophone disebuah meja dan didekatnya terdapat sebuah meja makan bundar untuk dua orang beralaskan kain satin ungu muda dengan dua kursi putih saling berseberangan.Diatas meja itu terdapat tiga lilin menyala, sebuah ember perak berisi es dengan sebotol minuman Champange di dalamnya dan dua gelas khusus untuk minuman itu.


"kau menyiapkan ini?".


"yup.khusus untukmu".


"untukku?tapi bagaimana...? dan juga...?".


"instuisi, Keira.Aku Hanya menduga-duga.selain itu, lihatlah kelangit"


Keira mendongak ke atas dan betapa takjubnya Keira melihat banyaknya bintang di langit dan bulan sabit diantara kepulan awan.



woaahh..aku tidak menyangka bahwa Alex akan menyiapkan sesuatu seperti ini dan banyaknya bintang di langit seakan langit membantunya, padahal tadi aku tidak melihat satupun bintang dan bulan.


"kau suka?".


"suka sekali.ini sangat indah.Aku kira malam ini bulan dan bintang tidak muncul hari ini".


"awalnya aku juga berfikir begitu tetapi saat aku kemari sebelum ke ballroom, aku melihat secara perlahan awan memunculkan bulan dan bintang".


"ini sungguh ajaib, Alex".


dan untungnya tidak ada bulan purnama malam ini.


"Keira".


"ya?".


"maukah kau berdansa denganku?".Alex mengulurkan tangan kanannya berharap Keira mau.Saat Melihat semua ini, gadis mana yang tidak mau.Keira meraih tangannya sebagai bentuk dirinya mau berdansa dengan Alex sebagai bentuk kompromi dalam dirinya.


Alex meletakkan tangan kanannya di bagian tulang belikat kiri Keira dan Keira meletakkan tangan kirinya di bahu kanan Alex.


Malam itu, dibawah langit bertabur bintang dan sebuah bulan sabit, dan alunan musik klasik dari piringan hitam gramophone, Mereka berdua berdansa waltz.


terdapat kebahagiaan terpancar dari wajah mereka berdua.


entah mengapa rasanya aku ini seperti berada di sebuah cerita dongeng yang diceritakan oleh kakak dulu.kisah pangeran dingin dan putri kesepian.


"kau pandai berdansa,Alex".


"sebagai seorang pewaris,aku harus pandai berdansa,kan.Kau juga pandai berdansa".


"sebagai seorang pu.. maksudku seorang wanita harus bisa berdansa'kan?".


"haha.mungkin ada benarnya.dan Keira...".


"hm?".


"kau sangat cantik malam ini".


DEG!


Saat kata cantik meluncur dari lidah Alex entah mengapa pipi Keira menjadi merah merona tetapi dia memalingkan wajahnya agar Alex tidak melihatnya.


cantik... biasanya aku akan bersikap biasa tetapi... mengapa hati ini rasanya berbunga-bunga saat dia mengatakannya.....?ada apa dengan hati ini? apakah aku...aku.....


_____________________________________________


Nb:Gamma: peringkat ketiga dalam bangsa werewolf setelah Beta.


Delta: peringkat keempat dalam bangsa werewolf


_____________________________________________